Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 40


__ADS_3

"Eros!"


Livya melambai begitu melihat Eros menghampiri nya ditaman kota.Entah kenapa bertemu pemuda aneh ini membuatnya ketagihan.


"Wuaa,kau benar benar keren! Bagaimana sih caranya kok bisa tau aku kesini, padahal tadinya aku hanya ingin mengetesmu!" Bohong.


Eros tak menanggapi.Ia duduk disalah satu kursi disusul Livya.


"Kasih tau caranya padaku!" Eros masih diam. "Kau dengar aku? Ajari aku ya?"


"Tidak bisa!"


"Bohong! Aku juga ingin bisa punya kekuatan super seperti mu itu lho! ayolah, Ya ajari ya?" Menarik narik jas hitam Eros seperti anak kecil minta dibelikan es krim oleh Ayahnya.


"Singkirkan tanganmu."


"Aish, kau ini, pelit!!" Cemberut.


"Jadi apa nama ikan itu?" Menunjuk dengan dagu ikan dalam toples kecil ditangan Livya.


"Ikan hias lah!" Eros mencubit pelan pipi Livya, gemas karna gadis itu tidak serius menjawabnya. Livya mengaduh tapi juga senang dalam hati.


Tunggu, kenapa aku bisa sesenang ini?


"Aku serius!"


"Iya, maaf, Namanya Liero.Bagaimana? Bagus tidak?" Livya menatap Eros yang nampak diam berpikir.


"Bagus!" Puji Eros. livya bertepuk tangan senang.


"Aku yang membuat nya, tentu saja bagus."


Sesaat keduanya saling diam.


"Kau," Livya dan Eros saling pandang begitu menyadari mereka mengeluarkan suara bersamaan. Tapi kemudian keduanya tertawa ringan. Untuk pertama kali Livya disuguhkan oleh pemandangan yang cukup menakjubkan didepannya. Wajah dengan ekspresi datar itu tertawa! Jelas sekali dimatanya.Membuat pemilik nya semakin tampan.


"Kau duluan," Ujar Livya.


"Kau sudah punya pacar?" Livya tertegun. Otaknya mulai menerka nerka dengan maksud pertanyaan itu.


"Belum"


"Oh."


Oh doang???


"Kau tadi ingin bertanya apa?"


"Aku sudah lupa mau tanya apa!" Jawab Livya bohong.


Aku mau tanya, apa bajumu cuma satu itu saja? jam segini masih pakai setelan kantor, ya keren siii

__ADS_1


"Dingin sekali." Livya menggosok gosok kan telapak tangannya.Lalu mendekap bahunya sendiri.


"Aku akan mengantarmu pulang,Ayo." Eros sudah bangkit dari tempat Ia duduk.


"Aku masih mau disini."


"Kau kedinginan disini."


Perhatian padaku?


Mau tak mau Livya juga melakukan hal yang sama. Mulai mensejajarkan langkah mereka.


"Eros,kau naik apa tadi ketaman?"


"Tidak ada."


"Kau jalan kaki? memangnya rumahmu didekat sini?"


"Tidak."


Apa dia punya ilmu telepati?huff..nggak salah juga aku menganggap dia aneh!


Sebuah klakson mobil membuat Livya terperanjat dan spontan limbung kesamping menimpa Eros.Pria itu dengan sigap menampung tubuh ramping Livya.Keduanya bersitatap untuk beberapa saat.


Jantungku..


Livya tersadar dan melepaskan diri.


Livya memperlambat langkahnya,membiarkan Eros menang beberapa langkah didepan,Gadis itu meletakkan telapak tangannya didada,Tiga kali Ia bertemu dan tiga kali Ia merasakan debaran aneh ini, bedanya kali ini lebih keras.Melihat Livya berjalan lambat Eros menghentikan langkahnya dan berbalik, nampak seperti biasanya, ekspresi nya datar memandang Livya.


Apa sih maksudnya ini,Aku sudah mencoba menepis yang kurasakan tapi kenapa makin terasa? Apa aku benar benar sudah gila menyukai dua orang pria sekaligus? Ini pasti tidak benar kan? Tuhan kenapa jadi begini, Aku kagum pada Ryuga sudah sejak lama, kenapa hatiku bisa terpatah menjadi dua hanya karna bertemu sekali dengan si aneh ini? Lihat wajahnya itu, dia itu beda sekali dengan Ryu, lagipula sejak kapan aku suka dengan pria pendiam?


"Kalau jalan jangan sambil melamun." Livya mempercepat langkahnya menuju Eros.Tersenyum ceria.


"Coba kau lakukan seperti aku."


"Apa?"


"Senyum. Seperti ini." Livya tersenyum lagi.


"Jangan banyak tersenyum,dikira orang kau gila nanti."


Livya menoleh kesana kemari.Memang ada beberapa pasang mata yang memperhatikan dirinya.


"Kenapa harus berpikir aku gila,toh aku ngobrol denganmu bukan dengan hantu!"


Eros diam.Mereka melanjutkan perjalanan.


Baru beberapa kali melangkah,sebuah klakson mengalihkan perhatian Livya.Sebuah BMW nampak berhenti.Sesaat kemudian kaca mobil dibuka dan nampaklah seraut wajah cantik Sheril didalam mobil.


"Hey! Kau rupanya?" Livya mendekati kaca mobil. Sheril tersenyum. Akhir akhir ini hubungan mereka memang cukup baik.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan berjalan sendirian? Apa kau semiskin itu sampai tidak punya uang untuk naik angkutan umum?" Livya terkekeh.


"Aku bersama seseorang."


"Siapa?" Livya menoleh kebelakang dan dahinya langsung berkerut ketika tidak menemukan lagi keberadaan Eros.


"Kemana dia pergi?" gumam Livya.


"Siapa yang kau bicarakan bodoh? dari tadi juga aku melihatmu jalan sendiri.Dasar gila! Masuklah, kuantar kau pulang, mumpung aku lagi baik!!"


Livya masih tertegun ditempatnya.


Kenapa cepat sekali dia menghilang?


"Hey,cepat naik! Jangan membuat uratku tegang karena banyak meneriaki mu!"


"Iya iya, sabar!" Livya masuk kemobil dan duduk dikursi penumpang. Sheril mulai menjalankan mobilnya kembali.


"Kau darimana?" Tanya Livya.


"Aku dari rumah Pacarmu!"


"Pacar apa! kami belum pacaran!"


"Tunggu apalagi? Mau aku berubah pikiran dan kembali merebut Dia darimu?" Livya tertawa kecil.Sheril memang sudah terang terangan menyerah menarik perhatian Ryuga, tidak kuat menghadapi Kemarahan Pria itu karna Sheril yang terlalu memaksakan perasaannya. Livya cukup senang dengan perubahan sikap Sheril padanya,semenjak kejadian hampir digigit ular itu mereka seperti seorang teman sekarang, meskipun Sheril tetaplah Sheril, cantik dengan segala keangkuhan nya.


"Ponselmu tidak aktif ya? Ryuga ngomel tadi padaku." Ujar Sheril. "Jangan mengulah, sudah bagus Ryu mau denganmu, awas saja kalau kau mempermainkan dia! Akan kukejar kau sampai laut cina sekalipun!" Livya tertawa lepas.


"Aku serius! Aku sudah merelakan jodohku untukmu,Kau harus memperlakukan dia dengan baik! Aish, sampai sekarang aku masih tidak habis pikir, kenapa dia naksir padamu!"


Livya sama sekali tidak tersinggung dengan kata kata Sheril.Ia sudah mulai membiasakan diri dengan kata kata hinaan dari mulut Putri semata wayang pengusaha software terbesar dinegara mereka itu.


"Apa yang kau lakukan dirumah Ryu?"


"Kenapa? kau mau marah? Silakan saja!"


"Aish, aku kan bertanya baik baik padamu!"


"Tentu saja aku mengajaknya bersenang senang, apalagi..."


"Bersenang senang?" Livya menautkan alisnya.


"Hu'um," Matanya masih fokus menyetir.


"Jangan membuatku salah paham!"


"Biar saja kau salah paham!" Sheril tergelak melihat Livya berdecak kesal. "Aku hanya mengantar kan pesanan Mamanya Ryu, dasar bodoh, Kenapa kau cemburu?"


"Kau bilang bersenang senang tadi! Aku pikir kalian Ena ena disana!"


"Hampir sih!"

__ADS_1


__ADS_2