Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 43


__ADS_3

Terlepas dari belenggu nikmat yang diberikan Dariel membuat Andrea mengantuk, Ia tertidur begitu pulasnya dan baru terbangun lagi setelah hampir dua jam. Dilihatnya suami tampannya itu sedang berdiri menatap keluar jendela. Perlahan Andrea duduk dan bersandar di headboard. Mendengar ada pergerakan Dariel menoleh,dari ekor matanya Ia tau Andrea sudah terjaga.


"Aku kira kau sudah kembali.."


"Kenapa?Kau kecewa aku belum pergi dari sini? Apa kau ingin menemui seseorang dibelakangku?" Dariel tersenyum sinis.pandangannya kembali lurus kedepan.


"Bicara apa kau ini..." Andrea ingin bangkit tapi suara Dariel menghentikannya.


"Tetap disitu." Dahi Andrea berkerut,suara bariton itu terdengar menakutkan ditelinga nya.Apa Dariel sedang marah? Tapi kenapa? Meski bingung Andrea menurut,selimut nya Ia benahi hingga menutup sempurna dada polosnya. Kembali merebahkan tubuh belakangnya pada sandaran kasur.


"Tuan, kau baik baik saja?" Akhirnya Andrea memberanikan diri bertanya setelah beberapa saat Dariel mendiamkan nya.Terdengar helaan nafas yang berat dikeluarkan Dariel.


Dariel berbalik,berjalan mendekat keranjang. Mengambil ponsel milik Andrea yang Ia letakkan disakunya dan menyodorkan benda itu pada pemiliknya.Andrea menerima dengan tanda tanya besar.Dari tatapan mata Dariel saja Ia tau kalau suasana hati suaminya itu sedang buruk.


"Kenapa dengan ponselnya?" Tanya Andrea bingung.


"Lihat saja sendiri." Andrea langsung menyalakan layar yang tanpa lockscreen itu. Tampilan layar langsung memperlihatkan bekas chat seseorang diakun sosialnya.


"Tuan,dia hanya teman sekolahku." Langsung memberi penjelasan seolah mengerti apa yang menjadi akar sikap dingin Dariel.


"Mungkin maksud mu teman yang akan menjadi kekasihmu?"


"Aku bersumpah.Kami tidak ada hubungan apapun selain pertemanan."


"Apa ada alasan lain yang bisa kau pakai agar aku mempercayai mu?" Dariel mengambil lagi ponsel Andrea dari pemilik nya. "Kalau dia tidak penting,kenapa kau membohonginya?" Bertanya dengan nada dingin.Andrea diam.


"JAWAB!" Andrea langsung memejamkan matanya mendengar bentakan Dariel. Dariel melemparkan benda kecil itu hingga membentur dinding dan pecah berserakan dilantai.Lalu Dariel mencengkeram kuat bahu Istrinya,tak perduli meski Andrea meringis.


"Kau ingin mengkhianati ku,hm?"


"Tuan, kau salah paham!"


"Salah paham? Tidak akan salah paham kalau kau tidak meresponnya!"


"Aku hanya meresponnya karna dia teman sekolah ku, kami sudah lama tidak bertukar kabar, itu saja..."


"Kau tidak jujur tentang pernikahan mu! dan Kalian berencana bertemu dibelakangku!! Apa maksudmu?!" Dariel mendorong tubuh Andrea hingga sedikit membentur sandaran kasur.Dariel mengusap wajahnya kasar.


Meledak sudah emosi yang sedari tadi Ia tahan. Bahkan rasanya Ia ingin mencekik leher Pria yang mengirimi istrinya pesan itu. Tadinya Dariel ingin mengabaikan begitu sebuah panggilan masuk diponsel Istrinya. Tapi panggilan itu terus berulang. Membuat Dariel penasaran siapa yang menghubungi Andrea.Panggilan suara itu Ia jawab.


'Rea, kenapa lama sekali? sedang sibuk? kau jadi datang kan? '

__ADS_1


"Berhenti mengganggu istriku!" Dariel memutuskan panggilan sepihak. Kesal begitu mendengar bahasa yang Ia rasa terlalu mesra itu. Jadi datang? Timbul rasa penasaran dibenaknya tentang Pria yang barusan menelfon, dan Dariel menemukan satu pesan percakapan mereka.


Rea? kau rupanya? aku pangling melihat fotomu. Apa kabar?


Aku masih jelek seperti dulu kok. Aku baik baik saja.Kau bagaimana?


Baik juga. Kau sudah menikah?


Belum.


Pacar?


Kenapa makin tua kau makin banyak tanya


Hehe. Ternyata masih kosong ya


Tidak juga.


Serius.. biar aku mendaftar


Jangan bercanda.


Kau masih di ibu kota?


Kebetulan, bagaimana kalau kita bertemu? Aku penasaran ingin melihat langsung seperti apa kau sekarang...


Tidak ada yang perlu diperlihatkan


Oh ayolah Rea, Kau masih saja merendah. Buktinya aku hampir tidak mengenali mu. Seperti nya kau semakin cantik setelah lima tahun tidak bertemu..


Hehe Terimakasih gombalannya,Itu cukup membuatku mual


*Kuharap kau mau menemui ku. Aku tunggu nanti jam lima sore di Raza cafe. Datang ya.


Hilang sudah rasa kantuk Dariel yang tadi menggerogoti nya. Berganti dengan rasa marah dan cemburu jadi satu.Andrea tidak mengakui kalau dia sudah menikah, apa maksudnya? Dariel menatap nanar kearah Andrea.Meskipun begitu Dariel masih punya hati untuk tidak membangunkan Istrinya yang sudah terlelap itu.


"Kenapa kau tidak menganggap ku?" Tanya Dariel setelah beberapa saat keduanya saling diam.


"Tuan,"


"Kau menyukainya?!"

__ADS_1


"Dengarkan aku..." Andrea ingin menyentuh lengan Dariel tapi Pria itu cepat menepis tangannya.Andrea merasa sakit dengan penolakan itu.


"Tolong jangan seperti ini, Tuan.."


"Aku salah menilai mu Rea,Sekarang terserah,Kau masih punya waktu kalau ingin menemui nya, aku tidak akan menghentikan mu! Tidak kembali lagi juga tidak masalah!" Setelah berkata begitu Dariel keluar dari kamar tanpa menoleh kearah Andrea yang sudah berlinang airmata, tak menggubris walau Andrea memanggil nya.


Andrea menyeka airmata yang jatuh dipipinya.Dadanya terasa sesak,Ia sesunggukan dibawah selimut. Sementara Dariel sudah berlalu.Lila yang tadi melihat Dariel keluar dari kamar dengan emosi setelah terlibat sedikit cekcok dengan Andrea,menjadi khawatir dengan keadaan majikan wanitanya. Ia memberanikan diri mengetuk pintu kamar Andrea.Tapi sampai beberapa kali Andrea tak menjawab. Lila paham mungkin Andrea butuh waktu untuk sendiri.Lila tersenyum simpul menyaksikan dua sejoli itu, darah muda yang panas itu dulu juga pernah Ia rasakan juga saat seusia mereka.Betapa Lila merutuki waktu yang berjalan sangat cepat dan membuatnya menua.


Andrea terlalu malu untuk menyahuti Lila yang memanggilnya dari luar.Meskipun Lila tidak akan mengomentari tubuh telanjang nya dibawah selimut tapi menunjukkan terang terangan sesi percintaan yang telah usai jelas kurang sopan.Belum lagi kamarnya yang berantakan sejak kepergian Dariel.


Ia yakin Lila mendengar keributan yang mereka timbulkan tadi.Andrea sendiri merutuki kebodohannya yang menjadi pemicu kemarahan Dariel.Tapi Ia punya alasan untuk itu.


Aku tidak berencana menemui nya, Tuan. Kenapa kau tidak mau mendengarkan ku? Aku tidak menyukai nya. Aku mencintaimu.


Sampai malam menjelang Dariel tidak kembali,Andrea juga tidak keluar dari kamarnya.Tidak makan.Pintu kamar Ia kunci. Lila sampai bosan memanggil nya.


"Aku tidak lapar Bu.Aku ingin istirahat saja." Setelah itu Andrea diam lagi. Seolah tidak mendengar nasihat-nasihat Bu Lila soal kesehatan dari luar kamar. Bu Lila gigih membujuk Andrea makan bukan tanpa alasan, Dariel menelfonnya tadi dan mengancam akan memecat nya kalau sampai Andrea melewatkan makan.


Apa dia keluar?


"Tidak Tuan.Setelah Tuan pergi Nyonya mengurung diri dikamar."


Sudah waktunya makan malam. Panggil dan bujuk dia untuk makan. Awas saja kalau tidak berhasil, aku tidak akan segan segan memecatmu!


Menjelang pagi Andrea baru keluar dari kamarnya karena merasakan dahaga nya kering.Dilihatnya Lila sedang menyiapkan sarapan.


"Akhirnya Nak Rea keluar juga..." Andrea tersenyum tipis.


"Aku tidak apa apa.Aku ingin minum." Andrea menuangkan air kegelas dan meneguknya. Saat Andrea ingin kembali kekamar,Lila dengan cepat menahan lengannya.


"Nak Rea sarapan dulu, Bibi sudah buatkan nasi goreng seafood yang enak,Nak Rea pasti menyukai nya."


"Aku tidak lapar."


"Nak Rea belum makan apapun sejak semalam.. Tolonglah Nak Rea makan sedikit.. Kasihan bayi dalam kandungan Nak Rea,lagipula tuan akan marah pada saya kalau Nak Rea tidak makan."


"Apa dia menelfon Bu Lila?" Pelan Lila mengangguk. Andrea teringat kata kata Dariel semalam.


Berjanjilah kau akan makan ada atau tidak aku bersamamu...


Tapi dia sedang marah padaku, bagaimana aku bisa menelan makanan sekarang?

__ADS_1


Andrea menghela nafas sambil mengelus perutnya ia berucap "Kalau dia bertanya bilang saja aku sudah makan."


"BERANI SEKALI KAU MEMBOHONGI KU?!"


__ADS_2