Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 66


__ADS_3

Livya melangkah masuk ke minimarket itu dengan langkah perlahan, matanya sibuk mengitari stand stand dengan barang yang berjejer dengan ragam merk itu.


Tangannya langsung terulur begitu menemukan barang yang ia cari. Hap!


"Eh," Livya menoleh begitu tangan lain hinggap diatas tangan nya yang sudah lebih dulu menggapai barang incarannya. Livya menoleh kearah pemilik tangan mulus nan putih itu.Begitu juga dengan siempunya tangan.


"Kak Nadine?" Raut wajah Livya berubah senang.


"Livya ya?" Livya mengangguk riang. Mereka pun melakukan ritual cipika cipiki ala wanita.


"Sudah lama tidak ketemu ya?" Livya mengangguk tersenyum dan menatap perut Nadine yang terlihat membesar.Disentuh nya bagian itu.


"Wah, sudah isi ya kak?"


"Iya,sudah empat bulan."


"Wah..Selamat ya kak." Nadine mengangguk. "Kakak sendiri?"


"Iya.Aku bawa mobil sendiri.Kebetulan ketemu kamu.Main kerumah aku yuk,kita ngobrol." Livya dengan senang hati menyetujui ajakan Nadine.Setelah membayar barang yang mereka ambil kedua wanita cantik itu melenggang keluar dari supermarket dan masuk lagi sebuah mobil mewah milik Nadine.


"Kakak sedang hamil tapi bawa mobil sendiri, apa suami kakak tidak melarang?"


"Dia akan melarang kalau tau,Hehe"


"Oh jadi diam diam ya?"


"Hu'um,aku sedang bosan dan ingin menyetir sendiri." Nadine pun mulai mengemudikan mobilnya dengan santai.


"Wuuaaa besar sekali rumah kakak?" Ungkap Livya takjub melihat bangunan bertingkat dihadapannya kini. Salah satu rumah dikawasan real estate. Nadine tersenyum saja.


"Ayo!" Ajak Nadine menarik tangan Livya masuk kedalam rumah.Kedua mata indah Livya tak teralihkan dari desain interior dari rumah mewah itu.


"Duduk lah,aku buatkan minum dulu untukmu ya?" Ujar Nadine sambil menunjuk sofa ruang tamu.Livya mengangguk saja.Kemudian merebahkan pantatnya diatas sofa empuk sambil masih melirik hiasan hiasan yang terpajang. Tak lama Nadine kembali dengan dua gelas minuman dingin ditangannya.


"Dirumah sebesar ini kakak dan suami hanya tinggal berdua?" Tanya Livya penasaran. Pasalnya Nadine menyiapkan minum dengan tangan nya sendiri.

__ADS_1


"Ada pembantu.Tapi lagi sakit jadi cuti.Kamu kenapa tidak bersama Ryu tadi?"


"Ryu ada kelas tambahan. Jadi aku pulang duluan Kak." Nadine manggut manggut. Suasana hening.


"Kak,boleh aku tanya sesuatu?" Livya memulai aksinya.Sudah lama ia ingin mengetahui ini. Tentang Eros dan alasan kepergian nya. Dan ini adalah waktu yang tepat untuk menggali semua informasi dari narasumber yang memang terkait.Bukankah Eros bilang Ia mati karna cinta pertama nya dan Nadine adalah cinta pertama nya...


"Katakan!" Livya menelan salivanya.Masih sedikit memberi jeda pada mulutnya untuk bicara.


"Dulu saat kita pertama bertemu, pemakaman siapa yang kakak datangi?"


"Temanku.Kenapa?" Tanya Nadine heran.


"Ah.. tidak apa apa kak,aku kira sebelumnya pacar kakak karna kulihat kakak begitu sedih sampai menangis tersedu sedu..." Nadine tertawa kecil.


"Oh.. Kamu melihatku yaa.. Dia teman baikku. Namanya Eros.Kami bersahabat sejak SMP. Aku sedih sekali karena baru mengetahui kematian nya setelah sekian lama.Seluruh keluarga merahasiakan berita ini atas permintaan Eros sebelum menghembus kan nafas terakhir nya,dengan alasan tidak mau membuat ku sedih takut pernikahan ku dengan Dave terganggu karna kami memang sedang sibuk sibuknya menyiapkan segala keperluan pernikahan. Salah satu sahabat ku yang mengabari kalau Eros kecelakaan dan meninggal setelah sempat kritis..." Suara Nadine mulai terdengar sendu. "...Aku marah sekali saat mendengar kabar buruk itu. Bisa bisanya mereka menyimpan semua itu. Sampai sekarang aku merasa sangat bersalah,aku tidak menemaninya di detik detik terakhirnya." Lanjut Nadine dengan airmata yang mulai merembes. "Eros sudah seperti saudara bagiku.Dia adalah laki laki yang kusayangi selain Dave..Meskipun dia itu bodoh!" Tertawa hambar.


"Kakak tidak mencintai Eros?" Livya gelagapan mendapat lirikan maut dari Nadine setelah pertanyaan itu terlontar.Ia sungguh penasaran dengan cerita sesungguhnya antara Eros dan Nadine.


"Kalau kakak tidak mau jawab tidak apa. Maafkan aku banyak bertanya hehe" Berusaha mencairkan suasana yang sekilas menegang. Nadine tersenyum tipis.


"Tidak apa apa.Sebelumnya aku mau tanya padamu.." Livya merasa debaran jantungnya berubah cepat.


"Bagaimana menurut mu tentang suamiku?" Livya menghembuskan nafas lega.


Aku kira mau tanya apa!


Kemudian berpikir sejenak.


"Tampan!" Kata pertama yang dihasilkan otaknya. "Kelihatan nya romantis dan penyayang!" Nadine tersenyum.


"Benar sekali.Dia seseorang yang sangat peduli sosial,itu yang membuat aku jatuh cinta padanya..." Pandangan Nadine menerawang,mengingat kembali awal pertemuan nya dengan Dave dipanti asuhan saat berbagi sumbangan waktu itu. Sama seperti nya,Dave juga seseorang yang sangat menyukai anak anak.Nadine tersenyum penuh arti. "Tapi Eros tidak menyukai Dave ku." Ucap Nadine dengan wajah berubah sendu. "Dia marah sekali saat tau aku menjalin hubungan dengan Dave sampai memutuskan untuk menikah,Kau tanya apa aku mencintai nya?Aku mencintainya.Tapi hatiku tidak berdebar seperti saat bersama Dave. Aku sampai meninggal kan negara ini beberapa waktu dan Lost contact dengan Eros karena kami terlibat adu mulut waktu itu.Aku menghindari nya untuk menenangkan diri. Aku tidak tau kalau setelah kejadian itu dia yang sebelumnya tidak begitu menyukai alkohol malah jadi pecandu. Menurut Mamanya,setiap hari dia pulang dalam kondisi mabuk. Sampai akhirnya kecelakaan itu terjadi,Semua salahku! Aku tidak ada disaat dia membutuhkan ku,aku berpikir mungkin jarak bisa membuat situasi membaik diantara kami,tapi malah semakin kacau..." Nadine menangis.Livya yang tadinya duduk diseberang sofa Nadine pindah kesamping wanita itu.Mengelus pundak nya berharap menenangkan.


"Rasanya aku mau mati juga mendengar kabar menyakitkan itu,Aku stress dan menangis setiap hari. Tapi Dave menguatkan ku,Dia bilang,Eros mencintai ku begitu besar, sampai mengorbankan perasaan dan dirinya, Semua untuk melihat aku bahagia. Maka aku melanjutkan hidupku dan bangkit lagi, kembali menata hidup dan rencana pernikahan ku." Livya tersenyum.


"Sepertinya aku kebanyakan bicara ya?" Livya tertawa kecil.

__ADS_1


"Tidak apa apa Kak,aku senang.Melihat kakak mau berbagi cerita denganku membuat ku lega.."


Kini semuanya terjawab sudah!!


"Kakak mengingatkan ku pada kakak perempuan ku"


"Kau punya kakak perempuan?" Livya mengangguk.


"Apa dia juga sudah menikah?"


"Hu'um,Dia juga sedang mengandung."


"Oh ya? Pasti menyenangkan ya memiliki saudara perempuan"


"Ya begitulah.Memangnya kakak tidak punya?" Nadine menggeleng.


"Kami berpisah saat masih kecil,Ayahku membawanya pergi saat Kedua orangtua kami bercerai.Kabar terakhir yang kudengar mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan."


"Ya Ampun.. Sabar ya kak." Nadine mengangguk.


"Aku tidak tau kenapa aku menceritakan ini padamu,rasanya kita ini sudah seperti keluarga." Livya tertawa kecil.


"Doakan saja aku sungguh berjodoh dengan Adik iparmu.Hehe.." Nadine tersenyum.


"Ngomong ngomong, Siapa nama Kakak mu?"


"Namanya Andrea." Nadine diam sebentar.


"Andrea?" Livya mengangguk.


"Kenapa kak?"


"Namanya mirip dengan nama kakak ku."


..............

__ADS_1


Hallo readers apa kabar?


Di part ini mungkin ada yang bisa nebak sesuatu?


__ADS_2