
"Rea, kau.."
"Apa? Mau marah? Cih,harusnya aku melempar kepalamu dengan sandal begitu melihat wajah sok tampanmu ini lagi!"
Dariel berkacak pinggang sambil menggaruk pelan alisnya.Kemudian melirik Andrea yang sudah cengengesan cantik.
"Kau serius mengerjaiku?Aku?Alexander Dariel Lee?!" Tunjuk Dariel pada dirinya sendiri. Andrea mengangguk bangga.
"Wanita ini benar benar! Kemari biar kupelintir telingamu Istri nakal!!"
Andrea menjerit histeris melihat Dariel yang ingin menangkapnya.Andrea berlari kecil menghindar.
"Sayang, hentikan!"
"Tidak, sebelum aku mendapatkan mu! Akan aku beri pelajaran kau lihat saja nanti!" Ucap Dariel kesal masih berusaha mengejar Andrea.Andrea mengelilingi ruangan menghindari Dariel sambil tertawa menang. Sesekali Ia menjulurkan lidahnya karna Dariel tak berhasil menangkapnya membuat Pria itu makin panas.Dariel kegerahan, Ia membuka jaket dan kemejanya, mencampakkannya sembarangan menampakkan otot otot tubuh dan roti sobek yang menggiurkan. Mata Andrea membulat melihat aksi Dariel. Dariel menyeringai.
"Kau sudah membuatku panas Rea! rasakan akibatnya nanti!" Andrea menjerit ketika Dariel mulai mengejar lagi.Ia kelelahan juga, ditambah lagi tubuhnya yang masih cukup lemah membuat Andrea akhirnya tertangkap. Dariel menarik tangan Andrea hingga Andrea terjerembab menimpa tubuhnya disofa diruangan itu.Wajah keduanya hampir bersentuhan,dengan posisi Andrea diatas tubuh Dariel.Mereka bertatap mesra, ada cinta dan kerinduan yang mendalam dari sorotan mata keduanya.Nafas mereka masih tidak teratur akibat berlarian.
Dariel memiringkan kepalanya.Dilihatnya Andrea memejamkan mata begitu Dariel menautkan bibir mereka. Keduanya sama sama terbuai.Ciuman yang lembut dan manis berubah panas penuh tuntutan.Tidak ada yang ingin mengalah dalam aktivitas ini, Mereka saling mengulum,menjelajah dan menggigit mengekspresikan kerinduan mereka.
......
"Sayang, ini memalukan sekali!" Rengek Andrea melihat leher nya dicermin kamar mandi diruangan inapnya.Dengan tubuh sama sama hanya berbalut handuk Dariel memeluk tubuh Istrinya dari belakang.Mereka baru saja selesai membersihkan diri setelah melakukan kerja kelompok yang melelahkan tadi.
"Kenapa suka sekali membuat kissmark sih? Aku malu kalau ada yang lihat nanti!" Omelnya.Dariel terkekeh dibelakangnya.
"Kau punya suami, kenapa harus malu? Mereka pasti maklum!" Jawab Dariel enteng. Lalu mengecup leher Andrea.
"Aish,kau ini! dirumah sakit saja masih sempat sempatnya kau mengerjaiku,dasar suami mesum!! "
"Ini hukuman kecil karena mengerjaiku,istri nakal!" Dariel menggigit pelan daun telinga Andrea. Membuat Andrea menjerit geli. Kemudian suami istri itu saling melempar tawa ringan.
"Rea?"
"Heeemm?"
"Kau bahagia?" Andrea mengangguk.
"Maafkan aku.." Andrea mengelus pipi Dariel. Mereka saling berpandangan lewat cermin.
"Karna kau tampan,jadi aku memaafkan mu!" Dariel tergelak.
"Sayang?"
"Ya? ada sesuatu yang kau inginkan?"
Andrea menggeleng cepat.
"Lalu?"
"Sayang, kemana Livya?" Mendengar itu Dariel tersenyum.
"Tenanglah,dia ditempat yang aman"
~
"Huhuhu... Siapa yang tega teganya mengunci aku dikamar mayat begini! Tolong!! buka pintunya! Hey! Seseorang tolong aku!" Livya menggedor gedor pintu.Sudah satu jam sejak Ia sadar dari tidurnya tapi belum menemukan satu orang pun untuk menolongnya.
"Hey!! kemana orang orang?! Apa kalian tuli?! Aku takut... huhuhu... Rea.. tolong aku!"
Tak lama seorang petugas yang bekerja menjaga kamar mayat muncul. Livya sudah gembira luar biasa karena seseorang berhasil menemukannya.
"Tuan,Buka pintunya Tuan! Tolong aku, didalam sini mengerikan sekali aku merinding!"
__ADS_1
Petugas kamar mayat itu nampak mengucek matanya lalu tergelak.
"Malah tertawa lagi! cepat buka pintunya!"
"Oh, astaga, sepertinya minumanku tadi membuat ku jadi berhalusinasi,Sejak kapan ada hantu secantik ini?"
"Hey!! Aku bukan hantu!! Mau kusumpal mulutmu dengan sandal ku, hm? Ayo buka pintunya!!"
"Aish, kau ini hantu baru yang cerewet! Pergi lah ketempat lain,jangan disini, jangan mengganggu ku berjaga!"
Livya menahan geram mendengar yang dikatakan penjaga.
"Tuan,aku bukan hantu,aku manusia, aku hidup!! Aku terkunci disini! tolong aku!!"
"Sebaiknya aku cuci muka dulu,aku mengantuk sekali! Ooaammm!!" Penjaga itu nampak berlalu setelah mengambil kunci yang tergantung dipintu. "Bagaimana aku bisa ceroboh meninggalkan kunci ini disini, aish, aku bisa dipecat kalau mayat disini hilang lagi!!" Ujarnya sambil terus melangkah.
"Hey!!! Penjaga sialan! jangan bawa kuncinya!!lepaskan aku dulu!! Hey!!"
~
Paginya Andrea kembali muntah muntah dan Dariel tanpa rasa jijik begitu setia disampingnya.
"Apa orang hamil memang harus seperti ini?" Tanya Dariel setelah Andrea merasa baikan. Dariel kembali membawa Istrinya ketempat tidur.
"Ini tidak akan lama.Hampir semua wanita yang hamil muda mengalami ini,ini namanya morning sickness sayang.."
"Ya, aku pernah dengar.."
"Sayang, aku ingin pulang..." Andrea merengek.
"Tapi kondisimu lemah, kalau terjadi sesuatu pada bayi kita bagaimana?"
"Aku sudah lebih baik kok, aku tidak betah disini,Aku ingin istirahat dirumah Paman saja. Boleh ya?" Dariel nampak berpikir.
"Baiklah, tunggu disini, aku bicarakan dulu dengan dokter!"
Andrea mengangguk. Dariel pun melangkah berniat keluar. Ia sedikit kaget karena begitu pintu terbuka seraut wajah cantik Livya menghiasi pandangannya.
"Kau sudah kembali?" Tanya Livya dengan wajah lesunya. Dariel mengangguk.
"Livya? kemana kau semalam? apa kau pulang kerumah?" Tanya Andrea. Livya menggeleng.
"Aku ketiduran.."
"Ketiduran dimana? kau baik baik saja kan?"
"Aku baik,tapi sepertinya mentalku rusak!" Dariel nampak menahan tawanya.
"Aku tak mengerti.Jangan membuatku cemas Livya..."
"Aku bingung kenapa hantu dirumah sakit ini begitu tertarik padaku,kau tau, tadi malam aku tidur disampingmu, lalu tiba tiba saat aku terbangun ditengah malam aku sudah berada didalam kamar mayat!! Aku terkunci!!"
"Kamar mayat?!" Andrea shock. "Kau bercanda kan?"
"Sumpah!" Livya berjalan mendekati Andrea. Sementara Dariel yang sudah tak kuasa menahan tawa langsung menghambur keluar menuju ruang dokter. Livya duduk dipinggir bangsal tempat Andrea berada.
"Aku ketakutan setengah mati,kurasa hantu hantu disini iri melihat kecantikan ku! Aish, awas saja kalau ketemu!"
"Kau mau melakukan apa kalau bertemu hantu?"
"Aku akan menjambak rambut mereka, aku akan tendang,aku akan,"
"Berhenti bercanda,kau saja takut pada hantu!" Livya tertawa kecil.
__ADS_1
"Jadi siapa yang membuka kuncinya?" Tanya Andrea penasaran.
"Pria itu yang membukanya!!"
"Pria? Kau bersama Pria?"
"Tidak seperti yang kakak pikirkan!"
"Memang apa yang kupikirkan?" Ledek Andrea. Livya berdecak kesal.Ia pun menceritakan tentang Pria yang menyelamatkan nya..
~
"Hiks hiks..Tuhan,tolong aku...Kirimkan aku dewa penolong Tuhan...Rea pasti akan sangat sedih kalau aku mati lebih dulu,biar kan aku hidup..Huhuhu..." Livya sudah lemas. Sementara malam semakin larut dan udara diruangan itu sangat dingin.Livya mengetuk ngetukkan pelan kepalanya kepintu transparan itu.Merutuki nasibnya yang sedang sial, terkunci dikamar mayat seorang diri dan ponselnya mati.
Klek,
Livya kaget dan kehilangan keseimbangan begitu pintu tiba tiba dibuka dari luar. Dua tangan kekar dengan sigap menampung tubuh Livya yang tumbang hampir menyentuh lantai.Livya mendongak.Seorang Pria dengan ekspresi datar dan sedikit pucat juga tengah menatapnya. Lumayan juga tampangnya. Batin Livya. Livya tersadar dan berusaha berdiri tegak kembali.
"Eh,maafkan aku Tuan! Terimakasih sekali ya kau telah mengeluarkan aku,aku hampir pingsan rasanya didalam sana.."
"Apa yang kau lakukan didalam situ?" Pemilik suara bariton itu membuat tenggorokan Livya tercekat untuk beberapa detik,bukan suaranya,tapi tatapannya.Tajam dan menusuk.
"A, aku,aku tidak melakukan apa apa.."
"Tidak seharusnya kau disini..."
"Iya,makanya aku minta dikeluarkan dari tadi! Kau pasti salah satu penjaga disini ya? Maaf ya aku telah mengganggu jam kerjamu, apa suaraku sangat berisik? Hehe, sengaja!"
"Pulanglah."
Livya terdiam.
Pria ini kenapa kelihatan aneh begini sih? bertemu dengannya malah membuatku tambah merinding! lihat bajunya itu, apa itu, penjaga tapi gayanya seperti bigboss.Tapi dia keren sii!!
"Kau tidak mendengarku?" Livya terkesiap.
"Eh, oke!"
Livya mulai melangkahkan kakinya,tapi baru beberapa kali,langkahnya terhenti.Livya membalikkan badannya lagi menghadap Pria yang menolongnya.
"Tuan,maukah kau menolongku sekali lagi?" Pria itu nampak mengerutkan dahi. Livya mendekat.
"Sebenarnya..kakak ku dirawat dirumah sakit ini,disalah satu ruang VIP,maukah kau mengantarku? Aku bingung harus lewat jalan mana...Aku kan perempuan dan sangat cantik,kau pasti tidak tega kan membiarkan ku berjalan sendiri? Iya kan?" Livya memelas. Pria itu nampak diam.
"Kau tidak mau?"
"Kau tidak takut padaku?" Tanya Pria itu.
"Kau kan baik sudah menolongku, kenapa aku harus takut?"
"Bagaimana kalau aku menolong mu untuk mencelakaimu? atau memperkosamu?"
Livya terdiam sesaat.
"Kau tidak serius kan?" Tanya Livya memastikan.Tapi Pria itu hanya menatap Livya dengan datar.
"Tuan, kakak ku sedang sendirian sekarang, aku khawatir padanya.Suaminya masih diluar kota dan tidak ada yang menemaninya selain aku, Kumohon kasihani lah kami,Kau tau betapa pentingnya keluarga itu kan? Aku mohon bantu aku ya? Aku tau kau orang baik"
"Bagaimana kalau aku bukan manusia?"
Livya tergelak. "Astaga kau ini,wajahmu tidak sesuai dengan bicaramu,kalau bukan manusia,Lalu kau menganggap dirimu ini apa,hm?"
"Bagaimana kalau aku ini hantu?"
__ADS_1