Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 16


__ADS_3

"Kau sudah mau pergi?" Tanya Joe ketika Ia masuk keruangan Dariel, pria itu sedang memakai kembali jas nya.


"Kenapa? Kau mau ikut?"


"Dan menjadi obat nyamuk mu? Jangan bercanda!" Dariel tertawa kecil.


"Kau banyak senyum hari ini" Komentar Jonathan. "Seperti nya wanita itu pintar menyenangkan mu"


"Mungkin"


"Pelan pelan saja bung! Jangan terlalu ganas padanya,"


Dariel tergelak menyadari apa maksud perkataan Joe. Ia lalu menepuk pelan bahu sahabat nya sebelum meninggalkan ruangan.


Sebelum ke Apartemen Andrea,Dariel mampir kesebuah toko yang menjual berbagai alat tulis.Ia ingin membelikan Andrea beberapa buku gambar untuk Ia pakai menggambar.Lengkap dengan pensil dan cat warna.


Setelah cukup dengan barang barang yang Ia beli Dariel kembali melajukan mobilnya. Ia tersenyum puas membayangkan ekspresi bahagia diwajah Istri muda nya itu ketika menerima barang pemberiannya nanti.


Mata indah Dariel menyapu seluruh ruangan ketika Ia sudah masuk ke apartemen, tapi tidak menemukan keberadaan istrinya, ia membuka pintu kamar,kosong.Kekamar mandi, kosong. Dibalkon pun tidak ditemukannya Andrea disana. Dariel mulai panik. Dicampakkan nya barang yang tadi Ia beli kesofa dikamar itu. Dariel keluar kamar lagi, dihubungi nya nomor ponsel Andrea tapi tak diangkat.Suara ponselnya juga tak kedengaran ada disekitar ruangan apartemen itu.


"Rea dimana kau?!" Beraninya pergi tanpa seizinku!!" Dariel berteriak marah. Diraihnya vas bunga dimeja ruang tamu dan melemparkannya kedinding hingga pecah berserakan dilantai.Niat hati ingin mengejutkan Andrea tapi ia sendiri yang terkejut dengan tidak adanya wanita itu.


Klek,


Dariel menoleh ketika didengarnya suara pintu dibuka, wajah cantik Andrea kini menghiasi pandangannya.Wanita itu baru saja keluar dari ruang kerja.


OH SHITT!!


Dariel terlupa memeriksa ruangan yang satu itu.Sekarang Ia pasti kelihatan bodoh dimata Andrea.Nampak dahi Andrea berkerut melihat Dariel yang emosi dan vas yang sudah hancur berkeping keping dilantai.


"K, kau sudah datang?" Tanya Andrea takut-takut.Dariel sadar Andrea pasti kaget melihat sisi lain dirinya sekarang. Ia menghela napas,kemudian melangkah pelan mendekati Andrea yang masih berdiri diambang pintu.Dariel juga tak paham kenapa Ia harus setakut itu jika Andrea keluar dari Apartemen. Direngkuhnya tubuh Andrea, menariknya masuk kedalam pelukannya.Andrea tak menolak meski sedikit takut.


"Maaf aku menakutkan mu.. " Suara Dariel melemah. "Aku hanya khawatir kau pergi keluar sendiri.."


Andrea melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Aku tidak akan kemana mana tanpa seizinmu, aku takut didenda!" Dariel tertawa. Diusapnya lembut ubun ubun Andrea.


"Sedang apa kau didalam sana?" Tanya Dariel menunjuk ruang kerja dengan dagunya.


"Hanya melihat lihat saja. Aku sudah masak,Apa kau ingin makan?"


"Makan? Tentu"


"Sebentar aku siapkan ya?" Andrea baru saja ingin melangkah tapi tangan Dariel cepat menahan lengannya.


"Mau kemana?"


"Mau menyiapkan makan siang untukmu!"


"Siapkan saja dirimu!" Andrea menautkan alisnya mendengar kata-kata Dariel. "Aku ingin memakanmu!" Dariel menyeringai.

__ADS_1


"Kau ini!" Dariel mengaduh ketika Andrea mencubit kuat lengannya.


"Kita makan dulu! Makan yang sesungguhnya!" Ucap Andrea menekankan kata sesungguhnya. Menggandeng lengan suaminya menuju ruang makan.


"Setelah itu?"


"Suamiku,berhenti mesum, Oke? Duduk lah" Dariel tersenyum dan menurut duduk. Andrea duduk disebelahnya. Menyendokkan nasi dan lauk yang Ia masak tadi kepiring Dariel.


"Makanlah." Dariel diam.


"Aku tidak ingin makan."


"Kenapa? Tidak suka sayurnya?" Tanya Andrea mulai resah.


"Aku ingin makan kalau disuapi."


......


"Hentikan,geli" Andrea mengambil tangan Dariel yang usil menggelitik kulit lehernya.


"Aku suka leher ini..." Bisik Dariel lalu mengecup ceruk leher Andrea lembut membuat wanita itu menggigit bibir nya kuat merasakan rasa aneh yang menjalar.Dariel mengeratkan pelukannya pada tubuh Istrinya itu.


"Leherku sudah seperti di cat tauuuu, merah semua!" Dariel tergelak.


"Aku harus mencari pakaian yang pas untuk menutupi leherku didepan Dira!"


"Bagaimana Dira?"


Dariel tersenyum. "Kenapa harus marah?"


"Aku takut saja!"


"Kau tidak mengerjakan apapun kan? jangan menyusahkan dirimu, ingat?" Suara Dariel tepat disamping telinga Andrea.Andrea mengangguk.


"Aku hanya memasak makan siang kita.Dira sudah bangun pagi pagi sekali dan membersihkan semua ruangan.Dia sangat cekatan! "


"Ohya? Bagiku kau juga cekatan,dalam hal ranjang...hahaha" Andrea mencubit kuat tangan Dariel yang melingkar diperutnya.


"Aw Aw.. sakit... teganya kau..."


"Rasakan itu!"


"Rea?"


"Ya?"


"Tidak ada. Hanya ingin memanggil mu saja." Andrea tertawa kecil.Dariel membenamkan wajahnya diceruk leher Andrea.Mengendus aroma wangi tubuh istri mudanya itu. Insting kejantanan nya kembali muncul, tapi Ia tau Andrea pasti masih lelah habis melayaninya tadi.


"Sudah hampir jam 4,kau tidak kembali?"


"Mengusirku?" Andrea tergelak.

__ADS_1


"Tidak. Tidak berani." Andrea memutar tubuhnya menghadap Dariel.Memandangi wajah tampan suaminya itu.


"Kenapa? Kau suka wajah tampan ku?"


"Cih, narsis!"


"Katakan saja kenapa malu?"


"Aku biasa saja Tuan Dariel yang terhormat! Kau itu jelek!"


"Kau mengatakan apa barusan?!" Dariel menggelitik leher Andrea membuat wanita itu meronta kegelian.


"Sudah,hentikan,ampun!"


"Katakan dulu aku tampan!"


"Aku tampan!" Hahaha! " Andrea tak kuasa menahan tawanya ketika tangan Dariel kini berganti menggelitik kulit pinggangnya.


"Kau ini benar benar! Apa kau ingin mati kegelian,hm?" Belum menghentikan aksinya.


"Iya iya! sudah aku tidak kuat lagi! Ampuni aku Tuan Dariel yang tampan!"


"Katakan sekali lagi!"


"KAU TAMPAN! PUAS?" JAUHKAN TANGANMU!"


Dariel menurut, membiarkan Andrea mengatur nafasnya sejenak.


"Ahhh sial aku hampir saja mati lemas!" Omel Andrea setelah nafasnya teratur kembali. Dariel hanya tertawa kecil mendengar itu.


"Rea?"


"Heemm?"


"Ayo mandi bersama lagi!"


"Hah?Tidak mau!" Menarik selimut sampai menutupi wajah nya yang terasa panas mendengar ajakan Dariel.


"Kenapa?"


"Tidak,Tidak,mandi saja sana sendiri!" Dariel terkekeh.


"Kenapa? Aku ingin kau menggosok punggung ku!"


Kau pasti akan menyuruh ku yang lain juga nanti! Aaaaa aku menyesal mengajak mu kemarin!!


Tidak ada jawaban. Dariel mengerut kan dahi melihat Andrea yang diam tak bergerak. Lalu Ia menarik paksa selimut yang menutupi wajah istrinya itu, Andrea nampak menutup matanya.


"Pura pura tidur tidak akan menyelamatkan mu! Asal tau saja!" Dariel bangkit dan menggendong paksa tubuh Andrea ala bridal style,Andrea kaget namun akhirnya tertawa juga,tadinya Ia berpikir kalau Dariel akan membiarkan nya kalau ia menutup matanya lagi.Sejujurnya Ia agak lelah.


Tuh kaaaaannnn!!!! menggosok punggung apanya!!! Tuan Dariel apa kau maniak? Astaga! aku juga akan gila kalau seperti ini terus!! berhenti membuat kissmark!!

__ADS_1


Dibawah guyuran shower Dariel kembali memuaskan hasrat nya.


__ADS_2