Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 81


__ADS_3

Hah!


Dariel tertawa sinis dengan yang didengarnya barusan. Menunggu Aletta demi Andrea? Apa apaan itu, bahkan dunia bisa ia genggam dengan mudah kalau mau, sangat lucu menyuruh seorang Alexander Dariel untuk menunggu. Itu bukan gayanya.


Dariel melangkah pelan menuju ranjang dimana sebuah map coklat tergeletak disana. Menatapnya sesaat ketika benda itu sudah dalam genggaman. Satu sudut bibirnya melengkung, menampakkan sisi arogan dirinya. Kemudian dengan tanpa merasa itu berarti ia robek dan melemparkan potongan-potongan kertas itu keudara. Menghujani tubuh Aletta yang kini kesal menatap Dariel.


"Aku tidak perlu dengan syarat tak berguna macam itu. Aku akan memperjuangkan Andrea jikalau memang harus, bukan karenamu Ale, aku akan memperjuangkan dia karna dia memang pantas diperjuangkan. Semoga hidupmu lebih bahagia nantinya." Usai berkata begitu Dariel melangkah keluar kamar, ia sudah bertekad akan mengakhiri semuanya, maka ia tidak akan tanggung-tanggung lagi menunjukkan rasa cintanya pada wanita berambut darkbrown yang membuatnya geram itu.


Jonathan yang baru masuk keruangan orang nomor satu di ING GROUP kaget dan tertegun sesaat diambang pintu ruangan begitu dilihatnya seorang presdir tampan sudah disana tengah berdiri mematung dengan pandangan menerobos jendela.


"Kau kembali kekantor tidak bilang padaku? kalau tau kau hari ini akan bekerja aku akan menyuruh seluruh karyawan mengadakan penyambutan atas kembalinya dirimu, kawan.. Kau sungguh sudah merasa sehat?" suara Jonathan menyadarkan Dariel bahwa kini ia tak sendiri lagi diruangan itu. Ia memang diam-diam muncul dan sempat menggegerkan perkantoran tadi. Ia tau semua orang menatapnya heran, tapi Dariel mengacuhkan itu, mengacuhkan semua orang yang berusaha menyapanya yang berusaha membuat situasi seperti sedia kala. Untung saja Dariel tidak mendengar beberapa umpatan dari para pegawai yang teracuhkan itu. Dariel datang hanya mencari pelarian sebelum ia melancarkan aksi berikutnya.


Jonathan menepuk bahu Dariel menyalurkan semangat, ia sadar sahabatnya itu sedang tidak baik baik saja sebenarnya.


"Kau masih pucat, tidak seharusnya kau disini secepat ini." Dariel diam. "Ada masalah?"


Dariel menghela nafas berat dan menoleh pada Jonathan yang menunggu.

__ADS_1


"Wah wah.. kalau aku perempuan aku pasti sudah pingsan karena gugup ditatap olehmu!" Sebelah alis Dariel terangkat mendengar celotehan Jonathan. Dan pria itu malah tertawa sekarang.


"Simpan kelakar murahanmu itu Joe!"


"Ya ya baiklah, Tuan Milyarder Tampan! kau memikirkan wanita itu lagi ya?" Dariel tak menjawab. Jonathan tersenyum mengejek menyadari tebakannya benar adanya.


"Dia istriku, tidak salah kalau aku memikirkannya kan? Aku akan mencari Dia."


"Dia saja tidak mau denganmu kenapa kau bersikeras seperti ini malah mau mencarinya? lagipula kau sudah punya istri, lebih baik daripada siapapun, yang paling pantas untukmu, lupakan wanita itu. Jalani masa depanmu bersama Aletta dan anak kalian.."


"Aku tidak mengerti Dariel, jangan katakan kau akan menyatukan dua wanita itu dalam hidupmu, itu tidak lucu!"


"Aku dan Aletta akan bercerai."


"APA?!" Jonathan terbelalak. "Aku tidak salah dengar kan?" Dariel berpindah menuju kursi kebesarannya tanpa menjawab pertanyaan sahabat nya yang kini hampir kena spot jantung itu.


"Hey brengsek! aku bertanya padamu!"

__ADS_1


Bukannya menjawab, Dariel malah tertawa kecil. Menertawai dirinya sendiri.


"Kau benar kawan, aku brengsek, sangat brengsek, maka dari itu Aletta tidak pantas hidup lebih lama bersama orang sepertiku."


"Cih, pria sialan!" Jonathan menendang meja diruangan itu tak perduli dengan sakit yang timbul dikakinya. Sementara Dariel sibuk memijit pelipisnya kini.


"Wanita itu benar benar..." umpat Jonathan dengan api amarah yang meluap-luap. "Menyesal aku, kalau saja aku tau akan sebesar ini efeknya maka aku tidak akan menyetujui saran Mamamu untuk memiliki anak dari wanita lain dulu! Kumohon jangan gila Dariel, pikirkanlah lagi!"


Bagaimana aku mengatakannya padamu Joe, aku merindukannya setiap menit, setiap detik, aku rindu bertengkar hal kecil dengan Istri nakalku itu, aku rindu kehangatan saat memeluknya, dia adalah penawar sakitku, bukankah untuk sebuah obat mujarab manusia rela melakukan apapun? hidup adalah pilihan, dan akan selalu ada pilihan dan risiko yang bersamaan, ini pilihanku, dan sudah kuterima risikonya..


"Mau kemana kau?" Selidik Jonathan begitu matanya jelas melihat Dariel yang bangkit dari duduknya.


"Aku akan menemui orang yang akan membawaku padanya."


..............


Novel gaje kalian kembali guys hehe.. Entah ini sesuai ekspektasi kalian atau enggak yang jelas aku udah berusaha, semoga suka.

__ADS_1


__ADS_2