
"Kenapa baru menghubungi ku? Aku khawatir tau?Kau ini kenapa sih, kau aneh Dariel!kau pulang ke tanah air tanpa menunggu persetujuan dariku,ponselmu nonaktif! Ada apa sebenarnya?ada yang kau sembunyikan?"
"Ale, bukankah sudah kukatakan dipesan ada masalah di proyek baruku?Kau bisa tanyakan pada Joe kalau tidak percaya! aku tidak punya banyak waktu kalau harus menunggu mu,
maafkan aku..."
Terdengar Aletta menghela nafas berat disana.
"Yasudah,maafkan aku kalau tadi nadaku tinggi padamu, aku khawatir sekali.Aku tidak bisa fokus shooting,sebenarnya aku masih ingin bicara denganmu,tapi aku masih ada scene.Aku akan selesaikan ini segera dan kembali, oke? Kau makanlah dengan benar,jangan terlalu memikirkan pekerjaan,kesehatan mu juga penting kau mengerti?"
"Terimakasih Ale.Aku sayang padamu."
"Aku juga sayang padamu,aku tutup telfonnya"
Sambungan diputus.Dariel menghembuskan nafas,gusar.Ia benar benar dilema.Semakin lama semakin banyak kebohongan yang Ia bangun untuk menutupi keberadaan Andrea disisinya.Benarkah Ia masih mencintai Aletta? Benarkah Ia kini mencintai Andrea? Kalaupun iya,bisakah satu hati mencintai dua hati sekaligus?
Pandangan Dariel jauh menembus jendela kaca dikamar itu.Ia sungguh prihatin dengan keadaannya sendiri.Seumur hidup Ia tidak pernah berniat ingin jadi Pria brengsek seperti ini. Dua wanita sekaligus? Cih, Dariel merasa kalah oleh permainan yang dibuatnya sendiri.
Ia terlalu egois.Keinginan nya akan kehadiran seorang anak, dan memberikan cucu untuk Mamanya sudah membuatnya menyakiti hati sesempurna milik Aletta.Tapi menceraikan Andrea juga tidak mudah rasanya,bahkan memikirkannya saja hati Dariel sakit. Andrea dan Aletta memang dua wanita dengan latar belakang berbeda, tapi hampir keseluruhan mereka memiliki kesamaan.Tidak hanya cantik fisik, keduanya pun memiliki kecantikan hati.
Lima tahun.Selama itu Ia membina rumah tangga bersama Aletta.Tidak pernah wanita itu mempermasalahkan apapun tentangnya. Tapi emosi dan perasaan nya tidak sebrutal yang dirasakannya pada Andrea.Dengan Andrea bahkan sebulan pun belum genap pernikahannya.Tapi wanita itu seperti sudah mengalihkan dunianya.Menariknya jatuh dalam lubang kelemahan dan menguasai pikirannya.Dariel menoleh kearah Andrea yang sedang tertidur.
Dariel menyunggingkan bibirnya menatap wajah cantik yang terlelap itu.Bibir kemerahan itu. Begitu manis.Kembali Ia menatap kosong keluar jendela.
"Ale,maukah kau memaafkan dosa dosaku? Aku jatuh cinta padanya,aku mengkhianati mu. Kalau kuberitahu padamu tentangnya maukah kau menerimanya? Bisakah? Betapa bodohnya aku berpikir semua rencana ini akan berjalan sesuai kemauanku,tidak perlu menikah?Hanya ingin anak? Huh lihat, aku mengingkari kata kataku. Bahkan aku tetap tidur dengannya meski setelah aku tau dia hamil, aku memang menjijikkan! Aku tidak bisa menahannya. Ale, aku melakukan ini bukan karena aku kecewa padamu karna tidak bisa memberikan aku keturunan,tidak sama sekali. Tapi karena aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta padanya setelah malam itu.. Aku merasa ingin memilikinya meski dia akan memberiku anak atau tidak. Aku salah Ale,harusnya aku meminta izinmu kan? Semua ini salahku. Sekarang aku tidak tau harus bagaimana menghadapi mu. Bagaimana aku harus mengatakan ini.
"Ternyata kau tidak tidur?" Suara Andrea membuat perhatian Dariel beralih.Nampak Andrea sudah membuka mata meski tubuhnya masih terbaring.
Apa yang kau pikirkan Tuan? Memikirkan Nyonya muda kah? apa sekarang kau menyesal menikahiku? Tolong jangan tunjukkan wajah sedihmu itu didepanku..Katakan padaku aku harus apa?
Andrea bangkit dari tidurnya. Menggulung rambutnya asal,sekedar mencoba terlihat baik baik saja padahal ada bagian yang nyeri didalam tubuhnya.Lalu melangkah mendekati Dariel yang berdiri didekat jendela.
"Butuh teman?" Andrea mengerling nakal sambil bersandar didinding melipat kedua tangannya didada setelah berdiri dihadapan suaminya.Sudut sudut bibir Dariel terangkat membentuk senyuman melihat tingkah Istri mudanya itu.Kedua tangannya yang sejak tadi Ia sembunyikan disaku kini Ia keluarkan untuk menarik Andrea dan memeluk tubuh itu dari belakang.
"Kenapa kau bangun,hm?Kau harus banyak beristirahat,ada anak kita dalam perutmu." Ujar Dariel.
"Aku sudah tidur seharian,Kau yang seharusnya tidur,kau sibuk menjagaku tapi melupakan kesehatan mu.Bagaimana kalau kau sakit, Aku akan merasa gagal sebagai istri karena tidak bisa mengurus mu."
"Jangan khawatirkan aku."
"Seperti kau mengkhawatirkan aku, begitu juga aku mengkhawatirkan mu. Tidur ya? kalau kau tidak tidur aku juga tidak mau tidur, kalau aku tidak tidur calon bayi kita juga tidak akan tidur,biar saja kita sakit bertiga!"
__ADS_1
Dariel tersenyum mendengar kata kata Andrea.
"Baiklah, baiklah, kau bossnya!" Dariel menggendong tubuh Andrea ala bridal style dan membawanya naik keranjang. Mereka berbaring saling berhadapan.
"Ayo pejamkan matamu!" Perintah Andrea yang melihat Dariel hanya diam menatapnya.
Dariel tak menjawab,dirapatkannya tubuhnya ketubuh Andrea, membenamkan kepalanya didada Istrinya itu.Andrea menepuk pelan bahu Dariel, seperti menidurkan anak kecil.
"Rea?"
"Ya Sayang? kenapa?"
"Tidak ada.Hanya ingin memanggilmu saja."
Andrea tersenyum. Suasana hening.Tak lama, terdengar senandung pelan dari bibir Andrea.
*If our love was a fairy tale
I would charge in and rescue you
On a yacht baby we would sail
To an island where we'd say I do
It'd so beautiful if that came true
You don't even know how very special you are
You leave me, breathless
You're everything good in my life
You leave me, breathless
I still can't believe that you're mine
You just walked out of one of my dreams
So beautiful you're leaving me
Breathless...
__ADS_1
And if our love was a story book
We would meet on the very first page
The last chapter would be about
How I'm thankful for the life we've made
And if we had babies they would have your eyes
I would fall deeper watching you give life
You don't even know how very special you are
You must have been sent from heaven to earth to change me
You're like a angle
The thing that I feel is stronger than love believe me
You're something special
I only hope that I'll one day deserve what you've given me
But all I can do is try
Everyday of my life*
Meski matanya terpejam, sudut sudut bibir Dariel terangkat membentuk senyuman ketika Andrea mengakhiri lagunya. Andrea mengejutkan hatinya tadi ketika menyanyikan lagu romantis.
Setelah menggambar, kini kau menyanyi, lalu apalagi istri nakal? Aish, ternyata masih begitu banyak hal yang tidak kuketahui tentang mu.
"Tuan, kau sudah tidur?" Tanya Andrea memastikan melihat tidak ada pergerakan dari Suaminya. Dariel tidak menjawab dan pura pura tidur,ingin melihat apa yang akan dilakukan Andrea selanjutnya.
"Wuaa,apa suaraku sebagus itu sampai kau langsung tak sadarkan diri begini?" Andrea tertawa kecil. "Syukurlah kau tidur, seharian kerjamu hanya menyuruhku tidur tetapi kau tidak dan malah menjagaku,berdiri dijendela dengan wajah muram seperti tadi tidaklah keren kau tau? Aku tidak suka. Aku lebih suka saat melihat wajah tampanmu itu tersenyum, tertawa, Sayang,apa kau sedang sedih sekarang?Apa yang membuatmu sedih? Apakah aku? Jika benar aku sungguh minta maaf..."Aku janji tidak akan rewel dan menyusahkan mu."
Andrea mengecup puncak kepala Dariel. "Tidurlah yang nyenyak,mimpi indah."
"Kau berisik sekali bagaimana aku akan tidur?"
Mata Andrea membulat melihat Dariel mendongak.
__ADS_1
"KAU PURA PURA TIDUR?! AAA MENYEBALKAN!!!"
🎶BREATHLESS by SHAYNE WARD