Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 27


__ADS_3

"Kau ingin buah tapi secuil pun tidak kau sentuh,sia sia aku keliling mencarinya! Aish, baby, Ibu mu ini sungguh keterlaluan,atau jangan jangan kalian sekongkol ya?" Andrea tersenyum geli menyaksikan Livya bicara didepan perutnya yang masih rata itu.


"Kak, apa dia bisa mendengarku?"


"Tidak tau.Mungkin saja.Bicaralah yang sopan, aku tidak mau anak ini setelah dewasa cara bicaranya kurangajar seperti mu!"


Livya mengerucutkan bibirnya.


"Kakek dan Nenek akan datang sebentar lagi, babe,kau pasti tidak sabar melihat seperti apa wajah nenekmu kan? Dia itu tidak buruk, tapi mengerikan, aish, aku iri padamu yang punya Ibu secantik kakak ku!" Livya bicara lagi pada perut Andrea, Andrea tak kuasa menahan tawanya.


"Gadis nakal, berhenti menjelekkan Ibumu!"


Tak lama Peto dan Maria datang.Setelah bercengkerama cukup lama menjelang malam setelah berdebat dengan Livya akhirnya Peto dan Maria mengalah pulang,meninggalkan Andrea dan Livya diruangan itu berdua.


"Kak,kapan suamimu akan kembali? Kau sudah menghubungi nya kan? Masa Istri sedang hamil begini dia masih memilih bekerja sih?!"


"Aku tidak tau, dia tidak mengatakannya." Andrea menunduk sedih.


"Kau sepertinya sangat merindukan tuan tampan itu ya? Sabar yaaaa.." Livya duduk disamping Andrea,mengusap lembut punggungnya.


"Ini sudah malam,sebaiknya kau istirahat,aku akan menjagamu." Andrea menurut. Dibaringkannya tubuh rampingnya itu dan mulai menutup mata.Livya masih setia disampingnya.

__ADS_1


Andrea terbangun ketika merasakan dahaganya kering.Posisinya yang tadi membelakangi Livya,dibalikkan nya perlahan. Matanya yang masih menyipit kini terbuka sempurna ketika melihat satu sosok didepannya.Pria tinggi berparas tampan berkulit putih bersih sedang berdiri sekitar dua meter memandanginya. Tatapannya datar.Andrea terduduk,menoleh kesana kemari tapi tidak menemukan keberadaan Livya diruangan itu.


Andrea mengucek matanya berulang kali.


"Tidak,tidak mungkin ini nyata.Aku pasti mimpi kan? Aku akan tidur lagi, aku akan keluar dari mimpi ini, aku tidak mau melihat wajahnya! Tidak mau!"


Andrea merebahkan dirinya lagi membelakangi sosok yang dikenalnya itu. Berusaha untuk tertidur lagi agar bisa menghentikan mimpinya.


Sentuhan hangat dilengannya membuat Andrea tersadar yang ia pikir mimpi bukanlah mimpi. Tangan kekar itu menyentuhnya. Sentuhan yang lama ia rindukan.Andrea mulai terisak.Masih membelakangi Pria itu Ia menangis.Pria itu ikut merebahkan diri di bangsal dan memeluk tubuh Andrea dari belakang.Memeluk erat.Satu tangannya masuk kedalam baju Andrea dan mendarat diperut rata wanita itu. Mengelusnya lembut. Andrea makin terisak.


"Dariel junior,kau sudah ada diperut Ibumu rupanya.." Bisiknya ditelinga Andrea. "Ibumu bilang aku jahat dan ingin mencarikan mu Ayah baru,Apa apaan itu.. Ibumu suka sekali membuatku gemas,Mana ada Pria sehebat diriku untuk jadi Ayahmu!" Tertawa hambar. "Son,maafkan aku tidak menyambut kedatangan mu,Ibumu benar, aku jahat,tapi kau akan memaafkan ku kan? Ibumu sangat murah hati.Kau juga harus seperti dia,kau mengerti?Aku sayang kalian..."


"Aku tidak bilang aku tak akan kembali kan? Aku tidak mungkin membiarkan anakku punya ayah baru,hanya aku yang akan jadi Ayahnya,satu,selamanya.."Maafkan aku Rea, Aku sayang padamu.."


Pria yang tak lain adalah Dariel itu mengecup lama ubun ubun Andrea.Ia rindu aroma harum rambut darkbrown Istrinya ini. Andrea masih terisak,Ia berusaha melonggarkan pelukan Dariel ketika merasakan bibir Pria itu mulai nakal,tapi sia sia saja.Rasa rindu Pria itu membuatnya begitu egois atas tubuh Andrea. Nafasnya menderu menciumi leher yang disukainya itu,tak peduli dengan rintihan Andrea yang minta dilepaskan.Tangan nya yang tadi mengelus perut kini sudah mulai naik kedada.Merengkuh kenikmatan dari dua benda sintal disana.


Andrea tak kuasa menolak,nyatanya Ia memang menginginkan kehangatan ini sejak beberapa hari terakhir. Ia kesepian.Tangisnya sudah mulai berganti dengan desahan halus.


"Berbaliklah..." Andrea ragu mendengar perintah Dariel. Ia masih tak sanggup rasanya menatap wajah tampan Dariel.Jujur saja Ia masih merasa marah.Ia sakit hati.


"Aku rindu milikku,berikan aku milikku..." Suara serak Dariel terdengar bagai alunan merdu ditelinga Andrea.Hatinya berdesir. Dia hanya wanita biasa.Dia jatuh cinta dan tergila gila. Begitu mudahnya bagi Dariel menaklukkan hatinya,menundukkan kemarahannya. Membuat perasaannya kembali bergemuruh indah.

__ADS_1


"Kau yang akan memberikan nya atau aku yang akan memaksa mengambilnya?" Pelan tapi penuh penekanan.Bibir dan tangannya masih bergerilya.


"Kau memang jahat,dimana moralmu sebagai suami? Aku ini istri atau ******* bagimu,hm?" Ujar Andrea sambil menahan sentuhan nikmat Dariel ditubuhnya.Tapi sentuhan itu seketika terhenti.


"Setelah meninggalkan ku tanpa penjelasan seenaknya kau datang dan meminta milikmu, Kau anggap apa aku ini? Aku menikah dengan mu tapi kenapa rasanya aku menjual diri ya? Aku tidak punya kesempatan untuk membela diri,aku tidak boleh bilang aku tidak mau. Kau tidak perlu berkata sopan dan aku harus selalu menerimanya,begitu kan?" Suara Andrea pelan tapi cukup menggigit ulu hati Dariel.


"Kenapa kau kejam sekali Sayang? Kau boleh hukum aku dengan apapun untuk kesalahan ini,tapi jangan merendahkan dirimu,Aku sama sekali tidak bermaksud memperlakukan mu seperti itu,Aku hanya kelewat menginginkan dirimu.Aku menderita menahan diri tujuh hari jauh darimu,Aku yang salah berpikir jauh darimu bisa melupakan kemarahan ku soal kata katamu malam itu, rasanya aku hampir gila ketika keberangkatan ku ke Ibukota harus ditunda beberapa jam,Aku frustasi ketika tidak menemukan mu dirumah dan hatiku sakit sekali melihat mu terbaring lemah disini. Kau menanggungnya sendiri sedangkan aku sibuk dengan emosiku.."


Dua butir air bening kembali lolos dari pelupuk mata Andrea.


"Kau kembali karena anak ini kan?" Selidik Andrea. "Bukan karena kau memang harus pulang karena ingin melihat keadaanku, bukan karena merindukan aku seperti katamu kan? Tidak apa apa,tuan.. Kau tidak perlu bersikap manis padaku seperti ini, kau mengatakan hal hal manis hanya untuk menenangkan ku kan? Aku baik baik saja tenanglah,aku akan menepati janjiku,aku akan memberi mu anak, hanya anak, tidak hatiku.."


Andrea bangkit,duduk.Tanpa mau melihat wajah Suaminya Andrea dengan sisa sisa tenaga yang ada melangkah pelan menuju jendela.Menatap lurus keluar, melipat kedua tangan didada sambil tangannya sesekali menyeka airmata dipipinya.Tanpa Ia sadari Dariel juga menitikkan airmata dibelakangnya.Dariel kembali memeluk Andrea.


"Aku salah bicara ya? Katakan apa yang harus kulakukan agar kau memaafkan ku,hm? Jangan begini padaku,Rea ku mohon...Aku memang menginginkan anak, tapi aku bersumpah Rea aku merindukanmu,aku memang ingin menghubungi mu sebelum aku membaca pesan pesanmu,aku sangat berterimakasih akhirnya dia ada dirahimmu, anak kita...aku mohon maafmu karena menghilang selama itu,aku marah sekali saat kau mengatakan tentang suami kedua apalah itu, aku marah padamu, segitunya kau tidak menginginkan aku dihidupmu sampai kau sudah memikirkan orang lain sedini ini..."


Tiba tiba Andrea terkekeh.Membuat Dariel menautkan alisnya.Tubuh Andrea berguncang karena tawanya yang semakin lama semakin jelas. Dariel melepaskan pelukannya ketika Andrea membalikkan badan menghadapnya,mata Dariel tajam memandang Andrea yang nampak menertawakan nya.Raut sedih itu sudah tidak terlihat lagi menggelayut diwajah cantik Andrea.Hanya ada raut kebahagiaan disana.


Andrea menghambur kepelukan Dariel yang masih shock dengan tingkahnya. Andrea mengangkat wajahnya menatap Dariel yang juga menatapnya bingung.Detik berikutnya Andrea menjinjitkan kakinya agar tubuhnya sedikit lebih tinggi. Bibirnya berusaha menggapai milik Dariel, Andrea mengecupnya sekilas.Dua kali.


"Kena kau! Haha! Bagaimana? aktingku bagus kan?" Mengerling nakal pada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2