Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 48


__ADS_3

"Tuan?"


Andrea bangkit dari duduknya dan menatap heran Dariel yang tiba tiba sudah berada di apartemen nya.


"Kau disini? Katanya disuatu tempat tadi!" Dariel tersenyum dan berjalan mendekat. Diraihnya kedua pipi Andrea begitu mereka sudah berhadapan.


"Iya, disuatu tempat,didepan Apartemen mu."


"Dasar yaaa" Andrea mencubit gemas perut Dariel membuat Pria itu mengaduh. "Kenapa tidak bilang terus terang saja kau disini?"


"Aku ingin tau responmu.Ternyata kau menginginkan aku juga?" Mengerling nakal.


"Menginginkan? Idih, mana ada seperti itu."


"Sungguh?" Dariel mengapit pinggang Andrea.


"Tuan,jangan macam macam!"


"Macam-macam apa? Aku hanya ingin satu macam!" Mengusap bibir Andrea dengan satu jari.Andrea mengulum senyum.


"Kau cantik sekali Sayang..." Ucap Dariel pelan.Lalu tanpa memberikan Andrea waktu untuk menjawab Dariel sudah disibukkan mencecapi mulut manis Istrinya.Dariel baru melepaskan Andrea ketika dilihatnya wanita itu sudah hampir kehabisan nafas karena ulahnya.Andrea meraup udara sebanyak mungkin.


"Aku bisa mati tauuuu!" Andrea memukul bahu Dariel.Dariel cengar cengir sambil mengusap tengkuknya merasa agak bersalah.


"Aku tidak seprofesional dirimu Tuan,sabar sedikit! Ayo lakukan dengan santai!" Dariel menatap tak percaya kearah Andrea. Tadinya Ia pikir... Ah dasar istri nakal!


Dariel baru saja akan melancarkan aksi keduanya, ketika sebuah suara membuat dua sejoli itu terperanjat kaget.


"Maaf! Maafkan saya!" Lila cepat cepat membereskan kantong plastik berisi buah buahan yang Ia jatuhkan tadi.Lalu mencicing kedapur.Merutuki nasibnya yang harus tersiksa batin oleh kemesraan kedua majikannya.


"Dasar anak muda zaman sekarang..." Batin Lila.


"Tuan,aku malu!" Andrea menyembunyikan wajahnya didada bidang Dariel.Lalu keduanya tertawa ringan.


"Kita lanjutkan dikamar!" Dariel menggendong tubuh Andrea ala bridal style masuk kedalam kamar.Merebahkan nya diranjang king size disana,dan langsung mengunci pergerakan wanita cantik itu.


"Aku suka sekali dengan wajah ini.." Mengecup pipi Andrea. "Apalagi ini.." Pindah kebibir. "Ini juga mau!" Pindah keleher. Andrea tertawa ringan.Sikap Dariel begitu manis membuat nya serasa terbang kelangit ketujuh.


Aku masih hitungan bulan bersama mu, aku sudah sebahagia ini,betapa beruntungnya Nyonya muda yang sudah hidup denganmu bertahun tahun..


"Kau sudah lama berdiri diluar tadi?" Tanya Andrea. Sambil mengelus pipi Dariel.


"Tidak, begitu sampai didepan aku langsung menelfonmu."

__ADS_1


"Nyonya Aletta bagaimana?"


"Aku akan menjemput nya nanti."


"Suamiku?"


"Ya?"


"Kau melakukan nya setiap hari denganku, kau juga tetap melakukan kewajibanmu padanya kan?" Dariel tersenyum saja. "Kau harus lebih banyak meluangkan waktu untuknya,dia istri pertama mu.Aku tidak apa apa kok jika kau kesini beberapa hari sekali.."


Beberapa hari sekali katamu? Cih, kau tidak tau saja apa yang kurasakan Rea... Bercumbu dengan Aletta pun dalam pandangan ku hanya wajahmu! yang kulihat hanya dirimu.. Tidak tau kenapa rasanya melakukan hubungan intim bersama nya bukan karena aku merindukan nya, tapi lebih kepada perasaan tak enak jika aku menolaknya.. Baru hitungan jam kita berpisah, aku sudah sangat menginginkan mu, lihat saja sekarang, Rea, Apa sebenarnya yang kau lakukan padaku?


"Tuan? Kau dengar aku kan?" Dariel mengembangkan senyumnya dan mengangguk.


"Apa kau sudah makan?Aku akan masak nasi goreng untukmu.Bagaimana?"


"Aku sudah makan.Aku ingin bicara dengan Baby.Buka dastermu!"


Dasar mesum, bicara saja kenapa harus membuka dasterku! Dia ini benar benar membuat Ibu gila, baby...


Andrea menurut.Dilepasnya pakaian luar itu. Menampakkan sepasang bikini warna toska yang kontras dengan kulit putihnya. Pandangan Dariel turun keperut Andrea. Mengelus pelan permukaan kulitnya.


"Hi, Baby..." Apa kau sudah tidur?Kalau aku mengganggu Ibumu apa kau akan terbangun?" Andrea tertawa kecil mendengar kata kata Dariel. "Dia seksi sekali,kau tau?Aku ingin menggigit nya apakah boleh?" Andrea meninju bahu Dariel. "Ibumu selalu menggoda ku..Lihat yang dipakainya, sepertinya aku akan suka warna toska mulai sekarang.. " Dariel menyeringai melihat mata Andrea yang membulat. "Jangan menyusahkan Ibumu saat Ayah tidak ada, kau mengerti?Ayah sayang padamu..." Mengecup dan Menggesek gesekkan hidung mancung nya dikulit Andrea, membuat wanita itu terkekeh kegelian.


"Rea!"


"Ya?" Menoleh cepat kearah suaminya.


"Tidak ada.Hanya ingin memanggilmu saja!"


"Tingkahmu seperti ABG baru puber Tuan!" Dariel tergelak. Andrea keluar, tak lama masuk lagi dengan tambahan segelas teh jahe untuk Dariel.


"Untukmu." Katanya setelah berada didekat Dariel.Dariel menerima nya. Mereka duduk berdampingan dibibir ranjang.Andrea dengan penuh kasih menyuapi suaminya buah buahan segar yang tadi Ia inginkan.


"Rea,selama ini aku belum pernah melihat hasil gambar mu,tunjukkan padaku!"


"Untuk apa menunjukkan nya?"


"Untuk ku lihat,apalagi.."


"Tidak, belum saatnya kau tau." Dariel berdecak kesal


"Kau ini, sok misterius!"

__ADS_1


"Aku akan memberikan nya nanti.. di satu hari yang spesial.Itupun kalau kau masih mau menerima nya.."


"Segitunya kau padaku?Apa aku ini tidak penting?!" Andrea terkekeh melihat Dariel mulai kesal.Andrea mendaratkan satu ciuman lembut dipipi Dariel.


"Justru karna kau itu spesial makanya aku akan menunjukkan nya dihari yang spesial juga! Berhenti salah paham padaku sayang.." Padam juga kekesalan hati Dariel,kini malah berbunga bunga rasanya.


"Lakukan sekali lagi!" Perintah Dariel.


"Eh, melakukan apa?" Dariel menunjuk pipi nya yang tadi dikecup Andrea.


"Kau hanya mencium sebelah,itu tidak adil.."


Bis**a ae lu kang!


Ummuah!


Dariel tersenyum,tangannya terulur mengelus puncak kepala Andrea.


"Yaaaa sayang habis..." Raut wajah Andrea berubah sendu ketika menatap mangkuk ditangannya sudah kosong lagi.


"Kenapa kau sesedih ini? Minta lagi saja pada Lila!"


"Dia bilang disupermarket terdekat stok buah apel dan anggur sudah habis semua.Ini terakhir yang bisa dia dapatkan untukku!" Menunduk sedih.Dariel menangkup kedua pipi Andrea.Memaksa Andrea menatapnya.


"Aku akan carikan untukmu,oke?Berhenti memasang wajah jelek seperti ini!" Wajah Andrea berbinar.


"Sungguh?" Dariel mengangguk.


"Akan kulakukan apapun untukmu dan baby." Jawab Dariel mantap karena sadar sikap Andrea pasti sedikit banyak karena pengaruh anak dalam kandungannya.


"Wuuaa,Sayang,terimakasih..Yasudah cepatlah,aku ingin yang banyak!" Dariel tersenyum lebar menampakkan barisan gigi nya yang rapi melihat tingkah manis istrinya.


"Kalau ingin cepat maka beri aku semangat!"


"Semangat sayang!!" Andrea mengepalkan tangan tanda strong.


"Aish, bukan begitu maksudku.." Andrea mengerutkan dahi.


"Lalu memberi semangat seperti apa yang kau maksud Tuan?" Dariel mendekat dan berbisik ditelinga Andrea.Mata hitam Andrea membulat sempurna ketika mendengar yang dikatakan Dariel.


"Bagaimana?" Andrea nampak berpikir sebentar dan akhirnya mengangguk setuju.


"OKE DEAL!!"

__ADS_1


__ADS_2