Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 84


__ADS_3

Andrea tersadar dari mimpinya ketika dirasa ada sesuatu menusuk-nusuk kulit pipinya. Dengan masih diselimuti kantuk kedua bola matanya terbuka perlahan. Tangan mungil Andrea menangkap jemari nakal yang mengganggu kenyamanannya. Sesaat kemudian suasana tidak lagi hening, tawa ringan Dariel Lee memecah. Ia senang berhasil membangunkan istrinya.


"Bangun juga kau akhirnya.." suara lembut Dariel jelas sekali ditelinga Andrea, belum sempat wanita itu berganti posisi pelukan erat diberikan Dariel dari arah belakang.


"Lelah sekali, ya?" pria itu terkekeh lagi. Andrea masih diam belum membalas pertanyaan suaminya yang mengandung ejekan itu, ia masih mengumpulkan kekuatannya lagi setelah bertempur tadi malam. "Apa mimpimu sangat indah? Tadi aku lihat kau tersenyum saat tidur.. " Pengakuan Dariel membuat Andrea tertarik. Ia berbalik memposisikan diri menghadap suaminya. Dan bertanya,


"Benarkah?" Dariel tersenyum menyadari permaisuri cantiknya penasaran. Sambil memainkan surai Andrea Dariel mengangguk.


"Benar. Memangnya apa mimpimu? Kau ingat? Apa jangan-jangan memimpikan aku tadi? Cih, kau sangat mencintaiku yaa" Andrea tergelak dan mendorong dada Dariel pelan.


"Jangan Geer, tuan. Sama sekali tidak memimpikanmu." jawab Andrea dengan senyum malu-malu. Menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya.


"Aku akan marah kalau kau memimpikan pria lain, Rea. Hati-hati, aku sangat sensitif semenjak kau tinggal."


"Cih, dari dulu juga kau begitu, cemburuan tidak jelas!"


"Cemburu kan tandanya aku cinta padamu, semakin aku cemburu berarti cintaku semakin besar."


"Apa apaan itu."


"Rea?"


"Heemm?" mendongak menatap wajah suaminya. Dariel menggeleng.


"Tidak ada. Hanya ingin memanggilmu saja." Keduanya saling melempar senyum.


"Jangan seperti ABG begitu, tidak malu dengan umurmu? Sebentar lagi kau sudah ubanan tau! Aw!" Andrea menjerit ketika Dariel menggigit sebelah daun telinganya. "Kenapa menggigitnya?" kesal dengan perlakuan Dariel.


"Aku akan menggigit bagian yang lainnya juga nanti kalau kau mengejekku lagi!" Andrea tertawa. Kemudian dengan gelagat menggoda ia membalas,

__ADS_1


"Aku tidak takut!" Menjulurkan lidah mengejek. Dariel menaikkan satu alisnya menyadari Andrea menantangnya. Diusapnya wajahnya kasar dengan kedua tangan membuat Andrea melepas tawa lagi.


"Istri nakal," Dariel mencubit pelan pipi istrinya diantara tawa ringan yang mendamaikan hati itu.


"Tuan,"


"Tuan, tuan, memangnya aku ini majikanmu apa? berhenti memanggilku begitu, tidak lucu kalau nanti dunia tau istriku memanggilku dengan sebutan "Tuan", kau mengerti? Jangan ulangi lagi." Andrea belum menjawab, masih meresapi kata-kata Dariel barusan, kalau nanti dunia tau katanya? Memang ia akan diperkenalkan pada dunia? Memperkenalkan dirinya sebagai istri satu-satunya Dariel Lee malah memperkeruh pikiran Andrea, tidak ada kebanggaan sama sekali, justru hujatan yang akan diterimanya nanti. Orang-orang akan berpikiran kalau ia adalah orang ketiga dalam rumah tangga Dariel dan Aletta, meski itu adalah benar, itu akan menjadi konflik panjang dinegeri mereka, semua orang akan disusahkan karena dirinya.


"Hey.." Dariel menarik dagu Andrea membuat wanita itu yang tadi menunduk kini menatapnya lagi. "Kenapa kau jadi murung? Apa yang kau pikirkan? Beritahu aku." Andrea menepis pelan tangan suaminya dan menggeleng.


"Tidak memikirkan apa-apa. Aku akan mandi dan membuat sarapan untuk kita." senyum palsu yang dipamerkan Andrea tak bisa menipu seorang Dariel Lee. Mata Andrea tidak bersinar seperti sebelumnya, tertutup kabut kesedihan yang berusaha ia hilangkan sendiri. Wanita itu masih belum berubah. Maka begitu Andrea ingin bergerak turun Dariel cepat menahan lengannya.


"Aku tidak ingin sarapan." rasa lapar yang tadi memang sempat timbul sudah hilang entah kemana melihat wajah murung Andrea. Ia tidak bisa melihat wanita itu sedih sedikit saja.


"Memangnya kau tidak lapar?"


"Nanti saja, kemarilah, aku masih ingin kau peluk."


"Rea,"


"Hanya ingin memanggilku saja, kan?Kau itu masih saja usil ya.."


"Aku mencintaimu." Satu sudut bibir Andrea tertarik mendengar itu. "Aku mencintaimu sangat besar, tidak tau alasan pastinya tapi aku merasa begitu membutuhkanmu. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu dan kita. Tidak boleh ada yang menyakitimu walau seujung kuku, jangan bersedih tentang apapun, jangan mengkhawatirkan apapun, aku bersamamu. Akan selalu bersamamu, aku tidak akan meninggalkanmu. Kau hanya harus percaya dan setia mendampingiku. Itu saja." kemudian meninggalkan satu kecupan diubun ubun Andrea. Andrea tertegun. Dariel sangat memahaminya. Pria itu tau ia sedang memikirkan hal yang cukup mengganggu. Andrea makin mengeratkan dekapannya.


"Kau baik sekali padaku, Terimakasih sayang. Aku tidak tau akan membalasnya dengan apa. Apa mengabdi sebagai istrimu seumur hidup sudah cukup?" Dariel mengangguk. Mereka hening dalam pelukan mesra.


"Mimpi apa kau tadi?" Dariel kembali teringat soal mimpi. Ia baru terbangun tadi karena merasa haus, tapi tingkah Andrea menarik perhatiannya, wanita itu tersenyum lama dengan mata masih terpejam, begitu lucu, memaksa jiwa usil Dariel untuk muncul.


"Hehe, aku malu mengatakannya,lagipula itukan hanya mimpi,tidak perlu diperpanjang."

__ADS_1


Kata-kata "malu" membuat Dariel mengerutkan dahi, semakin memancing rasa penasarannya.


"Ceritakan padaku, bagaimana kau bertemu Ibu." Andrea mengalihkan pembicaraan.


"Katakan dulu kau mimpi apa?"


"Hanya mimpi sayang.."


"Kau sampai malu-malu berarti mimpimu sangat spesial, aku ingin mewujudkannya jika bisa." Andrea tertawa kecil.


Tidak tau apa jadinya kalau kau tau apa mimpiku, kau pasti akan mengajakku kerja rodi tiap malam, kau kan mesum tuan!


"Malah tertawa,ayo katakan istri nakal!" Andrea menggeleng. "Tidak? Jangan menyesal ya.." Andrea menjauhkan diri.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Andrea tak kuasa menahan tawa ketika Dariel dengan antusias menggelitik kulit polosnya kini. Ia hampir lemas tapi Dariel tak juga iba.


"Berhenti, tuan, hahaha.."


"Aku berhenti kalau kau katakan mimpimu!"


Tidak tahan lagi Andrea akhirnya menyerah.


"Oke, aku katakan, jauhkan tanganmu, aku lemas!" Dariel menurut. Membiarkan Andrea mengatur nafas. "Suami Jahat!" Andrea melayangkan bantal kearah Dariel tapi Pria itu tangkas menangkis serangan istrinya. Kemudian memeluk tubuh mungil Andrea lagi.Andrea membiarkan.


"Jadi apa mimpimu, permaisuriku?"


"Aku...,mimpi melahirkan seorang bayi perempuan."


........

__ADS_1


LEBIH DAN KURANG, AUTHOR MOHON MAAP YEE, SEMOGA SYUKA :)


__ADS_2