
"Kak, leher kakak merah..."
Deg! Mata hitam Andrea seketika membulat mendengar perkataan Dira.
Astaga! sudah coba kututupi kenapa masih kelihatan si? mati aku!
"Maaf Kak, apa terjadi sesuatu?" Tanya Dira hati hati.
"Heemm? Ah, tidak, tidak terjadi apapun. Ak, Aku, aku alergi! Ya, alergi! Kalau tak sengaja termakan maka akan seperti ini jadinya!" Jawab Andrea berbohong sambil merapikan kedua rambutnya kedepan.Dira manggut manggut.
Tuh kan alergi... Tapi alergi bisa begitu ya, hanya dileher saja!
Aish, mati aku, Aaaa Tuan Dariel, kenapa membuat ku susah begini!
"Apa kau jijik?" Tanya Andrea.Dira cepat menggeleng.
"Tidak Kak,"
"Sebenarnya aku tidak punya baju yang bisa menutupi leherku,hanya satu dan itu kotor! Kupikir kau jijik melihat alergiku ini..."
"Tidak Kak, apa kakak mau kedokter? Aku akan menemani kakak"
"Ha? tidak tidak, itu tidak perlu, besok juga pasti hilang ,aku,aku sudah beli obat alergi diapotek kemarin! Iya hehe"
"Yasudah kalau begitu kak" Oiya kak, maaf kalau aku lancang,semalam saat membersihkan ruang kerja aku melihat buku gambar..."
Aaaaaa Rea kenapa kau bisa seceroboh itu sii? Apa dia melihatnya juga?
"...Apa itu punya kakak?"
Pelan Andrea mengangguk.
"Aku tak sengaja melihat gambar dibagian depan, Bagus sekali loh! Gambar seorang gadis dan lelaki yang sedang berdiri memandang langit malam yang penuh bintang! Kakak hebat!"
Ah syukurlah dia tidak membuka semua nya!
"Terimakasih Dira, aku hanya hobi"
"Sebenarnya aku sangat ingin melihat lihat halaman lain tapi aku takut kakak marah kalau aku memeriksa nya tanpa izin"
Tidak marah, tapi belum saatnya kau tau!
Andrea hanya tersenyum.
"Dira, bagaimana menurut mu tentang seorang Pria yang punya dua istri?"
Dira agak kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Andrea.
"Duh, bagaimana aku menjawab nya ya Kak" Menggaruk kepala nya yang tak gatal. "Setiap orang kan punya alasan tersendiri kenapa menikah lagi,aku tidak mau menghakimi siapapun soal itu, aku juga tidak tau bagaimana nasibku kedepannya.Aku percaya, Tuhan itu adil.Ada kelebihan disetiap kekurangan.Kadang kadang kita harus belajar menerima sesuatu yang pahit dulu sebelum merasakan yang manis..." Tapi sejujurnya, mungkin, mungkin yaaa, kalau aku jadi istri pertama aku akan sedikit...sakit hati mungkin hehe" Maaf Kak kalau jawaban ku tidak sesuai dihati, soalnya aku kan bukan pakarnya"
Andrea mengangguk. Ia jadi tambah merasa bersalah pada istri pertama suaminya.
"Dira, seperti apa Istri Tuan Dariel itu dimatamu?"
"Istri Tuan Dariel? Nyonya Aletta? Dia cantik dan sangat baik sama seperti kakak,para pelayan sering dibelikan makanan enak kadang kadang juga pakaian,tapi aku kasihan padanya, Nyonya besar sering marah marah padanya karena selama menikah Nyonya Aletta belum juga mengandung,bahkan terakhir Tuan Dariel membawa Nyonya Aletta pergi dari mansion!"
Ya Tuhan, kenapa begitu berat menjadi dirimu Nyonya muda!
"Astaga! Kak, kumohon jangan katakan pada Tuan Dariel aku habis menceritakan tentang keluarga Lee tadi ya? Mohon sekali kakak tidak mengadukannya! "
__ADS_1
"Eh?" Andrea kaget karna kini Dira sudah berganti posisi berlutut disampingnya.
"Mohon kakak tidak mengadukan ku pada Tuan Dariel kak, aku mohon..."
"Dira, sudahlah, jangan begini"
"Aku mohon kak,"
"Iya iya aku tidak akan mengadukan apapun yang kau katakan, ayo berdiri! "
Dira menurut.
"Sebenarnya kami para pelayan dilarang keras menceritakan apapun pada siapapun apa saja yang terjadi didalam mansion keluarga Lee atau yang menyangkut Tuan Dariel dan keluarga nya, Tuan Dariel akan sangat marah kalau mengetahui nya!"
"Tenanglah, aku tidak akan mengadukan nya, bukankah aku kakakmu? seorang kakak tidak akan mau menyusahkan adiknya bukan? Duduk lah lagi dan habiskan sarapanmu oke? Maaf aku sudah bertanya tadi!"
Dira menurut.Rasanya ia sudah tak bernafsu lagi.
"Tenanglah.."
"Kakak janji kan tidak akan mengadukan aku?"
"Iya aku berjanji Dira... Kau bisa pegang janjiku!"
Kenapa sih mereka ini? memang nya tuan Dariel akan melakukan apa kalau tau sesuatu tentang dirinya diceritakan orang lain? Aish, aku jadi merinding! Dia memang agak sedikit mengerikan kalau marah, lihat saja yang dilakukan nya waktu tidak menemukan aku! Bagaimana kalau aku berbuat lebih dari itu?
"Dira,apa kau punya pacar?" Tanya Andrea mencairkan suasana.
"Eh, kakak jangan bertanya begitu..." Wajah Dira bersemu merah.
"Kenapa? Aku kan kakak mu juga sekarang, tidak mau cerita padaku?"
"Tidak ada Pria yang kau sukai?"
"Ha? Pria yang ku sukai?" Dira tersenyum malu.
"Seperti apa wajahnya?pasti Dia tampan ya?"
Pelan Dira mengangguk.
"Aku hanya mengagumi nya saja kak. Lagipula mana mungkin Dia mau denganku, Dia tampan dan kaya raya"
"Tidak usah dipikirkan, selesai kan saja kuliahmu dan jadilah wanita sukses, setelah itu laki laki mana yang tidak mau dengan mu!"
"Iya kak, aku mengerti"
"Apa Dia satu kampus denganmu?"
Dira mengangguk.
"Dia, Senior ku dikampus kak"
"Begitu..."
"Kau kuliah dimana sih? Aku selalu lupa menanyakan nya padamu"
"Di Universitas X"
"Wuuuaaa itu kan kampus adikku juga! Namanya Livya! Apa kau mengenalnya?"
__ADS_1
Dira menggeleng. "Seperti nya tidak"
"Ah, kurasa dia seniormu!"
"Begitu ya? Pasti sama cantiknya dengan Kak Rea yaa? "
"Tidak, dia lebih cantik! Kau juga cantik! "
Dira tersenyum.
"Kak, sepertinya aku harus pulang sekarang"
"Begitu ya? Padahal aku masih ingin berbagi cerita denganmu!"
"Sebenarnya aku ada tugas kuliah..."
"Yasudah tidak apa apa, hati hati ya?"
Andrea mengantarkan Dira sampai diambang pintu.
"Sampai ketemu Dira!" Andrea melambai.
Andrea baru saja ingin masuk lagi ke apartemen nya tapi sebuah suara membuat Andrea menghentikan niatnya.
"Andrea? Itu Kau?"
Andrea menoleh kearah suara yang menyapanya. Andrea terbelalak melihat siapa yang ada dihadapannya kini.
"Dunia begitu sempit ya?Setelah lama tidak bertemu tiba tiba kau sudah ada didepanku!" Orang itu mendekati Andrea.Andrea masih terpaku ditempat nya.
"Kau makin cantik..." Tangannya terulur ingin menyentuh pipi mulus Andrea.
"Jangan menyentuhku!" Andrea menepis tangan orang itu.
"Kau galak sekali! Dulu aku juga pernah menciumnya kan? Masa menyentuh saja tidak boleh?"
"Kau menjijikkan!"
"Kau masih begitu marah padaku rupanya... Kau tinggal disini? sejak kapan? Hebat sekali kau bisa membeli apartemen mewah begini? Apa kau melayani lelaki hidung belang?"
PLAKK!!
"Beraninya kau menamparku!!"
Tangan orang itu sudah mencekik leher Andrea, membuat wanita itu sesak luar biasa. Andrea berusaha memberotak tapi sia sia. Akhirnya, dengan sisa sisa tenaga yang ada, Andrea menendang kuat ************ orang itu, membuat pemiliknya menjerit kesakitan dan sontak melepaskan tangannya dari leher Andrea.
Kesempatan itu digunakan Andrea untuk masuk kedalam apartemen nya lagi dan mengunci diri didalam. Ia ketakutan. Airmatanya mengalir deras.
"Kenapa aku bertemu lagi denganmu! Kenapa?! Tuhan kenapa?! Kenapa Dia hiks hiks, Aku membencinya!!"
Andrea beringsut lemas terduduk dilantai. Mengacak rambutnya frustasi. Menangis.
"Rea..."
Sebuah sentuhan dibahunya membuat Andrea berteriak histeris.
"Akh! Lepas, lepaskan aku! Pergi kau! Jangan mengganggu ku, jangan!!" Andrea memukul mukul kan tangannya kearah orang itu.
"Rea hentikan! Ini aku Dariel!! " Dariel memegangi kedua tangan Andrea yang memukuli nya tadi. Andrea tersadar.
__ADS_1
"Ada apa denganmu?"