Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 11


__ADS_3

"Sejujurnya Aku dan kakak mu sudah menikah tadi!"


Bukk!!


Livya menjatuhkan botol air mineral yang tadi dalam genggamannya.Tubuhnya kaku seketika mendengar apa yang barusan diucapkan Dariel Lee.


"A, Apa? K, ka, kau, ka, ka, kakak ku, su, sudah me, menikah?"


Melihat Dariel tersenyum dan mengangguk Livya tak sanggup lagi.Ia pingsan!


•~•~•~•~


"Aletta! Senang bertemu denganmu!" Seorang Pria dengan sedikit brewok dan identik dengan topi itu menyapa Aletta yang sudah menunggunya.


"Kau sudah lama?" Tanyanya.


"Tidak juga! Pesanlah,hari ini aku yang traktir!"


"Wah wah, kelihatan nya kau sedang bahagia ya?"


"Sangat bahagia! Kau tau, suamiku mengizinkan ku untuk main di film mu!" Pria yang tak lain adalah Sutradara Alan itu nampak berbinar.Sama senangnya dengan Aletta.


"Wow, aku sungguh senang mendengar nya! Terimakasih kau mau berpartisipasi Ale,"


"Sama sama"


"Pantas kau menghubungi ku dan mengajak bertemu"


"Aku ingin bertemu denganmu bukan untuk membicarakan shooting!"


Alan menautkan alisnya. "Lalu?"


"Akh, seharusnya dia sudah disini, tapi sampai sekarang belum datang juga!"


"Hey, perasaan ku jadi tidak enak!"


"Aku ingin mengenalkanmu dengan teman ku, dia seorang designer dan juga sangat suka dengan dunia fotografi sama sepertimu!"


"Kau ini, aku lebih suka dunia film sama seperti mu tauu!! "


"Nah itu Dia!"


Aletta melambai ketika melihat seorang gadis cantik dan seksi berdiri didekat pintu masuk. Gadis itu menghampiri dua orang yang menunggunya.Setelah melakukan cipika cipiki ala wanita, Aletta memperkenalkan gadis itu pada Alan.


"Sutradara Alan,Perkenalkan,ini Aurelie, temanku, Elie, ini Sutradara Alan! Ayo bersalaman! "


Alan dan Elie berjabat tangan.


"Senang bertemu denganmu, Alan!" Ucap Elie ramah. Alan tersenyum saja.


"Oke, kalian lanjut mengobrol ya, aku ketoilet sebentar!"


"Apa kau sudah pesan?" Tanya Elie.


"Belum, aku juga baru datang"


"Mau kupesankan?"


"Boleh"


Aurellie memanggil seorang pelayan dan menyebutkan beberapa menu untuk mereka makan.


"Jadi, selain sebagai seorang film maker, Apa kegiatanmu Tuan Sutradara?"


"Tidak banyak, aku terkadang menghabiskan waktu dengan travelling atau olahraga saja jika tidak sibuk shooting!"


"Pantas badanmu bagus!" Puji Elie,dan itu membuat Alan tertawa kecil.


"Sudah lama berteman dengan Aletta?" Tanya Alan. Elie mengangguk.


"Lumayan,sebelum dia menikah!"


"Apa pekerjaan mu?"


"Aku? Aku cuma seorang model biasa, tidak sebanding dengan kariermu! Apa kau mau memberi ku job?" Alan tersenyum.

__ADS_1


"Kalau kau bisa akting nanti aku akan pertimbangkan kau untuk main difilm ku"


Elie tertawa.


"Mana bisa, itu keahlian Aletta bukan keahlian ku" Kalau Dia serba bisa,Apa kau tidak menyukai nya?" Goda Elie membuat Alan terdiam. Belum sempat Alan menjawab, Aletta sudah hadir kembali ditengah tengah mereka.


•~•~•~•~


Perlahan lahan Livya membuka matanya ketika dirasakannya sesuatu mengenai wajahnya. Dariel yang sejak tadi sibuk memercikkan air kewajah Livya kini bernafas lega melihat kelopak mata gadis itu terbuka.


"Kau sudah sadar?"


"Tuan, apa yang kau lakukan? Aku basah!" Protes Livya.


"Kau pingsan dan aku memercikkan air kewajahmu supaya kau sadar dan berhasil!"


"Kau memercikkan atau menyirami ku sih?"


Dariel tergelak.


"Habis nya susah sekali menyadarkanmu!"


"Salah sendiri membuatku shock sampai pingsan!"


"Kenapa kau harus shock? Kau sendiri yang ingin aku menikahi kakakmu!"


"Tapi ini sungguh mendadak! Andrea bahkan tidak bilang apa apa padaku, bagaimana kalian bisa seenaknya menikah! Betapa menyebalkan nya kalian!"


Livya sudah tidak perduli Ia berhadapan dengan siapa,Ia sedang kesal sekarang.


Dariel tersenyum.


"Livya, apa aku bisa minta tolong padamu?"


"Heemm" Masih kesal.Melipat kedua tangan didada.


"Jangan beritahu Ayah dan Ibu mu ya kalau aku ini sudah menikah sebelumnya! Aku sudah menuruti kemauanmu tadi, aku sudah menikahi Rea.Jadi,bisakah kita bekerja sama?"


"Hemmm"


"Heemm"


"Kalau kau jadi anak baik dan patuh,aku akan membelikanmu sepeda motor paling terbaru untuk kau pakai kuliah!"


Livya terkejut.Matanya terbelalak.


"Tuan, apa kau serius mau membelikan ku motor?!" Dariel mengangguk.


"Asal kau menuruti apa yang kukatakan... "


"Iya iya, aku menurut!"


Aaaaaa motor baruuu!!!


"Baiklah, kurasa kita sudah selesai, aku hanya ingin menyampaikan itu saja, untuk beberapa hari kau tidak akan bisa bertemu kakakmu"


"Apa? kau langsung membawanya kabur dari kami?"


"Aku membawanya karna aku berhak sebagai suaminya,bukankah tadi kau yang curhat sendiri! Tenanglah, aku belum mengganti nomor ponsel kakakmu! Cepat turun! dan ingat jangan beri tau siapapun tentang aku dan kakakmu,Oke?"


Meski kesal, akhirnya Livya menurut.


From: Livya Sayang


*A*ndreaaaaaa!!! 😠👊


Andrea sedang memasak ketika sebuah notif pesan masuk dihp nya.Ia langsung membalas begitu tau itu pesan dari Livya.


To:Livya Sayang


Kenapa?


From:Livya Sayang


Masih tanya kenapa???

__ADS_1


Beraninya kau menikah tanpa seizinku!!


Tunggu pembalasan ku!!


To:Livya Sayang


Berani membalas ku? Lupa sekarang aku istri siapa? Haha


From:Livya Sayang


Kau kakak yang jahat, awas kalau tidak cepat kembali! Ku tenggelam kan suami mu yang sok tampan itu!!


Andrea tergelak.


To:Livya Sayang


Nanti aku sampaikan padanya ya adikku sayang


From:Livya Sayang


Huhuhuuuu, Dasar kau kakak bodoh!


To:Livya Sayang


Aku pasti akan merindukan mu, jaga dirimu.


From:Livya Sayang


Tidak mau! Kau yang harus menjagaku!


To:Livya Sayang


Jangan begitu,nanti aku menangis


Padahal Andrea sudah menyeka airmatanya yang mulai mengalir.Tidak ada balasan lagi dari Livya.


Sementara disana,Livya tidak bisa membalas pesan untuk kakaknya lagi karena kini ponselnya sudah berpindah tangan.Livya kaget ketika tiba tiba Ryuga datang dan merampas benda itu dari tangannya.Ryuga nampak membaca pesan-pesan tadi.


"Kembalikan!" Livya yang sedang dalam mode mellow jadi tersulut emosi melihat Ryuga yang memeriksa ponselnya.Ryuga menyerahkan benda itu lagi pada Livya.


"Kau baik baik saja?" Tanya Ryuga heran melihat ekspresi sedih diwajah Livya. Livya menggeleng.Ryuga duduk di samping gadis itu.Livya sudah tidak waras sekarang, dengan berani Ia merebahkan kepalanya dibahu Ryuga, membuat Pria itu sedikit kaget namun tak menolak.Didengarnya Livya mulai terisak.


"Kau menangis?Ada apa denganmu?" Ryuga berusaha mengangkat wajah Livya untuk melihat kondisi gadis itu, tapi Livya cepat menggeleng,mencengkeram bahu Pria itu,tidak ingin Ia bergeser sedikitpun.


"Kau bisa mengatakan padaku kalau ada masalah,siapa tau aku bisa membantumu!"


"Aku hanya merindukan kakak ku, hiks hiks!"


"Cup cup cup,berhentilah menangis,nanti aku akan temani kau menemui kakakmu, Oke? Dimana Dia?"


"Tidak tau" Ryuga menautkan alisnya mendengar jawaban Livya.


"Eh!" Livya terperanjat menyadari kelakuan bejadnya yang telah dengan berani menangis dalam pelukan Ryuga.


"K, kau? Kenapa, kenapa tidak bilang?"


"Tidak bilang apa?"


"Kenapa tidak bilang kalau itu kau?!"


"Kau ini gila atau apa?dari tadi kan kau melihatku! " jawab Ryuga. Livya menyeka airmatanya. Sadar dia habis menangis.


"Kau melihat ku menangis?"


"Memangnya kenapa?"


"Kenapa tidak bilang?"


"Bilang apa?"


"Kenapa tidak bilang itu kau!!"


"Gadis Bodoh!"


Aaaaaa Livya bodoh! kau memang gadis bodoh!wajahmu kan jelek sekali kalau menangis,kenapa menunjukkan nya pada Ryuga???

__ADS_1


__ADS_2