Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 6


__ADS_3

"Aku tidak mau menjadi wanita simpananmu..." Dariel diam mendengarkan. "...Nikahi aku."


Deg! Dariel terpaku.Matanya membulat.


"Aku akan membantu mu,kau tidak perlu memberiku uangmu,Aku memang butuh uang, aku miskin,tapi aku tidak akan menjual anakku,aku tau aku cukup tidak tau diri meminta ini darimu,tapi,tapi Aku tidak bisa melakukannya dengan Pria yang bukan suamiku,Aku tidak mau hanya menjadi simpananmu dan melayanimu kapan kau mau,Aku ingin melayanimu karena itu memang tugasku,Beri aku status dalam hubungan ini maka aku bersedia melahirkan anakmu,setelah anak itu lahir kau boleh menceraikan ku,kau boleh mengurusnya bersama istrimu,itu lebih baik daripada menjadi simpananmu dan menikmati uang hasil dari menjual anak yang juga darah dagingku " Andrea menyeka airmata nya yang turun kepipi.


"Seumur hidupku aku banyak mendengar hinaan tentang diriku,aku tidak mau suatu hari kehamilan ku juga akan menjadi hinaan bagiku,Sepandai apapun kita menutupi nya aku tetap tidak bisa menjamin yang akan terjadi kedepannya.Maka nikahi aku kalau kau memang ingin aku yang mengandung anakmu,aku tidak memaksamu"


Setelah mengatakan itu Andrea melangkah pergi menuju tokonya.Meninggalkan Dariel sendiri memandanginya dengan tatapan yang tak terbaca.Hati Pria itu berdesir mendengar jawaban Andrea.Sejujurnya Ia keberatan kalau harus menikahi wanita yang akan mengandung anaknya,Ia masih mencintai Istrinya dan tidak ingin menduakan wanita itu, tapi mendengar jawaban Andrea,malah membuatnya merasa bersalah karena berpikir tidak perlu melakukan pernikahan.


Gadis ini bisa bisanya berpikiran sampai kesana,Dariel bimbang.


Sepanjang jalan kembali menuju kantornya kata-kata Andrea terus memenuhi pikirannya.


Sungguh Dariel dilema.Ditengah pikirannya tentang Andrea,sebuah panggilan telepon dari istrinya mengalihkan perhatian Dariel.


"Hi, Sayang?" Ucap Dariel setelah menerima panggilan itu.


"Kau tidak dikantor ya?"


"Apa kau dikantorku sekarang?"


"Iya"


"Sepuluh menit lagi aku sampai"


"Aku menunggumu"


Dariel menambah laju mobilnya setelah panggilan terputus.


Tidak sampai sepuluh menit Dariel sudah sampai diloby dan melihat Istrinya menunggu diruang tunggu dekat Resepsionis.Melihat suaminya datang, Aletta bangkit dari duduknya.Senyum bahagia terpancar diwajah cantiknya.Seperti yang biasa dilakukannya,Dariel mengapit pinggang istrinya ketika mereka berdampingan.


"Kenapa kalian membiarkan istriku menunggu disini?" Tanya Dariel dengan raut kesal pada Dua resepsionis yang bertugas.Keduanya menunduk takut.


"Sayang,sudah,jangan berlebihan begitu,aku yang ingin, mereka sudah menyuruhku masuk keruanganmu tadi"


"Kau bukan orang lain Ale,tidak seharusnya kau menganggap dirimu seperti orang lain"


"Sudahlah,jangan marah begitu.Aku bawa makan siang untuk kita!" Senyum bahagia terpancar diwajah Aletta menunjukkan kantong plastik yang dibawanya.Dariel sudah merasa kenyang karena Ia makan siang dengan Andrea tadi, tapi tidak mungkin Ia menolak makanan dari Istrinya.


"Yasudah kita keruanganku" Dariel dan Aletta melangkah bersamaan menuju lift khusus.Dua resepsionis yang berjaga memperhatikan keduanya sampai menghilang.


"Mereka selalu membuatku meleleh" Ucap resepsionis satu. "Istri Presdir sangat cantik dan juga wanita yang lembut" Sambungnya.


"Aku juga,Mereka sangat serasi, tapi sayang, belum dikaruniai anak sampai sekarang!"


"Kenapa Presdir tidak menikah lagi saja ya"


"Presdir bahkan sangat setia pada istrinya"


"Hm, sayang sekali ya,padahal seharusnya mereka sudah memiliki anak yang lucu lucu"


Diruangannya...


"Hentikan sayang,habiskan dulu makananmu" Aletta berusaha melepaskan diri saat Dariel menciumi lehernya.Dariel menurut. Mereka duduk disofa dengan posisi Aletta duduk dipangkuan Dariel.Makan sambil menyuapi Dariel dengan menu nasi goreng yang dibelinya direstoran favorit mereka tadi.

__ADS_1


"Kalau sudah kuhabiskan apa aku boleh makan dengan porsi yang lebih besar?" Aletta tergelak mengerti dengan maksud suaminya.


"Berhenti nakal, ini masih dikantor"


"Sudah lama kita tidak melakukan nya dikantor"


"Dariel,Kau mesum!" Dariel tertawa kecil.


"Kenapa tidak mengatakan padaku kalau ingin kekantor? Aku bisa menyuruh supir menjemputmu" Ucap Dariel sambil memainkan rambut istrinya.


"Aku habis bertemu teman teman sesama artis tadi direstoran favorit kita,ada project untuk photoshoot,Aku teringat dirimu dan mampir kesini" Kau darimana?"


"Aku juga habis bertemu teman"


"Oh ya,pantas tidak membawa sekretaris mu!"


Dariel mengangguk.Kemudian meneguk air yang diberikan Aletta.


"Sayang,bagaimana kabar Mama? sudah lama aku tidak melihatnya,aku ingin menemuinya tapi tidak berani" Tangan kiri Aletta bertumpu pada sofa dan tangan kanannya memainkan dasi suaminya.


"Mama baik baik saja,nanti aku akan membawamu kesana"


"Apa Mama masih mau menerima ku?"


"Kenapa tidak?Dia tidak akan melepaskan menantu sehebat dirimu begitu saja,sudahlah jangan terlalu dipikirkan.Kalau Mama sudah tenang kita akan menemuinya bersama sama"


"Kenapa kau baik sekali padaku?" Dariel menautkan alis nya mendengar pertanyaan Aletta.


"Kenapa masih bertahan bersamaku? Kenapa kau begitu baik padaku?" Aletta menatap lurus kedalam mata indah suaminya. "Apakah akan sama jadinya kalau bukan dirimu yang menikahiku dulu?" Dariel tersenyum.


"Aku sangat percaya padamu,Aku percayakan seluruh hidupku kepadamu" Hanya saja,Aku yang selalu mengecewakan mu"


"Sudahlah, jangan pikirkan aku,yang terpenting adalah kebahagiaan mu,tolong percaya saja padaku,apapun yang kau dengar tentangku diluar sana,percaya hanya kepadaku,kau mengerti?"


Aletta tersenyum mengangguk.


"Suamiku begitu romantis, I Love You!"


Aletta mengecup singkat bibir Dariel.Baru saja Dariel ingin membalas ciuman istrinya, sebuah ketukan pintu menghentikan nya.


"Apa aku mengganggu?" Itu suara Jonathan. Dariel membuang napas kesal karena acaranya terganggu.Aletta hanya tersenyum melihat raut kesal suaminya.


"Apa aku boleh masuk?" Tanya Jonathan dari luar ruangan.


"Masuklah cepat atau kutendang bokongmu pengganggu!!" Balas Dariel dan Jonathan langsung muncul dibalik pintu.


"Hi, Aletta? Bagaimana kabarmu?" Sapa Joe ramah.


"Aku sangat sehat kalau berdekatan dengan suamiku begini"


"Suami jelekmu itu?" Goda Joe.Dan Aletta langsung melotot.


"Beraninya mengatakan suamiku jelek, Dia ini Pria paling tampan didunia!" Sambil mencium pipi Dariel.


"Ada apa Joe?" Tanya Dariel.

__ADS_1


"Semua sudah menunggu diruang meeting"


"Kalian saja aku sedang menemani istriku"


"Sayang, mana bisa begitu" Aletta protes.


"Kenapa tidak bisa? kan aku bossnya!"


"Harus profesional kalau bekerja, pergilah meeting, aku akan kembali sekarang"


"Kau yakin?"


"Iya,"


"Biar kusuruh supir mengantarmu" Aletta mengangguk.Dariel pun melepas kepulangan istrinya dengan satu kecupan manis didahi.


~•~•~•~•


"Joe," Panggil Dariel setelah mereka keluar dari ruang meeting.Jonathan yang tadinya ingin kembali keruangannya menunda niat itu.Kini beralih mengikuti langkah Dariel keruangan orang nomor satu diperusahaan itu.


"Kenapa?" Tanya Jonathan setelah keduanya merebahkan diri disofa.


"Apa ada masalah?"


Apa aku harus mengatakan pada Joe kalau gadis itu ingin dinikahi?


"Kau memanggilku hanya untuk melihatmu diam begini?" Tanya Joe.Dariel menatapnya.


"Kalau gadis itu minta aku menikahinya, bagaimana menurutmu?"


Joe tidak nampak terkejut dengan pertanyaan sahabatnya.


"Memangnya Dia minta seperti itu?"


"Hanya perumpamaan, tiba tiba aku memikirkannya"


"Berani sekali dia! Kalau benar begitu kurasa pasti dia merencanakan sesuatu,Dia pasti jadi besar kepala karna berpikir kau menyukainya, lalu dia memintamu menikahinya, Jangan sampai kau tertipu dengan modus seperti itu, jangan jangan dia berniat merampas semua hartamu, Kalau dia bertingkah cari saja wanita lain! Kecuali.. kalau kau memang menyukai gadis itu." Dariel diam sejenak memikirkan perkataan Jonathan.


Apa aku buat surat perjanjian saja ya?Gadis itu sepertinya tidak akan mungkin melakukan hal hal aneh, tapi tidak ada salahnya juga berjaga jaga kan?


"Bagaimana dengan Apartemen yang kuminta kau mengurusnya?"


"Sesuai permintaan mu!"


"Yasudah, keluarlah sana, aku bosan lama lama melihat wajahmu!"


"Cih, kau sungguh Boss yang sangat tau tata krama ya, caramu mengusirku sangat sopan sekali! " Dariel terkekeh mendengar omelan Jonathan.


Setelah Jonathan keluar,Dariel menyandarkan kepalanya disandaran sofa,Menatap langit langit ruangan kerjanya itu.Bayangan gadis penjual kue itu kembali menghiasi pandangannya.Kejadian malam itu yang masih sangat jelas diingatannya.Malam itu hatinya berdebar seperti saat pertama melakukannya dengan Aletta dulu,Ekspresi gadis itu ketika menyatu dengannya,desahannya,sejujurnya Dariel menyukai semua yang ada pada gadis itu.


Dariel mengusap wajah nya kasar.Benarkah Dia menyukai gadis itu?Awalnya Ia pikir Dia hanya menyukai tubuhnya saja,tapi melihat gadis itu meneteskan air mata karenanya kenapa membuat hatinya sakit?Sama seperti ketika dilihatnya Aletta menangis.


Saat meeting berlangsung tadi pikirannya sempat tak fokus mengingat permintaan Andrea.Dan sekarang dia sudah membuat keputusan.


"Maafkan aku Ale," Bisik Dariel hampir tanpa suara.

__ADS_1


__ADS_2