
PLAKK!!
Andrea berhasil membuat wajah Dariel berpaling. Dariel kaget setengah mati dengan reaksi yang diberikan Istri mudanya. Andrea juga sama kagetnya.Tidak tau kenapa dia melakukan itu pada Dariel. Andrea menatap nanar tangan yang ia gunakan menampar suaminya.
"Tuan,aku,"
"Kau menolak ku?" Suaranya pelan tapi penuh penekanan.Ada emosi didalamnya. Andrea diam tak bisa menjawab.Dariel langsung meninggalkan Andrea setelah dirasa diam nya Andrea itu adalah jawaban. Jelas Ia sakit hati,seumur hidup Ia tidak pernah menyukai yang namanya penolakan. Selepas kepergian Dariel, Andrea perlahan terduduk menyusul benda ditangannya yang sudah lebih dulu terlepas sebelum tangannya yang kotor menyakiti wajah Dariel. Tidak terisak Andrea ditempatnya tapi rasanya sulit untuk menghentikan airmata yang sudah bercucuran.
Andrea kembali kekamar dan meraih ponsel nya, menghubungi kontak Alexander Dariel Lee. Tapi mimpi saja jika Pria itu mau menjawab nya,Andrea memijit pelipisnya merasakan pening yang menjalar.Puluhan kali Ia mencoba tapi Dariel seperti sengaja tidak ingin bicara dengannya.
Andrea merebahkan diri.Matanya lekat menatap langit-langit kamarnya.Bayangan Dariel dan Aletta sewaktu direstoran dulu kembali terlintas dibenaknya. Mereka saling berbagi tawa dalam kemesraan.Siapapun yang melihat keduanya pasti iri. Mana Andrea tega mengubah tawa itu menjadi tangis jika Ia menerima permintaan Dariel.
Andrea tertidur.Dalam tidurnya Ia merasakan Dariel datang dalam mimpinya.Pria itu mabuk berat,meracau tak jelas.Mengunci pergerakan Andrea dan Meluapkan emosinya lewat gerak erotis hingga menimbulkan kenikmatan yang membuat candu. Tapi Andrea merasa kesakitan dalam permainan itu,merasa tidak nyaman, Ingin menolak tapi sulit,Dariel bahkan tak membaginya jeda untuk bersuara agar ini bisa dihentikan. Akhirnya Hanya bisa pasrah hingga Dariel mencapai nya.
Andrea mengerjap ketika dirasakan nya sinar matahari pagi menerobos masuk menerpa wajahnya.Andrea merintih begitu bergerak seluruh persendiannya terasa retak sana sini. Bingung menyergap pikiran wanita itu, seingatnya selama beberapa bulan terakhir tidak pernah Ia seletih ini disaat pagi menjelang.Andrea membalikkan tubuhnya berusaha mencari posisi nyaman untuk meredakan rasa ngilu ditubuhnya.
Begitu berbalik mata kantuk nya menangkap satu sosok Pria yang dikenalnya sedang tertidur begitu lelap tepat disampingnya.Andrea melebarkan bola matanya berusaha memperjelas pandangan. Andrea menyibakkan selimutnya kasar, kaget luar biasa Ia setelah menyadari tubuh mereka berdua polos.Apakah ada pergumulan yang terjadi antara mereka?Tapi kapan?Atau jangan jangan yang dikiranya mimpi bukanlah mimpi?Andrea bertanya tanya dalam hati. Andrea mendekatkan wajahnya kewajah sosok yang tidak lain adalah suaminya itu. Mengendus aroma yang dicarinya. Bau alkohol.Jadi benar itu bukan mimpi? Dariel benar benar mabuk dan menggauli nya tadi malam.Sungguh Andrea tak habis pikir.
Andrea menatap wajah tampan yang terlelap itu.Dalam posisi sekian centi Andrea mengusap pelan rambut lebat Dariel Lee. Begitu sempurna makhluk tuhan satu ini. Wajah yang tampan,tubuh yang sempurna, aura kuat yang terpancar melebihi siapapun juga.Tidak ada yang tidak bisa terpikat dengan Pria ini.Termasuk dirinya.
Puas memandangi wajah tidur suaminya, Andrea meletakkan kepalanya didada polos Dariel.Mencari kenyamanan dipelukan Suami sementara nya itu.
Suami sementara?
Andrea menghela nafas berat.Kata kata sementara kini mengganggu kinerja otaknya. Disatu sisi Ia bahagia Dariel begitu lantang mengaku mencintainya,ingin merubah status sementara itu.Berkah tersendiri dicintai seorang Pria sempurna,bukan? Tapi disisi lain Andrea juga tersakiti, naluri kewanitaan nya kembali berguncang sama seperti saat Dariel memintanya mengandung anaknya dulu. Ia sudah menjadi wanita yang jahat.Dan image itu akan selalu melekat dalam dirinya jika Ia menyetujui keinginan Dariel.
Dalam pikiran-pikiran yang beterbangan dikepalanya itu Andrea merasakan sebuah pergerakan dirambutnya.Tangan Dariel mengusap ubun ubunnya pelan.
__ADS_1
"Kenapa kau mabuk?" Andrea bertanya dengan masih dalam posisi awal setelah yakin suaminya sudah terbangun juga. Dariel diam tak menjawab. "Jangan seperti ini Tuan, jangan menyakiti dirimu.."
"Kenapa kau perduli?" Dariel balas bertanya dengan suara pelan.Sedih hati Andrea mendengar pertanyaan itu. Andrea mendongak, Dariel masih memejamkan matanya. Pria ini masih diserang kantuk rupanya.
"Apa kau tidak ingin lagi aku peduli padamu? baiklah,aku akan membiasakan diri." Jawaban yang berbanding terbalik 180 derajat dari yang diinginkan Dariel. Tidak bisakah menjawab "Aku perduli karena aku juga mencintaimu" atau sejenisnya..
Andrea merebahkan lagi kepalanya ditempat semula.Dada bidang Dariel.Tempat paling disukainya.
"Tuan, badanku sakit semua.Aku ingin sekali dipijat.Bisakah aku minta tolong padamu untuk mencarikan tukang pijatnya?" Perlahan Dariel membuka mata.Sadar akan kesalahan nya yang memperlakukan Andrea secara kasar karena pengaruh alkohol yang masuk dalam dirinya begitu banyak tadi malam. Salah satu pelarian jika kehidupan dunianya sedang tidak baik baik saja. Baru terpikir olehnya anak dalam kandungan Andrea, apakah baik baik saja?
Dariel menggerakkan tubuhnya membuat Andrea melonggarkan diri.Mereka berganti posisi.Andrea yang berbaring dan Dariel yang menyamping, menumpukan kepalanya dengan satu tangan. Tangan yang lain mengelus perut Andrea yang tertutup selimut.
"Maafkan Ayah sayang,Ayah khilaf.Nanti kita periksa keadaan mu ya?" Mengecup lama dan mengelus lagi.
"Tukang pijat untukku bagaimana?" Dariel melirik Andrea.Lirikan yang menakutkan. Andrea sampai menggigit bibirnya merasa salah bicara.
Andrea sudah duduk ketika Dariel menahan lengannya dan itu membuat Andrea menoleh.
"Berbaringlah lagi,Jangan takut padaku, jangan menghindariku...,sudah berapa kali kukatakan jangan menganggapku jahat Rea.." Andrea tertegun.Pria satu ini terkadang memang susah ditebak sih.
"Aku,"
"Aku sayang padamu.Apa itu cukup untuk meyakinkan kalau aku tidak akan menyakiti mu? Berbaring lagi gih..." Menunjuk bantal yang ditiduri Andrea tadi dengan dagunya. "Nanti kita keluar,aku akan membawamu ke SPA untuk pijat."
Andrea tersenyum sambil mengusap jemari Dariel yang melekat dilengan kanannya. Betapa Ia terharu.Setelah berlaku kurang ajar tadi malam Dariel masih sehangat ini? Ah, Seandainya saja ya...
"Aku suruh kau berbaring,kenapa kau malah senyum-senyum tidak jelas begitu?" Pertanyaan Dariel membuat Andrea tersadar. Cepat cepat Ia membaringkan tubuhnya lagi.
__ADS_1
"Rea?"
"Heemm?"
"Kau serius menolakku?" Andrea terdiam.
Tuan.. kenapa membahasnya lagi?
"Apa aku benar benar tidak pantas mendapatkan hatimu?"
Kau sudah mendapatkan nya jauh sebelum kau menanyakannya!
"Tuan,"
"Benarkah pilihanku jatuh padamu itu salah?"
"Tuan,Tidakkah kau memikirkan Nyonya Aletta sebelum mengambil keputusan? Ingat semua kenangan yang sudah kalian buat,Ingat saat dia yang menemanimu disaat kau sehat atau sakit,Kau tidak bisa mendepaknya begitu saja hanya karena aku hadir diantara kalian. Apa kau ingin menaruh image jahat padaku seumur hidup karena aku mengambil mu darinya? Aku suka padamu.Aku peduli padamu, justru itu aku bersedia mengandung darah dagingmu,Tuan.. Kalau aku berniat menghancurkan rumah tanggamu sudah sejak awal aku melakukan nya.Sama sepertimu,aku pun tidak ingin dianggap jahat. Kami sama sama wanita dan sedikit banyak aku paham perasaannya.Itu kenapa aku mengatakan padamu untuk tetap melakukan kewajibanmu padanya meskipun kau sibuk memperhatikan anakmu.Tuan,aku bahagia, sungguh. Kau laki laki yang baik.Aku sungguh tidak menyangka bisa mendapatkan cintamu, tapi aku minta,jika benar kau mencintai ku, setelah anak kita lahir nanti, ceraikan aku... "
Dariel diam.Pandangannya menunduk pada jari jarinya yang sibuk memainkan ujung selimut didada Andrea.
"Kau diam saja? Aku kira kau akan mengamuk setelah aku berkata panjang lebar seperti tadi Hehe!" Andrea mencoba bergurau. Dariel terlihat menarik satu sudut bibirnya tapi tidak menoleh lagi.Andrea menangkup wajah tampan itu dengan kedua tangan.Ingin menatap mata indah Dariel. Tapi apa yang didapat Andrea setelah pemilik mata itu mengarahkan pandangannya lurus kemanik matanya.Dada Andrea bergemuruh. Mata indah itu sedang berkaca kaca sekarang, Astaga!
Andrea melihat kesakitan yang besar disana. Kekecewaan yang dalam.Tapi benarkah penyebabnya adalah Ia sendiri? Kenapa Seorang Dariel Lee serapuh ini hanya karena seorang gadis biasa seperti dirinya? Andrea tak mengerti. Lama mereka bertatapan, airmata Dariel sudah turun kepipi.Sakit bagai ditusuk jarum hati Andrea melihatnya.
"Tuan,kau..."
"Kenapa?Sudah lihat akibat dari perbuatan mu? Berhentilah nakal Rea, aku kesakitan sekarang..."
__ADS_1