Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 69


__ADS_3

"Sayang, kau sudah mengganti ponselmu?" tanya Andrea ketika Ia dan Dariel tersambung via telepon keesokan harinya. Ia tau kalau ponsel Dariel rusak kemarin karena Pria itu membanting nya, mengamuk tidak menemukan Andrea ditempat.


Sudah.


"Sedang apa sekarang?"


Aku sedang menyetir.


"Jadi kau sudah berangkat ya? Yasudah, selamat bekerja Tuan!"


Baiklah, sampai jumpa nanti. Aku mencintaimu.


Andrea tersenyum dan memutuskan panggilan. Baru berselang dua menit ponsel kembali berdering, kali ini video call. Andrea menautkan alisnya melihat nama penelepon. Siapa lagi kalau bukan suaminya.


Andrea melambai begitu terhubung dengan Dariel kembali. Wajah tampan Pria itu menguasai layar. Tersenyum kearahnya.


"Kau sedang menyetir kenapa video call?" tanya Andrea sedikit cemberut.


"Sebentar saja, ingin melihatmu! manatau aku tidak punya kesempatan lagi setelah ini!"


Andrea tertawa kecil.


"Bicaramu seperti kita tidak akan bertemu lagi saja, kenapa? Apa kau tidak akan datang siang ini?"


"Aku tidak yakin masih bisa bernafas dengan baik jika tidak menemuimu! Aku pasti akan sesak dan mati karena merindukan Istriku!"


"Cih, Gombal sekali..." Dariel tergelak.


"Melihatmu seperti itu rasanya tidak sabar menunggu siang!" Ujar Dariel setelah melihat Andrea yang ternyata masih berbalut selimut yang menutupi sampai batas dadanya.


"Hentikan pikiran mesummu, aku akan mandi. Dah.." Andrea melambai.


"Cium aku dulu Rea!" Andrea tertawa kecil tak menurut. Panggilan diputus.


"Tuan mesum yang tampan, cepatlah datang!!" gumam Andrea mengusap layar berisi wallpaper dirinya dan Dariel itu, kemudian mengecupnya. Tertawa kecil lagi sambil bangkit dari pembaringan.

__ADS_1


"Bu Lila tolong buka pintunya." ujar Andrea begitu mendengar suara bel berbunyi. Ia sendiri selesai mandi langsung menuju kulkas mengambil potongan buah yang sudah tersedia dan membawanya menuju ruang tamu. Ingin duduk dan menikmati buah disana. Andrea menduga duga juga dalam hati siapa kiranya tamu itu. Tentu saja bukan suaminya. Dariel yang punya semua ini, ia bisa keluar masuk dengan mudahnya. Lagipula ini masih pagi, mungkin saja mertuanya? bisa jadi. Wanita paruh baya itu memang suka datang tiba-tiba tanpa mengabari lebih dulu.


Kedua bola mata Andrea mengikuti langkah Lila yang kian mendekat kepintu.


Sekotak buah langsung terjatuh dari genggaman Andrea begitu menyadari raut wajah cantik siapa yang datang menemuinya.


Andrea yang tadinya ingin duduk langsung mengurungkan niatnya, kaku begitu mata mereka bertemu.Wanita cantik dengan tubuh semampai berdiri tegak diambang pintu begitu pintunya terbuka. Beberapa menit berlalu dengan saling menatap. Lila sampai dibuat bingung dengan sikap keduanya. Seperti ada sesuatu yang tidak beres sedang berlangsung. Sesaat ia tersadar siapa yang datang ini, jangan jangan... Lila menduga duga.


Tidak salah lagi. Aletta lah orangnya. Istri pertama Dariel Lee.


"Kau terkejut sepertinya..." ujar Aletta sambil tersenyum menyimpan sendu. "Kau tau siapa aku kan?" Andrea tak menjawab, belum bisa menggerakkan lidahnya.


"Boleh aku masuk?" Kini Aletta melirik Lila yang ikutan terdiam melihat reaksi Andrea. Lila mengangguk cepat.


"Tentu, silakan masuk Nyonya.." ucap Lila mempersilakan. Aletta masuk dan melangkah mendekat pada Andrea, tak bisa dipungkiri lagi detak jantung Andrea kini serasa dipompa.Ia menunduk sopan begitu mereka berhadapan.


"Si,silakan duduk Nyonya!" Ucap Andrea gugup. Aletta menurut.


"Bu Lila,tolong buatkan minum." Lila mengangguk lalu segera mencicing kedapur. Andrea ikut duduk.


"Tempat ini sedang berantakan,maaf kalau anda tidak nyaman Nyonya .." Andrea berusaha menetralisir keadaan. Meski ia sadar betul kemungkinan berhasilnya kecil, dari sorot mata Aletta ia sendiri bisa menebak kemarahan yang terpancar meski berusaha ditutupi oleh sikap anggunnya. Beberapa menit keduanya saling diam sampai Lila hadir ditengah tengah mereka dengan nampan berisi dua gelas minuman.


"Berapa bulan usia kandunganmu?" pertanyaan yang tak diduga duga Andrea.


"Sudah tujuh bulan.."


Tatapan menilai dilontarkan Aletta. Sejak dari rumah tadi tangannya sudah gatal ingin mencakar wanita simpanan Dariel ini. Tapi entah bagaimana melihat wajah cantik Andrea dari dekat seperti ada rasa sejuk yang menjalar. Kemarahannya seolah perlahan mereda sekaligus membuat rasa percaya dirinya runtuh seketika. Sisi lain dirinya menilai Andrea gadis yang baik, tapi benarkah wanita perebut suami orang bisa dikatakan orang baik?


"Kenapa kau merebut suamiku?" tanya Aletta dingin. Andrea sampai menelan salivanya.


"Aku, aku tidak merebut siapa siapa Nyonya. Ini terjadi karena kesalahpahaman!" Andrea berusaha membela diri. Toh memang begitu kejadiannya. Aletta tersenyum kecut.


"Apa kau menyukai suamiku?" Dada Andrea bergemuruh mendengar pertanyaan satu ini. Sangat tidak pantas jika ia mengakuinya kan? Melihat Andrea diam tanpa jawaban hati Aletta tergores, Jelas saja. Wanita mana yang tidak menyukai seorang Dariel Lee? Pria dengan pesona yang tidak biasa. Bahkan Aletta harus bersikap merendah sekarang untuk mempertahankan rumah tangganya.


"Kita sama sama perempuan, teganya kau melakukan itu padaku..."

__ADS_1


"Nyonya,aku,"


"Siapapun kau, darimanapun asalmu aku tidak perduli.Tolong tinggalkan suamiku setelah anak itu lahir!"


Dua air bening sudah turun dari mata Andrea.


"Jonathan bilang kalian akan bercerai setelah bayi itu kau lahirkan, bukan?tolong lakukan seperti yang kudengar."


Tapi jika aku m**eninggalkan suamiku maka Dia juga akan meninggalkan mu Nyonya!


"Jujur saja aku marah dan kecewa pada kalian berdua, tapi aku sadar, aku tau kekuranganku. Tapi kalau kau punya hati tolong jangan ambil Dariel dariku. Dia segalanya bagiku, masih banyak Pria lajang diluaran sana untuk kau jadikan suami, kan? Mohon belas kasihmu!" Ucap Aletta menahan tangis. "Aku akan memberikan berapapun uang yang kau minta asal setelah ini kau tidak lagi mengganggu rumah tanggaku!"


Lila yang mencuri dengar dari balik dinding dapur setelah mengantar air minum untuk dua majikannya ikut merembes.


"Dariel tidak tau aku disini. Tidak perlu mengatakan padanya. Aku sudah memikirkan hal ini semalaman, Aku akan menerimamu, hanya sampai anak dalam kandunganmu lahir, aku akan merawatnya setelah dia lahir."


Andrea diam seribu bahasa. Tidak tau harus bilang apa. Bukan Ia tidak memikirkan Aletta sebagai sesama wanita, pun jika ia dianggap perusak, bukan sengaja ia melakukan hal itu. Jika waktu bisa diputar ia lebih memilih untuk tidak pernah mengikuti kemauan Livya kepesta waktu itu. Sampai ia harus jatuh cinta pada suami orang dan bersedia membantu Pria itu mendapatkan anak, tanpa sadar dengan bodohnya telah memilih jalan berliku.


Belum sempat obrolan keduanya berlanjut, dering ponsel milik Aletta berbunyi. Dengan gerakan cepat wanita itu meraih benda pipih itu didalam tas. Sambil menyeka airmata yang sudah lepas dari jerat Aletta menjawab panggilan yang ternyata dari Jonathan.


"Ada apa Joe?"


"Ale, segeralah kerumah sakit Xxx!" Suara Jonathan panik.


"Kenapa?"


"Dariel kecelakaan!!"


"Apa?!" Telepon genggam itu terlepas dari genggaman Aletta. Buru buru Ia bangkit dari duduknya membuat Andrea menautkan alis bingung sekaligus penasaran.


"Nyonya," Andrea menahan lengan Aletta yang bersiap pergi. "Apa sesuatu terjadi?" Andrea menberanikan diri bertanya, hatinya pun kini tiba tiba dirundung gelisah. Pikirannya mulai ikut berhipotesa kalau sikap Aletta kemungkinan ada hubungannya dengan Dariel. Kenapa ia sepanik itu?


"Kau tidak perlu melihatnya!"


"Maksud Nyonya?"

__ADS_1


Aletta tak menjawab. Menepis tangan Andrea dan segera berlalu. Sepeninggal Aletta, Andrea langsung mengambil ponsel nya dikamar, mencari kontak dengan nama Dariel. Menghubunginya tapi tidak aktif. Begitu terus sampai beberapa kali. Perasaan nya jadi tak karuan.Tidak ada kontak siapapun lagi dalam keluarga Dariel yang bisa ia hubungi, bahkan nomor Nyonya besar pun ia tidak punya. Andrea terduduk dibibir ranjang menahan resah.


"Tuan, apa sesuatu terjadi padamu?" batinnya.


__ADS_2