
"Ale,Aku akan melihat proyek baruku,dan akan menginap satu hari.Tidak apa apa kan?" Dariel bertanya sambil sibuk memasang dasi. Aletta yang sedang merapikan ranjang nampak tersenyum.
"Apa aku boleh ikut?"
"Ikut?"
"Tidak boleh ya?" Kini Aletta mengambil alih merapikan dasi Dariel.
"Aku janji akan selesaikan pekerjaan ini dengan cepat.Setelah itu Aku akan mengajak mu liburan,bagaimana?"
"Janji?" Dariel mengangguk.
"Yasudah,Hati hati.Makanlah dengan benar. Hubungi aku kalau sudah sampai oke?"
"Oke." Aletta mengantar kepergian Dariel sampai didepan pintu.
Dariel apa kau lupa dengan rutinitas pagi mu sebelum pergi bekerja?Kau sudah lama sekali tidak melakukan nya. Bahkan diranjang pun kau tidak se agresif dulu.Semua harus aku yang memulai nya. Sudah beberapa bulan ini kau sering sibuk sendiri jarang mengajakku. Tolong jangan biarkan pikiran buruk menyelimuti ku,Dariel..Kau tidak bosan denganku kan? Aku tidak bisa kehilangan mu.
"Tunggu kabar dariku,setelah aku membawanya kalian baru boleh bergerak." Ucap Dariel begitu Ia tersambung dengan seseorang ditelepon. Dariel menambah laju mobilnya. Menuju Apartemen Andrea.
Andrea baru saja keluar dari kamarnya dengan menggunakan handuk yang menutupi batas dada sampai pahanya.Kelihatan bertambah seksi dengan perut yang membuncit.Tanpa terasa usia kandungannya sudah memasuki usia tujuh bulan. Akhir akhir ini Andrea sering merasa gerah dan tiba tiba sangat nyaman dengan hanya mengenakan handuk dan celana dalam saja. Rambut basah nya Ia gulung dengan handuk kecil. Andrea juga tidak terbiasa menggunakan hairdryer sejak dirumah susun dahulu.
Lila tersenyum melihat Andrea sudah mengambil posisi dimeja makan.Tangan nya kini terulur menyendok kan nasi goreng kepiring nya.Majikannya itu sudah berubah menjadi wanita gendut sekarang. Meskipun tidak mengurangi sama sekali kecantikannya.
"Apa tidur nak Rea nyenyak?" Tanya Lila sambil menuangkan air putih ke gelas.
"Lumayan Bu.Cuma kegerahan saja seperti biasa."
"Duh,tidak sabar Nenek ingin melihat mu Sayang.." Lila mengelus perut buncit Andrea. "Bos kecil anak baik.." Andrea tersenyum.
"Bu Lila,apa dulu Bu Lila seperti aku saat mengandung?" Lila mengangguk.
__ADS_1
"Merasa tidak nyaman itu pasti Nak.Sabar ya?" Andrea mengangguk.
"Yasudah tambah lagi makannya Nak.Bos kecil akan rewel kalau makan nya sedikit!" Andrea terkekeh. Tak lama suara langkah kaki membuat Andrea dan Lila menoleh bersamaan.Dariel sudah tiba.Andrea mengerutkan dahi melihat suaminya itu datang pagi pagi.
"Aku datang karena merindukan mu." Langsung memotong begitu gerak gerik Andrea yang ingin menanyainya terbaca.
"Huuu aku belum bertanya padahal!" Dariel duduk disamping Istrinya. Melihat Andrea dengan tampilan handuk sudah menjadi pemandangan biasa baginya beberapa bulan terakhir. Dariel mencubit pipi mulus Andrea yang kini terlihat cubby itu.
"Sayang,sakit...!" Rengek Andrea. "Selalu saja mencubitnya!"
"Hehe aku gemas! Oh Hai Baby boy Ayah?Tidak menyusahkan Ibu mu kan?" Dariel mengusap pelan perut buncit istrinya.Yup! begitu Andrea USG hasil nya menunjukkan bayi yang dikandungnya adalah laki laki.Dan mereka sangat bahagia dengan itu.
"Kau mau makan?" Dariel mengangguk.
"Sedikit saja Rea.." Protes ketika melihat Andrea menuangkan beberapa sendok besar kepiring.
"Tidak boleh,Kau harus makan yang banyak supaya gendut juga seperti aku!"
"Sayang aku ingin mengajakmu jalan jalan, Kau mau?"
"Kemana?"
"Kau ingin kemana?" Andrea nampak berpikir.
"Aku ingin kepantai.Pantai yang banyak Bule tampan nya!Aku akan pakai pakaian yang seksi disana nanti!" Andrea terkekeh begitu mendapat tatapan tajam dari Dariel.Pria itu kelihatan kesal.Diletakkan nya sendok ditangannya dengan kasar.Melihat situasi mulai panas Andrea cepat menggenggam jemari kekar Suaminya.Tapi secepat itu pula Dariel menepis tangan Andrea.
"Sayang..." Suara manja Andrea tak membuat Dariel menoleh padanya. "Sayang aku hanya bercanda.." Belum mau melihat. Andrea mengulurkan tangannya menarik pipi Dariel mengarahkan wajah tampan itu agar menatapnya.
"Mau cium yang mana kali ini?" Dariel menahan senyum nya mendengar pertanyaan Andrea.Wanita itu sudah paham apa yang diinginkan Dariel jika suasana hatinya sedang buruk.
Lihat senyum liciknya itu!
__ADS_1
Dariel dengan tak tau malunya menunjuk leher.Membuat kedua bola mata Andrea membulat.Biasanya hanya pipi atau bibir.
"Suamiku ini masih pagi, kita sedang sarapan bagaimana kalau Bu Lila melihat?"
"Kalau siang malah seluruh tubuh!" Andrea memutar bola matanya jengah. Perlahan Andrea bangkit dari kursinya,pindah duduk diatas pangkuan Dariel.Dengan senang hati tangan Dariel melingkar dipinggang Andrea.
"Setiap hari kau selalu menggodaku Tuan mesum!"
"Cepatlah, leherku sudah gatal ingin dicium!" Andrea tertawa kecil.Kemudian mengecup penuh perasaan leher Dariel hingga tiga kali.
"Kau puas?" Dariel menggeleng.
"Kurang bertenaga,Cepat habiskan sarapanmu setelah ini aku akan tes lagi dikamar!"
"Cih,tes?? Berhenti mengelabui ku!" Dariel tergelak.
"Aku akan mengajarimu ciuman dileher yang bertenaga itu bagaimana!"
"Tidak perlu Tuan! Jangan repot repot."
"Tidak repot Nyonya.." Mereka tertawa bersama. Andrea melanjutkan makannya dengan masih duduk diatas Dariel.Bukannya ikut makan,Dariel malah sibuk mengendus aroma wangi tubuh istrinya.Tidak banyak yang berubah setelah beberapa bulan menikah, Hanya bobot tubuh Andrea yang kian naik seiring pertumbuhan bayi. Kecantikan alami nya masih berpijar, dan tubuhnya yang seksi masih suka merusak akal sehat Dariel. Memaksa Ego harus memiliki nya mencuat. Sama seperti pagi ini.
"Tuan,biarkan aku selesaikan sarapan ku dulu, Aku lapar." Ujar Andrea begitu sadar tangan Dariel sudah menyelinap masuk dalam handuknya.Dariel menarik lagi tangannya. Andrea bangkit begitu selesai makan, membawa piring kotor kewashtafle dengan langkah pelan karena perutnya yang membuncit membuat gerakannya agak terbatas.
"Biar saya saja Nyonya..." Lila berniat mengambil alih tapi Andrea menolak. "Aku saja." Setelah meletakkan nya Andrea kembali melangkahkan kakinya kini menuju kulkas. Mengambil potongan-potongan buah dan membawanya duduk diruang tamu. Sengaja mempermainkan Dariel yang sudah bisa ditebak seperti apa tatapannya.
Andrea pura pura acuh dengan itu.Ia mengunyah buah dengan santai sambil matanya menatap layar televisi. Dariel menghampiri nya dan meraih remote tv untuk mengoffkan benda itu.
"Tuan, Kenapa dimatikan?Aku masih ingin nonton."
"Nonton aku saja dikamar, Ayuk!"
__ADS_1