Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 33


__ADS_3

Livya mengendap endap masuk kerumahnya,nampak lampu ruangan didalam rumah itu sudah dimatikan seluruhnya,pertanda Ayah dan Ibunya sudah tidur.Livya berjinjit pelan menuju kamar.


"Darimana kau?Perempuan tapi berkeliaran malam malam begini!"


Livya terperanjat kaget begitu suara Maria memenuhi ruangan,detik berikutnya lampu dinyalakan,nampak seraut wajah garang wanita paruh baya itu dibawah saklar. Livya menggaruk kepalanya yang tak gatal bingung harus menjawab apa.


"Mau jadi wanita malam?!"


"Aish Ibu.. Aku tidak melakukan apa apa kok!"


"Lalu apa yang kau lakukan sampai jam segini kau baru kembali?!"


"Aku, tadi... Itu,aku ada tugas kelompok dirumah temanku,lalu aku ketiduran,dia sudah menyuruhku menginap, tapi aku menolak, yasudah beginilah jadinya!" Ujar Livya berbohong.


"Lalu kenapa ponselmu mati?!"


"Sengaja kumatikan!"


"APA?!" Maria melotot.


"Eh, maksudku,Sengaja kumatikan karna lowbat Bu,iyaa! kumohon percayalah, anak gadismu ini tidak melakukan hal hal aneh kok, aku masih perawan Bu! "


"Dasar kau ini! Awas saja kalau kau ketahuan hamil diluar nikah! Ini terakhir kalinya aku lihat kau pulang larut malam, kalau temanmu mengajak belajar kelompok,suruh mereka yang datang kesini, apalagi yang kau malukan? Kau tidak lagi tinggal dirumah susun jelek,bukan?!"


"Iya iya.. sudahlah, apa urat urat Ibu tidak mau putus? suara Ibu besar sekali tauu!"


"Haish, minta dilempar sendal kau ya?!"


"Aaaa kabuurrrrr!!"


Livya berlari kekamarnya.Langsung mengunci rapat-rapat begitu sampai didalam.


"Aish... aku lelah..." Livya melempar sembarangan tas sandang yang dibawanya lalu menghempaskan diri keatas ranjang. Matanya yang sudah terpejam tiba tiba terbuka lagi dengan sempurna ketika menyadari sesuatu.


Livya cepat cepat mencari kembali tas yang ia lempar tadi,setelah dapat gadis itu mulai mengobrak abrik isinya.


"Hampir aku melupakan mu,ikan kecil..." Livya memandangi dengan gemas ikan hias kecil berwarna hitam keunguan dalam sebuah toples kecil yang kini dalam genggamannya.


"Kau lucu sekali..." Livya meletakkan toples kecil berisi ikan itu disampingnya. "Tapi pemilikmu lebih lucu! Haha!" Livya terkekeh sendiri. "Dia itu sedikit aneh! Tapi bersama nya kenapa aku senang ya? Aku bahkan melupakan Ryuga saat bersamanya..." Aaaaa kurasa aku sudah gila!!!"


~


"Namaku Eros."


Livya manggut manggut begitu Pria disampingnya menyebutkan nama.


"Namamu boleh juga, Apa kau tau artinya?" Tanya Livya.


"Dewa cinta?"


"Hampir benar.Eros dalam bahasa yunani berarti cinta berdasarkan hawa nafsu saja."


Pria itu terdiam.


"Tapi kita bukan orang orang Yunani." Katanya enteng. Membuat Livya tergelak.


"Ya tentu.Biar kutebak,jangan jangan nama Ibu mu Afrodit?"


"Nama apa yang kau berikan pada Ibuku? Itu kedengaran seperti nama narapidana kelas A!" Livya tergelak lagi.


"Tentu saja bukan! Afrodit dalam mitologi yunani itu adalah Ibu dari Eros, artinya dewi kecantikan! Ibumu cantik tidak?"

__ADS_1


"Kau bisa menilainya melalui aku."


"Cih,kau jelek begini!"


Pria itu diam lagi.Datar saja tanpa senyum. Pandangan nya lebih sering tertunduk atau menatap lurus kedepan.


"Jadi, Eros, aku berterimakasih ya untuk yang kemarin,kau pergi begitu saja tanpa membangunkan ku,dan aku tidak sempat mencarimu."


Pria itu mengangguk pelan.


"Jadi... serius kan aku cantik?" Goda Livya supaya Pria itu melihat kearahnya. Benar saja, Pria bernama Eros itu kini menatap tajam Livya.


"Aku menyesal menulis itu.Kau jadi besar kepala kan?"


"Ketimbang suster didepan sana lebih cantik siapa?"


"Hentikan."


"Katakan dulu!" Livya dengan berani menggoyang goyangkan tubuh Eros.


"Kalian jelek."


"Cih, aku tidak percaya!"


"Tapi aku lebih suka senyuman mu."


Deg! Aaaaaaaa! kok aku berdebar?


"Eh apa itu ditanganmu?" Tanya Livya menyadari Eros menggenggam sesuatu.


"Wuaa ikan hias?cantik sekali!" Komentar Livya begitu Eros menunjukkan benda ditangannya.


"Dasar Pria aneh,masa laki laki menyukai hal hal seperti ini sih?"


"Siapa namamu ikan kecil?" Livya nampak gemas.


"Dia belum punya nama."


"Bagaimana kalau aku yang memberikan dia nama? Apa jenis kelaminnya?"


"Laki laki."


"Darimana kau tau? Kau pernah lihat?"


"Tidak. Dia mengatakan nya sendiri padaku." Mendengar itu Livya terbahak.Beberapa menit yang terdengar hanya gelak tawa gadis itu.


"Oh ya ampun perutku sampai sakit... kau benar benar lucu! Kau pikir kau itu siapa bisa bicara dengan ikan,hm?" Aish, ada ada saja!"


"Terserah."


"Yasudah kalau begitu ajari aku bahasa ikan bagaimana! Oh biar kutebak, Apa begini?" Livya mulai mengerucutkan bibirnya membuat kedua pipinya menggelembung. Kemudian menggerakkan bibir itu seperti meniup.Alhasil ludahnya yang muncrat.Livya terkekeh sendiri dengan aksinya.Tapi Eros diam saja.Datar.


"Dasar aneh! jangan jangan kau minum banyak tadi ya? bicaramu ngelantur! "


"Lalu apa arti namamu?" Livya menggeleng.


"Aku tidak tau pasti.Tapi Ayahku pernah bilang Livya itu nama cinta pertamanya! Dia tidak bersatu dengan cinta pertama nya dulu jadi memberikan aku nama itu.Ibu ku tidak tau soal ini, kalau tau habislah,rumah itu akan terbelah dua karna omelannya!"


Eros nampak menyunggingkan senyum.


"Jadi namamu Livya?" Livya mengangguk. "Livya artinya hidup." Ujar Eros.Itu nama Romawi Kuno."

__ADS_1


"Serius?Jangan sotoy Yaaaa.."


"Dengan kehadiran mu Ayahmu berharap cintanya pada wanita itu akan selalu hidup. Meskipun hubungan keduanya redup." Livya terdiam.Berpikir.


Masuk akal juga si!!


"Ngomong ngomong soal cinta pertama,apa kau punya cinta pertama?" Tanya Livya.


"Aku bahkan mati karenanya." Livya mengerutkan dahinya bingung dengan jawaban Eros.


"Oh.. mungkin maksudnya kau merasa hatimu mati karena cinta, begitu?Tidak apa apa. Anggap saja kalian tidak berjodoh!"


Beberapa saat suasana hening.


"Lebih baik sekarang kau pulang."


Cih,baru saja akrab sudah mengusirku!


"Yasudah,aku pulang.Berikan saja pizza nya pada teman temanmu kalau kau tidak mau, oke? sampai bertemu lagi!"


Livya bangkit dari duduknya. Tapi belum sempat Ia melangkahkan kaki,Eros cepat menahan lengannya.Dingin.Itu yang dirasakan Livya ketika kulit Eros bersentuhan dengan kulitnya.


"Apa tidak apa apa kalau aku mengantarmu?" Livya terpaku mendengar pertanyaan Eros.


Dia peka juga ternyata!


"Memangnya kau tidak bekerja?"


"Tidak."


"Kalau begitu tunggu apalagi?"


Livya dan Eros jalan kaki berdua ditrotoar. Sepanjang jalan mereka nampak terlibat percakapan yang sebenarnya tidak penting sama sekali.Livya yang sesekali terkekeh sedangkan Eros yang setia dengan ekspresi datarnya. Livya nampak tak perduli dengan orang orang yang berbisik bisik menyaksikan tingkah anehnya.


Sampai akhirnya keduanya sudah berdiri tak jauh dari kediaman Livya.


"Sampai disini saja kau mengantarku. Terimakasih ya?" Livya tersenyum.


"Ambillah!" Eros menyodorkan toples kecil berisi ikan ditangannya.


"Serius ini untukku?" Eros mengangguk.


"Berikan dia nama yang bagus!"


"Wuuaa,thank you...Nanti akan aku cari nama yang bagus untuknya!" Livya menerimanya dengan senang hati.


"Masuklah." Livya mengangguk. "Jangan kerumah sakit lagi."


Wajah senang Livya tiba tiba berubah sendu mendengar kata kata Eros.


"Kalau ingin menemui ku datanglah ketaman kota,bawa ikan itu bersamamu.Aku bisa tau kau datang."


Aaaaaa menyebalkan! pintar ya membolak balikkan hatiku!


Sudut sudut bibir Livya terangkat membentuk senyuman ketika Eros kembali menata kata katanya.


"Kau ini seperti orang pintar saja bisa tau aku datang tanpa kuberitahu,Apa kau punya kekuatan super? Misalnya, bisa membaca pikiran seseorang dari jarak jauh?"


"Kita memang berbeda."


"Cih, terserahlah,Lagipula Siapa juga yang mau menemuimu? Geer!" Livya pura pura kesal.

__ADS_1


"Kalau kau ingin.Aku tidak memaksamu." Eros melangkah pergi.Livya masih diam diposisinya menatap tubuh itu sampai hilang dari pandangannya. Livya memasukkan ikan itu kedalam tasnya sebelum melangkah masuk kedalam rumah.


__ADS_2