Istri Muda Miliarder Tampan

Istri Muda Miliarder Tampan
IMMT Eps 8


__ADS_3

Suasana makan malam kali ini terlihat sedikit lain dari biasanya.Sejak tadi yang terdengar hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.Masing masing hanya sibuk mengunyah,sementara pikiran mereka sebenarnya terbang kemana mana.


Aletta melirik suaminya yang duduk disebrang meja makan.Nasi dipiring suaminya sudah hampir habis.


"Apa kau mau tambah?" Tanya Aletta mulai memecah keheningan.Dariel menoleh mendengar suara istrinya.Kemudian menggeleng saja karena mulutnya masih penuh.Pria itu selalu lahap jika makan dengan menu kesukaannya,nasi goreng.Aletta yang memasaknya kali ini.


"Sayang,ada yang ingin kukatakan.." Aletta menggigit bibirnya ketika Dariel menatapnya lekat.


"Ada apa Sayang?" Tanya Dariel setelah meneguk segelas air putih dimeja.


"Sayang,bolehkah aku main film lagi?"


Dariel diam.Itu membuat Aletta was was dengan jawaban suaminya.


"Kemarin Sutradara Alan mendatangi ku, menawarkan sebuah project film padaku sebagai pemeran utama wanita dalam film nya,Aku sudah membaca kisah dan karakter pemain,dan aku menyukai nya Sayang.."


Aletta gigih memberi penjelasan.


"Aku bilang padanya aku akan minta izin mu dulu,soalnya tadi aku menelpon Sutradara Alan diprediksi shooting bisa sampai satu bulan,tergantung cuacanya disana.Kami akan shooting diPerancis"


Dariel masih diam mendengarkan istrinya.


"Sayang, kau tau kan betapa pentingnya dunia film bagiku? Aku sudah rindu sebenarnya ingin shooting lagi setelah beberapa bulan belakangan aku tidak shooting film" Aletta mengingat saat Mama mertuanya meminta agar dirinya off selama enam bulan dari shooting film yang memang selalu makan banyak waktu diluar rumah.Ia hanya diizinkan untuk sebagai bintang tamu acara talkshow atau shooting iklan saja.Jika Aletta lebih sering dirumah maka Ia akan lebih berpeluang mendapatkan anak. Tapi sayang, meskipun Ia menyandang aktris terbaik tahun ini tapi Mama mertuanya kini memandang nya hanya bagai sampah tak berarti.


"Sejujurnya,aku lebih senang kau tidak ambil job film lagi." Jawaban Dariel membuat Aletta kecewa.Ia menundukkan kepalanya.Tadinya Ia sudah mempersiapkan diri untuk segala jawaban yang akan diterimanya.Tapi wanita tetaplah wanita,ada perasaan tak terima jika keinginan nya ditolak. Terakhir Ia main film,Dariel juga sempat melarangnya karna mengingat mereka yang akan jarang bertemu.Meskipun pada akhirnya Dariel mengizinkan nya juga. Bukannya uang yang diberikan Dariel tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dan gaya hidup Aletta selama ini,tapi Aletta memang sangat menyukai pekerjaannya sebagai entertainer.


Apa dia harus uring uringan dulu?


Itu bukan gayanya.Sebelum menikah pun Ia bukan tipe wanita yang suka bermanja manja,yang akan ngambek jika keinginan nya tidak dituruti.Aletta mencoba berbesar hati menerima penolakan suaminya,Ia sadar Dariel melarangnya bukan tanpa alasan.


"Tapi aku mencintaimu dan tidak ingin membuat mu sedih,kalau dengan shooting film bisa membuatmu bahagia maka lakukan.."


Aletta menatap suaminya yang kini tersenyum.Ia tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya dan langsung menghambur kepelukan Dariel.


"Sayang,kau baik sekali.. Aku mencintaimu!" Mendaratkan satu kecupan hangat dipipi suaminya.


"Aku tau kau pasti bosan.." Ucap Dariel.


Aletta mengangguk. "...Kau juga pasti kesal ya karena aku kurang memperhatikan mu dan sibuk dikantor?" Maaf ya... " Sambungnya dengan nada manja.


"Sayang, jangan bicara begitu.Aku tidak pernah meminta kau selalu menemani ku, Aku tau betapa sibuknya suamiku ini" Kau tidak pernah salah bagiku,kau suami terbaik didunia!" Sekali lagi merengkuh erat tubuh suaminya.


"Kapan kalian akan mulai shootingnya?"


"Sebenarnya akhir minggu ini..."


"Lalu bagaimana jika tadi aku tidak mengizinkan mu?" Tanya Dariel sambil memainkan surai istrinya.


"Ya bagaimana lagi, Sutradara Alan harus segera mencari orang lain tentunya."


"Kau masih ingat kan peraturannya meskipun aku mengizinkan mu shooting?"


Aletta tersenyum dan mengangguk.


"Tidak ada Kiss!"


Dariel mengangguk membenarkan.


"Tapi aku sangat ingin kiss sekarang!" Aletta bergelayut manja ditubuh suaminya.

__ADS_1


"Sangat ingin? Kau yakin? Jangan menggodaku loh..." Aletta terkekeh.


"Menggoda suami sendiri bukanlah sesuatu yang salah kan?"


Aletta tersenyum nakal.Dariel langsung menggendong tubuh istrinya itu.


"Yasudah,jangan menyesal ya"


Aletta tertawa.Membiarkan Dariel membawanya masuk kekamar mereka.


Dilain tempat dimalam yang sama, Andrea sudah terbaring dibawah selimutnya menghadap kesamping membelakangi Livya. Ia tidak ingin adiknya itu melihat ekspresi murungnya sekarang atau Dia pasti akan sangat cerewet.Gadis itu sedang mengerjakan tugas dimeja belajarnya. Setelah tadi begitu semangat dan bahagianya menceritakan soal kejadian tadi siang saat teman kampusnya yang bernama Ryuga mengantarnya pulang.


Pikiran Andrea melayang mengingat Dariel. Sedang apa Pria itu sekarang? Apakah sedang bermesraan dengan istri nya? Dariel kelihatan sangat mencintai istrinya.Andrea mengutuk dirinya sendiri yang bisa bisanya mabuk sampai tidur dengan suami orang,bahkan sampai sekarang Ia belum menemukan apa yang menyebabkan dirinya bisa sampai dikamar Dariel malam itu. Siapa yang membawanya?


Kau special bagiku, aku ingin kau yang mengandung anakku...


Andrea merasa berdesir saat mengingat kata kata yang diucapkan Dariel padanya. Mungkinkah Ia sudah jatuh hati pada suami orang?


Andrea tidak tau apakah Pria itu setuju atau tidak dengan permintaan nya tadi siang, Ia hanya melakukan apa yang hatinya katakan.Kalaupun tidak,Andrea sangat berharap mereka tidak bertemu lagi.


Sebuah gedoran pintu membuat Andrea dan Livya tersentak.Mereka saling pandang kemudian Andrea yang berinisiatif membuka pintu kamar itu.


Seraut wajah galak yang sudah sedikit keriput kini menghiasi pandangan Andrea.


"Bibi?"


"Oh ya ampun Ibu, Kukira orang jahat!"


Ucap Livya ketika pandangannya mengikuti langkah Andrea yang membuka pintu.Maria nampak berkacak pinggang.


"Dasar anak kurang ajar, mengatai Ibu sendiri orang jahat!"


Livya tak kalah berangnya. Maria tidak menanggapi kata kata anak semata wayangnya itu,matanya kini beralih menatap Andrea.


"Apa yang kau pakai sebenarnya?!" Tanya Maria membuat dahi Andrea berkerut.


"Maksud Bibi? Aku tidak mengerti.


"Dia datang mencari mu malam malam begini! Apa yang kau sudah lakukan sehingga pemuda itu begitu tertarik padamu?!"


"Pemuda? Siapa?" Makin bingung.Ia melirik Livya yang kini juga melihatnya.


"Jangan pura pura bodoh didepanku! Cepat temui dia dan suruh dia pergi sesegera mungkin! Kalau bukan mengingat Dia orang kaya sudah kusiram wajahnya dengan air cucian piring karena mengganggu orang malam malam begini!" Maria pergi,kembali ke kamarnya.


"Aaaaa, jangan jangan itu Tuan Dariel!!" Livya histeris.


"Jangan gila! Memang dia tidak punya kerjaan sampai harus menemuiku malam malam begini!" Andrea berusaha menepis prediksi Livya, meskipun hatinya juga mengatakan hal yang sama.


"Kau ini! Itu pasti Dia, sini biar kurapikan rambutmu!" Livya nampak merapikan rambut Andrea yang sedikit kusut dengan tangannya.


"Pakai lipstik sedikit kak!"


"Eh, tidak tidak! Itu sangat berlebihan!" Andrea menepis tangan adiknya yang ingin mengoles lipstik ke bibirnya.


"Aish, kau ini! Biar dia tertarik padamu!"


"Kau sudah gila? Kau benar ingin aku menikah dengan suami orang?"


"Kau tidak mau?"

__ADS_1


"Aku bahkan tidak pernah membayangkannya!"


"Kak, Tuan Dariel sepertinya orang yang baik,Dia juga kaya dan sangat tampan, kau akan bahagia bila menikah dengannya, mungkin dia ingin berpisah dengan istrinya dan mencari Istri baru makanya mendekati mu, siapa tau?" Sudah,cepat temui dia!"


Belum sempat Andrea menyangkal kata kata Livya, adiknya itu sudah mendorongnya keluar kamar.Dengan berat hati akhirnya Andrea melangkah menuju ruang tamu,tiba tiba Ia merasa tangannya dingin.


Dariel nampak sangat tampan dengan sweater cream yang dikenakannya.Ia sedang duduk mengobrol dengan Peto ketika Andrea hadir ke tengah tengah mereka.


"Baiklah,aku tinggal kalian berdua" Ucap Peto lalu beranjak dari duduknya digantikan oleh Andrea.Peto sempat menepuk bahu Andrea beberapa kali saat melewati gadis itu,Andrea tidak tau apa maksudnya itu. Tapi satu hal yang Andrea rasakan, bahwa pamannya itu sedang bahagia.


"Apa aku mengganggu mu?" Tanya Dariel ketika keduanya sudah berhadapan. Andrea menggeleng.


"Kenapa Tuan kesini malam malam begini?"


"Menemuimu, apalagi..."


Andrea merasa sedikit tersanjung dengan jawaban itu.Ia lalu menunduk dan memilin jemarinya,bertatap mata dengan Pria itu membuatnya gugup.


"Aku merasa sangat gerah disini, bisakah kita bicara diluar saja?"


"Tapi,"


"Aku sudah izin dengan Pamanmu"


Akhirnya Andrea setuju dan mereka melangkah keluar bersama, bersandar didepan mobil mewah milik Dariel menatap langit yang penuh bintang.


"Aku setuju untuk menikah dengan mu.. " Ucap Dariel membuat pandangan Andrea beralih padanya.Dariel menatap manik mata gadis itu.


"Kita akan menikah besok!"


"Besok?!" Andrea shock.


"Kenapa? Terlalu lama? Haruskah malam ini?" Goda Dariel.Andrea menggeleng cepat.


"K, kau serius?"


"Memangnya aku kelihatan seperti bercanda?"


"Tidakkah itu terlalu cepat?"


"Lebih cepat lebih baik"


"Tapi, aku belum bilang pada pamanku dan,"


"Aku sudah mengatakannya!"


"Hah?! Kapan?!"


"Tadi!"


"Kau bercanda?!" Apa yang kau katakan pada pamanku?!" Andrea panik.


"Tentu aku bilang padanya aku mau menikahi mu besok! Dan aku akan langsung membawa mu bersamaku!"


"Tapi,"


"Besok aku akan menjemputmu!"


"Bagaimana mungkin paman menyetujui pernikahan ini secepat itu?Bahkan aku belum mengatakan apa apa" lagipula kalian belum saling kenal!"

__ADS_1


"Rahasia!"


__ADS_2