Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 61


__ADS_3

Diatas pasir putih itu dua pasang kaki melangkah beriringan.Tidak saling berkejaran, tidak pula saling meninggalkan.Jejak yang tertinggal cepat tersapu ombak yang pasang surut.Andrea tertawa kecil manakala air laut yang sejuk menyentuh kulit kakinya.


Semburat merah diangkasa mulai menampakkan dirinya.Menarik perlahan mentari yang tadi gagah diatas sana berganti dengan awan yang mulai menghitam.


Senja telah tiba.Andrea dan Dariel kini berdiri menghadap matahari tenggelam itu ditepi pantai sambil masih bergandengan.Mata Dariel tidak betah, seperti nya Ia lebih tertarik dengan objek lain.Dariel menoleh kesamping dimana Andrea berada. Merasa diperhatikan,Andrea melirik Dariel. Kemudian tersenyum malu mendapati Pria itu memandangi nya.Dariel mengerling kan mata, Andrea tertawa ringan melihat itu.


Dariel merubah posisinya menghadap Andrea.Mengelus pipi mulus yang terasa dingin itu.


"Dingin?" Andrea mengangguk. Dariel menarik tubuh itu masuk dalam pelukannya.


"Kau senang hari ini?" Andrea mengangguk lagi.Mendongak menatap lekat wajah tampan suaminya.


"Tuan anakmu ingin dicium..."


"Anakku atau istriku,hm?" Andrea melebarkan senyumnya.


"Anakmu.."


"Suruh ambil sendiri kalau mau ciuman dariku!" Andrea mengerucutkan bibirnya.


"Yasudah kalau tidak mau memberikan nya, jangan salahkan aku kalau anakmu ngambek nanti."


"Ehem!! berhubung anakku belum bisa,Ibunya boleh kok mewakilkan!" Dariel mengerling nakal,Andrea menatap tak percaya suaminya. Tapi kemudian Ia mengulum senyum. Malu tapi mau akhirnya Andrea menjinjitkan kaki nya untuk meraih bibir penuh nan memabukkan itu.Menciumnya sekilas.


Dariel tersenyum. Terbesit pikiran nakal ingin mengerjai istrinya.


"Rea, Bukankah katamu baby ingin dicium olehku?"


"Tidak usah! Kan sudah aku wakilkan! Dia sudah ngambek denganmu!"


"Oh ya?Tapi aku ingin menciumnya sekarang, bagaimana ini?" Melirik Andrea sambil mengusap bibirnya sendiri. Dan jawaban yang diharapkan Dariel keluar dari mulut manis Andrea.


"Baby tidak mau dicium langsung,Dia bilang Ayah boleh wakilkan pada Ibu!" Dariel terkekeh.

__ADS_1


"Bersiaplah istri nakal.." Mendekatkan wajahnya agar dua bibir itu bisa menjadi satu.Penuh perasaan Dariel memagut daging kenyal yang berhasil membuat nya gila itu.


Seorang photografer wanita yang kebetulan lewat didekat mereka terkesiap melihat dua sejoli itu, Ia kemudian mengarahkan kameranya pada mereka yang sedang bercumbu dimoment sunset yang romantis.


"Romantis sekali! Aaaa aku jadi iri ! Sungguh pasangan yang serasi." Wanita itu tersenyum penuh rasa kagum dengan hasil potretan nya. Tentu saja bukan kaleng kaleng. Pria tampan dan wanita cantik mau gaya apa juga tetap bagus.


"Aku seperti pernah melihat Pria itu tapi dimana ya?" Wanita itu nampak berpikir.


"Kita pulang sekarang yuk?" Ajak Dariel menarik tangan Andrea.Andrea menurut.Wanita itu memperhatikan mereka sampai jauh.


"Aish terserah lah, aku kan memang selalu melihat Pria tampan dimana mana! Hufff"


Andrea mengerutkan dahi begitu dilihatnya Dariel sibuk mengetik sesuatu diponselnya. Mereka sedang dalam perjalanan pulang sekarang.Tapi Ia tidak ingin mengganggu Dariel,disandarkan nya kepala nya dibangku penumpang.Berusaha menetralkan penat ditubuhnya setelah sedari siang tadi menikmati waktu.Minum es kelapa, menikmati beberapa hidangan seafood bakar dan bermain pasir seperti dua anak kecil.


Sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman mengingat tingkah Dariel,Ia masih tidak menyangka,suaminya itu kan seorang pengusaha terkenal,disegani banyak orang, tapi bisa menjadi begitu polos saat bermain air dan membangun sebuah kastil dari pasir tadi.


Lama kelamaan Andrea tertidur.Dan tersadar kembali begitu dirasakannya ada pergerakan, ternyata Dariel yang ingin menggendong nya keluar dari mobil.


"Capek ya?" Tanya Dariel.Andrea mengangguk sambil menutupi mulutnya yang menguap. Dia membiarkan Dariel membawa tubuhnya ala bridal style masuk ke apartemen.


"Buka pintunya..." Ucap Dariel.Tanpa pikir panjang Andrea menurut.Tangannya meraih handle pintu dan,


TADDAAAAA!!!


HAPPY BIRTHDAY REA!!!


Deg!


Andrea terpaku ditempatnya berdiri memandang beberapa orang yang dikenalnya kini ada diapartement dengan masing masing memegang aksesoris ulang tahun ditangan mereka.Tenggorokannya serasa tercekat. Detik berikutnya mereka kompak bernyanyi.


Happy birthday to you..


Happy birthday to you..

__ADS_1


Happy birthday, Happy birthday,


Happy birthday...Rea....


Tanpa sadar dua air bening sudah turun membasahi pipi Andrea.


"Make a wish dan Tiup lilinnya!!" Andrea menurut.Ia memejamkan mata sesaat kemudian meniup semua lilin yang menyala hingga berubah padam.Tepuk tangan seketika bergemuruh.


"Selamat ulang tahun sayang.." Andrea menoleh ketika Dariel kini sudah berada disamping nya,mengapit pinggang wanita itu. Dariel tersenyum sambil tangannya menyeka airmata Andrea.


"Jangan menangis,kau tau kan kau jelek kalau menangis?" Bukannya mereda,airmata yang turun malah semakin deras.Andrea tak kuasa lagi berkata kata mengekspresikan rasa bahagia yang menyelimuti hatinya. Semua orang mengingat ulang tahunnya disaat dia sendiri melupakan itu.Dariel merengkuh tubuh Andrea. Mengusap punggungnya agar lebih tenang.Dariel paham Andrea shock. Ia memang sengaja merencanakan ini dengan Livya.Berkumpul dengan orang orang tersayang untuk menghibur Andrea yang keseharian nya hanya terkurung diapartement bagai seorang Rapunzel.


"Mereka ada disini untukmu,kenapa malah menangis?Sudah lama kau tidak bertemu paman dan Livya, tidakkah ingin memeluk mereka?" Tanya Dariel. Andrea melepaskan diri lalu berjalan kearah pamannya, lalu memeluk erat,Ia sadar kini pamannya bertambah gendut.Kemudian Livya,yang ikut ikutan meneteskan airmata haru.


"Bibi tidak ikut?" Tanya Andrea berbisik saat masih memeluk Adiknya.


"Ibu mengaku tidak enak badan jadi kami tidak mengajaknya."


Nyonya besar keluarga Lee juga ikutan memeluk Andrea.


"Selamat ulang tahun Rea,semoga segala keinginan mu terpenuhi." Andrea tersenyum mengangguk Lalu berganti memeluk Bu Lila.


"Siapa yang menghias apartemen ini?" Tanya Andrea melihat banyak ornamen khas orang yang berulang ulang menggantung disana sini,tak lupa puluhan balon yang berserakan dilantai.


"Kami semua yang bergotong royong menyiapkan nya untukmu." Jawab Livya.


"Terimakasih semuanya.." Ucap Andrea tulus.


"Sekarang potong kue nya dan berikan potongan pertama untuk seseorang yang special disini!" Ujar Livya.Andrea menurut. Ia mengambil sebagian kecil potongan kue dan menggantung sebentar sendok nya diudara. Menatap satu persatu mereka yang ada diruangan itu.


"Hayooo siapa yang pertama?" Goda Livya. Dariel sudah tersenyum malu.Ia sudah sangat bersiap siap.Siapa lagi kalau bukan dirinya?


Tapi alisnya tertaut begitu dilihatnya Andrea berjalan melewati dirinya menuju seseorang.

__ADS_1


Hey.. mau kemana.. itu harusnya untukku!


"Suapan pertama yang spesial ini untuk Paman!"


__ADS_2