Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Eksra Part 8 Penasaran


__ADS_3

Aldo menghentikan kunyahannya saat mendengar ucapan Dila , ia menatp wanita yang duduk disampingnya itu, merasa diperhatikan Dila pun menghantikan makannya,


“kenapa menatapku begitu?


“Apakah kau sudah siap untuk menikah? Tanya Aldo pelan, Dila sedikit kaget saat mendengar pertanyan Aldo.


“Apa maksudmu? Tanya Dila sedikit gugup.


“Jika kau sudah siap dan yakin untuk menikah aku akan segera melamarmu, ucap Aldo sambil menggengam erat tangan Dila dan menatap kedua matanya bergantian,


Kaget tentu saja,  Dila akan kaget mendengar ucapan Aldo yang tidak dia duga sebelumnya, tapi menikah dengan Aldo mana mungkin ia akan menolaknya karena ia memang sangat mencintainya,” setelah aku menyelesaikan kuliahku, aku siap menikah denganmu, ucap Dila pelan  sambil membalas tatapan Aldo, dengan segera Aldo meraih Dila kedalam peluaknnya, ia sangat sengat bahagian mendengar jawaban Dila, ia mengecup puncak kepala Dila lembut,


“Terma kasih sayang, ucap Aldo sambil mengeratkan pelukannya, aku tidak sabar menunggu saat itu."  Dila  mengiyakan sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


Keduanya melepaskan pelukannya lalu melanjutkan makan meraka yang sempat tertunda, keduanya makan saling menyuapi , tergambar rona kebahagian dari keduanya. Setelah selesai makan Dila seger mencuci piring dan semua peralatan yang kotor habsi memasak tadi, setelah selesai Aldo dan Dila segera turun untuk mengantarkan Dila pulang ke ruamahnya.


*****


Mayang turun dari mobilnya, beberapa kali ia mencoba memegang perutnya saat merasakan sakit itu begitu kuat ia pun menghentikan langkanya, Mayang menatap lift yang masih jauh dari tempatnya berdiri tetapi ia merasa tak


kuat lagi untuk berjalan, ia melap keringat yang mulai bercucuran di keningnya karena menahan sakit yang terasa begitu menyakitinya, Mayang berpegangan pada dinding parkir Apartemennya agar tidak terjatuh karena ia merasakan pusing di kepalanya dan pandanganya mulai berkunang – kunang , dan tiba-tiba ia merasakan


sekelilinya berputar dan akhirnya gelap,


“Mayang!” Teriak Aldo sambil berlari mengejar Mayang dan beruntung ia datang dengan  saat yang tepat sehingga tubuh Mayang tidak menyetuh lantai, Aldo mencoba memanggil  - manggil Mayang tapi tak ada sahutan, Dila yang baru saja berhasil menyusul Aldo segera memeriksa Mayang,


“Sayang Mayang pingsan, ayo kita bawah ke rumah sakit saja, ucap Dila sambil memegang pipi Mayang yang terasa sangat dingin dan wajahnya begitu pucat, Aldo pun mengiyakan, ia pun segera menggendong Mayang dan membawa ke mobilnya, DIla pun mengemasi barang Mayang yang beserakan, kemudian mengikuti Aldo, ia pun segera membukakan pintu belakang Mobil, Dila pun masuk Aldo pun segera membaringkan Mayang di bangku belakang dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Dila, kemudia ia segera melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi.


*****


Aldo dan Dila menunggu di depan ruangan UGD setelah menelpon mama Mayang untuk memberi tahu keadaan Mayang dan rumah sakit tempat Mayang di rawat, melihat dokter yang keluar dari UGD mereka berdua segera menghampirinya, karena Aldo membawa Mayang ke rumah sakit milik keluarga Aditya jadi ia sudah mengenali dokter yang bekerja disini, Dila dan Aldo bertanya tentang seputar penyakit Mayang tapi mereka belum bisa memastikannya, tapi sekarang Mayang sedang dalam pengawassaan Dokter untuk mengetahui penyakit yang sedang diderita Mayang sehingga menyebabkannya pingsan.


Belum selesai Adlo dan Dila mengobrol dengan dokter mama dan kakak Mayang pun datang, dokter pun mengajak merea keruangannya untuk menanaykan tentang riwayat penyakit yang pernah di alami Mayang sebelumnya, dan mama Mayang pun menceritakan tentang keadaan Mayang saat ia di Amerika, Aldo dan Dila untuk pertama kali mendengar secara langsung tentang keadaan Mayang membuat mereka terperanjat, Dila memperhatikan Wajah Aldo yang terlihat diliputi rasa bersalah.

__ADS_1


Dila mengikuti langkah Aldo yang melangkah keluar ruangan, mendudukan tubuhnya  di bangku yang cukup jauh dari ruangan dokter tadi, Dila pun mendudukan tubuhnya di sebelah Aldo, ia mengusap lembut lengan Aldo sehingga Aldo mengalihkan tatapannya pada Dila,


“Semua sudah terjadi jangan menyalahkan dirimu, ucap DIla lembut.


“Apakah aku terlalu jahat , meninggalkan seorang wanita bahkan tidak pernah bertanya sekalipun tentang keadaannya, sahut Aldo pelan.


“Setiap orang punya cara sendiri untuk melupakan orang pernah kita cintai, mungkin pilihanmu saat itu dengan tidak saling berkomunikasi lagi adalah yang terbaik agar kalian bisa melanjutkan hidup masing-masing tanpa saling terkait dengan masa lalu ke depannya," ucap DIla .


“Kau terpisah oleh jarak yang sangat jauh, sekarang kita sudah dekat dengan Mayang, saatnya kita sekarang untuk memberi dukungan agar dia tidak merasa sendiri lagi, lanjut Dila sambil menggenggam tangan Aldo,


Aldo membalas ngenggam  tangan DIla dan menatap wajahnya dengan seksama, ia melihat tatapan tulus dari wanita yang dicintainya itu, ia sangat bahagia mendapatkan dukungan dari wanita yang dicintainya,


“Kau tidak marah kalau aku nanti sering mengunjungi Mayang, ucap Aldo sambil menatap mata Dila.


“Tidak, aku tidak akan marah, aku percaya padamu, suatu hubungan harus di bangun dari sebuah kepercayaan, aku juga akan sering mengunjungi Mayang selama ia di rawat disini, sahut Dila sambil tersenyum.


“Terima kasih sayang, Aldo berkata sambil memeluk Dila, dan Dila pun membalas pelukan Aldo.


****


Mayang sedang membaca buku untuk mengusir sepinya yang dibawakan


oleh Aldo, selama dua hari ini ia dirawat Aldo dan Dila selalu mengunjunginya ,


bukan hanya mereka saja Hana dan Aditya pun tidak ketinggalan, termasuk Ryan.


Terdengar ketukan pintu, Mayang pun menyahut dan menyuruh masuk, dan begitu


pintu terbuka satu wajah yang tersenyum dengan seikat mawar putih ditangannya,


“Ryan, kamu jangan membawa bunga lagi, aku sudah tidak punya tempat lagi disini, tegur Mayang yang melihat Ryan setiap berkunjung selalu tak lupa membawa bunga untuknya, tapi teguran mayang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Ryan,


‘Bagiamana keadanmu hari ini, sapa Ryan sambil mendudukan tubuhnya di bangku sebelah ranjang Mayang,

__ADS_1


“Seperti yang kau lihat, aku sebenarnya sudah bosan disini, sungut Mayang sambil meletakan buku yang dipegangnya di sampingnya.


“Kau harus sabar , sampai keadaanmu benar-benar pulih," ucapRyan sambil menatap wanita didepannya yang terlihat masih lemah dan pucat. Seperti biasa mereka mengobrol dengan Ryan dengan segala kelucuannya yang tak jarang membuat Mayang tertawa, memang sekarang hubungan mereka lebih akrab, Mayang pun tidak bisa memungkiri Ryan pria yang baik walaupun terkadang suka


seenaknya dan yang paling menonjol adalah paling pintar bermulut manis, tentu saja akan bisa membuat wanita akan mudah terpikat padanya, selain dari wajahnya yang juga tampan.


Ryan pun menyuruh Mayang untuk istirahat karena kalau bicara terlalu lama akan membuat Mayang kelelahan, setelah mayang tertidut ia pun kembali ke kantornya.


******


Dila yang sedang menyimpan hasil laporan hasil labor dari salah satu pasien yang baru dikunjunginya Bersama dokter pendampinya, mata Dila tak sengaja melihat sebuah map yang bertuliskan nama Mayang, Dila pun segera mengambilnya kemudian ia bertanya pada suster jaga yang ada diruangan itu,


“Sus ini hasil labor atas nama pasien bernama Mayang sudah diberitahu hasilnya pada pasien dan keluarga?" Tanya Dila .


“Sudah dokter, jawab Suster itu cepat, Dila pun kembali untuk meletakkannya tapi karena penasaran Dila pun membuka map itu dan


membacanya dengan teliti, seketika wajah Dila memucat ia segera menutup map itu


dan meletakkan ke tempat semula, setelahnya ia pun segera pergi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2