Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 39


__ADS_3

Aletta nampak melambai kearah suaminya yang sudah menunggu begitu sampai dibandara. Ia langsung kembali begitu shootingnya selesai. Dengan berlari kecil Aletta ingin sekali rasanya langsung menerkam buaya tampan itu.


"Miss you so much!" Aletta mengecup geram bibir Dariel setelah melepaskan pelukan rindunya.


"Merindukan aku atau bibir ku?" Aletta terkekeh.


"Kalau dua duanya bagaimana?" Mengerling nakal.Dariel mengusap lembut ubun ubun Aletta.


"Kau semakin kurus,kita makan dulu sebelum pulang!"


"Makan direstoran favorite kita kan?" Dariel mengangguk. "Oke," Menggandeng lengan Dariel mesra.


Aletta mengarahkan kamera smartphone nya ke Dariel saat keduanya sedang menunggu pesanan.


"Sayang, foto!" Dariel yang tadi sibuk dengan gadgetnya kini menoleh, senyumnya mengembang manakala melihat kamera sudah on,sambil menyandarkan kepalanya dibahu Dariel Aletta memasang wajah imutnya.


Cekrek,


Aletta tersenyum puas dengan hasilnya. Dengan segera Ia mempost foto terbaru mereka itu di akun Instagram miliknya. Tidak butuh waktu lama kolom komentar langsung dibanjiri netizen.


**Cantik dan ganteng bgt! Sukaaaa


Pasangan serasi, langgeng terus kak


Kasih tau dong ka rahasia rumah tangga nya biar harmonis terussss


kurang lengkap, dede bayi nya mana nih?


Semoga cepat dikasih momongan ya ka biar foto nggak berdua mulu.


Ka Aletta Sara makin cantik,suaminya makin ganteng, aku makin ngenes!


Baby mana baby...


Aletta tersenyum getir membaca beberapa komentar yang menyinggung anak itu.Ia ingin sekali tapi Tuhan belum mau menitipkan sebuah nyawa pun dalam perutnya.


Tak lama seorang pelayan datang membawa pesanan. Aletta menyuapi Dariel dengan manja.Satu sendok berdua memang terkadang menjadi gaya makan sehari hari mereka. Begitu romantis dalam pandangan orang lain menyaksikan dua sejoli itu saling menyuapi dan sesekali bercanda mesra.


Seorang wanita yang duduk agak jauh dari Dariel dan Aletta nampak memperhatikan kembali akun instagram milik Aktris cantik yang tadi sudah sempat Ia ikuti.Kini Ia bisa melihat langsung adegan asliya didepan mata setelah tadi melihat foto yang dibubuhi caption manis.


Hubby, Sama kamu sampai sekarang aku masih merasa kita pacaran hehe😍😘


Wanita itu memanggil Pelayan yang tadi melayani nya.


"Tolong pesanan saya tadi dibungkus saja ya?" Pelayan itu mengangguk.Tak lama Ia kembali dan menyerahkan satu kantong plastik pada wanita itu.Selesai membayar Ia langsung menuju pintu keluar.


~β€’~


Andrea meletakkan kantong plastik yang dibawanya diatas meja makan.


"Bu Lila!" Panggil Andrea pada ART yang ditugaskan Dariel membantunya dan detik berikutnya seorang wanita paruh baya sudah berada dihadapannya.


"Saya Nyonya?"


"Duh, kan saya sudah bilang jangan panggil saya Nyonya kalau tuan sedang tidak disini."


"Maaf,Nyonya,Eh Nak, saya belum terbiasa."


"Bu Lila, siang ini tidak perlu masak. Aku sudah beli makanan untuk makan siang kita."


"Baik.Akan saya siapkan kepiring."

__ADS_1


Andrea beranjak kekamar, begitu sampai didepan sebuah cermin besar diruangan itu Andrea menyingkap bajunya dan menampakkan perut rata miliknya.


"Baby, Mama Aletta sudah kembali dari Prancis, Ayah akan jarang berada didekat kita, kau tidak boleh rewel,Jadilah anak yang mandiri jangan membuat Ayahmu susah, oke?" Andrea mengusap perut nya menyalurkan kasih sayang pada janin yang baru berusia 8 minggu itu.


Ya Tuhan.. perasaan apa yang kurasakan ini? Sadar Andrea, tuan Dariel itu bukan milikmu, kenapa kau harus merasa cemburu melihat kebersamaan mereka? Kenapa kau merasa sakit saat tuan Dariel lebih memilih menjemput istrinya dibandara ketimbang menemanimu check up? Tugasmu hanya menjaga anaknya selalu sehat sampai lahir nanti, bukan merasai kecemburuan ini Rea! Wanita macam apa kau ini, tidak tau diri!


Andrea memijit pelan pelipisnya.


Tadinya Andrea ingin langsung pulang begitu selesai memeriksakan kesehatan kandungannya, tapi entah kenapa begitu melewati restoran yang pernah ia kunjungi bersama Livya waktu itu membuat Andrea ingin makan kepiting saus pedas lagi dan memutuskan untuk mampir.


Dan matanya harus menyaksikan kemesraan itu.Kemesraan dari dua sejoli yang memang dasarnya saling mencintai. Meski tak pantas, tapi Andrea tak bisa menutupi rasa nyeri dalam dadanya.Selera makannya hilang dan memutuskan untuk memakan kepiting saus pedas pesanannya dirumah.


~


Andrea masih sibuk membuat susu bumil yang dibelinya atas saran dokter untuk mengurangi mual dipagi hari ketika dering ponsel nya berbunyi. Tiba tiba Ia jadi tidak berselera begitu melihat nama yang tertera dilayar.


Beberapa kali panggilan Ia abaikan. Panggilan berpindah ke ponsel butut milik Bu Lila.


"Ya Tuan?"


'Dimana istriku?'


"Nyonya ada."


'Apa yang dilakukannya? kenapa tidak menjawab telfonku?'


"Nyonya baru saja kekamar,Saya masih menonton tv Tuan."


'Berikan ponselmu padanya'


"Baik." Lila dengan langkah tergopoh gopoh membuka pintu kamar.Dilihatnya Andrea sedang duduk dimeja rias menyisir rambutnya.


"Nyonya, Tuan ingin bicara." Ujar Lila begitu Ia sudah berada disamping Andrea. Andrea dengan wajah malas mengambil ponsel ditangan ART nya.


'Ponselmu rusak?'


Andrea menautkan alisnya. "Tidak."


'Lalu kenapa tidak menjawab panggilan dariku?'


"Oh,itu...Aku tidak tau kau menelfon. Hpnya ku silent!" Jawab Andrea berbohong.


'Kenapa?'


"Tidak kenapa kenapa.Tidak mood saja bikin nada dering, bawaan bayi."


'Bagaimana hasil check upnya?'


"Dokter bilang baby sehat dan tumbuh dengan baik."


'Sudah makan? Sudah minum susu kan?'


"Sudah.Aku sudah melakukan semua yang diperintahkan Dokter,tenang saja. Nikmati waktumu .."


'Kau sedang kesal sepertinya...'


"Kesal? tidak.Aku biasa saja..."


'Merindukan ku?'


Mata Andrea sudah berkaca kaca.

__ADS_1


Sangat!


"Sudahlah,aku tidak apa apa.Aku ngantuk sekali,sepertinya baby mengajakku tidur sekarang.."


'Sungguh? padahal aku masih merindukan Ibunya, ini curang sekali! ' Suara Dariel kedengaran manja.


"Aku tutup telfonnya." Andrea memutuskan panggilan. Dan memberikan ponsel itu kembali pada pemiliknya.


"Bu Lila, pindah tidur dikamar saja ya?"


"Tidur dikamar? Jangan Nak, nanti tuan Dariel marah."


"Dia tidak disini,Tidurlah bersamaku!"


"Boleh kah Ibu tidur diruang tamu seperti biasanya saja Nak? Ibu merasa tidak enak..."


Andrea menghela nafas.


"Yasudah.Tapi kalau ingin kekamar jangan sungkan ya? suamiku tidak pulang kok" Lila mengangguk, Ia paham kenapa Dariel tidak kembali,Ia sudah tau status majikannya ini saat Nyonya Lee mengunjungi Apartemen Andrea waktu itu.


Sudah lebih satu jam Andrea berusaha memejamkan matanya tapi belum juga kesadaran nya terbang kealam mimpi. Ia berganti posisi berulang kali, tetap saja rasa kantuk tak kunjung menghampiri.


Sudah pukul sepuluh malam. Andrea bangkit dan berjalan mondar mandir.


"Sayang, kenapa tidak mau tidur sih? Kan Ibu sudah bilang jangan rewel, Ayah tidak akan tidur bersama kita lagi..." Biasakan dirimu, oke? Anak baik..." Andrea mengelus perutnya yang tertutup daster tanpa lengan itu.


"Mungkin karena dia tau Ibunya merindukan Ayah nya yang tampan!"


"Hu'um,Aku memang merindukannya! Eh!!" Andrea tersadar sesuatu. Ada suara lain tadi yang menyahutinya.Andrea membalikkan tubuhnya, agak terkejut melihat Dariel sudah berada diambang pintu kamar. Tersenyum begitu manisnya.


"Merindukan aku,hm?" Tanya Dariel sambil berjalan mendekati Andrea.Andrea memalingkan wajahnya yang memanas saat kedua tangan Dariel sudah menangkup pipinya.


"Kau disini?" Tanya Andrea. "Bagaimana dengan Nyonya muda?"


"Kau belum jawab pertanyaan ku..."


"Aku hanya kepanasan makanya tidak bisa tidur!" mengibas ngibaskan tangannya kewajah. Dariel menahan senyum nya..


"Aku akan naikkan suhu pendingin ruangannya!" Dariel ingin meraih remote Ac tapi segera ditahan oleh Andrea.


"Sudah, sudah tidak panas lagi!" Dariel tertawa kecil. Mengusap lembut kepala Andrea.


"Kenapa menutupinya? Kau membuatku gemas! kemari peluk aku!" Andrea tersenyum dan menurut. Masuk kepelukan Suaminya. Nyaman sekali. Andrea mengangkat wajahnya.


"Tuan kenapa kau kesini?"


"Menemui Istriku, apalagi..."


"Nyonya Aletta bagaimana?"


"Kau kesal padaku, aku tidak tenang."


"Siapa yang kesal?"


"Tutup mulut manismu itu, kau tidak ada manis manisnya bicara padaku tadi, dan langsung menutup telfon begitu saja apa bukan sedang kesal namanya?"


Andrea tersenyum. Memeluk tubuh Dariel lagi.


"Aku juga merindukan mu.Sangat merindukan mu." Kata kata Dariel yang bagai angin segar ditelinga Andrea.


"Rea?"

__ADS_1


"Ya?"


"Mau ikut kerja malam?"


__ADS_2