
Dariel menghembuskan nafas lega ketika pekerjaannya bisa selesai tepat waktu,Ia ingin segera menemui Andrea dikediaman nya. Jujur saja Ia sangat berat meninggalkan Andrea terlalu lama dengan kondisi seperti itu.Dibeberapa artikel yang Ia baca wanita hamil akan sangat membutuhkan keberadaan orang orang terdekatnya saat awal awal kehamilan.Kemarin saja Ia sudah absen menemani Andrea chek up karena Aletta yang pulang lebih awal dan merengek ingin dijemput.
Dariel mengambil jas nya yang tergantung dikursi kebesarannya.Ia sudah melewatkan makan siangnya hari ini.Bahkan Ia tidak merasa lapar sama sekali saking sibuknya meeting dengan beberapa klien tadi.
Sambil mengemudikan mobilnya,Dariel menghubungi Andrea.Tak butuh waktu lama Ia tersambung dengan wanita itu.
'Sa**yang?' Suara Andrea terdengar manis diujung sana.
"Apa yang kau lakukan?"
'Aku sedang menggambar.'
"Sudah makan?"
'Sebenarnya.. belum.'
"Kenapa? Kalau tidak berselera setidaknya pikirkan anak dalam kandunganmu!"
'Aku pikir kau akan datang,jadi aku menunggu mu untuk makan siang bersama..'
"Aku tidak bisa datang, tidak apa apa kan?"
Tidak sabar melihat wajah imutmu saat kaget melihat ku nanti!
Lama Andrea menjawab.
'Ya, baiklah. Kau sedang sibuk ya? Yasudah setelah ini aku akan makan.'
"Apa kau marah?"
'Tidak.'
"Yasudah aku akan kembali bekerja,nanti aku kabari lagi.Aku sayang padamu."
Sudut sudut bibir Dariel terangkat membentuk senyuman.Ia memutuskan panggilan.
__ADS_1
Sementara di Apartemen nya Andrea nampak lesu.Dipandanginya wajahnya yang sudah terpoles make up tipis itu, Ia sengaja berbohong mengatakan sedang menggambar agar bisa memberi kejutan sedikit pada Dariel dengan memberikan penampilan yang sedikit berbeda hari ini.
Cih,
Andrea meletakkan dengan kasar blush on ditangannya.Hamil benar benar membuat rasa percaya dirinya melejit. Bisa bisanya tanpa bertanya Ia berhias diri untuk menyambut kedatangan suaminya.Ia jadi melupakan kalau Dariel juga punya pekerjaan lain yang harus diurus.
Tuan, aku tidak berselera makan tanpamu!
Andrea berpindah keranjang, merebahkan tubuhnya disana.Matanya menatap langit langit kamar. Beberapa saat dengan posisi itu membuat Andrea mengantuk dan tertidur.
Dariel masuk ke Apartemen dengan menenteng dua porsi besar KFC dan kentang goreng ditangannya.
"Bereskan ini!" Perintah Dariel pada Lila yang langsung sigap begitu melihat kemunculannya.
"Apa Rea ku sudah makan?"
"Belum Tuan.Saya baru dari kamarnya melihat Nyonya, ternyata Nyonya sedang tidur. Saya tidak berani membangunkannya."
Dariel mengerti,Ia langsung melangkah menuju kamar.Begitu tangannya meraih handle pintu,Dariel menggeleng gelengkan kepalanya.Sejujurnya Ia sedikit kesal sekarang karena Andrea tidak benar benar makan dan malah memilih tidur.Perlahan Ia mendekati Andrea,dan Apa yang dilihatnya membuat Dariel tertegun.Andrea terlihat sangat menawan dengan penampilan nya siang ini.Terlihat begitu cantik dengan hiasan make up natural dan dress pendek warna pastel tanpa lengan yang Ia kenakan membuat Dariel menelan ludah.Kulit putih Andrea jadi terlihat semakin cerah.
Apa kau berdandan untukku? Dariel nampak mengulum senyum.
"Kau cantik sekali sayang..." Bisiknya pelan. Dengan jarak sedekat itu Dariel bisa dengan jelas mencium aroma wangi tubuh Andrea, membuat insting kejantanan nya muncul.Ia ingin mengejutkan Andrea tadi, tapi malah Ia yang justru terkejut dengan penampilan istrinya.
Bukan Ia tak pernah melihat Andrea berdandan,tapi melakukan nya semata mata karna keinginan pribadi untuk menyenangkan nya membuat Dariel tersipu juga.
Tanpa make up saja kau sangat menarik, apalagi kau berdandan seperti ini! pakai baju seksi segala! Kau benar benar membuat ku gila!
Dariel mulai menciumi wajah Andrea. Mulai dari dahinya, matanya, hidungnya, dan berakhir dibibirnya.Dariel berlama lama disana.Seolah tidak ada puasnya mencecapi rasa manis yang dihasilkan dari aktivitas itu. merasakan ada pergerakan,Andrea membuka matanya perlahan.Mata hitam itu membulat melihat wajah tampan Dariel hanya lima centi darinya. Belum sempat Andrea mengatakan apa apa, Dariel kembali meneruskan aksi liarnya.
Dan Andrea terpancing juga,Jari jari lentik nya sudah mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja Dariel.Menampakkan tubuh idaman para wanita itu. Puas mencumbui bibir, kini sapuan Dariel turun keleher,yang juga area favoritnya.
"Kau bilang tidak bisa datang.." Bisik Andrea ketika Dariel sudah menghentikan cumbuannya.Dariel tidak langsung menjawab, masih sibuk mengatur nafasnya yang sempat memburu. Kalau saja tidak mengingat Andrea belum makan siang ini Ia pasti sudah memakan Andrea dengan lahap.
Dariel mematuk pipi kemerahan itu. Kemudian meletakkan kepalanya diceruk leher Andrea.
__ADS_1
"Rasa cintaku lebih besar untukmu dan Baby"
Apa katanya? Rasa cinta? Andrea tersenyum.
"Kenapa kau tidak makan dan malah tidur? Dan pakaian apa yang kau pakai ini? membuatku tidak sabar ingin merobeknya!" Andrea tertawa kecil.
"Aku ngantuk dan ketiduran."
"Lain kali jangan menungguku,makan lah tepat waktu demi kesehatan mu dan Baby. Kau mengerti?" Andrea mengangguk.
Dariel bangkit.
"Kita makan dulu, setelah itu kita lanjutkan kerja rodi untukmu!" Menampilkan senyum smirk nya, yang malah membuat Dariel semakin tampan. Andrea tersenyum dan duduk.Merapikan dress nya yang sudah berantakan karna ulah Dariel. Setelah Dariel mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian rumah mereka keluar dari kamar.
"Kau yang membawakan semua ini?" Tanya Andrea menatap hidangan dimeja. Dariel mengangguk.
"Kenapa banyak sekali?"
"Aku beli untukmu. Makanlah semuanya."
"Kau gila? Aku tidak serakus itu Tuan!"
"Rea?" Andrea menoleh kearah Dariel. "Berjanjilah untuk tidak malas makan ada atau tidak aku bersamamu, Aku sayang pada kalian, kalau kalian berdua kenapa napa aku tidak akan memaafkan diriku!" Andrea mengangguk.
Kau selalu membuat ku meleleh Tuan!
"Ayo buka mulutmu!" Andrea menurut.Mulai membuka mulut,tapi bukanlah Dariel kalau tidak sehari saja tidak menggoda Andrea, makanan yang hampir sampai dimulut ia tarik lagi dan malah memakannya sendiri.
"Emmmm... Yummy..." Katanya sambil mengunyah.Lalu tertawa kecil melihat ekspresi kesal istrinya.
"Hahaha, Oke serius" Dariel menyuapi Andrea.
"Kau juga makan,Tuan!" Dariel mengangguk. Ia menyuapi dirinya sendiri.Lalu Andrea lagi begitu seterusnya sampai habis.
Bu Lila yang sedang didapur nampak curi curi pandang kearah majikannya itu,bibirnya sesekali melengkungkan senyum tatkala dilihatnya Dariel dan Andrea saling bertukar tawa dalam canda.
__ADS_1
Nak Andrea wanita yang sangat baik, tapi kenapa mau menikah dengan Pria yang sudah beristri? Memang sih ini bukan urusanku, tapi mengingat rumah tangga ku dulu hancur juga karna orang ketiga membuat ku kasihan dengan Istri tua Tuan Dariel, Bak kata pepatah, sepandai pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga, sepandai pandainya menutupi bangkai, baunya pasti akan keciuman juga...