
Gadis bernama Lisa itu terperangah ketika sosok cantik Andrea yang dikenalnya muncul dibelakang si tampan nan mempesona Dariel Lee.
"Andrea? Sedang apa kau disini?" seakan tak percaya Lisa bertanya. Pandangannya beralih dari Andrea kemudian Dariel bergantian. Pikiran kotor langsung melingkupi otaknya. Ia memang sempat speecless tadi ketika Dariel Lee dengan kesempurnaan tubuhnya membuka pintu, Pria itu topless dengan cueknya tak peduli mata Lisa yang terasa panas, dan kini seolah dikejutkan untuk kedua kali, Andrea adalah teman dari si Pria tampan ini?
Andrea melangkah mendekat dan berdiri tepat disisi Dariel. Sebenarnya ia kikuk juga ketika tau Lisa adalah petugas delivery dari makanan yang dipesan suaminya.
"Kalian saling kenal?" tanya Dariel. Andrea mengangguk cepat. "Dia Lisa. Temanku dikampus." Dariel manggut-manggut.
"Aku kekamar duluan." sahut Dariel sambil meninggalkan kecupan tipis disurai lembut istrinya. Andrea mengangguk dan tersenyum. Sorot matanya kembali mengarah pada Lisa.
"Kau sedang membantu mengantar makanan dari restoran orangtuamu ya?" tebak Andrea berusaha ramah memecah situasi, bibirnya dihiasi senyuman, membaca ekspresi kaget yang ditampilkan Lisa saat itu. "Mau masuk dulu?" Lisa masih terpaku ketika dengan setulus hati Andrea menawarkan ia untuk masuk menikmati kemewahan apartemen milik Ibunya.
Mereka memang sejatinya bukan teman akrab. Mengingat Andrea juga baru menjadi penduduk kota ini. Lisa adalah salah satu mahasiswi design yang sama dengan Andrea, orangtuanya mempunyai beberapa usaha dibidang kuliner dan fashion. Karna itulah, dibeberapa hari yang terlewat tanpa disengaja mereka bertemu saat Damian mengajak Andrea makan disebuah restoran yang juga saat itu Lisa yang melayani mereka. Terjadilah obrolan panjang diantara mereka waktu itu. Saat itu Lisa mengambil kesimpulan bahwa Damian merupakan kekasih Andrea, meskipun tanpa bertanya ia menimbang dari sikap gentleman pria itu memperlakukan wanitanya. Pernah terbersit rasa iri dalam hati Lisa menyadari betapa Andrea sangat cantik dengan tubuh yang pas hingga mudah mendapatkan pasangan, dia sendiri sepertinya kurang bisa menarik perhatian lelaki.
Melihat Lisa hanya diam bergeming Andrea kembali bersuara,
"Kau baik baik saja?" Lisa terkesiap ketika Andrea menyentuh bahunya.
"Eh..Aku baik baik saja.Apa tadi?"
"Mau masuk dulu?" Andrea mengulang tawarannya.Lisa menurut. Kakinya melangkah masuk dan tak kaget dengan barang-barang mewah yang menyambutnya.
Lisa duduk disalah satu sofa. Tak lama Andrea kembali dengan segelas minuman segar ditangannya. Pakaian santai yang dikenakan Andrea membuatnya tampak lebih muda.
"Minumlah, maaf seadanya ya." Andrea berbasa basi sambil menghempaskan pantatnya disofa yang berseberangan. Lisa menipiskan bibir.
"Tidak apa. Ini sudah lebih dari cukup." Lisa menyesap sedikit. Adegan barusan memang membuat dahaganya terasa kering.
__ADS_1
"Jadi ini apartemenmu?"
"Apartemen keluarga."
"Lalu, siapa Pria yang bersamamu? Apa dia kekasihmu? Kalian tidur bersama?" Andrea tersenyum saja.
"Ah.. Maaf kalau pertanyaanku lancang," Lisa menutup mulutnya dengan telapak tangan. "Tadinya aku pikir Damian itu kekasihmu lho.. Kalian begitu mesra kemarin saat direstoran."
"Kami hanya berteman."
Andrea sadar ia telah membuat kesalahpahaman dimata semua orang. Mungkin Lisa juga sudah berpikiran buruk sekarang. Selama ini ia tidak pernah mengatakan apapun kepada orang yang dikenalnya selain Damian bahwa ia masih berstatus istri seseorang. Tubuhnya masih hak seseorang. Meskipun tadinya Andrea sudah tak berharap lebih dengan hubungan rumah tangganya.
"Sayang, aku lapar." Suara Dariel menginterupsi percakapan dua wanita itu. Lisa langsung memberi tatapan menilai pada Dariel Lee begitu sosoknya kembali muncul. Dan Lisa hanya bisa menggigit bibir. Setelah tadi ia mendapat hidangan pembuka dengan Dariel yang hanya berbalut handuk sepinggang, kini matanya disegarkan dengan penampilan pria itu menggunakan celana pendek dan T-shirt pula. Rambutnya yang basah dan nampak air masih menetes diujung ujungnya, tertahan dan hilang ditelan serat handuk kecil yang melingkar dileher kokohnya.
Bahkan pria itu memanggil Andrea dengan sebutan sayang. Mereka memang sedekat itu rupanya. Huff.. Zaman sekarang memang sulit mendapat teman yang bersih, apalagi dia sangat cantik. Sebagian besar akan menjadikan kecantikan mereka sebagai alat bukan? Jangan-jangan Andrea juga tipe perempuan penjual tubuh dan suka berganti pasangan yang dengan kecantikan parasnya mampu membuat banyak laki-laki kaya bertekuk lutut? Zaman sekarang wajah polos yang malah susah dipercaya, Lihat saja sekarang, belum genap satu minggu ia berkencan dengan Damian dan sekarang malah berduaan disebuh apartemen. Memikirkannya membuat Lisa kesal sendiri. Entah kesal karena mengenal sisi buruk Andrea -yang ia simpulkan sendiri- atau kesal karena keberuntungan Andrea dikelilingi pria kaya dan tampan.
"Sayang, bolehkan?" Andrea kembali menyuarakan pertanyaan ketika dilihatnya Dariel tidak memberi jawaban.
"Dia pasti sudah makan aku yakin." sarkartis. Jawaban itu seperti sengatan bagi Lisa, sistem syarafnya langsung mengambil inisiatif untuk ia bangkit dari duduknya. Itu adalah jawaban penolakan secara tidak langsung diberikan Dariel untuknya.
"Andrea, kurasa aku harus pergi sekarang, sebenarnya masih ada pesanan yang harus aku antar, emm.. Restoran cukup ramai tadi. Lagipula memang aku sudah makan."
"Kau yakin?" Lisa mengangguk. "Kau pasti tersinggung dengan kata-katanya tadi ya?" Andrea melirik Dariel yang tanpa rasa bersalah menyandarkan tubuhnya dengan kedua tangan terlipat didada.
Seulas senyum yang dipaksakan ditampilkan Lisa.
"Santai saja, aku kan memang datang kesini bukan untuk bertamu, sekarang aku sudah tau apartemenmu, mungkin lain waktu aku akan main kesini" berucap sambil melirik Dariel yang nampak acuh.
__ADS_1
"Baiklah, jika nanti ada kesempatan aku juga akan singgah ke restoranmu."
"Oke, Aku pergi ya, terimakasih minumannya." Andrea mengangguk dan setelah menutup pintu sebuah pelukan hangat dirasakannya dari arah belakang. Dariel mengecup ceruk leher Andrea. Kemudian menyandarkan kepalanya disana.
"Aku tidak menyukainya." komentar Dariel. Terdengar Andrea menghela nafas.
"Suka atau tidak suka, tetap kau tidak boleh bersikap seperti tadi,tuan. Jangan mengulanginya, kau mengerti? Bagaimana pun dia itu temanku."
"Ya baiklah Nyonya." Dariel menggigit sedikit bagian yang ia kecup tadi membuat Andrea seketika menggelinjang dan membalikkan tubuh, dua tangannya menahan dada Dariel agar pria itu tak melakukan lebih.
"Berhenti nakal sebentar saja, tuan mesum! Bukankah kau bilang lapar tadi?"
"Tidak tau kenapa aku malah berselera denganmu sekarang, lagipula kita belum menyelesaikan yang tadi." Dariel tanpa aba aba langsung menyambar bibir kemerahan milik Andrea yang terlihat sangat menggiurkan dimatanya itu, tak puas-puas mencecap rasa manis disana. Andrea menepuk bahu suaminya gemas begitu Dariel mengangsurkan bibir mereka.
"Kau ingin aku mati lemas,hm?" Masih dengan nafas berkejaran Dariel mengecup bibir Andrea yang makin merekah setelah dilumatnya tadi. Tak memperdulikan protes istrinya.
"Baiklah,kita makan dulu. Setelah itu berjanjilah kau tidak akan mempermainkan aku, Nyonya. Aku akan mencabik cabikmu kalau sampai kau melakukannya lagi mengerti?" Mengecup bibir Andrea sekali lagi. Sudut sudut bibir Andrea terangkat membentuk senyuman. Dariel menangkup wajah istrinya dengan dua tangan. Menempelkan dahi mereka.
"Aku sangat mencintaimu." bisiknya lembut tepat didepan bibir Andrea. Lagi lagi Andrea tersenyum. "Kau mencintaiku juga kan?" Andrea mengangguk pelan. Dia tidak ragu sama sekali, sudah sejak lama bahkan mungkin ia yang lebih dulu jatuh dan cinta.
"Baiklah, mari isi bahan bakar terlebih dahulu sebelum melakukan yang lain lain.." Andrea terkekeh. Tapi menurut juga ketika Dariel memboyongnya mesra menuju meja makan.
Didalam lift itu seorang diri Lisa berkutat dengan pikirannya.
Sebegitu tidak menariknya kah dirinya dimata lelaki hingga pria tadi bahkan mengusirnya secara halus? Itu membuat jiwanya merasa tertantang untuk melakukan pembuktian, benarkah ia tidak bisa menarik laki-laki yang ia inginkan? Ia akan mencoba. Pria itu ataupun Damian, siapapun diantara keduanya harus takluk.
**
__ADS_1
Biarkan dulu lah Lisa berkreasi ibu ibuuu, belum tau yang dilawan siapa yeekaann wkwk, aktris aja kalah๐