Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 45


__ADS_3

"BERANI SEKALI KAU MEMBOHONGI KU?!"


Andrea dan Lila terperanjat kaget mendengar suara tinggi Dariel Lee.Nampak Pria itu sudah beberapa meter dari mereka. Lila pamit undur diri ketika Dariel berjalan mendekat. Ia merinding melihat tatapan tajam Tuannya itu.


Beberapa saat Dariel tak mengeluarkan suara, matanya sibuk memperhatikan istri mudanya ini.Membuat Andrea gugup setengah mati, Andrea menundukkan kepalanya.


Aaaaa aku ingin kabur juga!!


Dariel mengangkat dagu Andrea dengan satu jarinya.Memaksa sepasang mata itu menatap nya.Andrea tak kuasa menolak.Mau tak mau Ia menatap kedua mata indah itu.


Apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan memukul ku? Kenapa dia datang sepagi ini sih? Baby... tolong Ibu..


Jari Dariel berpindah mengusap pelan bibir Andrea.


"Siapa yang menyuruh bibir manis mu ini berbohong,hm?Kenapa kau seperti ini?Kenapa kau seegois ini hanya memikirkan dirimu sendiri?!" Bukannya menjawab, Andrea mundur beberapa langkah.Takut Dariel melakukan hal yang mengerikan. Ketakutan nya membuat Andrea lupa,cinta Pria itu lebih besar daripada sekedar amarahnya. Karna Dariel begitu memikirkan nya makanya Ia marah.


"Tuan, aku,"


"Siapa yang menyuruh mu berdiri disitu? Kemari!!" Dariel menjentikkan satu jarinya. Andrea menggeleng.


"Marahku belum hilang kini kau mau menambah lagi?!" Andrea menggeleng.


"Kemari!" Andrea menurut.Pelan tapi pasti Ia mendekat.


"Makan sarapan mu!" Andrea menurut. Menarik salah satu kursi untuk Ia duduki. Mengambil satu sendok nasi goreng dan meletakkan nya kepiring.Sambil menyeka air mata yang mulai turun Andrea mengunyah pelan makanannya. Tidak berani menatap Dariel yang memperhatikan nya dari samping.


"Apa kau makan tadi malam?" Andrea menggeleng lemah. "Dan pagi ini kau juga menolak sarapan?Kau ingin membunuh anak dalam perut mu?! Kau dendam padaku?" Andrea menggeleng.Airmata sudah jatuh kepiringnya.Bahkan Ia tidak berani bersuara lagi.


Aku mau makan asal kau tidak marah, itu saja, Kenapa kau malah membuat ku semakin tidak bernafsu? Katanya tidak suka melihat aku menangis,mana? Airmata ku sudah sederas ini kau masih tidak peduli padaku!


"Bagaimana dia? tampan?" Menggoda Andrea untuk bicara.Andrea tidak menjawab, Ia menghabiskan sarapannya sambil terisak dan meminum susu buatan Lila sampai tak bersisa. Lalu cepat cepat masuk lagi kekamar.Ia sudah tak tahan ingin menumpahkan tangisnya dibawah selimut. Bola mata Dariel mengikuti pergerakan tubuh Andrea.Hatinya teriris juga melihat wanita itu segitu sedihnya.Tapi Dariel terlalu emosi.


Sejujurnya Ia tidak bisa tidur dengan tenang tadi malam. Meskipun Lila mengatakan Andrea tidak kemana mana tapi Wanita itu tidak makan apapun setelah kepergian nya. Dariel memaki dirinya sendiri. Hingga rasanya Ia tidak sabar menunggu pagi tiba, ingin cepat cepat menghukum Istri nakalnya itu karena melanggar perintahnya.


Hati yang sudah mulai luluh kembali panas ketika melihat Andrea menolak makan juga pagi ini. Katakan saja aku sudah makan!

__ADS_1


Cih, Dariel kesal.Kenapa dia seegois itu tidak memikirkan anak dalam kandungannya.


"Lila!" Lila langsung muncul begitu namanya diteriaki Dariel. " Saya Tuan?"


"Tidak usah masak siang ini,aku akan membawa nya keluar."


"Baik."


Dariel bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar.Nampak Andrea bergulung dibawah selimut.Suara isak tangisnya jelas sekali kedengaran.Dariel naik keranjang, menendang selimut itu hingga jatuh kelantai,memeluk tubuh Andrea dari belakang. Tapi Andrea menolak.Menggeser tubuhnya sedikit menjauh.


"Sudah salah masih berani menolak ku?!" Tak ada jawaban. "Kuhitung sampai tiga kalau belum kemari juga Awas kau," Andrea mengalah,memilih mundur lagi hingga tubuh belakangnya menempel pada Dariel. Dalam hati Dariel tertawa dengan tingkah menggemaskan istrinya itu.


"Menghadap padaku!" Andrea tak bergerak.


"Apa setelah bibirmu yang pandai berbohong kini telinga mu yang tuli?" Suara tangis Andrea makin keras.


Tega teganya bicara sekasar itu.. Livya, jemput aku, aku benci dia!


"Berhenti menangis, kupingku sakit mendengar nya!" Andrea bangkit, berpindah ke balkon. Menangis disana.


Dariel menyusul.Mengelus puncak kepala Andrea ketika Ia sudah berada disamping wanita itu.


"Coba berkaca! Lihat wajahmu itu seperti apa! Dasar cengeng!" Andrea mengerucut kan bibirnya.


Cengeng juga karena kau!


"Aku sayang padamu."


Sayang tapi hobi membuatku menangis!


"Karna aku sayang tentu aku tidak ingin ada yang mengganggu milikku, jangankan mengganggu,melirikmu saja aku tidak akan rela! Terimakasih karena kau tidak menemui nya.." Andrea mulai luluh. Perlahan tangisnya mereda. "Dengar Rea, aku akan memberikan apapun untukmu,aku sudah pernah bilang kan? Aku hanya ingin kau menurut,Sekarang sudah ada baby dalam perutmu, setidaknya pikirkan dia meskipun kau sedang marah padaku. Aku bilang apa semalam? Kau harus tetap makan, ada atau tidak aku bersamamu, Kau lupa?" Andrea diam.


"Jangan mengulanginya lagi,kau mengerti? Kau tidak tau betapa khawatir nya aku mendengar kau tidak makan dan mengurung diri dikamar! Kau bilang padaku tidak ingin melihat aku sedih, Apa kau sudah mulai berubah pikiran?" Dariel mengelus pelan pundak Andrea. "Aku tidak tau apa alasanmu tidak mengakui pernikahan kita pada temanmu,Aku tidak mau membahas nya lagi. Lanjutkan istirahat mu, Aku akan kekantor sekarang, nanti siang aku akan kembali lagi." Dariel mengecup kening Andrea sebelum pergi. Bahkan tidak memberikan Andrea waktu untuk bicara.


Suami tampan ku! jangan pergi begitu saja,peluk aku dulu!

__ADS_1


Andrea berlari mengejar Dariel, memeluk tubuhnya dari belakang ketika Dariel hampir saja keluar dari kamar.


"Maafkan aku..." Ucap Andrea pelan. "Sungguh aku tidak berniat menemui nya, Maafkan aku karna tidak jujur padanya, aku bingung harus bilang apa,bagaimana kalau mereka ingin tau siapa suamiku? kita sama sama tau posisi ku, Aku tidak bisa membawamu kedepan umum kan? Bahkan fotomu saja tidak bisa aku tunjukkan.. Maafkan aku kalau cara berpikir ku salah Tuan,aku hanya ingin melindungi nama baikmu.Maafkan aku..." Andrea menangis lagi. Dariel membalikkan tubuhnya. Tersenyum hangat.Menyeka airmata dipipi istrinya.


"Aku akan selalu menurut padamu,aku akan makan meskipun perasaan ku sedang baik atau tidak.Aku akan menjaga milikmu.. Anak kita.." Andrea meletakkan kedua tangan Dariel diperutnya.Kata katanya bagai angin segar ditelinga Dariel Lee.Diraihnya tubuh Andrea untuk Ia peluk.


"Aku tidak ada niatan sedikit pun untuk mengkhianati mu..Tolong jangan marah lagi padaku.." Dariel mengangguk. Andrea melepaskan diri,kemudian dengan sedikit berjinjit ia mematuk bibir Dariel.


"Aish,Bisa bisa aku tidak jadi kerja kalau begini!" Andrea terkekeh. Kesedihan sudah berganti dengan kebahagiaan lagi.Ia mengalungkan kedua tangannya dileher Dariel.Sementara Dariel mengapit pinggangnya.


"Tadi kau menangis,sekarang senyum senyum seperti orang gila!" Ujar Dariel.


Tuan aku mencintaimu!


"Kau menyebalkan Tuan!"


"Terimakasih!" Andrea dan Dariel saling senyum.


"Aku kekantor dulu." Andrea mengangguk. "Tunggu aku, kita makan diluar nanti,oke?" Wajah Andrea berbinar.


"Serius?" Dariel mengangguk.


"Sebagai ungkapan rasa bersalah ku yang sudah kasar padamu!"


"Tuan tidak perlu seperti itu.Bagaimana kalau ada yang melihat kita?"


"Aku sudah bilang Jangan khawatirkan apapun.Aku suami mu kan? sudah tugasku menyenangkan mu" Andrea tersenyum mengangguk.


"Sebelum aku pergi ada yang kau inginkan?" Andrea menggeleng,kemudian mengangguk.


"Yang benar kalau ditanya..." Dariel menjentikkan pelan jarinya didahi Andrea. Membuat wanita itu tergelak.


"Katakan!" Andrea tersenyum malu. Kemudian menunjuk bibir suaminya.


"Sayang, aku mau Sun!"

__ADS_1


__ADS_2