Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 99


__ADS_3

Dariel menopang tubuhnya dengan satu tangan, berbaring menyamping perhatikan Andrea yang sigap mengganti popok bayi mereka.Wajah tampannya membrengut mengingat ketika baru tahap awal aksi liarnya, bayi mereka menangis mengagetkan. Andrea kocar kacir menggapai David sambil merapikan atasannya yang acak acakan. Bayi itu sudah mulai ahli menginterupsi kegiatan orangtuanya, buang air disaat tak tepat dan cukup usil mesti diurusi saat itu juga.


Tapi Untungnya Andrea sangat membuai ketika menoleh kearahnya tanpa suara berkata, "sabar ya,". Dariel terpesona. Lagi dan lagi. Kekesalannya menguap dan berganti dengan bunga bunga cinta yang membludak tak tertampung. Apakah ia dan David akan rebutan Andrea? konyol.


Kurasa aku mulai maniak saat punya istri muda! batinnya.


"Tidur lagi ya? Anak baik, tampan, buah hati Mama.." Andrea bicara pada bayinya. Beralih menimang dengan gerakan teratur khas 'emak-emak' tapi sangat seksi dengan piyama tidur pendek berbahan satin. Menampilkan setengah pahanya yang meruntuhkan pertahanan itu.


Kenapa bisa begitu cantik? Dariel sibuk dengan pikirannya sendiri. Andrea tak hiraukan suaminya sebab sibuk urusi anak, membawa David dalam gendongan kearah jendela perhatikan langit yang gelap tak biarkan satu bintangpun berpejar dalam naungan.


Selang beberapa menit saat dari arah belakang pinggulnya diremas, Andrea mendongak dan dapati Dariel memeluknya dari belakang letakkan dagu dipundaknya.


"Kau lelah? berikan David padaku dan tunggu aku diranjang. Tapi jangan tidur lebih dulu." Andrea mengangguk membiarkan Dariel mengambil bayi mereka. Pria itu cekatan menggendong seolah sudah pernah punya beberapa bayi sebelumnya, Andrea tak beranjak, sisakan senyuman diwajah cantiknya sebelum benamkan kepala dilengan berotot yang meresahkan dan Dariel mengecup pucuk kepala istrinya. Sebuah pemandangan keluarga kecil yang bahagia.


"Pergilah berbaring, seharian tubuhmu pasti lelah menahan emosi, masih ada lain waktu untuk bercinta." Sisi iba dihati Dariel mencuat perhatikan Andrea yang mulai menguap.


"Bayi usilmu belum tidur juga?" mata Andrea sayu menatap David yang masih celingak celinguk bosan namun enggan tertidur. "..Aku ingin tidur kau peluk," sahut Andrea manja membuat Dariel seketika menghembus kasar.


"Ini tidak akan bertahan lama, dia pasti akan tidur kurang dari 30 menit," berusaha besarkan hati. Andrea mengangguk.


"Baiklah, aku menunggumu." mengecup pipi Dariel sekilas berikan semangat untuk pria itu. Andrea bergerak naik keranjang dan mengatur posisi senyaman mungkin menghadap kearah Dariel yang diserang gelisah. Jahil, Andrea dengan kantuk yang mulai hinggap menopang tubuhnya seperti yang Dariel lakukan tadi, rambutnya ia sampirkan kebelakang, sengaja turunkan tali piyamanya menampakkan bahu durjana dengan tulang selangka yang menggoda. Dariel terperangah setengah tak percaya Andrea lakukan itu padanya.

__ADS_1


"Rea, kau buat aku tak fokus tidurkan bayi!" berdecak protes. Andrea terkekeh ditempatnya. Lalu selimuti tubuhnya sampai keleher hanya sisakan wajah. Dariel letakkan David dibox dan ayunkan benda itu pelan, takut terlalu membuat guncangan.


"Jangan berpikir untuk sediakan babysitter, aku tidak izinkan," Dariel menoleh dan alisnya tertaut menyadari Andrea bisa baca yang ia pikirkan.


"Yaa, baiklah." Dariel mulai dendangkan 'Twinkle little star' dan bikin Andrea mesem-mesem ikut menikmati suara Dariel yang lumayan buruk. Gantian menatap suaminya dengan mimik terpesona yang nyata.


"Aku tau aku tampan, tapi aku sedang sibuk Nyonya. Tolong kendalikan dirimu." Andrea tertawa ringan saat kedapatan perhatikan suaminya intens. Pria itu tersenyum lebar tampilkan barisan giginya yang putih.


"David butuh adik agar tak manja." komentar Dariel bosan mengayun, tangannya mulai pegal. Melirik kearah Andrea yang masih perhatikan dia, sudut-sudut bibir wanita itu tertarik membentuk senyuman. "Bagaimana menurutmu dengan satu anak laki-laki dan satu anak perempuan lagi? mereka akan bermain seharian lalu tertidur menjelang malam, tidak akan mengganggu kita."


"Mengurus satu saja kau kebosanan, apalagi tiga anak? Butuh bertahun tahun bersabar sebelum mereka akhirnya tau bermain sendiri, aku tak masalah dua, tiga bahkan lima anak sekalipun, aku suka anak-anak, ini belum seberapa, kita belum alami begadang karna jagai anak-anak. Tidak ada tidur, tidak ada bercinta."


"Cih, gombal saja terus!" Andrea menahan senyum. Membalikkan posisi membelakangi dan diam diam menggigit gemas ujung bibirnya, menahan diri untuk tidak turun dari ranjang lalu menghambur ke Dariel bubuhi wajah tampannya dengan ciuman. Andrea pejamkan mata. Suasana berubah hening.


"Tidurkan dia dan mari lanjutkan yang tadi." suara Andrea pelan namun sudah bisa didengar jelas. Dariel tersenyum saja dan coba abaikan godaan istrinya tapi simpan kata-kata itu kuat dibenaknya.


Andrea hampir-hampir mengizinkan dirinya tertidur ketika merasa sebuah lengan kokoh menggapainya, mencuri celah dari bawah antara bantal dan leher, menarik dirinya agar berubah posisi. Andrea mengerjap dan tangannya terulur otomatis begitu pria yang ia kenali menyusulnya masuk keselimut, memeluk pinggang Dariel rapat. Benamkan kepalanya didada pria itu.


"Apa kau mengantuk?" Dariel bertanya.


"Uumm yaa, tapi bukan masalah besar. Apa kau ingin sesuatu?" Andrea nampak malas.

__ADS_1


"Tidak juga, tidurlah." menggosok lembut lengan Andrea. Menyalurkan rasa hangat.


"Rea?" Tak ada sahutan. "Hei.. kau sungguh tidur?" mengguncang pelan lengan atas Andrea yang terbuka. Wanita itu diam tak bergeming. "Aish, kau memang istri nakal, kejam, dan pelupa, I hate you." Mencubit ujung hidung Andrea lama saking gemasnya.


"Aaaaaa lepaskan, aku susah nafas tau!!!" menampik tangan Dariel menjauh. "Apa aku buat masalah?" Andrea terduduk mengusap kelopak matanya dan menatap Dariel malas malasan. Dariel tak langsung menjawab, pandangi Andrea yang menggemaskan dengan wajah mengantuknya, tali piyama yang melorot tampilkan setengah bagian gundukan didada. Dariel perbaiki posisi tali dan menarik Andrea kembali padanya.


"Tidak juga, lagi-lagi wajahmu menyelamatkanmu. Ahh ya Tuhan dia ini, Tidurlah dan aku tak akan jadi suami yang kejam karena memaksamu yang mengantuk, mungkin besok pagi." Mencium rambut Andrea yang harum, Dariel pun ikut benamkan wajahnya disana. Wanita ini berbahaya, pikirnya, Andrea pegang semua kendali dirinya, bisa buatnya sangat menginginkan wanita itu hanya dengan sentuhan kecil, mencium aroma, atau hal-hal tidak serius lainnya.


"Rea?"


"Hum?" Andrea menyahut setengah tak sadar.


"Jangan menjauh lagi apapun alasannya. Aku tidak akan membiarkan pria manapun milikimu."


Dan mereka tertidur loloskan malam tanpa bercinta, hanya memeluk satu sama lain.


.........


Hi, readers.


Hampir satu tahun setelah aku menggantungkan novel gaje ini dan buat kalian menunggu. Terimakasih jika masih ada atensi pada novel ini, dunia nyata buat aku sibuk dan yaaaaa, mari diskusi untuk happy endingnya..

__ADS_1


__ADS_2