Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 14


__ADS_3

Disebuah ruang makan mansion mewah itu Nyonya besar keluarga Lee nampak sedang menyeruput teh hangat miliknya ketika tak sengaja matanya melihat sosok Dira melintas dipekarangan samping. Dira baru kembali dari Apartemen Andrea pagi itu.


Sendiri dimansion yang berarsitektur khas Inggis era Victoria itu membuatnya cukup kesepian.Biasanya disaat sarapan begini akan ada anak dan menantunya yang menemaninya.Tiba tiba Ia jadi merindukan kebersamaan dipagi hari itu.


Apakah Ia sudah sangat kasar pada Aletta? Sungguh Nyonya besar keluarga Lee sedikit menyesal melakukan nya.


Apa salah kalau Ia begitu ingin memiliki cucu? Dariel Lee adalah anaknya satu satunya. Bagaimana Ia tidak berang jika sebagai menantu satu satunya keluarga Lee Aletta tidak bisa memberikan Dariel keturunan.


Ingatannya mengulang saat Dariel yang datang menemuinya setelah dua minggu meninggalkan mansion.Dariel tetap memperlakukannya dengan hangat. Bagaimana Ia tidak merasa bersalah karena menyakiti Dariel dengan memaki Istrinya beberapa waktu lalu.


"Ma,mama kelihatan kurusan? Makanlah yang teratur.. "


"Jangan khawatirkan aku,bagaimana keadaanmu? Kenapa baru kesini? Sebegitu marahnya kau padaku?"


"Tidak.Aku dan Aletta baik baik saja." Rencananya akhir minggu ini Aletta akan terbang ke Perancis untuk shooting film barunya"


"Cih, kenapa kau mengizinkan nya? Kalian akan makin jarang bertemu dan makin kecil peluang untuk punya anak"


"Kasihan Dia bosan tidak melakukan apa apa"


"Kau sudah makan?" Dariel mengangguk.


"Aku kesini mau menemui Dira sekalian"


"Dira?"


"Temanku membutuhkan seorang ART untuk menemaninya di Apartemen karena Ia tidak punya siapa siapa"


"Tumben sekali kau begitu peduli pada teman temanmu selain Joe.Siapa dia? Pria atau wanita?"


"Wanita..."


"Apakah Dia cantik?" Dariel yang mengerti arah pembicaraan Mamanya hanya membalas dengan senyum.


"Dariel,Mama sangat iri dengan teman teman Mama yang sangat bahagia saat bercerita tentang cucu cucu mereka... "


Dariel menggenggam kemudian mengecup buku buku jemari orangtua satu satunya itu.


"Semua akan baik baik saja,Oke? Aku akan pergi sekarang dan membawa Dira."

__ADS_1


Dariel beranjak keruang belakang mencari keberadaan gadis itu.


Teman wanita? Dariel jarang sekali perduli pada teman temannya terutama para wanita. Selama ini Ia sangat menjaga jarak dengan wanita wanita yang mendekatinya karena sudah memiliki Aletta.


Mungkinkah sebenarnya hubungan Dariel dan wanita itu lebih dari teman?


"Utari,apa Dira sudah pergi kuliah?" Tanya Nyonya besar keluarga Lee pada wanita yang seumuran dengannya yang berdiri dengan setia didekat meja makan.


"Sepertinya begitu Nyonya. Apakah saya harus memanggilnya?"


"Tidak usah.Aku akan menunggunya pulang."


"Baik"


Sementara itu di Apartemen nya,Dariel dan Aletta juga sedang menikmati sarapan mereka.


"Makanlah yang banyak Sayang, kau sudah bekerja sangat keras akhir akhir ini" Ucap Aletta sambil menyendokkan nasi goreng ke piring suaminya. Dariel tak menolak.


"Maaf ya,tadi malam saat kau pulang aku sudah tidur,tidak menyambutmu"


"Tidak masalah Sayang"


"Kenapa?"


"Ah itu... Aku ingin ditemani berbelanja. Ada beberapa barang yang ingin kubeli"


"Bagaimana kalau setelah aku pulang dari kantor saja?Aku akan kembali lebih awal dan menemanimu"


"Begitu ya? Baiklah.."


Aletta mulai menyuapkan nasi kemulutnya.Dariel melirik istrinya yang tengah menikmati makanan,Aletta wanita yang sangat pengertian,selama 5 tahun pernikahan,mereka hampir tidak pernah adu mulut.Tapi Ia sudah punya Andrea juga sekarang,hanya siang hari waktu yang bisa ia gunakan bersama Istri mudanya itu,Ia tidak mungkin menghabiskan malam bersama Andrea jika Aletta ada bersamanya.Makanya Ia menyetujui saja keinginan Aletta untuk shooting, setidaknya semakin banyak waktu dengan Andrea mungkin akan lebih mempercepat prosesnya.


Ntahlah, mungkin berjuta juta maaf pun tidak akan cukup untuk membayar pengkhianatan nya pada Aletta.


"Sayang..." Aletta menggenggam jemari suaminya diatas meja.Dariel terkesiap.


"Ya? Kenapa Sayang?"


"Kau melamun?"

__ADS_1


"Tidak kok"


"Aku sudah dua kali memanggilmu tapi kau tidak mendengar,memikirkan apa?"


"Hanya... masalah pekerjaan"


"Kau sangat aneh beberapa hari ini tauu, kau hampir tidak pernah melamun selama ini,hampir tidak pernah lembur, tapi lihat dirimu sekarang,apa segitu beratnya masalah pekerjaan mu?"


"Ya, sedikit."


"Apa aku batalkan saja shootingnya?"


"Kenapa?"


"Kau sedang dalam masalah, aku tidak mau meninggalkan mu"


"Aku tidak apa apa,semua akan segera selesai. Pergilah shooting dan bersenang senanglah, Oke?" Dariel mengusap lembut kepala istrinya.


"Kau yakin?" Dariel mengangguk.


"Tidak ada masalah yang tidak bisa kuselesaikan"


"Cih, sombongnyaaaa"


Dariel tergelak.


"Kau tau, kadang aku merindukan saat saat sarapan seperti ini dimansion,biasanya selalu ada Mama bersama kita..Apa Mama makan dengan baik ya?Aku bahkan takut menghubungi nya.."


Wajah Aletta berubah sendu.Dariel gantian menggenggam jemari istrinya.


"Bagaimana kalau lusa sebelum aku mengantarmu ke bandara kita mampir ke mansion?"


"Benarkah?" Dariel mengangguk.


"Aku mau! Aku akan pamit sekalian pada Mama, tapi... Apa Mama masih mau bicara padaku ya?"


"Aku tau Mama juga pasti merindukan mu! Jangan pesimis begitu! Tidak akan terjadi apa apa,aku disampingmu Sayang..."


Wajah Aletta kembali berbinar.

__ADS_1


"Terimakasih sudah menyemangati ku, sayang"


__ADS_2