Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 34


__ADS_3

TADDAAAAA!!


"Apa ini?"


"Dastermu!" Andrea menerima satu potong daster yang diberikan Dariel. Sama persis dengan miliknya tadi.


"Sayang, kenapa dasternya jadi bagus lagi? Bukannya tadi sudah tak berbentuk?" Andrea heran sambil membolak balik pakaian itu. Dariel duduk disamping Istrinya.


"Daster yang robek sudah kubuang,aku membeli yang baru untukmu!" Andrea tertegun. "Maafkan aku karena lambat menemukannya,motif yang seperti punyamu agak langka!"


"Jadi kau baru pulang karena mencari daster yang sama persis dengan yang tadi?!" Dariel mengangguk.


"Sayang,seharusnya tidak perlu seperti ini.. Aku tidak apa apa.Maafkan aku karena marah padamu,Aku tidak tau kenapa aku jadi begitu sensitif tadi,Maafkan aku menyusahkanmu..." Dua butir airmata mulai lolos lagi.Dariel cepat cepat menyekanya.


"Hey... Jangan menangis,aku yang bersalah padamu" Dariel mengusap lembut punggung Andrea yang mulai terisak lagi. "Tolong jangan menangis..."


"Apa susah sekali mencarinya?" Tanya Andrea.


"Tidak juga"


"Kau mempermalukan dirimu sendiri,tuan. Apa kata mereka yang mengenalimu melihat Seorang pengusaha terkenal keliling mencari daster,betapa kurang ajar nya aku,maafkan aku,aku janji tidak akan marah lagi kalau bajuku dirobek.." Dariel tertawa kecil.


"Kau istriku,sudah tugasku menyenangkan mu,aku hanya bertanggung jawab atas kesalahan yang kubuat padamu..."


"Aku membencimu,kenapa bagitu baik padaku..." Andrea memukul pelan dada suaminya.Dariel tersenyum.Dariel kembali menciumi tubuh Andrea.Melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda tadi.


~


"Ale?" Sebuah sentuhan hangat dibahunya membuat Aletta menoleh.


"Alan?"


"Sedang apa kau disini selarut ini?" Alan ikut duduk disamping Aletta disebuah kursi panjang didepan hotel tempat mereka menginap.


"Kau sudah bekerja keras seharian, sebaiknya kau beristirahat..


"Aku tidak bisa tidur"


"Kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu? Kau bisa cerita padaku.."


Aletta tersenyum dan menggeleng.


"Yasudah kalau kau tidak mau cerita.."


"Kau sendiri? Kenapa belum tidur?"


"Aku baru kembali, saat aku ingin masuk aku melihatmu duduk sendiri disini..Aku khawatir, tidak biasa biasanya kau berdiam diri diluar seperti ini..." Aletta tersenyum.


"Aku hanya merindukan suamiku..." Akhirnya kata kata itu keluar.Alan menepuk pelan bahu Aletta.

__ADS_1


"Cintamu benar benar luar biasa besar padanya ya, baru berpisah sudah merindu. Aish, aku jadi iri,kapan aku bisa mendapatkan cinta sebesar cintamu itu! "


Aletta tertawa ringan.


"Aurellie?"


"Aku belum tertarik."


"Cih, kau itu, terlalu pemilih!"


"Sebenarnya aku sudah menyukai seseorang!"


"Oh ya? Kenapa tidak bilang?Tau gitu aku tidak mengenalkan mu pada Elie"


"Tidak masalah, Elie cukup menyenangkan sebagai teman.Kau Kenapa tidak menghubungi suamimu?"


"Sudah.Tapi tidak diangkat,mungkin sudah tidur.Dia pasti lelah karena mengurus proyek barunya! Aku jadi merasa bersalah tidak ada disamping nya.."


"Suamimu pasti mengerti.Bagaimana kalau aku mentraktir mu minum?"


"Tuan Sutradara lagi banyak uang ya?" Goda Aletta. Alan hanya tertawa kecil. "Kau juga sedang galau rupanya? siapa sih gadis itu?"


"Aish, kau ini,kapan kapan kuberitahu.Ayo!"


Aletta menurut.Mereka masuk kesebuah club malam yang terkenal dikota itu.


"Alan, aku merasa sudah tidak pantas berada disini tauuu, ini tempatnya anak muda!" komentar Aletta begitu mereka duduk dimeja bar.


"Cih, ABG tua maksudmu?" Alan tergelak.


"Aku boleh pesan apa saja kan?"


"Apa saja. Puaskan dirimu.Aku yang bayar!"


"Excuse me,One cognac with ice,please?" Pinte Aletta pada Bartender.Tak lama Bartender memberikan segelas minuman pesanan Aletta.


"Sutradara Alan kau tidak pesan apapun?"


"Aku tidak minum alkohol! Aku akan pesan air mineral!"


"Kau bercanda?" Aletta tertawa.Sangat cantik dalam pandangan Alan.


"Cheers!" Aletta tersenyum mengangkat gelasnya. Lalu meneguk cepat.Lalu meminta bartender mengisi gelasnya lagi.


"Kau kuat minum juga ternyata..." Aletta tertawa kecil.


"Kau yang memancing ku, sebenarnya sudah lama sekali aku tidak ketempat seperti ini. Kau tau, dulu aku dan Dariel bertemu di night club loh!" Bisik Aletta.


"Oh ya?" Alan nampak tak tertarik.

__ADS_1


"Heemm, Dia datang bersama sahabatnya, betapa tampannya dia saat itu,aku bahkan masih mengingat yang dikatakan nya saat kami duduk bersama, "Apa kau tidak bisa menjauh sedikit?" Aletta memperagakan cara Dariel bicara. "Cih,Sombong sekali!"


Aletta tertawa.Hambar.Ada kesedihan dalam tawanya.Ia ingin terlihat baik baik saja, ingin terlihat tegar saja,meski jauh didalam hatinya ada kesakitan yang sulit dijelaskan. Aletta tetap tidak bisa menyembunyikan mendung hitam yang menyelimuti perasaannya.Ia ingin mengingkari bahwa hatinya tidak baik baik saja saat ini,tapi sulit. Ia bisa tersenyum pada semua orang, tapi disaat sendiri jauh dari Dariel jujur saja Aletta menaruh kecurigaan juga, terutama akhir akhir ini.


Aletta bukan wanita bodoh.Bertahun tahun mereka hidup seatap dan Ia sudah cukup mengenal Pria itu.Proyek? Cih, Aletta benci mengakuinya,tapi Dariel memang banyak berubah,kini pekerjaan bahkan lebih penting daripada dirinya. Pergi tanpa pamit bukanlah gaya Dariel,Benarkah Dariel sibuk dengan Proyek baru? Tapi Aletta masih tak tenang meski Jonathan pun mengatakan hal yang sama padanya.


Dariel tidak selingkuh kan?Aletta memijit pelan pelipisnya. Berusaha menghilangkan pikiran-pikiran yang merusak moodnya.


"Apa sebaiknya kita pulang?" Tanya Alan melihat raut murung Aletta.Aletta cepat menggeleng.


"Kau sudah mentraktirku,aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Alan. Lihat saja, aku akan membuatmu bangkrut!" Kedua anak manusia itu tertawa ringan.


Beberapa saat kemudian,suara dering ponsel membuat Aletta menghentikan acara minumnya.Wajahnya berbinar ketika menerima sebuah panggilan video dari Dariel.


"Alan, aku terima telfon sebentar ya?" Alan mengangguk mengerti dan membiarkan Aletta melangkah keluar.Sampai didepan bangunan night club itu Aletta baru menjawab panggilan Dariel.


"Hi?" Sudut sudut bibir Aletta seketika terangkat membentuk senyuman manakala wajah Dariel memenuhi layar.


"Hi? Kau menelfon tadi?" Tanya Dariel. Aletta mengangguk.


"Apa tadi kau tidur?"


"Maaf, aku ngantuk sekali tadi."


"Apa kau kelelahan? jangan terlalu keras bekerja,apa kau makan dengan benar?"


"Tentu.Aku tidak mau membuatmu khawatir, Bagaimana denganmu? apa kau sudah makan?" Aletta tersenyum dan mengangguk.


"Kau dimana?" Tanya Dariel. Ia merasa asing dengan tempat Aletta berada.


"Aku di Club,Sebenarnya aku sedang minum, ada Sutradara Alan juga,dia sedang galau,jadi aku menemaninya,Kami tidak sengaja bertemu kok! Jangan marah ya?" Aletta gelisah.


"Selarut ini dengan seorang Pria?" Aletta menggigit bibirnya merasa salah.


"Sayang Maafkan aku,Aku janji setelah ini aku akan langsung pulang oke?"


"Apa kalian sudah sering pergi minum?" Aletta merasa bahagia melihat raut kesal Dariel, Pria itu cemburu rupanya.


"Ini baru pertama kali!"


"Jarang jarang Istriku minum, apa kau ada masalah?"


"Tidak, aku hanya ingin saja."


Aletta nampak mengerutkan dahi melihat lokasi Dariel dalam video call mereka.


"Sayang?" Panggil Aletta.


"Ya?"

__ADS_1


"Dimana kau?"


__ADS_2