Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 9


__ADS_3

Dariel merebahkan diri disofa setelah kembali dari kediaman Andrea.Menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata.Bibir seksinya nampak melengkung menciptakan sebuah senyuman.


"Darimana?" Dariel membuka mata dan menoleh kearah suara.Nampak Aletta sudah bersandar dipintu kamar dengan tangan terlipat didada.


"Hampir tengah malam kau baru kembali"


Dariel tau Aletta sedang kesal sekarang. Sejak Ia tidur tadi Dariel meninggalkan nya sendiri di apartemen.Istrinya itu terbangun duluan rupanya sebelum Ia kembali.Dariel bangkit dari duduknya dan meraih kedua pundak Aletta.


"Kau marah?" Tanya Dariel.Aletta membuang napas kesal. Lalu membalikkan badan bergerak menuju ranjang lagi. Mengambil posisi tidurnya lagi dan menarik selimut menutupi tubuh rampingnya.Memunggungi Dariel yang mengikutinya,membiarkan suaminya itu memeluk tubuhnya dari belakang.


"Aku tidak bisa tidur tadi dan mencari angin segar diluar...Tolong jangan marah padaku ya" Bisiknya ditelinga Aletta.


"Mencari angin segar atau mencari wanita segar?" Tanya Aletta ketus.


"Kau mencurigaiku?"


"Selama 5 tahun pernikahan kita kau tidak pernah keluar rumah meskipun tidak bisa tidur, Kau tidak pernah meninggalkan aku yang tertidur sendiri seperti tadi... Bagaimana aku tidak curiga?"


"Baiklah,mulai sekarang kau boleh ikat aku setiap malam supaya aku tidak kemana mana lagi! Kau senang?" Aletta membalikkan tubuhnya menghadap Dariel.Memandangi wajah tampan suaminya itu.


"Apa?" Aletta menggeleng.Kemudian Ia merapatkan tubuhnya ketubuh Dariel. Memeluk pinggang suaminya itu dan membenamkan wajahnya di dada bidang Dariel.Dariel mengelus lembut kepala istrinya.


"Maafkan aku mencurigaimu.." Dariel masih bisa mendengar suara pelan istrinya.


"Aku takut kau meninggalkan ku.." Ucap Aletta lagi masih membenamkan wajahnya.


"Aku kan selalu bilang untuk percaya padaku saja..." Aletta mengangguk.


"Perasaan ku tidak enak tadi, tidak tau kenapa,saat aku bangun dan tak mendapatimu,aku kesal... "


"Maaf.." Hanya itu yang bisa diucapkan Dariel.Ia merasa sudah menjadi laki laki paling brengsek didunia. Napas Aletta mulai terdengar teratur,Ia sudah tidur kembali dalam pelukan Dariel.Sedangkan Dariel jadi benar benar tidak bisa tidur sekarang...


Dikamarnya,Andrea juga belum memejamkan mata,Untunglah saat kembali kekamar tadi dilihatnya Livya sudah tidur.Kalau tidak gadis itu pasti akan menginterogasi nya habis habisan. Sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman mengingat kebersamaan singkatnya dengan Dariel tadi.


"Kau tidak perlu memusingkan apapun,aku yang mengurus semuanya" Seperti janjiku, Aku akan memenuhi semua kebutuhan keluarga mu selama kau bersamaku"


"Tuan, aku sudah bilang tidak ingin menukar anakku dengan uangmu"

__ADS_1


"Aku tau,Tapi aku tidak ingin melihat kau mengkhawatirkan pamanmu nanti saat kau bersamaku,Selama ini bukankah kau yang selalu membantu pamanmu bekerja?Lalu bagaimana jika tidak ada kau?" Andrea diam.


"Selama kau menjadi istriku, keluarga mu adalah keluargaku juga, Meskipun nanti aku memberikan uang pada keluargamu,itu karena aku merasa berkewajiban membantu mereka,jika nanti kau hamil,aku tidak menganggap itu bayaran karena kau sedang mengandung anakku." Andrea tertegun mendengar penjelasan Dariel. Hatinya tersentuh.


"Aku bukan orang jahat, itu yang harus kau tanam dalam hatimu, apa kau mengerti?"


Andrea mengangguk pasrah.


"Sudah malam,sebaiknya kau pulang"


Ucap Andrea setelah merasa selesai membahas masalah pernikahan diam diam mereka. Dariel mengangguk. Tangannya terulur mengusap ubun ubun Andrea.


"Tidurlah yang nyenyak, besok aku akan menjemput mu jam 10 !" Andrea mengangguk. Ia baru saja membalikkan badan tapi suara Dariel yang memanggil namanya membuat Andrea menoleh lagi.


"Rea!"


"Ya?"


"Tidak ada.Hanya ingin memanggilmu saja!" Andrea mengerutkan dahi tapi detik berikutnya mereka saling melempar senyum.


"Kalau setelah menikah aku juga tidak bisa memberikan mu keturunan bagaimana?" Tanya Andrea. Tiba tiba pertanyaan itu hadir dikepalanya, itu mungkin saja kan?


"Kita? Maksud nya kau dan istrimu?"


"Kau kan juga istriku sebentar lagi.." Dariel tersenyum.Entah angin apa yang membawa Pria itu melangkah mendekati Andrea,meraih tubuh gadis itu yang masih terpaku karena jawaban nya tadi masuk kedalam pelukannya.Mata Andrea membulat.


"Aku percaya padamu..." Ucap Dariel tepat ditelinga gadis itu.Andrea merasa hangat dengan pelukan Dariel,tangannya terangkat ingin membalas pelukan itu tapi Dariel sudah melepaskannya.


"Tunggu disini" Kedua alis Andrea tertaut melihat Dariel kini masuk kemobil dan mengambil sesuatu dari sana. Sebuah map coklat,menyerahkan benda itu pada Andrea.


"Apa ini?"


"Buka saja!"


"Surat perjanjian?"


Andrea membaca isi dari surat itu.

__ADS_1


Selama menjadi istri dari Alexander Dariel Lee,Andrea harus mematuhi semua aturan yang dibuat suaminya.


Selama menjadi istri Alexander Dariel Lee, Andrea tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa seizin suaminya.


Apabila Andrea tidak mematuhi aturan yang dibuat suaminya,maka selaku suami, Alexander Dariel Lee berhak menuntut atau memberikan denda pada istrinya.


Andrea menatap tak percaya Pria didepannya.Dariel nampak terkekeh melihat ekspresi yang ditunjukkan Andrea.


"Ini tidak lucu!" Andrea nampak kesal.


"Tapi wajahmu lucu!" Wajah Andrea terasa panas mendengar jawaban Dariel. Mati matian ia menahan senyum.


"Apa ini? Kenapa pakai surat suratan segala? Kau takut aku melarikan uangmu?Bahkan dimana kau meletakkan uang saja aku tidak tau!" Andrea pura pura cemberut.


"Uangku tidak akan habis begitu saja walaupun kau melarikan nya!"


"Lalu?"


"Aku hanya ingin melindungi istriku"


Dariel tersenyum penuh arti. "Tanda tangani saja" Dariel menyodorkan sebuah bolpoin yang tadi juga diambilnya dari mobil,Andrea menurut.


"Kau puas?" Tanya Andrea.Dariel mengangguk. "Jadilah istri yang penurut dan manis untukku, oke?" Sekali lagi Dariel mengusap ubun ubun Andrea.Gadis itu sudah ingin pingsan rasanya mendapat serangan gombalan bertubi tubi dari Dariel.


"Sampai jumpa besok"


Ucap Dariel sebelum keduanya berpisah.


Andrea tidak tau betapa besar dosanya sekarang,Ia ingin membantu Pria itu menjaga keharmonisan rumah tangganya karena sejujurnya Ia menyimpan sedikit perasaan untuk Dariel yang notabene nya adalah suami orang.Karena ia sedih melihat Dariel sedih. Andrea menerka nerka Apakah Dariel bersikap manis padanya hanya karena Ia setuju mau membantu Dariel mendapatkan anak? Apakah benar hanya karena itu?


Andrea berusaha membuang pikiran tentang Dariel dari kepalanya.


Kenapa aku sangat kegeeran begini sih? bisa bisanya aku berpikir Tuan Dariel juga menyukai ku! Aku kan hanya akan menjadi istri sementara nya! setelah aku melahirkan anaknya kelak, pasti dia tidak akan bersikap manis lagi padaku kan? tapi bolehkah aku berharap Tuhan? aaaaaa apa yang ku pikirkan sih? jangan berpikiran aneh aneh Andrea, ingat Tuan Dariel bukan milikmu!


Andrea menoleh kesamping dimana Livya berada.Tangannya terulur mengusap lembut kepala adiknya itu.


Semoga pilihanku ini tidak salah,Livya.Kau akan selalu mendukung ku kan? Maafkan aku belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu, kau benar, Tuan Dariel sepertinya orang yang baik, mungkin dia juga tidak akan keberatan kalau aku meminta uang nya sedikit untukmu kan? Tapi tidak,tidak boleh begitu. Aku tidak akan memberikan mu uang dari hasil menjadi istri simpanan seseorang! Setelah urusanku selesai dengan Tuan Dariel, aku akan bekerja lebih keras untuk mengumpulkan uang demi semua keinginan mu, Aku sayang padamu.

__ADS_1


Andrea memeluk tubuh adiknya yang sudah lebih dulu terlelap itu.


__ADS_2