Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 54


__ADS_3

Tiga hari berlalu.


Apa dia sudah makan sarapan nya?


"Sudah Tuan."


Apa makannya banyak?


"Seperti biasanya Tuan."


Apa yang dilakukannya sekarang?


"Nyonya langsung masuk lagi kekamar Tuan, semenjak Tuan tidak datang Nyonya hanya keluar kamar saat ingin makan saja."


Sambungan telepon diputus. Lila geleng geleng kepala melihat tingkah Dariel.


"Anak muda kelakuan nya! sudah tiga hari begini terus,kalau rindu datang saja to, kenapa harus menelfon aku untuk menanyakan keadaan Nak Rea? Kini selain jadi pembantu aku merangkap jadi informan Tuan Dariel juga hufff"


Andrea kembali masuk kedalam selimut. Ia sedang tidak berselera untuk melakukan apapun beberapa hari ini.Menggambar pun tidak.Kerjanya hanya makan dan uring uringan.Makan pun hanya karna demi anaknya dan Dariel,bukan karena Ia memang bernafsu.Andrea tersenyum getir menyadari rindu yang menggunung dihatinya belum terpecahkan.


Andrea terlalu takut untuk menghubungi Dariel,Pria itu juga tidak menghubungi nya. Ternyata Dariel benar-benar melakukan apa yang Ia inginkan.Tapi Andrea malah menyesal mengatakan itu,Dariel tidak menemuinya karena marah,bukan karena merasa memang harus memberi jeda untuk dirinya demi perasaan Aletta seperti yang diinginkan Andrea.


Andrea kembali terlelap setelah merenung lama.


Sampai lewat jam makan siang Andrea belum keluar kamar lagi.Lila pun berniat membangunkan majikannya itu.Bisa habis dia kalau Dariel tau Andrea melewatkan makannya.Ia sangat butuh pekerjaan ini untuk menyambung hidup.


Begitu Lila membuka pintu.Benar saja dilihatnya Andrea masih terbaring dengan mata tertutup.Lila berjalan mendekat.


"Nak Rea.. Bangun Nak, Makan siang dulu yuk?" Andrea belum menyahut.Lila memberanikan diri menyentuh lengan Andrea untuk sedikit lebih agresif agar wanita itu terbangun.


"Ya Tuhan! panas sekali!!" Ucap Lila kaget ketika kulit mereka bersentuhan.Lila panik. Digoyang goyangkannya tubuh Andrea. Nampak Andrea mulai merintih merasakan sentuhan Lila.Wajahnya sedikit pucat.


"Nak Rea? Ya Tuhan.. kau demam! Bagaimana ini?! Apa aku telfon Tuan Dariel saja ya?" Lila langsung menghubungi Dariel. Tapi sampai beberapa kali Pria itu tidak menjawab panggilan.Lila putus asa. Ia keluar apartemen dan berniat membeli obat penurun panas di apotek.


Sementara itu dikantornya,Dariel yang baru saja selesai membersihkan diri dikamar mandi karena tak sengaja pakaiannya tertumpah segelas kopi tidak mendengar panggilan telepon dari Lila. Jonathan nampak masuk seiring dengan Dariel yang berniat duduk dikursi kebesarannya kembali.


"Ini berkas yang kau minta!" Ucap Jonathan sambil meletakkan sebuah map coklat diatas meja.Dariel tak menyahut.Kini Ia sibuk dengan komputer nya.

__ADS_1


"Kau masih pucat kenapa masuk kantor?" Tanya Jonathan setelah memperhatikan wajah sahabatnya itu.Dariel baru saja sembuh dari demam yang dideritanya beberapa hari ini.


"Kau tau aku." Itu saja jawaban Dariel.


"Aletta pun bahkan tidak bisa lagi membujukmu untuk tetap beristirahat dirumah,apa kau sudah mulai tidak menurut padanya?Apa ada suara yang lebih kau patuhi sekarang?" Dariel melirik Jonathan yang tersenyum menggoda.


"Santai Bung! Wanita cantik memang paling pintar memutar otak Pria! Haha!"


"Diamlah Joe."


"Aish, aku penasaran sekali seperti apa wajahnya.Sampai bisa membuat kau bosan berlama lama dirumah dengan istrimu!" Dariel diam.Tangannya masih sibuk mengetik sesuatu tapi sesungguhnya pikiran Pria itu sudah melanglang buana. Ia sadar Jonathan sudah mengenalinya luar dalam.Memang tidak ada yang salah dengan yang dikatakan nya,Dariel sadar mungkin sikapnya sudah agak berubah untuk Aletta. Ia tetap bersikeras masuk kantor setelah demam selama dua hari,tak peduli meski Aletta mengomel. Tapi Aletta tetap Aletta, dia perempuan berhati malaikat.Kalau bukan karena temannya menelfon untuk sebuah acara dan Dariel memaksa nya pergi, Aletta pasti sudah bersama Dariel sekarang dikantor. Menjaga nya,mendampinginya.


"Apa kau mulai mencintai wanita itu?" Dariel membuang nafas kasar.Membuat Jonathan dag dig dug karena takut Dariel mengamuk atas pertanyaan nya.


"Kau benar.Aku mencintai nya." Suara Dariel melemah.Ada raut sedih tersirat diwajahnya. Jonathan tersenyum tak kaget.Ia sudah menduga sebelumnya.Didunia ini kalau ada orang yang paling mengerti Dariel itu adalah dirinya.


"Lalu bagaimana dengan Aletta? Ingat tujuanmu menarik wanita itu dalam hidupmu, Bukan untuk menyakiti Aletta kan?"


"Joe,aku sudah menikahi nya."


"Dariel, untuk pertama kalinya aku tidak mengerti jalan pikiranmu! Apa apaan sih?!"


"Dia tidak mau kalau kami melakukan nya tanpa didasari status yang sah,Dia bersedia diceraikan setelah anak dalam kandungannya lahir,makanya aku bersedia untuk menikahinya waktu itu...Tapi aku sadar aku sudah jatuh cinta padanya.Bahkan aku sempat tidak memikirkan tujuan awalku."


"Oh Shit! Kau terlalu naif bung! Orang asing yang kau bawa kedalam hidupmu bisa secepat ini mengubah tujuan awalmu? Apa kau berpikir,mungkin dia merencanakan sesuatu padamu! Kau tampan! kaya raya! Kau bisa membeli apa saja yang kau inginkan, bahkan beberapa wanita sekaligus,Tidak seharusnya kau lemah begini,Dariel! Ini sungguh bukan dirimu yang ku kenal."


"Semua sudah terlanjur."


"Lalu apa setelah ini? Setelah anak mu lahir lalu apa? Kalian tidak jadi bercerai?"


"Aku akan bicara pada Ale."


"Aku sama sekali tidak setuju kau terang terangan menunjukkan simpanan mu itu pada Aletta nanti. Hanya dia wanita yang paling pantas untukmu,kalaupun ada yang sama pantasnya untuk mendampingi mu,Dia harus seperti Aletta!"


"Dia bukan simpananku, dia juga istriku!"


"Come on Riel! Ini tidak akan mudah. Lain ceritanya kalau wanita itu adalah wanita yang aku pilihkan untukmu dulu. Wanita dari kalangan sosialita kelas atas,Publik pasti akan memaklumi pernikahan kedua mu Jika wanitanya juga seseorang yang pantas seperti Aletta.Tapi dia itu siapa? Tidak jelas!"

__ADS_1


"Berhenti menghinanya! Atau kulempar kau kelantai bawah,Aku yang lebih tau dia daripada kau!"


"Ya terserah kau sajalah!" Jonathan mengalah.Ciut juga melihat Dariel yang mulai menunjukkan taringnya.


Kau gila Dariel!


Dering ponsel Dariel menghentikan percakapan kedua Pria mapan itu. Dariel langsung menjawab begitu tau itu dari Aletta.


"Hallo,Ale?"


Sayang, kau sudah makan?


"Sudah.Bagaimana denganmu?"


Aku juga sudah. Apa kau sudah lebih baik? kalau merasa pusing pulang saja!


"Kau sudah mengatakan itu puluhan kali.. Aku baik baik saja. Tenanglah."


Sayang maafkan aku, sepertinya aku akan pulang sedikit terlambat..


"Asal kau tidak lupa pulang saja karena mereka..." Terdengar Aletta terkekeh.


Baiklah aku tutup telfonnya.


Begitu panggilan dari Aletta berakhir,Dariel menautkan alisnya melihat beberapa Misscall dari Lila dilayar ponselnya.Tiba tiba perasaan nya dirundung gelisah.Biasanya Lila tidak pernah menghubungi nya,selalu Dariel yang menelfon untuk menanyakan soal Andrea. Lalu apa ini?


Saya tuan?


Karena penasaran,Dariel kini sudah tersambung lagi dengan Lila.


"Apa yang terjadi?"


Itu... Anu.. Nyonya...


"Kau mau mati?! Bicara yang jelas!!" Jonathan mengerutkan dahi melihat Dariel kini begitu emosi.Entah bicara dengan siapa.


Nyonya demam tuan!

__ADS_1


__ADS_2