
"Huwekk! Huwekk!"
Sejak bangun tidur tadi Andrea merasa sangat mual dan memuntahkan semua yang Ia makan semalam.Andrea terduduk dilantai kamar mandi,lemas.Rasanya tenaganya sudah habis dan Ia tidak sanggup berdiri lagi.
"Dimana Andrea? Kenapa tidak ikut sarapan?"
Tanya Peto heran melihat dimeja makan hanya mereka bertiga.
"Mungkin masih tidur,dia kurang tidur sepertinya semenjak ditinggal Tuan Dariel beberapa hari ini,menanggung rindu kurasa hehe" Jawab Livya sambil mengunyah sarapannya.
"Bawakan sarapan nya kekamar!" Perintah Peto pada Livya.
"Aish,anak itu! Semenjak jadi Istri orang kaya lagaknya ampun! makan saja minta dilayani!" Maria nampak kesal.
"Istriku apa yang kau katakan? Andrea tidak pernah terlambat bangun selama ini, aku khawatir dia kurang sehat makanya belum keluar dari kamarnya,apa salahnya kita sebagai orangtua perhatian sedikit padanya, semua yang kita nikmati sekarang juga karena kebaikan Tuan Dariel!" Livya, pergilah bawakan sarapan Andrea kekamar!"
"Baik Ayah!" Livya bangkit dari duduknya,lalu setelah menyiapkan sarapan untuk kakaknya Livya melangkah menuju kamar Andrea.
Livya kaget setengah mati ketika tidak melihat Andrea diranjang dan malah melihat wanita itu sedang muntah muntah dikamar mandi.
"Rea kau kenapa?" Masuk angin,hm?" Livya memijit tengkuk Andrea. Andrea tak sanggup lagi menjawab.
"Kita kedokter ya?" Andrea menggeleng.
"Kenapa? Bisa mati aku kalau tuan Dariel tau kau sakit dan tidak mau kedokter!"
Belum sempat Andrea merespon perkataan Livya, tubuh nya sudah ambruk lebih dulu. Pingsan.
~•~
"Selamat ya Nyonya,Anda positif hamil" Seorang Dokter wanita nampak senang menyampaikan hasil lab Andrea,Andrea yang terbaring lemah diatas bangsal nampak menyunggingkan senyum ceria kearah Livya yang sudah histeris saking bahagianya mendengar kehamilan Andrea.
"Sebaiknya Nyonya dirawat dulu satu atau dua hari disini,tubuh Nyonya sangat lemah, kondisi anda sangat berpengaruh pada janin, anda dan suami harus ekstra menjaganya,Jangan melakukan pekerjaan berat, jangan stress dan banyak konsumsi makanan gizi seimbang ya?"
Andrea mengangguk.
"Ngomong ngomong dimana suami Anda? kenapa tidak ikut? Dia juga harus tau perkembangan janin kalian supaya bisa selalu waspada" Andrea terdiam.
"Dok, suamiku sedang ada pekerjaan diluar kota"
__ADS_1
"Oh, begitu? tapi lain kali usahakan datang bersama Suami anda ya?" Kalau begitu saya tinggal dulu, sekali lagi selamat! "
Dokter itu tersenyum sebelum meninggalkan ruangan inap Andrea.Begitu dokter tadi pergi Livya langsung menghambur kepelukan kakaknya.
"Aaaa senangnya aku,sebentar lagi aku akan punya keponakan! Yeay!" Kak, kau harus segera memberitahukan kabar ini pada Tuan Dariel,dia pasti sangat bahagia mendengar kehamilan mu! Aku akan hubungi Ayah dan Ibu!"
Andrea diam,menggigit pelan bibirnya. Dilihatnya Livya sedang mengutak atik ponsel berniat menghubungi orangtua nya.Tanpa sadar Andrea menitikkan airmata, Disatu sisi Ia bahagia, sangat bahagia.Sebentar lagi Ia bisa mewujudkan keinginan Dariel selama ini. betapa Ia akan sangat berterimakasih pada Tuhan membayangkan Dariel yang begitu gembira dengan kehamilannya,wajah tampan itu akan tersenyum.Tapi disisi lain Ia juga sangat sedih menyadari Dariel yang menghilang sejak malam itu.Sejak Dariel marah karena Ia yang salah bicara,sejak saat itu ponsel Dariel tidak bisa dihubungi.
Betapa Andrea merasa menderita,Ia harus berbohong pada keluarganya yang menanyakan keberadaan suaminya.Ia yang harus berpura pura bahagia seolah olah tidak terjadi apapun.Ia sakit Dariel menjauhi nya. Marah padanya.Pria itu berjanji akan kembali dalam dua hari, tapi ini bahkan sudah tujuh hari dan Andrea belum melihat wajah tampan Dariel selama itu.
Kemana dia? Apakah dia baik baik saja? Apakah dia benar menghilang karena marah atau sudah terjadi sesuatu?
Andrea bahkan tidak tau harus menanyakan keberadaan Dariel pada siapa.
"Kak, kau menangis? Kenapa?" Suara Livya membuat Andrea tersadar. Cepat ia menghapus airmata yang keluar itu.
"Seharusnya kau bahagia, kenapa malah menangis?"
"Aku menangis karena bahagia.." Jawab Andrea lemah. "Pergilah belikan aku buah, aku ingin sekali makan buah sekarang,aku akan menghubungi suamiku!"
"Oke! Sebentar ya akan aku carikan!" Livya keluar. Andrea mengambil ponselnya didalam tas sandang yang ia bawa. Berharap kali ini nomor Dariel bisa dihubungi.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silakan tunggu beberapa saat lagi.
Andrea makin terisak.Ia menangis sendiri diruangan itu.
~•~
"Sayang, kau belum makan sarapanmu?" Aletta yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran Dariel yang melamun memandang keluar jendela.Dariel menoleh.
"Hem,aku merasa kenyang."
"Kenyang apa? kau bahkan belum makan apa apa dari semalam! Mau cari penyakit?" Kemarilah, aku suapi! setelah itu kita kelokasi!"
Aletta sudah duduk disofa dikamar hotel itu. Tapi Dariel masih belum beranjak dari tempatnya.
"Aku disini saja ya, sepertinya aku masih mengantuk!" Aletta menautkan alisnya mendengar perkataan Dariel.
"Tuh kan, kau mulai aneh, aku takut kau sakit, kau jarang makan semenjak tiba disini! Kemarilah, makan sarapanmu setelah itu kau boleh tidur! Aku tidak akan tenang shooting kalau kau begini!"
__ADS_1
Dariel menurut.Duduk disamping Aletta. Aletta mulai menyuapi suaminya itu dengan sayang.Seporsi nasi goreng seafood yang biasanya akan habis tanpa sisa kini jadi tanda tanya bagi Aletta, bagaimana tidak,bahkan setengah saja belum berkurang tapi Dariel sudah menyudahi sarapannya.
"Kau baik baik saja sayang? kau membuatku khawatir!" Aletta merebahkan kepalanya didada bidang Dariel. "Apa ada masalah? Ceritakan padaku, siapa tau aku bisa membantu menyelesaikan nya!"
"Tidak ada apa apa.Aku mengantuk."
"Benar hanya itu?" Dariel mengangguk pelan.
"Yasudah, tidurlah lagi.Aku akan kelokasi sebentar dan segera kembali."
Dariel mengangguk,membiarkan Aletta berganti pakaian dan melenggang pergi. Sementara Ia kembali ketempat tadi,sejak tiba di negara yang menjadi pusat mode dunia lima hari lalu ini Ia jadi sangat suka berdiam diri menatap pemandangan kota dari jendela. Seperti yang pernah dilakukan Andrea. Siang hari ia akan menemani Aletta shooting dan malam hari setelah Aletta tidur Ia akan mulai berdiam diri dijendela, seorang diri,semalaman.
Dariel membuka laci meja disamping ranjang. Meraih gadget barunya yang Ia letakkan didalamnya.Ponsel pintar itu Ia matikan sejak malam Ia membelinya.Malam pertama Ia meninggalkan Andrea disana, dan ini sudah tujuh hari kepergian nya.Sebenarnya urusannya diluar kota sudah selesai tepat waktu,tapi entah kenapa hatinya masih merasa sakit mengingat kata kata Andrea malam itu, akhirnya ia memutuskan untuk tidak kembali pada Andrea dan malah menemui Aletta di Prancis.
Bagaimana Andrea? Apakah dia baik baik saja? Apa dia mencariku? Apa dia gelisah sama seperti yang kurasakan sekarang saat jauh darinya? Akh!!!
Dariel menghempas benda kecil itu keranjang. Mengusap wajahnya kasar.
Persetan!! aku sangat merindukan mu Rea!!
Dariel meraih ponselnya kembali dan mengaktifkannya berniat menghubungi Andrea.Matanya membulat begitu benda itu aktif beberapa pesan dari Andrea muncul.
Sayang, kau marah padaku? kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?
Bisakah aktifkan ponselmu? Aku minta maaf..
Tuan, aku tidak bisa tidur...
Kau dimana? ini sudah tiga hari dan kau belum kembali,kau masih marah atau bagaimana? cepat hubungi aku! jangan membuatku khawatir!
Dasar suami jahat!!
*Awas kalau kau kembali!
Kau benar benar tidak mau kembali lagi*?
Terakhir.Isi pesan yang membuat dada Dariel bergemuruh.Dariel membacanya sampai tiga kali.
Kau bilang kau bukan orang jahat, tapi apa ini? meninggalkan ku tanpa pesan selama ini, kau pikir kau itu siapa? beraninya mematahkan hatiku. Jangan kembali lagi kau mengerti? Aku akan bawa anak ini bersamaku!! Dia tidak boleh punya ayah jahat sepertimu! Aku akan carikan ayah baru untuk nya yang lebih tampan darimu,lebih kaya dan lebih baik darimu! Nikmati saja waktumu dasar Pria tampan sialan!
__ADS_1