Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 56


__ADS_3

"Aw! Sakit Tuan! jangan terlalu kuat gerakannya!!" Andrea meringis.Tak sadar suaranya sudah sampai keluar kamar.


"Kalau begini bagaimana?"


"Iya,begitu.Pelan pelan saja."


Lila yang baru saja ingin mengetuk pintu kamar Andrea kini tangannya terhenti diudara begitu telinganya barusan menangkap percakapan kedua majikannya dari dalam kamar. Lila menelan salivanya membayangkan apa yang terjadi didalam sana.Keasyikan menebak nebak, Tak sadar Pintu sudah dibuka dari dalam.Seraut wajah tampan Dariel menghiasi pandangan Lila.


"Kenapa lama sekali? sudah kau buatkan yang aku minta?" Lila mengangguk lalu memberikan wadah berisi air hangat dan handuk kecil. Dariel menerima nya lalu kembali menutup rapat pintu kamar.Tak peduli dengan Lila yang sudah sempat berpikir aneh aneh.Bagaimana tidak, sehabis pulang dari rumah sakit juga tadi Lila sempat mendengar obrolan kedua majikannya dari dapur.


"Apa bibirmu pedih?"


"Hu'um.Kau sih menggigitnya tadi."


"Maafkan aku."


"Kurangi mesum mu itu Tuan.Apa apaan itu tadi,pokoknya aku tidak mau lagi kongsi es krim dengan mu!"


"Jangan mengomel,kau juga menikmati nya, Jangan bilang tidak!"


"Kalau aku tidak menikmati nya Tuan tampan akan merajuk!"


"Oh jadi terpaksa nih ceritanya?!"


"Tuh kan mulai merajuk lagi!"


"Aku tidak merajuk sayang. Tunggu aku dikamar aku suruh Lila dulu menyiapkan sesuatu."


Apakah yang didengarnya barusan ini kelanjutan dari yang tadi?Ahh Lila menepuk nepuk pelan dahinya mengusir pikiran yang tidak tidak itu.Toh mereka suami Istri terserah mereka mau berbuat apa!


"Panggilkan saja tukang pijat, kau lelah nanti kalau memijatku terus." Ucap Andrea begitu Dariel kembali memijit bahu dan punggung nya yang sudah polos setelah tadi keluar sebentar.


"Tanganku lebih mumpuni daripada tangan tukang pijat.Kau pasti segera sembuh setelah ini." Balas Dariel mantap sambil tangannya terus memijit. Benar benar memijit. Ia berusaha untuk menahan diri kali ini.Rasa sayangnya lebih besar daripada syahwatnya yang juga sudah terasa mendidih.


Andrea diam membiarkan.Sejujurnya pijatan Dariel tidak buruk.Entah kenapa sepulang dari rumah sakit tadi badannya terasa pegal dan suami tampannya ini dengan sikap percaya diri dan tidak mau dibantahnya menawarkan diri memijatnya.


"Sudah enakan?" Tanya Dariel.Andrea mengangguk.


"Apa sebelum jadi pengusaha kau pernah magang dipanti pijat yang?" Dariel tersenyum mendengar kata 'yang' dikalimat Andrea. Asing ditelinga tapi kok terdengar manis ya?


"Apa pijatanku enak?"


"Lumayan sih."


"Aku lebih ahli dibagian pijat plus plus nya. Kau lihat selama ini pelayanan ku memuaskan bukan?" Andrea terkekeh.


Beberapa menit berlalu,Andrea sudah hampir tertidur karena sentuhan-sentuhan tangan Dariel ditubuh belakang nya ketika Pria itu menyudahi aksi dadakan itu.


"Kita bersihkan tubuhmu dulu." Andrea duduk. Mengancingkan kembali tali bra nya yang dilepas Dariel saat memijat tadi. Andrea geleng geleng menatap mangkuk besar berisi air dan ada handuk kecil juga. Pria satu ini sungguh keras kepala.

__ADS_1


"Sayang aku benar benar sudah baikan. Tidak perlu seperti ini.Aku sudah tidak panas lagi."


"Tidak panas tapi kau masih demam.Kau tetap tidak boleh mandi dulu.Sudah menurut saja,biarkan aku mengurusmu sebelum aku pergi." Andrea mengulum senyum.Matanya menatap Dariel yang kini sibuk membasahi handuk kecil dan me-lap kan nya ketubuh mulusnya. Mulai dari leher, tangan kanan-kiri, perut, kaki kanan-kiri,kemudian punggung. Ia sungguh bersyukur sudah menikah dengan Pria ini, Dariel bahkan rela menurunkan derajatnya untuk melayaninya yang notabene hanya Istri sementara. Setelah selesai Dariel memilihkan baju untuk Andrea.Membantu Istrinya itu memakai nya.


"Terimakasih Sayang.." Ucap Andrea begitu pakaiannya terpasang. Dariel tersenyum kemudian mengecup dahi Andrea.


"Kau sudah mau pergi?" Tanya Andrea.


"Kenapa?"


"Bolehkah kau tinggal sebentar lagi saja? Aku ingin tidur sambil memeluk mu." Dengan senang hati Dariel naik lagi keranjang dan memposisikan tubuhnya agar Andrea merasa nyaman.Andrea merebahkan kepalanya didada bidang Dariel.


"Kau belum makan malam kenapa malah ingin tidur?"


"Aku akan makan nanti.Tenanglah.Aku tidak melewatkan makan ku lagi kok." Dariel percaya. Mata mata nya sendiri yang memberitahu.


"Rea?"


"Hanya ingin memanggil ku saja? Aku tau kau iseng Tuan!"


"Tidak baik menuduh suami sembarangan begitu!" Andrea tertawa kecil.


"Lalu apa?"


"Apa kau mengantuk?" Menyisir surai Istrinya dengan tangan.Andrea mengulum senyum.


"Tidak juga, kenapa?"


"Aku lihat kau memejamkan mata tadi."


"Tadi sih iyaa tapi sudah tidak lagi."


"Aku ingin mengajakmu main..."


Main kuda kudaan?


Andrea sedikit berpikir sebelum menjawab.


"Ya baiklah tapi pelan pelan ya?" Tanya Andrea memastikan.Dariel menautkan alisnya mendengar jawaban Andrea.


"Kenapa harus pelan pelan?Maksudnya suara nya pelan pelan begitu?tapi kenapa?" Dariel tak mengerti.


"Gerakan mu yang pelan pelan,Soalnya aku masih agak lemah kalau untuk main yang 'itu'..." Dariel yang mulai paham jadi terbahak.


"Rea.. Apa yang kau pikirkan?Aku hanya ingin mengajakmu main tebak tebakan tadi!"


"Serius?Aaaa!" Andrea menutupi wajahnya malu.


Aaaaaaaa apa yang kupikirkan siii?

__ADS_1


"Istri nakal!" Dariel mencubit pelan pipi Andrea.


"Lain kali bicaralah yang jelas Tuan! Aku malu! Menyebalkan!" Andrea pura pura kesal, dibaringkannya tubuhnya membelakangi Dariel.


"Hey..." Dariel memeluk Andrea dari belakang. "Begitu saja kau marah...Sayang,aku lihat pipimu merona tadi, wajahmu jadi semakin cantik kau tahu?" Andrea menahan senyumnya mendengar bisikan Dariel.


"Rea?"


"Heemm?"


"Ayo lakukan dengan pelan."


Tuh lihat kelakuannya!!


Dariel hilang kendali,tadinya Ia memang ingin mengajak Andrea main tebak tebakan sekadar mengusir keheningan,tapi melihat Andrea memberi lampu hijau membuat nya 'ingin' juga. Dariel sudah menciumi tengkuk Istrinya.Membuat Andrea kegelian.Tangan yang tadi diam memeluk pinggang kini sudah bergerak menjelajah. Andrea menggigit bibirnya.Tak berani meredam keinginan Dariel. Sejujurnya Ia juga rindu untuk disentuh.Detik berikutnya suara dering ponsel membuyarkan aktivitas awal mereka. Mau tidak mau Dariel menghentikan aksinya dan menjawab panggilan.


"Hallo?-Oh,Iya,aku kesana sekarang." Andrea bangkit dan duduk melihat Dariel kembali memasang sepatunya.


"Sayang,aku harus pergi.Maaf..." Ucap Dariel dengan berat hati. Andrea tersenyum. Dielus nya pipi Dariel.


"Hati hati dijalan." Dariel mengangguk.


"Besok aku kesini lagi.Segeralah sembuh." Dariel mencium dan mengusap lembut pipi Andrea.


"Aish,sepertinya aku harus berendam air dingin malam ini!" Andrea terkekeh.


Apa Kau lupa masih punya istri pertama Tuan?


Kedua bola mata Andrea masih setia memandangi Dariel sampai hilang dibalik pintu.


Sepeninggal Dariel,tak lama Ponsel Andrea berdering. Ia mengerutkan dahi melihat sipenelepon.


"Sayang?Apa ada yang tertinggal?"


Rea?


"Ya?"


"Aku sayang padamu." Sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman.


"Kau dimana?"


Aku sudah di loby. Kenapa?


"Tidak ada.Sesungguhnya Aku berharap hari tak pernah malam."


...............


Udah tiga bab bahas babang tampan sama kaka cantik nih😉 mana yang ngakunya geregetan?? masih geregetan nggak? Hehe Sampe sini ada yang mau disampein readers?

__ADS_1


__ADS_2