Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 68


__ADS_3

Aletta terduduk lemas di atas rerumputan hijau tak jauh dari lokasi apartemen Andrea. Ribuan tetes air bening sudah bercucuran sejak kedua matanya jelas menangkap basah dua insan yang bermesraan diloby apartemen itu.


Ia baru saja tiba tadi setelah berhasil memaksa Jonathan untuk jujur dan akhirnya memberikan alamat apartemen Istri kedua Dariel. Sesak rasanya,entahlah,bahkan lebih parah dari itu sampai Aletta sendiri tidak bisa lagi berucap,begitu Jonathan membeberkan rahasia besar yang disembunyikan Dariel selama ini. Dan kejutan besar memang sudah terpampang nyata didepan mata.Suami tercinta nya bersama dengan wanita lain..


Aletta menangis sejadi jadinya.Tangannya meremas kuat rerumputan disekitarnya. Hanya menangis yang ia bisa sekarang. Hanya itu.Ia bahkan sudah melupakan siapa dirinya,bintang film terkenal tapi Ia merasa bagai sampah tak berguna.Bahkan karier pun sudah tidak penting lagi,uang dan popularitas sudah tidak ada harganya lagi.Rumah tangganya kini hampir ambruk. Lebih parah dari itu, Ia merasa gagal. Benarkah Dariel masih mencintai nya setelah Ia melihat perlakuan manis Dariel pada wanita itu? Benarkah Ia masih bisa percaya diri setelah ini?


Disela sela tangisnya Jonathan tiba.Ia terburu buru keluar dari mobil begitu melihat kondisi Aletta yang dirasa memprihatinkan.


"Ale,kau baik baik saja?" Raut cemas tergambar jelas diwajah Pria itu.


"Apa kau bilang? Baik baik saja?! Aku mau mati Joe!! Rumah tanggaku hancur Bagaimana kau bisa berpikir aku baik baik saja?!!" Teriak Aletta. Dipukuli nya dada Jonathan sekuat tenaga,Jonathan hanya diam membiarkan.


"Jahat! Kalian jahat! Kenapa kalian lakukan ini padaku?! Kenapa.... Kalian jahat! Kalian tega hiks hiks.." Merebahkan kepalanya didada Sahabat suaminya itu.Jonathan dengan rasa bersalah yang mendalam hanya bisa diam. Direngkuhnya perlahan tubuh Aletta berusaha menyerap kedukaan yang kini tercipta dihati wanita cantik itu.


Sungguh perasaan Jonathan campur aduk sekarang,bingung,sedih,serba salah. Ia terpaksa memberitahu Aletta tadi. Beberapa waktu setelah Dariel keluar dari kantor tak disangka Aletta datang tanpa pemberitahuan. Ini sudah kedua kalinya Aletta kekantor dan tidak menemukan Dariel,Jonathan paham wanita itu pasti menaruh curiga yang besar karena Dariel memang diketahui jarang berada diluar kantor jika menjelang weekend.


Kepalang basah,mandi sekalian!


"Aku tau ada yang tidak beres disini." Ujar Aletta begitu Ia duduk tepat didepan kursi kebesaran Pria itu.Hanya ada meja sebagai pembatas.


"Bicara apa kau ini,Dariel memang sedang keluar, telfon saja dia.." Joe pura pura sibuk dengan berkas-berkas dimeja kerjanya, menghindari tatapan mata Aletta yang bak pedang tajam menghunus sisi lain dalam dirinya.


"Joe,Dariel aneh belakangan ini, Ada apa sebenarnya katakan!"


"Itu hanya perasaan mu saja Ale"


"Bicara yang sopan,tatap mataku!" Aletta menggebrak meja dengan tangan mulusnya. Membuat pandangan Jonathan seketika melesat menuju dua bola mata wanita itu.


"Apa yang kalian tutupi?" Tanya Aletta masih belum menyerah.Jonathan menghela nafas. Ia ingin meraih ponsel diatas meja tapi segera benda itu dirampas Aletta lebih dulu.


"Tidak usah menghubungi nya.Katakan padaku,dimana Dia...Kau pasti tau,apa yang kalian sembunyikan dariku?!"


"Ale,semua baik baik saja tidak perlu cemas."


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Jangan mengkhawatirkan apapun.."


"Cih,kau bisa bilang begitu karena kau tidak tau yang kurasakan! Katakan Joe,atau selamanya aku tidak akan pernah menganggapmu teman lagi!" Jonathan mengusap wajahnya kasar. Semakin membuat Aletta merasa yakin memang ada yang salah disini.


"Berjanjilah padaku,kalau kuberitahu ini padamu, kau tidak akan melakukan apapun yang membahayakan dirimu atau siapapun!" Aletta tertawa miris. Segitu besar dan bahayanya kah dampak bila Ia mengetahui rahasia Dariel?


"Dariel," Masih ragu ragu Joe untuk jujur. "Dariel menikahi seorang wanita untuk mendapatkan anak atas permintaan Mama nya."


Deg!


Untuk sesaat semua terasa berhenti dalam pandangan Aletta. Tenggorokan nya serasa tercekat,lidahnya kaku.Hanya matanya yang bereaksi mengeluarkan airmata bukti bahwa Ia sangat terpukul dengan berita yang didengarnya barusan.


"Aletta,maafkan Dariel,Posisinya juga sulit. Mereka akan bercerai setelah anak itu lahir, jadi kumohon padamu tenang lah."


"Tenang?" Aletta tertawa.Tawa yang mengandung kesedihan mendalam. "Suamiku menikah lagi kau suruh aku tenang?Lucu sekali Joe..." Tertawa terus.Lama lama berubah menjadi Tangisan, menunduk tersedu sedu.Jonathan bangkit dari kursinya dan ingin mengelus pundak Aletta berniat menenangkan.


"Jauhkan tanganmu!!" Aletta menepis kasar tangan itu.


"Ale,mengertilah.. Hanya sampai anak itu lahir maka tidak akan ada apa-apa lagi semua akan kembali seperti semula,Dariel tetaplah milikmu,mereka akan berpisah!"


"Kenapa kau diam? Tidak bisa menjawab hm? Apa kau juga berpikir hal yang sama dengan ku?!"


"Ale,percayalah,semua akan baik baik saja!"


"Aku tidak percaya lagi padamu!!" Bentak Aletta. "Katakan siapa wanita itu,katakan!"


"Apa yang mau kau lakukan?"


"Terserah aku mau melakukan apa!"


"Ale, tenanglah,jangan sampai emosi membuatmu kalap!"


"Haha, aku lupa kau sangat menyayangi sahabatmu itu! Jelas saja kau lebih membela selingkuhan nya daripada aku!"


"Bukan seperti itu tolong jangan salah paham padaku,Aku sayang padamu sama seperti aku sayang pada Dariel!! Bukan satu dua bulan kita mengenal! Tapi tolong dengarkan aku, Dariel hanya milikmu,dia hanya harus melakukan kewajiban nya sebagai calon Ayah,Wanita itu sedang hamil besar dan butuh Dariel! Dariel sengaja menyembunyikan semua ini karena tidak mau membuatmu sedih,Percaya lah!! Dia sangat mencintai mu, Dia tidak ingin kau dituntut lagi untuk memberi keturunan sampai kalian terancam bercerai gara gara itu! Percaya Ale.."

__ADS_1


Kebohongan apalagi yang coba ku bangun. Aku menyuruhnya percaya tapi bahkan aku sendiri tidak percaya dengan kata kataku!! Tuhan, semoga Dariel berubah pikiran dan menceraikan wanita sialan itu!


"Katakan siapa dia? dimana alamatnya?" Suara Aletta melemah.


"Untuk apa?"


"Kau ingin aku cari tau sendiri dan membunuhnya?! Katakan padaku!"


"Tapi kau harus janji,"


"Aku janji tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan siapapun!" Memotong cepat perkataan Jonathan.


"Aku tidak tau siapa nama wanita itu,bagaimana dia..,bahkan Dariel tidak mau memberitahu nya.Aku hanya disuruh menyiapkan apartemen untuk mereka tempati.Lokasinya ada dijalan Soedirman, kearah utara.."


Aletta bergegas bangkit dan keluar dari ruangan Jonathan begitu mendapat jawaban. Jonathan panik dan langsung menghadang langkah Aletta.


"Jangan pergi sekarang,kau masih emosi!"


"Minggirlah Joe! Aku hanya ingin memastikan yang kau katakan!"


"Biar aku yang mengantarmu!"


"Tidak perlu.Tidak usah beritahu Dariel kalau aku sudah mengetahui semua ini, tenang lah aku tidak akan membuatmu kehilangan pekerjaan!" Aletta berlalu, Jonathan ingin menyusul tapi sekretaris Dariel muncul dan menahan nya.


"Pak,meeting dengan klien dari XXX bagaimana?Bapak yang menggantikan Presdir kan? Mereka sudah menunggu."


"Akh! Sial!!" Jonathan menggeram. "Aku harus bilang apa pada Dariel?Habislah aku!!"


"Pak?" Suara sang sekretaris kembali terdengar.


"Diamlah! aku tau!"


Akhirnya Jonathan memilih menyelesaikan urusan nya dahulu dengan pembisnis dari kantor besar lain dan secepat mungkin menyusul Aletta menuju apartemen Istri muda si miliarder tampan. Alexander Dariel Lee.


Dan disinilah Ia sekarang,menemani Aletta menangis.Sudah bisa dipastikan kalau Aletta sudah melihat apa yang seharusnya tidak Ia lihat.

__ADS_1


Bagaimana setelah ini pun Joe sendiri tidak bisa menebaknya.


__ADS_2