
Dua hari kemudian...
"Dasar anak tidak tau diuntung! Sudah menikahi Pria kaya kini lupa pada kita yang mengurus nya sejak kecil! lihat saja kalau dia berani menampakkan wajahnya itu, akan kuratakan dengan mentega!!"
Peto hanya tersenyum mendengarkan istrinya yang mengomel sambil memasukkan pakaian-pakaian mereka kedalam tas.
"Suamiku, sebenarnya kau ini ingin mengajakku kemana? Pagi pagi buta begini menyuruh orang berbenah!"
"Jangan banyak tanya! Lakukan saja!"
"Cih, aku ini istrimu! kenapa tidak boleh tau?"
"Aku kan sudah bilang kejutan!"
"Awas kalau aku tidak terkejut ya, aku yang akan mengejutkan mu dengan suaraku!!"
Peto tertawa. Lalu Livya muncul diambang pintu kamar orangtuanya yang sejak tadi terbuka.
"Ayah, aku sudah selesai! Barang barang Andrea juga sudah ku packing!"
"Yasudah, tunggulah sebentar!"
"Kita mau kemana sih?" Livya juga penasaran.
"Kalian Ibu dan anak sama saja, banyak tanya! " Peto keluar dari kamar.
"Ibu kita mau kemana? "
"Diamlah, Ayahmu yang sok keren itu juga tidak memberitahu ku! "
Livya menyusul Ayahnya yang sedang membuat kopi didapur.
"Ayah, Ayah tidak merindukan Andrea?"
"Pertanyaan apa itu? jelas Ayah merindukan nya! Tapi kata Tuan Dariel dia baik baik saja!"
"Tuan Dariel itu apa! Bisa bisanya langsung membawa Andrea kita pergi bersamanya begitu menikah! Apa secinta itu dia dengan kakak ku? Huh! Oiya Ayah, kata Rea saat aku menelfonnya kemarin, mereka tinggal disebuah Apartemen loh, keren kan?"
Peto tersenyum mengangguk.
"Dia pasti bahagia bersama Tuan Dariel, suaminya itu sangat murah hati!"
Murah hati apa!! motorku sampai sekarang belum juga sampai! dia beli dibelahan dunia mana sih? jangan jangan itu hanya omong kosong? Betapa sialnya aku kalau begini, punya ipar kaya raya tapi pelit!!
Di Mansion keluarga besar Lee..
Aletta nampak takut-takut menginjakkan kakinya masuk kedalam rumah besar itu. Sedangkan Dariel sudah lebih dulu dengan santai melenggang masuk.
"Kau tidak mengajak istrimu?" Samar samar Aletta mendengar suara mertuanya dari ruang makan.
__ADS_1
"Nah itu dia!" Ucap Dariel ketika Aletta muncul. Nyonya besar keluarga Lee nampak mengulum senyum hangat. Mengusir kegugupan yang tadi hinggap.Aletta mendekat dan memeluk tubuh kurus mertuanya.
"Ma, apa kabar?"
"Aku baik. Bagaimana denganmu?"
"Lebih baik setelah mengetahui Mama sehat sehat saja! "
"Duduklah, kita sarapan bersama!"
Aletta menurut duduk disamping Dariel yang sudah mengoles roti dengan selai.
"Kalian ingin pergi?" Tanya Nyonya besar Lee.
"Ma, sebenarnya aku ingin pamit, Aku menerima tawaran shooting diperancis,Dariel akan mengantarku ke Bandara pagi ini" Aletta menjelaskan dengan takut-takut.
"Ya, terserah kau saja, jaga dirimu" Aletta tersenyum.Ia tau Mertuanya kurang menyukai keputusan nya shooting lagi tapi mendengar kata "Jaga dirimu" tadi Aletta merasakan kehangatan yang coba disalurkan Ibu mertuanya itu.
Mereka pun sarapan bersama sambil sesekali bertukar cerita-cerita ringan. Hal sederhana yang sudah beberapa minggu terlewati.
"Ahhhh leganya melihat Mama tidak marah lagi padaku" Aletta berdecak senang. Dariel yang sedang mengemudi tersenyum dan mengusap pucuk kepala Aletta.
"Aku akan menjalani shooting dengan hati tenang kalau begini! "
"Ya,kau memang tidak perlu memikirkan hal hal berat,Sayang! Nikmati waktumu dengan mereka"
Aletta dan Dariel memasuki kawasan Bandara sambil bergandengan mesra.Meski sejujurnya Aletta agak sedikit kecewa karena tadi malam Dariel tidur lebih awal dari biasanya. Biasanya setiap ada shooting atau job keluar negri yang makan waktu agak lama, Dariel pasti menyempatkan untuk bercinta dengannya. Tapi kali ini tidak.Huh! Aletta membuang jauh jauh pikiran buruknya.
"Iya, jaga dirimu! Jangan dekat dekat dengan para lelaki bule disana, jangan meladeni mereka kalau mereka mengajakmu bicara,kau mengerti?"
Aletta tergelak. Dariel masih sama saja peraturannya kalau Ia ke luar negeri begini. Mereka berpelukan lama.
"Kau jangan nakal ya.." Bisik Aletta.
"Tenanglah, jangan lupa hubungi aku kalau kau sudah sampai,tidurlah yang cukup dan makanlah dengan benar,awas kalau kau semakin kurus kembali dari sana!"
Aletta tersenyum kemudian mengangguk. Dariel menautkan bibir mereka dan Aletta membalasnya. Mereka seakan tidak peduli dengan orang orang yang lalu lalang menoleh kearah mereka.
Aletta masih sempat melambai sebelum akhirnya menghilang dari pandangan Dariel. Selepas dari Bandara, Dariel langsung tancap gas menuju kediaman Istri mudanya.
Sementara dikediamannya, Andrea sedang sibuk menghabiskan sarapannya dengan Dira, Ia sengaja mengajak Dira untuk sarapan bersama karena ini weekend dan gadis itu tidak ada jadwal kuliah.
Dira agak sedikit susah menelan makanannya ketika melihat warna merah dileher Andrea. Teman Majikannya itu sudah berusaha menutupi dengan rambut panjangnya tapi mata Dira tidak sengaja menangkap basah warna warna merah itu.Dira memang belum pernah berpacaran tapi Ia sedikit tau kalau merah dileher itu timbul biasanya karena apa.
Apa Kak Rea punya pacar? Tapi malam hari aku disini, lalu kapan mereka melakukannya? Siang hari?bercinta disiang hari begitu? Aish, Kenapa aku jadi berpikiran mesum begini? itu bukan urusanmu Dira...
"Dira, kenapa?Makanan nya tidak enak ya?" Tanya Andrea melihat Dira yang terbengong menatapnya.
"Ha? Ah tidak kak, bukan begitu, ini justru sangat enak, ternyata kakak jago masak ya?"
__ADS_1
"Tidak juga,Habiskan makananmu, kau terlihat kurus,apa kau malas makan kalau dirumahmu?"
"Sering tidak berselera sih..."
"Selera atau tidak, kau harus makan,akan sakit kalau lambungmu bermasalah gara gara itu!" Dira mengangguk sungkan.
Cantik,putih, masakannya enak,lembut dan penuh perhatian, apa bukan idaman para Pria?
"Kak, boleh aku tanya sesuatu?"
"Tentu, kau ingin tanya apa?"
"Maaf, tidak jadi.." Dira menepuk dahinya pelan menyadari kebodohannya. Mencampuri urusan pribadi majikan hanya akan menimbulkan masalah besar baginya. Andrea menautkan alisnya melihat tingkah aneh Dira.
"Katakan saja Dira... Aku tidak akan marah"
"Maaf, tidak jadi kak"
"Bisakah tidak usah terlalu sungkan padaku? Aku kan sudah menyuruh mu menganggapku kakakmu bukan majikanmu.."
Dira diam sejenak.
"Apa kakak punya pacar?" Tanyanya memberanikan diri. "Kakak kelihatan sempurna,kupikir..."
Aish,setelah ini aku akan memohon pada Kak Rea agar jangan mengadukan aku yang banyak tanya ini pada Tuan Dariel!!
Andrea tersenyum.
"Tanya itu saja kau sampai pucat begitu,tidak, aku tidak punya pacar!"
Tapi aku punya suami.
"Apa disini banyak serangga kak?"
Masih ada kemungkinan lain! tidak punya pacar berarti karna serangga kan?
"Tidak ada serangga.Kau bekerja sangat baik membersihkan Apartemen ini."
Tidak dua duanya?! Aish, Hentikan Dira!!! kau ini memang gadis yang tidak bisa dikasih hati ya! tutup mulutmu dan makanlah! Itu pasti karena alergi sesuatu, iya pasti begitu, sudahlah daripada aku dalam masalah!
Dira baru saja mulai melanjutkan makannya lagi ketika suara Andrea membuatnya menoleh.
"Wajahmu aneh, kau sakit?"
Dira menggeleng. "Aku baik baik saja kak"
"Apa ada sesuatu yang mengganggu mu? Katakan saja."
Apa dia tidak nyaman denganku? aku harus bilang apa pada Suamiku kalau Dira sampai tidak nyaman berada disini?
__ADS_1
"Kak, leher kakak merah..."