Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 82


__ADS_3

Livya duduk ditoilet seorang diri,sesekali tangannya menyeka isak tangis bercampur ingus yang nampak belum reda diwajahnya. Sudah setengah jam Ia ditempat itu dan melewatkan mata kuliahnya.Wajahnya sampai merah dan sembab.


Tiba tiba sebuah gedoran pintu membuatnya tersentak.


"Livya! Kau didalam?" Suara Ryuga terdengar dari luar.Tangis Livya mereda karena Ryuga berhasil menemukannya.


"Benar kau didalam?" suara maskulin Ryuga terdengar lagi, terasa sangat dekat. Pria itu rupanya sudah sampai diujung toilet dimana Livya berada.


"Sebentar!" balas Livya sedikit berteriak.Cepat cepat Livya menghapus jejak air bening dipipinya, tapi belum sempat membuka pintu, Ryuga yang kesal langsung mendobrak pintu toilet dimana Livya berada, menemukan gadis itu dengan bekas mata persis orang habis menangis.


"Gadis bodoh, apa yang kau lakukan disini?! Aku mencarimu kemana mana."


"Aku hanya,"


"Kau menangis ya?" meraih pipi Livya. Gadis itu menggeleng. "Bohong. Katakan padaku ada apa? Kenapa kau mengurung diri disini dan menangis,hah?"


"Tidak terjadi apa apa. Hanya seseorang datang tadi dan marah-marah padaku, mengancamku, aku sedikit takut saja, Dia belum pernah sekasar itu padaku selama ini aku kaget.."


"Siapa yang kau maksud?" Livya diam sebentar. Apakah akan baik kalau ia sebutkan siapa orangnya? Apa ia sudah melakukan hal ceroboh sebenarnya dengan menangis ditoilet?


"Emm.. tidak. Bukan siapa siapa.Lupakan."


"Katakan siapa Dia! kalau ada yang menyakitimu maka kupastikan dia akan hilang dari bumi ini!" Seharusnya ini kedengaran so sweet ditelinga Livya tapi hati kecilnya sudah terlanjur down, bahkan ia tidak percaya diri dengan kekuasaan tuan muda Ryuga sekarang. Livya menggeleng.


"Tidak perlu melakukan apapun, sayang. Aku baik baik saja kok." cepat mengembalikan situasi, takut juga kalau Ryuga nanti terlibat masalah karna dirinya yang cengeng.


"Katakan saja padaku, siapa yang mengancammu?" Kembali gadis itu menggeleng.Mereka sudah dalam posisi berdiri kini.


"Tidak usah membahasnya lagi, aku tidak mau kau dalam masalah. Lupakan saja, aku tidak apa apa, hanya shock sedikit tadi. Maaf kalau membuatmu khawatir." memeluk tubuh Ryuga. Berharap Pria itu bisa menuruti kata-kata nya.


"Tidak, katakan dulu padaku siapa dia?" Livya mendengus. Benar benar ia sudah menciptakan masalah sekarang. Livya melepaskan pelukannya, menatap kedalam manik mata pria tampan didepannya.

__ADS_1


"Ryu, janji dulu, kalau kukatakan siapa dia, janji kau tidak akan melakukan apapun. Aku sungguh tidak apa apa." Setelah menang melawan egonya, Ryuga akhirnya setuju.


"Seseorang yang marah dan mengancamku tadi adalah.. Tuan Dariel Lee, kakak iparku sendiri."


"Dariel Lee? tapi katamu dia koma." Livya mengangguk pelan.


"Dia telah sadar dan mencari kakakku."


Livya pun menceritakan kedatangan Dariel Lee, tepat saat ia sampai dikampus mereka dan telah selesai memarkirkan motornya, motor pemberian Milyarder tampan itu.


Seperti sebelum-sebelumnya Livya memang tipe gadis yang kurang perhatian pada sekitar, tidak sampai seorang satpam memanggilnya dan mengatakan ada seseorang yang menunggu didekat gerbang.


Kaget. Kata itu yang pertama kali merasukinya begitu netra mereka bertemu. Sempat terpaku Livya ditempatnya.


"Tu, tuan.." desisnya hampir tak kedengaran. "K, kau, kau disini?" Dariel tak menjawab, tangannya terulur membuka pintu penumpang.


"Masuklah, kita bicara didalam." terasa dingin bahasa yang diucapkannya, membuat bulu kuduk Livya berdiri tegak. Ingin menolak tapi tidak bisa, akhirnya Livya menurut masuk disusul Dariel dan duduk berdampingan.


"Kau takut?" Livya langsung menunduk begitu bola mata indah itu menatapnya. Pelan gadis itu mengangguk. Dan itu membuat Dariel tersenyum sinis.


Jelas saja aku takut, kau seperti harimau yang siap memangsaku sekarang, biasanya kau sangat bersahabat..


"Dimana Andrea?" to the point sekali Dariel. Ia benar-benar tidak berselera untuk mengobrol bahkan sekadar bertukar kabar dengan adik iparnya ini.


"Kau mencari kakakku? Kenapa? Kalian sudah bercerai kan?"


"BERANI SEKALI KAU MENGATAKAN NYA?!" Mata Livya terpejam seketika mendapat bentakan dari Dariel barusan. Pria itu dengan amarahnya mencengkeram kedua bahu Livya, gadis itu sampai meringis.


"Aku dan Andrea belum bercerai dan tidak akan bercerai sampai kapanpun. Kau mengerti? Katakan padaku dimana dia.."


"Iya, aku katakan, lepaskan dulu, ini sakit, hiks hiks!" Dariel menurut, melepaskan tubuh Livya dan kembali pada posisi duduknya. Dilubuk hatinya menyesal juga membuat gadis disampingnya sampai menangis.

__ADS_1


"Rea sedang di Paris sekarang.." Sambil menyeka airmatanya Livya mulai membocorkan keberadaan kakaknya.


"Apa yang dilakukan istriku disana? Dengan siapa dia dinegara asing itu?"


Livya pun menceritakan seluruh kisah tersembunyi Andrea selama ini, tentang ia yang sudah bertemu orangtua kandungnya, dan keparis untuk belajar disekolah design.


"Adiknya, Nadine, telah melahirkan anak pertamanya, dia akan kembali ke sini lusa besok. Begitu yang dikatakannya padaku."


"Kau tidak sedang berbohong padaku kan?" Livya menggeleng. Dariel kembali meremas kedua sisi pangkal tangan Livya. "Dengar, aku tidak akan segan segan menghancurkan apa saja selama aku menghendakinya, jadi jangan coba-coba berbohong, kau mengerti?" suara Dariel pelan tapi begitu menakutkan. Livya mengangguk dengan mata terpejam, tak kuasa menatap dua bola mata yang serasa ingin melahapnya itu.


"Berikan aku nomor ponselnya yang baru dan segera keluar dari sini!" menyodorkan ponsel miliknya pada Livya tanpa menatap gadis itu. Livya menurut. Ia tak punya kuasa untuk menolak, digit demi digit telah tertera dilayar. Itu membuat hati Dariel sedikit puas, ia akan segera bertemu istri nakalnya, sebentar lagi. Secepat kilat Dariel merampas benda pipih tipis itu lagi setelah merasa Livya selesai dengan perintahnya.


"Kau boleh keluar, dan jangan harap aku akan baik padamu dan keluargamu sebelum aku mendapatkan Andrea kembali!"


"Dasar gila! Lihat saja nanti, kakak ku akan memarahimu karna kasar padaku! Huh! Aku membencimu hiks hiks!" Cepat cepat gadis itu keluar dari mobil mewah Dariel Lee dan berlari menjauh sambil menyeka airmata yang kian turun dipipinya. Meninggalkan Dariel Lee yang melongo sesaat kemudian beralih pada ponselnya yang kini terisi gambar Andrea yang cantik sebagai wallpaper.


"Pantas orang orangku tidak menemukan keberadaanmu Rea, tak apa, memang sebaiknya aku sendiri yang menjemputmu kan, selangkah lagi sayang, hanya selangkah lagi.." gumam Dariel.


"Eh, kalian disini rupanya.." suara Sheril mengalihkan perhatian Livya dan Ryuga. Pembicaraan keduanya tentang Dariel Lee pun terhenti. "Tidak mengikuti mata kuliah pagi dan malah berduaan di toilet, kalian mau menambah warga negara disini, tidak etis sekali?" Livya memutar bola matanya jengah dengan tuduhan Sheril.


"Jangan aneh aneh, kami hanya mengobrol"


"Umm, begitukah? Aku kira tadi.. Yaaa setidaknya jika kalian ingin melakukannya jangan ditempat seperti ini, takut terganggu. Minta Ryu menyewa hotel bintang lima untuk kalian!"


"Ih, kau ini!" Livya geram dan memukul pelan bahu Sheril, gadis itu hanya tertawa tanpa membalas.


............


MAAPKEUN AUTHOR GAJE KALIAN INI SELALU BIKIN ESMOSI HEHE, KEMAREN MAU UP TAPI BERHUBUNG GEDUNG TELKOMSEL DIKOTAKU, PEKANBARU, TERBAKAR, JARINGAN JADI KACAU BALAU GAESS, JADI SAYA JUGA TIDAK ONLINE.


SELANGKAH LAGI MENUJU PART BABANG TAMPAN DAN KAKA CANTIK KITA NIH! PERTEMUAN MEREKA AKAN SEPERTI APA YA? YANG MAU KASIH SARAN BOLEH.😊

__ADS_1


BTW, SAYA YANG NULIS SAYA YANG DEG DEG KAN INI HEHEE.. REA.., BANG DARIEL COMING....


__ADS_2