
Dariel terdiam sebentar menyadari kecerobohan nya yang tidak melihat situasi sebelum menghubungi Aletta.
"Aku di..."
Bukk!
"Aduh!" Aletta mengaduh ketika tiba tiba seseorang menubruknya dari belakang,ponsel yang tadi dalam genggaman pun terlepas.
"Sorry." Ucap seorang wanita yang nampak berusaha bangkit dari jatuhnya setelah menabrak Aletta.Ia kelihatan mabuk berat. Meski kesal, Aletta berusaha membantunya.
"Sorry." Katanya lagi.Aletta mengangguk. Wanita itu nampak berjalan sempoyongan kearah sebuah mobil dan masuk dikursi penumpang. Aletta mengambil kembali ponselnya.Benda itu mati.Begitu Ia aktifkan kembali,Panggilan dari Dariel langsung muncul.
"Sayang?" Jawab Aletta.
"Apa yang terjadi?!" Suara Dariel kedengaran panik.
"Tidak apa apa,ada seorang wanita mabuk tidak sengaja menabrakku tadi,ponselnya mati karna terlepas dari tanganku."
"Kau bagaimana? Apa ada yang luka?"
"Tenanglah, aku tidak apa apa kok!"
"Sebaiknya kau pulang,ini sudah terlalu larut. Kembalilah ke hotel dan beristirahat! Kalau tidak mau menurut berhenti saja shooting! Kau membuatku jantungan!"
Aletta tertawa kecil mendengar omelan Dariel.
"Iya iya, jangan marah.Aku akan kembali sekarang.Sudah ya? Selamat malam Sayang?"
"Kau benar langsung kembali kan?"
"Iya! Bye!" Aletta menutup telfon dengan senyum bahagia. Hatinya menghangat mendengar kekhawatiran Dariel, Ia bahkan lupa dengan pertanyaan nya tadi.
Ditempatnya Dariel nampak bernafas lega. Ia sempat panik begitu tiba tiba ponsel Aletta mati setelah sebelumnya terdengar suara Aletta yang mengaduh. Dariel meletakkan kembali ponsel nya diatas nakas.Ia kembali merebahkan tubuhnya diranjang.Pikirannya melayang lagi.
Aku hampir saja ketauan tadi! Hufff..
Kedua alis Dariel tertaut begitu dirasakannya sentuhan tangan Andrea diwajahnya. Mengusap usap wajahnya kasar seperti orang gemas.Dariel menangkap tangan Andrea diwajahnya,menoleh kearah wanita itu. Mata Andrea nampak masih terpejam.
"Rea?" Tak ada jawaban.Dariel mengulang panggilannya,Andrea masih diam.
"Kau pura pura tidur ya?" Dariel mendekatkan wajahnya,mengecup sekilas bibir Istrinya itu. Andrea tetap tak bergeming.
"Apa sih maksudnya wanita ini!" Dariel gemas dan menjentik kan satu jarinya dikening Andrea.Seketika Andrea menjerit kecil merasakan rasa nyeri yang menjalar didahinya.
"Beraninya mengganggu ku, Istri nakal!" Dariel menggelitik pinggang dan leher Andrea membuat wanita itu meronta kegelian. Tawa nya lepas membahana keseluruh ruangan kamar.
"Ampun! Lepaskan aku!" Dariel menurut. Andrea nampak mengatur nafasnya yang tersengal karena puas tertawa.
"Kenapa kau bangun?" Tanya Dariel setelah Andrea tenang.Andrea menangkup wajah Dariel yang tepat berada didepannya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Suaramu besar sekali tadi saat bicara ditelfon,aku jadi terbangun..."
"Kau mendengar pembicaraan ku?"
"Ya, sedikit. Apa yang terjadi? sepertinya kau marah tadi?"
"Ada kesalahpahaman sedikit."
"Wajahmu langsung murung setelah menelfon,Aku kira ada apa..."
"Jadi itu alasanmu mengusap kasar wajah tampanku,hm?"
"Iya, aku tidak suka melihat ekspresi mu tadi,jadi aku iseng! Coba tersenyum?" Dariel menurut tersenyum. "Nah begitu lebih baik"
Dariel mencium lembut kening Andrea.
"Rea?"
"Heemm?"
"Aku ingin jujur padamu,tapi jangan marah ya?"
"Aku tau apa yang ingin kau katakan!"
"Oh ya? Kau bisa baca pikiran orang juga ternyata?" Andrea tersenyum dan menggeleng.
"Sebelum kita bertengkar tadi aku juga kan bilang ingin bicara sesuatu,tapi kau langsung menerkam ku dan akhirnya kita..."
"Cih, mesum!!" Dariel tertawa kecil.
"Rea? Maafkan aku ya? Aku khilaf kemarin.."
"Minta maaf pada orangnya langsung sana!"
"Pasti, tapi aku minta maaf padamu dulu!"
"Kenapa?"
"Kau Istriku,dan dia sangat penting untukmu."
"Dia tidak apa apa, jadi aku memaafkan mu, lain kali jangan diulangi ya?" Dariel mengangguk.
"Tuan?"
"Panggilan romantis dong!"
"Sayangku?" Dariel terbahak mendengar suara manja Andrea.
"Katakan!"
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan itu padanya?"
"Pikiranku cukup kacau waktu itu, begitu aku datang,bukannya menjagamu dia malah tidur juga, susah sekali membangunkan nya! bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu saat dia tertidur?? aku kesal dan jadi gila! Benar benar gila sampai meletakkan nya disana!" Dariel tertawa hambar. "Sampai sekarang aku merutuki diriku karena begitu bodohnya meninggalkan mu..."
"Sayang, mana boleh begitu.. Lain kali berpikir lah yang jernih,jangan sampai mencelakakan seseorang karena aku!"
"Kau tidak tau saja!"
Andrea menautkan alisnya. "Apa yang tidak aku tau?"
Kau tidak tau saja apa yang sudah kulakukan pada Roy!
"Sudahlah,Intinya aku sangat peduli padamu."
Kenapa kata kata seperti itu membuat hatiku serasa dipelintir? ~ Rea
"Terimakasih untuk maafmu,Kau wanita yang baik.Aku sayang padamu." Dariel kembali mendaratkan satu ciuman manis didahi.
Tadinya aku ingin memarahi mu Tuan! Dia itu adikku dan kau meletakkan nya dikamar mayat! Kamar mayat loh! Aish,Kenapa pengusaha terkenal kelakuannya begini ya?
"Kenapa malah memandangi ku? Iya iya aku tau kau sangat terobsesi dengan wajah tampan ini, tapi bisa kan tidak usah segitunya..."
"Cih,Kau ini!" Andrea memukul pelan dada Dariel.Membuat Pria itu terbahak.
"Semoga kelak setelah baby lahir dia tidak menuruni sifatmu yang narsis dan sedikit gila itu!"
"Tidak masalah,Dia boleh menuruni sifat Ibunya.Baik hati dan juga menyenangkan."
"Jadi menurutmu aku ini menyenangkan?"
"Kau menyenangkan sekali saat menemani ku kerja malam! hahaha!" Andrea mencubit gemas lengan Dariel, membuat Pria itu mengaduh.
"Serius Tuan!"
Dariel tak menjawab,Ia malah mencium bibir Andrea.Memagutnya lembut.
"Tuan..." Andrea merengek begitu dapat kesempatan lolos dari serangan Dariel.
"Apa kau lelah?Padahal tadi hanya dua ronde! Bagaimana kalau tambah dua lagi?"
Andrea tergelak. "Kau sudah gila!"
"Kau yang membuatku gila, tapi kau tidak mau bertanggung jawab!"
"Taham dirimu,ada anak kita.Dia pasti sudah tidur kita bisa membangunkan nya kalau banyak bergerak."
"Cih, dapat dari mana kau kata kata itu?" Dariel menjauhkan diri.Sedikit kesal karena Andrea menolak.Membuat Andrea merasa bersalah.
"Suamiku,kau marah?" Dariel memejamkan mata,tak ingin menjawab pertanyaan Andrea.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kalau dua ronde!" Ujar Andrea memancing, dan tentu saja umpan langsung dimakan ikan.Dariel menoleh kesamping dimana Andrea berada.
"Aku ingin tiga ronde!"