Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 64


__ADS_3

"Tuan,Aku ingin sekali makan ceker pedas.." Ucap Andrea begitu mereka sudah dalam perjalanan pulang setelah tadi memeriksakan keadaan anak mereka dan memanjakan tubuhnya.Perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki yang Andrea lakoni tadi berdampak baik,tubuhnya terasa jauh lebih rileks.


Dariel yang mendengar permintaan Andrea tersenyum.


"Baiklah tapi sedikit saja ya? Aku takut kau mules setelah memakan banyak cabai,itu akan berdampak buruk pada anak kita." Andrea mengangguk saja.


Setelah menemukan tempat yang menyediakan menu yang diinginkan, Dariel dan Andrea duduk menikmati nya.Ralat, hanya Andrea yang menikmati nya, Dariel bukanlah penikmat kaki ayam,Ia justru sedikit jijik dengan itu.


"Tuan kau tidak mau?" Tanya Andrea yang malah sudah belepotan karena terlalu bersemangat. Sisa 3 ceker lagi dipiringnya. Dariel cepat menggeleng.


"Ya tuhan ini sangat enak,aku ketagihan!"


"Aku tidak akan membelikan nya lagi." Mengerti kenapa Istrinya mengatakan itu. Andrea mengerucutkan bibirnya.


"Oh iya,Bu Lila juga suka ini,Tuan,kita bawakan satu porsi untuknya ya?" Dariel menggaruk pelipisnya.Kesal sekaligus lucu dengan kelakuan Istri mudanya ini.


Apa dia sesuka itu sampai menjadikan Lila sebagai alasan?


Tangan Dariel terulur menghapus jejak noda disekitaran mulut Andrea dengan tissue.


"Baiklah,untuk Lila satu porsi." Wajah Andrea berbinar.


Lihat wajah senangnya itu, dasar istri nakal!


"Terimakasih." Ucap Andrea dengan riangnya.


Bu Lila aku akan berterimakasih padamu nanti Hehe!


"Berterimakasih lah yang benar nanti diranjang kita.Ikut aku bekerja." Andrea tertawa lepas, mengundang beberapa pasang mata untuk memperhatikan mereka.Dasar Pria mesum!


"Bisa bisanya ya!" Andrea pura pura kesal. "Sama istri sendiri main hitung hitungan!"


"Yasudah,tidak usah bawakan untuk Lila, lagipula dia tidak penting untukku.Kau yang penting untukku."


J**angan jangan dia sudah tau niatku ingin membawakan Bu Lila satu porsi! Menyebalkan!


"Kau kan tau aku tidak bisa bekerja keras,Tuan?"


"Aku masih ada opsi kedua."


"Oh ya?Apa?"


"Aku yang bekerja kau yang menyemangati. Bagaimana?" Meledak lagi gelak Andrea ditempat itu menyadari makna dari kata 'menyemangati' yang diinginkan Dariel. Dilayangkan nya satu tinju dibahu Pria itu.

__ADS_1


"Kau gila!"


"Biar saja. Kalau aku tidak gila kau tidak akan mau menerima ku." Andrea tersenyum miris dan menunduk sebentar.Yang dikatakan Dariel itu memang benar.Andrea menyadari betapa Ia lemah dihadapan Dariel sebagai wanita,Andrea memutuskan untuk mengalah saat melihat Dariel mengeluarkan airmata tadi pagi. Teringat lagi Ia dengan percakapan mereka..


"Kenapa?Sudah lihat akibat dari perbuatan mu? Berhentilah nakal Rea, aku kesakitan sekarang..."


"Tuan,tolong jangan seperti ini.." Dariel memalingkan wajahnya.Membuat tangan Andrea terlepas.Memilih duduk. Diikuti Andrea. Wanita itu menyentuh lengan Dariel.


"Tuan.. Tolong jangan membuatku serba salah.."


"Kau pikir aku tidak serba salah,hm?!!" Kedua mata Andrea reflek terpejam mendengar suara tinggi suaminya. "Mempertahankan Aletta tanpa rasa lagi atau meninggalkan mu sama menyakitkan nya bagiku!!"


"Kalau begitu tetaplah mempertahankan rumah tangga mu dengan Nyonya Aletta saja, Tidak mungkin kau tidak mencintai nya lagi, berbahagia lah dengannya,Aku janji akan memberikan anak ini.."


"Kau tidak akan mengerti karna kau tidak merasakan cinta seperti aku mencintaimu!!Jika aku hanya ingin anak, aku tidak akan meniduri mu setelah kau hamil! Aku melakukan nya setiap hari apa kau lupa? Aku merinduimu setiap hari,Puas?? Aku juga tidak akan seniat ini berbohong hanya untuk ulang tahunmu!! Aku hanya mengikuti kata hatiku.." Suaranya mulai melemah. "..dan kau yang ada dalam hatiku sekarang Rea..." Andrea diam.Menunduk.Dariel meraih tubuh wanita dihadapannya untuk Ia peluk. Memberi beberapa kecupan dibahu nya.Terasa airmata Dariel menyentuh kulit bagian itu.


Andrea dilema.


"Jika kau tetap ingin berpisah setelah anak kita lahir maka aku juga tetap akan mengajukan perpisahan pada Aletta.Tidak akan ada yang berubah. Kalian berdua tidak salah,memang aku yang salah atas semuanya. Tapi aku hanya manusia biasa Rea, aku juga tidak kuasa menolak takdir yang sudah ikut bermain. Aku terlanjur sayang padamu,Aku nyaman bersamamu. Jangan berpikir aku ingin memiliki mu karena nafsu ku,Jika pun diawal dulu begitu,maka anggap saja sudah lama aku membuang alasan itu."


Tanpa suara Andrea membiarkan airmata nya merembes.


"Jangan menikah dengan orang lain.." Lanjut Dariel. "Aku tidak akan pernah sanggup melihat mu dengan orang lain.Kalau aku tidak bisa memiliki mu maka jangan berpikir akan ada yang bisa memiliki mu selain aku."


Mereka diam sesaat.Larut dalam pikiran masing masing.Tapi Andrea adalah tipe orang yang lebih suka mementingkan orang lain daripada dirinya,bukan?


"Baby lihat Ayahmu." Mengelus perutnya sendiri. "Bagaimana menurutmu,Dia cengeng juga sama sepertiku,Apa Ibu harus menerima nya kalau begini?" Dariel tertawa kecil.


"Sekarang kau pasti menertawai ku dalam hati kan?" Andrea menggeleng.


"Aku tidak suka melihat mu sedih Tuan,apa kau lupa?Tidak mungkin aku menertawakan mu." Dariel mengelus pipi Andrea.


"Yasudah kita jalani saja dulu." Ucap Andrea sambil menggenggam jemari Dariel yang ada dipipinya.


"Maksudmu?"


"Jalani saja,seperti ini.." Dariel tersenyum. Memeluk tubuh Andrea lagi.


"Terimakasih sayang."


"Tapi aku punya satu permintaan,Tuan..."


"Katakan Rea,kalau masih ada didunia ini maka aku akan melakukan apapun untuk mengabulkan nya."

__ADS_1


"Sungguh?" Dariel mengangguk. "Tuan, jika kau benar mencintaiku,maka biarkan Nyonya Aletta tetap menjadi istrimu. "Tetap perlakukan dia dengan baik,sama seperti saat sebelum aku ada ditengah tengah kalian,apa kau bisa? Aku tidak mau tau bagaimana caranya,kau bilang kau akan melakukan apapun untuk mengabulkan nya, inilah permintaan ku.."


Dariel terdiam. Dariel ingin melepaskan pelukan nya tapi Andrea menahannya. Memaksakan tubuh mereka tetap menempel.


"Rea..." Merengek.Kurang setuju.


"Berarti kau tidak benar benar mencintai ku ya?Sayang sekali, aku hampir mempercayai mu." Dariel menggigit pelan bahu Andrea. Gemas,membuat wanita itu menjerit kecil.


"Sakit!" Menepuk punggung Dariel. Kemudian saling tertawa ringan.


"Kau nakal sekali,memberiku pilihan yang sulit." Jawab Dariel. "Aku mencintaimu Istri nakal,jangan pernah mengatakan aku tidak sungguh-sungguh,atau kusumpal mulut manismu itu dengan ciuman sampai kau kehabisan nafas!" Andrea mencubit pinggang Dariel membuat Pria itu mengaduh dan spontan melepaskan diri.Menatap bekas cubitan Andrea.


"Teganya merusak kulit mulusku dengan kukumu!" Andrea tergelak.


"Itu hukuman untuk suami jahat sepertimu!"


"Aku hanya mengatakan sampai kehabisan nafas, tidak mengatakan sampai kau mati sayang.."


"Orang tidak waras ya dirimu itulah!" Beringsut ingin turun dari ranjang. Dariel kembali menarik tangan Andrea.


"Mau kemana? Memangnya aku menyuruh mu pergi?"


"Aku ingin pipis."


"Aku antar."


"Jangan berlebihan!"


"Supaya kau cepat dan kita bisa lanjutkan berpelukan nya!"


"Cih,benar benar sifat mesum mu itu sudah mendarah daging ya? Lepaskan aku!" Menepis tangan Dariel kemudian menjulurkan lidah, mengejek.Dariel tertawa kecil ditempatnya.


"Nyonya Andrea Dariel Lee,kita mau pulang sekarang atau aku harus menunggu mu sampai selesai melamun?" Suara Dariel menyadarkan Andrea yang terjebak tadi dalam lamunan.


"Pegang tanganku." Dariel yang sudah berdiri mengulurkan tangannya dan disambut cepat oleh Andrea. Andrea tersenyum menatap sebuah kantong plastik kecil ditangan Dariel yang lain. Ia sudah bisa menebak apa isinya.


"Sayang,itu ceker pedas untuk dibawa pulang ya?"


"Iya,sudah aku pesankan.Kau bisa hitung sendiri berapa lama kau melamun." Andrea tergelak.Melirik sekilas Dariel disampingnya.


Maafkan aku Nyonya muda. Hanya ini caraku menolong rumah tanggamu dengan tetap mempertahankan rumah tanggaku. Percaya lah aku tidak sepenuhnya bahagia dengan keputusan ini, Aku berdoa untuk kebahagiaan mu, Semoga saja takdir tetap berpihak padamu dan Tuan Dariel kembali menjadi milikmu. Semoga.


Andrea memperlambat langkah kakinya menuju parkiran begitu dilihatnya seseorang diujung jalan sana sedang menatapnya tadi kemudian berpaling begitu mendapat balasan.Andrea mengerutkan dahi melihat orang yang dikenalnya itu hanya memiliki satu tangan saja sekarang. Kenapa dia bisa cacat? Apa yang terjadi?

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Dariel heran. Andrea menunjuk kearah orang yang kini sudah makin menjauh dari mereka.


"Itu Roy..."


__ADS_2