
Matahari bersinar cerah hari ini.Tidak diselimuti awan hitam seperti beberapa hari lalu.Livya sedang termenung ditiang beton dikoridor kampus saat Ryuga mendatangi nya.
"Memikirkan aku?" Livya nampak kaget dengan suara yang tiba tiba muncul.Ia menepuk pelan bahu Ryuga.
"Kau mengagetkan ku!"
"Habisnya siang bolong begini kau melamun! Apa yang kau lamunkan?Apakah aku?" Livya tersenyum.
"Geer! Aku hanya memikirkan soal ujian!"
"Liv, Kakak lelaki ku akan menikah minggu ini." Kau datang ya?"
"Aku?" Menunjuk dirinya sendiri. "Kau tidak salah mengundang ku?"
"Tidak ada yang salah.Memang kenapa? Kau kan pacarku sekarang!"
"Tapi Ryu,aku tidak enak pada keluargamu, Aku kan bukan keturunan orang kaya seperti mu,aku takut membuat mu malu nanti.Bagaimana kalau keluargamu tidak menyukai ku? bagaimana kalau mereka mengusir ku?" Ryuga tertawa kecil.
"Kau terlalu banyak berpikir,biar aku yang mengurusnya. Tugasmu hanya menemani ku."
"Apa kau juga akan mengundang Dion?"
"Kenapa? Kau sangat memikirkan sirabun itu sepertinya..Atau jangan jangan kau melamunkan dia tadi?!" Ryuga nampak kesal.
"Ehh.. mana ada seperti itu.Kau ini kenapa jadi pemarah begini? Yasudah kalau kau tidak mengundang nya! Aku tidak akan bertanya lagi!" Ryuga mengapit pinggang Livya.
"Ya Baiklah, Dia sudah menjadi kekasih Sheril kan, jadi aku akan mengundang nya juga." Livya tersenyum.
"Nah,kalau kau baik hati begini kan aku jadi tambah suka..." Mengerling kan mata. Ryuga melebarkan senyumnya.
"Ngomong ngomong siapa calon istri kakak mu?"
"Namanya Nadine.Dia seorang model."
"Wuaaa pasti dia cantik sekali!"
"Iyaa memang cantik, dan... seksi!" Bisik Ryuga diujung kalimatnya.Livya mengerucut kan bibirnya.
"Tubuhnya sangat menggoda sekali! Sebenarnya Aku takut khilaf kalau serumah dengannya nanti" Livya memukul lagi bahu Pria itu, membuat Ryuga tergelak.
"Kau gila!"
"Aku bercanda! Kau tetap yang paling seksi bagiku." Mengecup sekilas pipi Livya.
"Apa apaan sih Kau ini? nanti kalau ada yang lihat kita bagaimana?"
"Mereka tidak akan berani padaku!"
"Siapa yang kau maksud tidak berani Ryuga?!" Livya dan Ryuga terperanjat menyadari ada suara lain muncul.Keduanya menoleh bersamaan dan kaget begitu melihat seorang dosen berdiri tak jauh dari mereka.
"Eh, maaf pak!" Ryuga tertawa kecil lalu menarik paksa tangan Livya dan membawanya lari.
"Anak zaman sekarang!" Ucap Dosen itu sambil menggeleng kan kepala.
__ADS_1
...............
Livya merasa kakinya gemetar.Ia tidak pernah ketempat ini sebelumnya. Tapi rasa penasaran nya membuat Livya harus datang. Dilihatnya kertas bertuliskan alamat tempat Ia berada sekarang.Ingatannya berlarian menuju sosok Pria dengan setelan serba hitam berwajah pucat itu.Eros.
Eros menyerahkan secarik kertas bertuliskan sebuah alamat padanya tadi malam sebelum benar benar meninggalkan nya.
~
"Dunia kita berbeda." Jawab Eros membuat Livya menautkan alisnya.
"Kau ini kenapa sok misterius begini sih? Menyebalkan!" Ujar Livya benar benar kesal.
"Apa kau menyukaiku?" Tenggorokan Livya tercekat mendengar pertanyaan Eros. Cepat cepat Ia mengalihkan pandangannya kearah lain.
Sial, kenapa dia bisa tau kalau aku naksir?
"Tidak! Aku hanya ingin berteman dengan mu saja!" Jawab Livya berbohong.
"Kau cantik sekali malam ini!" Kata kata Eros membuat wajah Livya memanas.
Diam kau Pria aneh! jangan membuat aku pingsan seperti yang dilakukan Ryu!
"Mungkin kalau situasinya tidak begini aku pasti akan senang menerima mu.Kau baik."
Apa itu artinya kau juga menyukai ku?
"Kau ini bicara apa sih? Kau sudah menikah ya? atau apa?"
"Kenapa kau naif sekali,belum paham juga siapa aku sebenarnya?"
"Temui aku besok dialamat ini!" Ucap Eros sambil menyodorkan sebuah kertas. Livya membaca tulisannya.
"Kenapa harus disini?Apa rumahmu didekat sini?"
"Kau takut?" Goda Eros.
Livya cepat menggeleng menutupi kebenaran.
"Cih,Aku ini pemberani tauu!!" Eros tersenyum.
"Aku percaya.Buktinya kau tidak takut bersamaku."
Dia ini gila atau apa sih,wanita manapun tidak akan takut melihat wajah setampan ini!
"Livya,senang bertemu denganmu." Tangan Eros terulur mengusap ubun ubun Livya pelan. "Jaga dirimu.Perbaiki cara tidurmu! Jangan tidur seperti orang mati sampai ada yang mengerjai mu pun kau tak sadar! dan tetaplah ceria meskipun kau tau siapa aku nanti."
Kenapa aku jadi sedih begini sih? Aaaa aku mau menangis!!
"Eros,aku..."
"Apapun yang kau lihat besok itulah kenyataannya." Airmata Livya sudah turun tanpa permisi.
"Bahagialah selalu.Aku pergi." Eros melangkahkan kaki nya menjauh,Livya merasa lidahnya kaku.Ia hanya bisa menatap kepergian Eros dengan kesedihan.
__ADS_1
~
"Sebenarnya dia itu menunggu dimana sih?" Kaki ku pegal!" Livya memijit pelan betisnya. "Seram sekali lagi disini!" Tempat yang tak lain adalah pemakaman itu nampak sunyi. Tak lama sebuah sedan nampak memasuki pekarangan pemakaman,detik berikutnya setelah mobil berhenti.Dari pintu kemudi seorang supir keluar dan berlari kecil membuka pintu penumpang, mempersilakan seseorang yang ada disana keluar. Tidak butuh waktu lama untuk Livya melihat siapa yang ada dibalik pintu itu.Seorang wanita cantik dengan tubuh semampai nan anggun menampakkan diri.Livya tertegun.
Cantik sekali,seperti seorang model.Batinnya.
Wanita itu melangkahkan kaki sambil menenteng satu buket bunga mawar putih ditangannya.Dan digerbang pemakaman itu mereka sempat berpapasan. Wanita itu sempat melirik Livya sesaat tapi tidak menyapa sama sekali. Memang begitulah orang orang kaya bersikap. Angkuh.
Karna bosan berdiam diri terus,Livya memberanikan diri mengajak pak supir bercengkerama sambil menunggu Eros.
"Cantik sekali majikan bapak?" Supir itu mengangguk dan tersenyum.
"Tentu,Nona.Dia itu seorang model."
"Wuaaa sesuai dugaanku! kalau boleh tau, Wanita itu ingin melayat dipemakaman siapa pak?"
"Setau saya,Nona muda ingin melayat di pusara temannya.Namanya...kalau tidak salah... Eros!"
Livya terdiam.Eros??
"Eros? Bapak yakin?"
"Saya yakin.."
Eros??? Tidak mungkin Eros yang itu kan? Pasti banyak orang yang punya nama Eros. Hufff calmdown Livya...
Livya penasaran.Seperti apa sosok Eros yang dimaksud supir.Akhirnya ia memberanikan diri masuk kedalam. Tak lama Ia menemukan keberadaan wanita tadi.Sedang berlutut sambil menangis.
"Kenapa kau melakukannya bodoh?hiks hiks.. Kenapa kau meninggalkan ku,Kenapa menyiksa dirimu sendiri Eros? kenapa? Kenapa meninggalkan ku?Bahkan aku adalah orang terakhir yang tau kepergianmu! Kau Jahat hiks hiks!!"
Sementara Livya yang memperhatikan dari tempat Ia berdiri kini merasa lututnya lemas. Tenaganya hilang entah kemana,Ia membekap mulutnya sendiri yang ingin mengeluarkan suara tangis.Meskipun dengan jarak yang tidak terlalu dekat tapi matanya masih bisa melihat dengan jelas gambar siapa yang ada didalam foto diatas pusara itu.
Ya Tuhan...ternyata Eros bukanlah manusia?
Dan dengan sisa sisa tenaga yang ada Livya mencoba untuk melarikan diri dari tempat itu. Sambil Ingatannya tentang Eros berputar bak film yang diputar ulang...
******Kau tidak takut padaku?
Bagaimana kalau aku ini bukan manusia? Bagaimana kalau aku ini hantu?
Tidak ada penjaga kamar mayat seperti yang anda sebutkan Nona, aku sudah bekerja sift malam selama seminggu tapi tidak melihat penjaga seperti yang anda bicarakan...
Aku tidak makan itu!
Kita memang berbeda!
Jangan banyak tersenyum, dikira orang kau gila nanti!
Kenapa harus berpikir aku gila, toh aku ngobrol denganmu bukan dengan Hantu!
Siapa yang kau bicarakan bodoh? dari tadi juga aku melihat mu jalan sendiri!
Aku sudah memiliki kehidupan sendiri.
__ADS_1
Dunia kita memang berbeda***.