Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 80


__ADS_3

"..Aku tidak lagi mencintaimu.."


Aletta tertegun sesaat dengan apa yang baru saja didengarnya. Mata mereka lekat beradu. Dariel yakin seyakin yakinnya dengan yang ia katakan, yang ia rasakan. Menatap mata Aletta saja rasanya sudah biasa saja, tak seperti dahulu ketika diantara mereka masih ditumbuhi bunga bunga cinta.


Aletta bangkit bergerak mundur membuat mereka sedikit berjarak. Dua butir air bening sudah turun mengikuti alurnya. Aletta tak percaya Dariel akan mengatakan ini padanya. Bahkan mata Pria itu meyakinkan nya. Menyadarkan Aletta bahwa mata indah itu bukan kepemilikannya lagi, tidak ada cinta lagi disana. Semua berubah.


JADI YANG DIKATAKAN ANDREA DIRUMAH SAKIT WAKTU ITU BENAR?


"Aku tau kau pasti terluka tapi aku tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama darimu.."Kau pasti bisa menemukan laki laki yang lebih baik daripada aku Ale.." Aletta tertawa sedih sambil menyeka airmata nya.


"Bagaimana kalau aku tidak bisa menemukan Pria itu?"


Belum sempat Dariel menjawab, Aletta bergerak menuju laci meja dan menyerahkan sebuah map pada suaminya. Dariel menatap pemberian Aletta.


"Karna Dia kau seperti ini padaku kan? Karna Dia kau tega ingin meninggalkan aku! Lihat ini! Dia bahkan melepaskanmu!" Dariel membuka isi map yang diberikan Aletta. Tidak lain dan tidak bukan, surat gugatan cerai yang sudah ditanda tangani oleh Andrea. Teriris juga hati Dariel membacanya.


Aletta merengkuh kedua pipi Dariel.


"Lihat aku, dan katakan padaku bagaimana seharusnya aku bersikap agar kita bisa baik baik saja,hm? Jangan seperti ini kumohon.."


Dariel melepaskan tangan Aletta.


"Jangan memohon lagi, kau tidak salah sedikitpun, Aku akan urus semuanya. Terimakasih untuk selama ini." ucap Dariel tegas tanpa menjawab pertanyaan Aletta, kemudian bangkit dan melangkah menuju keluar kamar. Begitu membuka pintu ia sedikit terhenyak menemukan Nyonya Lee sudah didepannya sambil menggendong David. Ya, wanita paruh baya itu tadinya ingin masuk begitu Aletta mengabari Dariel sudah bisa berjalan setelah kemarin mengalami koma kakinya terasa kaku untuk digerakkan. Tapi belum sempat membuka pintu, ia mendengar sesuatu yang menyakitkan dari dalam sana, sebuah pengakuan.


Dari pintu yang terbuka Nyonya besar keluarga Lee juga sempat bertemu tatap dengan menantu pertamanya itu. Semua membisu untuk beberapa saat.

__ADS_1


"JADI KAU INGIN KITA BERPISAH?" tanya Aletta menghentikan niat Dariel yang ingin kembali melanjutkan langkah. Masih ada Nyonya Lee disana. "Bagaimana aku harus berkomentar tentang ini? aku adalah korban. Aku juga yang harus mengalah atas keputusanmu tanpa boleh berpendapat? Cih, lucu sekali. Aku jadi penasaran, apa yang dilakukan wanita itu sampai kau seperti ini Dariel? Semudah ini kau mendepakku dari hidupmu."


Dariel memijit pelipisnya kuat.


"Apa ini penyakit keturunan keluarga ini? Dulu Ayahmu juga ketahuan berselingkuh sebelum meninggal, sekarang kau!"


"TUTUP MULUTMU!" Dariel membentak. Matanya dipenuhi api kemarahan yang menyala nyala siap membakar Aletta. Aletta tersenyum kecut tiada rasa takut. Sakit hatinya lebih besar daripada ketakutannya.


"Semoga saja David kelak tidak menuruni kelakuanmu! Entah akan berapa banyak lagi wanita yang tersakiti didunia ini karena para pelakor seperti Andrea!"


"ALETTA!" Dariel ingin menampar wajah cantik Aletta tapi Nyonya Lee cepat menahannya.


"Dariel hentikan! Jangan menuruti setanmu! Ingat Aletta masih istrimu!" Dariel menggeram. Menendang pintu kamar sekuat tenaga hingga menimbulkan suara keras.


"Kau tau seberapa sakitnya, kenapa kau tega melimpahkan semua ini kepadaku?"


"Diamlah Ale," Nyonya Lee angkat bicara. Ia geram juga dipojokkan seperti ini. "Apa yang dilakukan mendiang suamiku bukan urusanmu, membahasnya sama saja kau menantangku, jika tidak tau cerita sebenarnya maka jangan kau biarkan bibirmu itu berceloteh tentang itu, ingat ini lain kali!"


"Aku tidak takut apapun lagi, Ma." Apa kalian akan membunuhku jika aku salah bicara lagi? Bahkan aku pun sudah hampir merasai mati sekarang..." Aletta tertunduk.


Nyonya Lee mendekati Aletta yang menangis. Merangkulnya.


"Semua memang kesalahanku, aku yang menyuruh anakku menikah lagi agar mendapat keturunan. Tapi mereka saling jatuh cinta, itu bukan kemauanku. Lagipula tidak ada cinta yang salah didunia ini, waktu dan keadaan yang membuatnya terlihat salah. Kita semua hanya manusia biasa. Tidak bisakah kau mengikhlaskan Dariel? Lanjutkan hidupmu dengan bahagia dan bukalah hatimu untuk seseorang yang akan datang dimasa depan..."


Aletta menghambur kepelukan mertuanya. Menangis tersedu sedu. Begitu juga Nyonya Lee, bagaimana pun Aletta, jauh didalam hatinya tersimpan rasa sayang yang mendalam untuk anak menantunya itu.

__ADS_1


"Maafkan kekasaranku tadi, Ma.." Aletta luluh. Nyonya Lee mengangguk pelan. Mereka masih berpelukan.


"Bagaimana pun hubunganmu nanti dengan Dariel, aku tetaplah Mamamu, kita tidak boleh saling melupakan.." Aletta balas mengangguk. Dariel hanya diam berdiri diambang pintu mendengarkan keduanya.


"Baiklah, aku akan mengikhlaskan mu dengan satu syarat.." Kini Aletta bicara dengan nada rendah menatap pada sosok tampan beraura kuat itu. Dariel balik menatap. Kemarahannya sudah memudar. Membahas tentang masa lalu keluarganya memang terasa menjengkelkan. Semua orang selalu asal, mengira Ayahnya pernah berselingkuh dan meninggalkan Mamanya. Yang tau kebenaran itu hanya Dariel dan Nyonya Lee. Bahkan Aletta saja tidak pernah ia beritahu. Tidak perlu membahasnya.


"Aku punya permintaan Dariel.."


"Apa kau ingin semua kekayaanku?"


"Apa kau akan memberikannya demi Andrea?" Dariel menggeleng.


"Aku memberikannya demi kau.." Aletta tersenyum hambar. Lalu menggeleng.


"Aku tidak butuh semua itu.Aku ingin yang lain.. Aku ingin kau menungguku." Dariel menautkan alisnya mendengar permintaan Aletta. "Kalian bilang aku akan menemukan Pria yang lebih baik suatu saat nanti kan? Jadi bisakah kau menungguku, tunggu aku menemukannya.."


"Apa maksudmu?" Aletta menyeka sisa sisa airmata dipipinya, setelah satu tarikan nafas lolos Aletta menjawab.


"Sebelum aku menemukan penggantimu, ah tidak, begini saja, sebelum kupastikan hatiku sudah bisa melupakanmu, Jangan temui Andrea. Itu permintaanku. Cukup adil untukku.."


Jika aku belum bahagia karena ditinggalkan olehmu maka Andrea juga tidak boleh merasai kebahagiaan darimu Dariel.. Itu tidak adil. *Biarkan aku menyik*samu dulu dengan cintamu.. Kita harus merasai sakit yang sama.


Tenggorokan Dariel serasa tercekat mendengar permintaan Aletta. Belum sempat ia menyangkal, Aletta sudah lebih dulu melanjutkan kalimatnya.


"..Buktikan padaku, bahwa cintamu padanya bukan nafsu semata, jika kau benar mencintainya kau pasti mau menunggu kan? Tanda tangani surat cerai kalian dan kau boleh kembali padanya setelah kupastikan aku bisa hidup normal lagi tanpamu, dengan seseorang yang lain ataupun tidak. Aku juga tidak yakin akan menikah lagi setelah ini."

__ADS_1


__ADS_2