
Sebuah mobil sport merk Porsche 718 Boxter kini sudah terparkir dihalaman kampus, Menampakkan seraut wajah tampan Ryuga ketika pintunya dibuka.Baru dua hari yang lalu Ia membawa sebuah Ferrari.Dari pintu penumpang keluar Sheril dengan gaya angkuhnya.Gadis itu selalu kelihatan sempurna setiap hari. Pakaian-pakaiannya limited edition, tas branded,sepatu mahal,tatanan rambut yang indah dan polesan diwajahnya membuat semua gadis dikampus mereka iri padanya.
Cantik,fashionable,anak konglomerat, dan bisa dekat dengan lelaki manapun yang dia inginkan termasuk Ryuga,Pemuda populer nan tampan yang dengan kekayaan yang dimiliki keluarganya mudah baginya berganti mobil kapan saja.
"Ryu,bolehkan minta fotomu!"
"Ryu, ini bunga untukmu!"
"Ryu,ini coklat untukmu, kau makan ya!"
"Ryu, ini maskawin dari Ayahku, terima ya!"
Seperti hari hari yang sudah sudah,Ryuga tidak pernah kehabisan penggemar.Selalu saja akan ada segerombolan gadis gadis yang begitu antusias melihatnya. Memperlakukan Ryuga layaknya artis terkenal.
"Hey! Sudah berapa kali kukatakan jangan menyentuh Ryu!" Sheril nampak menengahi. Ia berdiri didepan tubuh Ryuga menghalang gadis gadis yang menurutnya sangat menjijikkan itu.
"Apa kalian pacaran?" Tanya salah satu dari mereka.
"Belum! Tapi akan!" Ryuga tersenyum dengan jawaban Sheril.
"Belum jadi pacar saja lagaknya seperti Istri!"
"Bicara lagi kusuntik racun tikus mulutmu!"
"Kau kasar sekali Sheril! Kami hanya mengagumi Ryu saja!"
"Kalian bisa menularkan kuman kalau dekat dekat dengan Ryu tau tidak?" Sheril nampak marah.
"Sudah, sudah, jangan berkelahi karna aku! Aku terima semua hadiah kalian, Oke?" Mengambil satu satu barang yang dibawa para penggemar nya. "Jadi, bisakah kalian pergi sekarang?"
Gadis gadis itu menurut. Setelah mereka bubar Ryuga memasukkan semua hadiah pemberian penggemar nya kedalam tong sampah didekat mereka berdiri.
"Gadis gadis centil!" Omel Sheril.
"Kau juga kenapa masih disini?"
"Kau juga mengusirku?!"
"Aku ingin kekelas!"
"Antar aku dulu!"
__ADS_1
"Jangan menyusahkan aku! Sudah bagus aku memberimu tumpangan!" Usai berkata begitu Ryuga berlalu dari tempatnya.Meninggalkan Sheril yang berdecak kesal.
Baru beberapa langkah Ryuga menjauh, matanya menangkap satu sosok yang beberapa hari ini menguasai pikirannya. Gadis manis yang kelihatan lucu dimatanya. Livya.
Gadis itu nampak santai berjalan sendiri sambil menikmati sebuah lolipop ditangannya. Ingatan Ryuga kembali pada saat tak sengaja dilihatnya Livya keluar dari kampus dengan tergesa gesa kemarin, masuk kesebuah mobil sport mewah,jelas itu bukan milik orang biasa.Lama Ryuga menunggu gadis itu keluar dari sana.Setelah keluar dari mobil itu,Ryuga mengikuti Livya sampai ketaman,dan mendapati gadis itu dengan wajah sedih sedang sibuk dengan ponselnya. Karna penasaran Ryuga langsung merampas benda itu dari tangan Livya.Tapi selanjutnya gadis itu malah menangis...
Bahkan Ryuga belum sempat bertanya siapa yang bersamanya dimobil.Apakah kekasihnya? Ntahlah, Sejujurnya Ryuga sedikit cemburu kemarin.
Benarkah kau sudah memiliki kekasih? tapi kenapa kau begitu senangnya ketika aku meminta nomor ponselmu? Aish, kenapa aku jadi bodoh begini gara gara gadis biasa seperti nya? bahkan aku bisa mendapat ratusan gadis yang lebih dari dia kalau mau, tapi kenapa aku begitu tertarik dengannya?
Ryuga meraba bibirnya.Kemudian sebuah senyum simpul hadir disana.
Ciumanmu boleh juga!
FLASHBACK 🙈
Malam semakin larut, Ryuga bangkit dari duduknya dan berniat pulang dari Club malam tempat acara ulang tahunnya digelar. Sebenarnya suasana masih cukup ramai. Belum sempat keluar dari sana matanya melihat Livya yang sudah tertidur dimeja bar seorang diri.
Ryuga melihat sekeliling, nampaknya gadis itu tidak membawa seorang temanpun, nampak tidak ada yang peduli padanya.
Ryuga mendekati Livya.Mengerak gerakkan pipi gadis itu agar bangun.Tapi tidak berhasil.
"Sejak kapan dia begini?" Tanya Ryuga pada bartender.
"Lalu dimana wanita itu?"
"Seorang Pria membawanya pergi"
Ryuga paham. Mungkin mereka berkencan, pikirnya.Ryuga tidak melihat ponsel atau benda lain yang dibawa Livya.Karna tidak ingin terjadi sesuatu pada teman kampusnya jika ditinggal sendiri sementara ini acaranya, akhirnya Ryuga berniat membawa gadis itu kerumahnya.
Baru saja Ryuga ingin menggendong tubuh ramping Livya gadis itu menggeliat agak sadar ketika ada yang menyentuhnya.
"Bangunlah, aku akan membawamu pulang" Ucap Ryuga melihat pergerakan Livya. Livya nampak sedikit membuka matanya.Ia berusaha duduk dengan benar meski sempoyongan.
"Siapa kau? Apa kau Pria tampan yang kusukai itu?" Ucap Livya dengan suara pelan.
"Kau mau mengajakku berkencan yaaaa..."
Ryuga menautkan alisnya ketika Livya mulai bertingkah nakal dengan menarik tangan Ryuga kepinggangnya dan mengalungkan kedua tangannya dileher Ryuga.Diposisi ini wajah mereka cukup dekat.Ryuga bisa melihat garis wajah yang sebenarnya cantik itu dengan jelas.Bibir penuh yang dipoles lipstik merah itu sempat mencuri perhatiannya .
"Ayo! kita berkencan! Kau bisa mulai cium aku sekarang! aku sudah tidak sabar..." Livya bicara tak karuan dengan matanya yang sayu.
__ADS_1
"Ayo cium aku, pangeran tampan!" Livya memonyongkan bibirnya.
"Hentikan! Kau mabuk, dimana rumahmu aku akan mengantar mu!"
"Rumah? rumahku?" Tunjuk Livya pada dirinya sendiri. "Tidak usah kesana! Ibu ku sangat cerewet!!"
"Katakan dimana rumahmu!"
"Cium aku dulu!"
Ryuga ingin menjauhkan diri tapi Livya yang masih dalam posisi duduk menarik kepalanya paksa hingga wajah mereka semakin mendekat.Gadis itu dengan berani mengecup bibir Ryuga.Menahan kepala Pemuda tampan itu.Memagutnya sebentar dan tiba tiba sudah tidak sadarkan diri lagi.
Ryuga terbengong ditempatnya menatap Livya yang tak sadarkan diri dipelukannya. Bibir keduanya sudah terlepas.Ryuga melirik ke arah bartender yang tersenyum karena melihat kejadian itu.
"Dia cantik juga!" Ucap Bartender itu.Ryuga terdiam.Disaat itulah Sheril menampakkan diri.Ia baru saja dari toilet dan melihat Ryuga sudah tidak ditempatnya.Matanya membulat ketika menemukan pemuda itu. Ada Livya yang bersandar ditubuh Ryuga tak sadarkan diri dan Pemuda itu menahan tubuhnya.
"Tidak!!" Teriak Sheril panik.Buru buru Ia menjauhkan tubuh Livya dari Ryuga. Menidurkan kembali Livya kemeja Bartender dengan ekspresi jijik.Seperti membuang kotoran.Dasar Sheril!
"Dasar wanita genit! mabuk saja masih cari cari kesempatan memeluk Ryu ku!"
"Hentikan Sheril, dia tidak akan mendengarmu!"
"Kau tidak apa apa kan? Apa perlu kita kerumah sakit sekarang?Apa gejala yang kau rasakan, hm?" Sheril memeriksa tubuh Ryuga.
"Apa apaan kau ini?Berhenti menggerayangi ku!! "
"Aku takut kulitmu gatal gatal karena menyentuh kulit wanita miskin macam dia!"
Ryuga memutar bola matanya jengah dengan kata kata Sheril, gadis ini memang sangat anti bersentuhan dengan orang yang menurutnya tidak selevel dengannya.
"Kebetulan kau datang,kau antar dia pulang ya?"
"Hah?! Tidak! Lagipula aku tidak tau rumahnya!"
"kalau begitu bawa saja dia kerumahmu!"
"APA?!" Sheril shock.
"Demi aku, oke? Ini kan acara ku, kalau kita tinggal dia sendiri disini dan terjadi sesuatu dengannya bagaimana? Mau ya?" Sheril mendengus kesal melihat ekspresi memelas Ryuga.
"Atau kau mau aku saja yang membawanya? kau tidak takut terjadi sesuatu diantara kami?"
__ADS_1
"Iiiiiiiihhhhhh menyebalkan!!! Iya! Oke! Aku yang bawa dia! Aku tidak sudi kalau dia menyentuh mu!"
"Nah gitu dong! Terimakasih ya Sheril yang cantik!" Selesai berkata begitu Ryuga melenggang pergi.Meninggalkan Sheril yang kesal sekaligus senang Ryuga memujinya.