Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 67


__ADS_3

Dimana kau?


Suara bariton itu seketika membuat darah Andrea berdesir.Agak ragu ia bicara menyadari Dariel pasti sedang kesal disana.


Kenapa pergi tidak bilang padaku?


"Aku hanya keluar sebentar mencari angin segar.." Suara Andrea gemetar menutupi kebohongan.Susah payah Ia menahan sesuatu yang tadi ingin keluar dari matanya begitu panggilan dari Dariel masuk.


Sebentar apanya?!Lila bilang sudah tiga jam kau pergi! Apa sesuatu terjadi?! Katakan kau Dimana!


"Aku akan kembali."


Tut. Andrea memutuskan panggilan sepihak. Ditempatnya Dariel sudah geram setengah mati,dibantingnya ponsel yang tadi Ia gunakan untuk menelpon Andrea. Benda itu pecah.Pria tampan itu berteriak marah. Andrea sedang hamil dan bisa bisanya keluar sendiri tanpa seizinnya. Dan Lila lah orang paling menderita sekarang,Ia sudah membenahi pakaiannya sambil menangis karena Darial memecatnya setelah puas memaki nya tadi begitu tau Ia membiarkan Andrea keluar sendirian.Bahkan Ia harus membereskan semua kekacauan yang ditimbulkan Dariel,selain ponsel, barang barang yang ada didekatnya habis pecah karena dilempar dengan emosi menggebu kedinding tadi.


Dariel keluar dengan langkah arogan menuju lobi.Berniat menunggu istri mudanya itu sampai.Mondar mandir Ia disana sambil menahan geram.Satpam yang berjaga pun ikut kena ampas nya,hampir Dariel melayangkan tinju nya ketika Satpam itu bertanya mengapa Ia mondar mandir kalau saja sebuah taksi tidak segera datang dan mengalihkan perhatian Dariel.


CEO ING Group itu langsung menghampiri sosok yang dikenalnya begitu pintu taksi terbuka.Setengah berlari Ia mendekat.


"Kau baik baik saja?" Bertanya penuh kecemasan.Langsung melupakan kemarahan yang tadi meluap luap begitu wajah cantik Andrea menghiasi pandangan nya. Andrea menganggukkan kepala nya pelan.


"Tuan,kau kenapa menunggu disini?"


"Aku bahkan hampir menyuruh orang orangku untuk mencari mu kalau kau tidak mengangkat telfonku tadi!" Andrea tersenyum.


"Maaf." Dariel menangkup pipi Andrea. Menatap kedalam manik mata istrinya.


"Apa terjadi sesuatu?" Andrea menggeleng.


"Kau tidak sedang berbohong padaku kan?" Andrea menggeleng lagi.Tersenyum. Masuk kepelukan Dariel.Hangat dan nyaman ia rasakan begitu suaminya balas memeluk.


"Tuan tidak perlu menggendong ku!" Berusaha menepis tangan Dariel yang sudah sigap menopang tubuh yang kian berat itu. Dariel melirik satpam yang curi curi pandang kearah mereka.


"Apa yang kau lihat?! Menatap istriku?!" Tanya Dariel marah.


"Tidak Tuan." Menjawab sambil kepala menunduk.


"Tuan hentikan!" Andrea menepuk pelan bahu Pria nya. Dariel acuh dan memilih berlalu dari tempat mereka.


Andrea kaget begitu sampai diapartment melihat Lila sudah siap dengan tas nya. Dengan masih dalam gendongan Dariel Ia langsung menghujani ART itu dengan pertanyaan.


"Bu Lila kenapa? Bu Lila mau kemana dengan tas ini?Kenapa menangis?Apa terjadi sesuatu?"


"Saya mau pamit Nyonya." Jawab Lila dengan menunduk tak berani menatap kedua majikannya.Andrea melirik Dariel.

__ADS_1


"Tuan apa yang kau lakukan pada Bu Lila?" Dariel menurunkan tubuh Andrea sebelum menjawab.Melirik Lila setajam silet.


"Dia tidak becus bekerja jadi aku memecat nya!"


Bagai kena sengatan listrik tubuh Andrea terkejut dengan jawaban Dariel.Karna kesalahan nya yang bersikeras ingin pergi keluar Lila kena imbasnya.


"Tuan,aku tidak salah dengar kan?"


"Nanti aku akan cari ART baru untukmu."


"Tidak mau!!" Suara Andrea meninggi. "Bu Lila tetaplah disini."


"Rea," Menyentuh bahu Andrea tapi segera tangannya ditepis.Jelas sekali dari sorotan matanya Andrea marah.


"Aku yang salah kenapa kau melampiaskan nya pada Bu lila?! Aku yang memaksa ingin keluar tadi,Aku yang tidak ingin ditemani! Bu Lila tidak bersalah! Dengar ya, aku tidak mau ART yang lain! Kalau masih ingin memecat Bu Lila juga maka aku akan,"


"Akan apa?" Andrea terdiam. Dariel sudah mulai menunjukkan taringnya lewat suara dingin miliknya. "Akan apa, katakan!"Apa kau akan meninggalkan ku?" Andrea menghembuskan nafas kesal. Memilih menghindar masuk kekamar.Ia memang akan bilang seperti itu tadi.


"Membela Lila saja sampai ingin meninggalkan ku!" Dariel mengacak rambutnya frustasi.Lupa kalau Lila masih berdiri didekat nya dan telinganya juga masih berfungsi dengan baik.


"Kenapa kau masih disini?!" Kesal. Lila yang kaget langsung melangkah menuju pintu keluar.


"Mau kemana kau?!"


"Bukankah Tuan menyuruh saya pergi dari sini?" Takut takut melirik Dariel.


Andrea sedang berdiri sambil menatap lurus kota dengan gedung-gedung pencakar langit yang bisa dengan jelas dilihat dari balkon. Dari belakang dirasakannya tubuh hangat Dariel menempel. Beberapa menit keduanya saling diam.Larut dalam pikiran mereka masing masing.


Pergerakan anak dalam perut Andrea membuat keduanya tersadar dan saling pandang.Kemudian sama sama melempar senyum manis.


"Sedang apa kamu didalam,sayang?" Sambil mengelus-elus perut buncit istrinya. "Apa kau lapar,hm?" Andrea melirik Dariel.


"Benarkan kalian belum makan?"


"Maafkan aku." Mengecup bibir Pria itu sekilas.


"Makan dulu baru aku akan memaafkan mu." Andrea tertawa ringan.


"Aku tidak jadi memecat Ibu kesayangan mu itu! Jadi berhenti marah.." Senyum secerah mentari langsung terukir dibibir Andrea begitu mendengar perkataan Dariel.


"Terimakasih Tuan."


"Hanya terimakasih?"

__ADS_1


"Bisakah kau menciumku?"


"Harusnya aku yang kau cium!"


"Anakmu ingin dicium gantian!"


"Anak kau jadikan alasan kemesumanmu Rea"


Andrea tergelak.


"Cih, apa apaan itu..Enak saja mengatakan aku mesum!" Dariel tersenyum tak menjawab lagi, kini sibuk menyapu seluruh permukaan bibir Istri mudanya dengan kecupan. Andrea menepuk nepuk bahu Dariel minta dilepaskan begitu dirasa kenakalan suaminya naik tingkat.


"Aku belum makan!" Ujar Andrea begitu mendapat kesempatan bicara.


"Ya baiklah!" Dariel mengusap pelan bibir kemerahan Andrea bekas ciumannya tadi. "Sakit?" Andrea mengangguk.


"Kenapa kau tidak bisa santai sedikit sih? Aku saja tidak pernah menggigit!" Dariel mengecup sekilas.


"Sudah kuberi obat tuh!"


"Dasar gila!"


Tak lama Lila muncul dan sepasang suami istri itu makan siang bersama.


"Sayang,air mu." Menyuguhkan Dariel segelas air begitu semua makanan habis mereka santap. "Aku kekamar mandi sebentar." Dariel mengangguk.


"Aku gendut sekali yaaa..." Menyamping kekiri dan kekanan begitu melewati kaca besar setelah Ia keluar dari kamar mandi. Dariel ikut menatap tubuh Andrea dari tempatnya. "Sepertinya Aku harus rajin diet setelah melahirkan."


"Mau menarik perhatian siapa? Langsing atau gendut toh hanya aku yang berhak menjamahmu.Cukup urus saja baby dengan baik,hal lainnya tidak perlu dipikirkan." Andrea tersenyum kearah Dariel. Bukankah kata katanya itu kedengaran sangat manis?


"Cepatlah kemari." Menepuk sofa disebelahnya tempat Andrea tadi. "Kau harus segera bayar dendamu." Andrea menautkan alisnya.


"Denda apa?"


"Lupa? Sebelum menikah aku buatkan surat perjanjian untukmu,pergi tanpa izinku maka kau harus membayar denda!"


Andrea terdiam.Ia benar benar lupa.Dan dengan polosnya ia menjawab,


"Kau kan tau aku tidak punya uang.Ada sih, tapi itu kan juga uangmu."


"Bayar dengan cara lain juga tidak masalah." Andrea mengerucut kan bibirnya begitu mengerti.


"Apa dendaku banyak?" Tersenyum dengan nakalnya sambil mulai membuka satu persatu kancing tunik yang dikenakan nya. Dariel tertawa kecil.

__ADS_1


"Kemarilah Rea.."


"Ambil sendiri!"


__ADS_2