Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 41


__ADS_3

Ryuga sedang berkumpul dengan teman temannya ketika dilihatnya Livya datang. Gadis itu nampak berjalan santai seorang diri sambil menenteng beberapa buku ditangannya. Beberapa saat berikutnya nampak seorang Pemuda menyapa Livya, mereka pun terlibat percakapan.Entah apa yang mereka bahas, tapi Livya nampak tertawa lepas sambil sesekali menepuk pundak Pemuda itu.


Ryuga gerah dibuatnya.Langsung Ia bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Livya.Livya sedikit kaget ketika tiba tiba dirasakannya sebuah tangan mengapit pinggangnya.Lebih kaget lagi karna itu adalah Ryuga.Sudut sudut bibir Ryuga terangkat membentuk senyuman.


"Aku merindukan mu." Livya menautkan alisnya.Heran dengan tingkah Pria satu ini. Tatapan Ryuga beralih pada teman lelaki Livya.Tatapan menilai.Ia belum pernah melihat pemuda ini bercengkerama dengan Livya sebelumnya.Pria berkacamata yang tidak bisa dianggap sepele.Ryuga semakin menarik Livya merapat padanya, seolah memberi penjelasan 'Livya milikku'.


"Ryu.." Livya berusaha melepaskan tangan kekar Ryuga tapi sia sia.


"Kau pasti Ryuga ya? Pria populer yang banyak dibicarakan mahasiswa dikampus ini?Salam kenal, Aku Dion" Ucap pemuda berkacamata itu sambil mengulurkan tangan. Ryuga acuh saja.


"Ryu,ayo salaman!" Perintah Livya melihat Ryuga tak bereaksi menyambut uluran tangan Dion.


"Kau sudah tau aku kan!" Dion tersenyum dan menarik tangannya kembali.


Sepertinya kau cemburu bung!


"Liv,jadi kalian sudah sah sebagai sepasang kekasih ya?" Tanya Dion.


"Iya!"


"Belum."


Ryuga dan Livya saling pandang karena jawaban mereka yang tak sama. Dion tertawa geli.


"Apa maksudmu mengatakan belum?" Menatap tajam Livya.


"Lah,memang belum!"


"Mulai detik ini juga kau kekasihku!" Livya menatap tak percaya Pria tampan itu.Dion senyum senyum memperhatikan mereka.


"Kalian serasi" Puji Dion.


"Tentu saja." Ucap Ryuga sinis.


"Yasudah aku duluan,Liv! see you!" Dion berlalu,Acuh dengan Ryuga yang menatapnya tajam.


"Ryu, tanganmu.." Bisik Livya risih karena beberapa pasang mata memperhatikan mereka. Bukannya melepaskan tangannya, Ryuga makin mempererat pegangan nya.


"Apa hubungan kalian?"


"Tidak ada hubungan apa apa,kami baru dua kali bertemu! Dia mahasiswa baru."


"Baru dua kali bertemu?Tapi sudah sedekat itu? Kau bahkan menyentuh tubuhnya tadi!" Kesal.Livya mengulum senyum.


Kau manis sekali saat cemburu!


"Jangan cemburu begitu..." Livya menyikut lengan Ryuga.

__ADS_1


"Cih, siapa juga yang cemburu! Aku tidak suka saja gadis cantikku didekati Pria jelek macam dia!" Livya tertawa kecil.


"Dia manis begitu kau bilang jelek?" Ryuga menatap tak suka pada Livya, kesal wanitanya memuji Pria lain.


"Berani memujinya lagi aku hukum kau!"


"Cih,kau tega menghukum aku? Kau bilang kau suka padaku..."


"Justru karna aku menyukaimu aku akan menjaga mu dari para pengganggu macam dia! Hanya aku yang pantas untukmu, mengerti?"


Kenapa dia manis sekali saat kesal begini?


"Kalau dia tetap mendekatiku bagaimana?"


"Akan ku amputasi kaki nya!" Livya tergelak.


"Kalau aku yang mendekatinya?" Memancing.


Ryuga langsung melotot.


"Jangan memancing kemarahanku!"


"Galak sekali!" Livya mengerucutkan bibirnya. Terlihat begitu imut dalam pandangan Ryuga.


Bibirmu! jangan menggodaku!


"Cih, tuan muda Ryuga akhir akhir ini lebay sekali yaaa, Aku jadi tersanjung!"


"Livya?"


"Heemm?"


"Jadilah pacarku!" Livya menggigit bibirnya. "Aku tidak mau lagi hanya menjadi calon pacarmu! Iya kan saja jangan mengelak lagi!"


"Yang romantis sedikit dong!"


"Yang terpenting kau tau perasaanku padamu! Jangan menolak,atau aku tidak akan mengatakan nya lagi!"


Iyaaa tuan tampan! Aku juga tidak mau kehilanganmu! meskipun aku tidak yakin sekarang,apa benar perasaan ku hanya untukmu, atau benar benar sudah terbagi!


Livya menggandeng lengan Ryuga.


"Ryu,benar kau dan Sheril tidak ada hubungan?"


"Benar.Apa kau meragukan ku? Apa Sheril bicara aneh aneh padamu?" Livya menggeleng.


"Kalaupun iya, aku tau dia cuma bercanda. Dia sering main kerumah mu ya?"

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang keluarga kami berteman baik,karna aku juga tidak punya saudara perempuan,Mama sayang sekali padanya dan menganggap Sheril anaknya sendiri! Itulah kenapa aku dan Sheril dijodohkan kemarin.."


"Kenapa tidak mau dengannya? Sheril kan cantik sekali.. Dia juga seksi!" Diujung kalimatnya Livya sedikit berbisik ditelinga Ryuga.


"Kau juga cantik,bahkan jauh lebih seksi darinya." Livya tertawa.


"Sok tau!"


"Sejujurnya aku ingin marah padamu." Livya menautkan alisnya mendengar pernyataan Ryuga.


"Apa aku melakukan kesalahan?"


"Masih bertanya! Aku merindukan mu sejak tadi malam tetapi ponselmu tidak bisa dihubungi!"


Livya teringat kata kata Sheril.


"Jangan seperti itu lagi" Livya tersentuh dengan suara lemah Ryuga. "Atau aku akan nekad mendatangi rumahmu!"


Kenapa kau seperti ini sih? Aku jadi merasa bersalah padamu!


"Aku sayang dan aku serius padamu."


Aaaaa jangan begini,please!


"Maafkan aku." Ryuga tersenyum.


"Berjanjilah tidak akan mengkhianati kepercayaan ku,tidak akan mencintai Pria lain selain aku..."


Aaaaaa aku ingin pingsan!


"Promise?" Ryuga menanti jawaban. Livya mengangguk lemah.


Bye Eros! Aaaa sial! Kenapa aku juga merasa bersalah pada Pria aneh itu! Tuhan kenapa mempermainkan perasaan ku sih?! Tunjukkan mana yang sebenarnya? Kenapa hatiku bisa berdebar untuk dua Pria begini?


"Sana masuklah kekelasmu!" Menunjuk dengan dagu.Livya menurut. Ia mengambil buku ditangan Ryuga.


"Jangan mengumbar senyum manismu itu,itu milikku pribadi sekarang, kau mengerti?" Livya tersenyum dan mengangguk. Ryuga mengelus pelan kepala Livya.


Ryuga sudah sejelas ini menunjukkan perasaan nya, apalagi yang kuharapkan? Jahat sekali sih akuuu.. Bisa bisanya masih memikirkan Eros!


"Apalagi yang kau tunggu?" Heran karena Livya belum bergerak dari tempatnya.


"Aku akan masuk. Kau boleh pergi.Nanti kau terlambat karna aku."


"Jangan banyak bicara.Masuklah." Livya mengalah. Baru saja Ia berbalik tapi sesuatu membuatnya kembali menoleh pada Ryuga.


"Apa?"

__ADS_1


"Terimakasih sudah mengantar..." Livya menggantung kalimatnya. ".. Pacar!"


__ADS_2