
Hari berganti, minggu pun berlalu, tak terasa sekarang kandungan Hana sudah masuk bulan ke empat. Mual dan selera makan yang hilang kini tidak di rasakan lagi. Perjuangan Hana lumayan susah saat di tri semester pertamanya sudah terlewati, tidak ketinggalan dengan perjuangan Aditya yang penuh kesabaran menghadapi tingkah wanita yang sangat di cintainya ini yang sebentar lagi akan memberinya seorang anak.
Ketika Hana dapat giliran jaga malam di rumah sakit, Aditya ikut menemani istrinya dan tidak ketinggalan dua sahabat Hana yang selalu setia membantunya.
Sikap manja Hana tiap hari makin bertambah, pernah waktu itu Hana di tinggal satu malam sama Aditya karena pergi ke Bali, Hana hampir menangis semalam sambil memeluk baju suaminya. Dan Hana akhirnya tertidur setelah ditemani video call sama Aditya, sehingga sekarang Aldo lebih sibuk mengantikan Aditya keluar kota, tapi kalau memang tidak bisa di wakilkan terpaksa Aditya pergi dan selalu berusaha untuk menyelesaikan dengan segera agar dapat kembali ke rumah menemani istrinya.
Malam ini Hana sedang tiduran di sofa
berbantalkan paha Aditya yang sedang sibuk memeriksa berkas yang tidak sempat di periksa di kantor. Hana yang mulai bosan dengan buku yang dibacanya diletakan dipangkuannya, ia menatap suaminya yang terlihat sangat fokus dengan pekerjaannya.
"Sayang! rengek Hana manja.
" Eemm.
"Aku lapar! ucap Hana sambil mengusap - usap pipi suaminya lembut.
" Telpon aja Bik Sum, suruh beliau untuk membuat makanan, ucap Aditya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Gak mau ah, aku pengen Mas yang masakin, karena aku belum pernah merasakan masakan Mas, ucap Hana hati-hati sambil menatap suaminya penuh pengharapan.
Aditya menatap istrinya yang sedang memandangnya. " Baiklah..! ayo kita turun, ucap Aditya sambil menutup berkasnya.
"Ayo! ucap Hana bersemangat.
Mereka turun beriringan Hana bergelayut manja di lengan suaminya. Aditya segera menyalakan lampu begitu sampai di dapur,
" Kamu mau makan apa sayang, tanya Aditya menatap istrinya mesra.
"Mas beneran bisa masak, Hana menatap suaminya tidak percaya.
" Apakah kamu meragukan kemampuan suamimu sayang, mencubit hidung mancung istrinya. Setidaknya masih bisa dimakan sayang.
Hana terkekeh mendengar perkataan suaminya,
"Aku sebenarnya udah beberapa hari ini ingin memakan makanan bikinan Mas, tapi...., Hana tidak melanjutkan ucapannya.
" Tapi apa sayang, timpal Aditya menatap istrinya.
"Aku takut nanti Mas marah, ucap Hana pelan.
Aditya menangkup kedua pipi istrinya dan menatap matanya dalam,
__ADS_1
" Jangan katakan itu sayang, Mas sedih mendengarnya, Sungguh Mas akan berusaha untuk mengabulkan apa pun yang kamu inginkan sayang. Mas sangat mencintaimu sayang.
Hana pun mengagungkan kepalanya kemudian memeluk Aditya erat. Aditya pun membalas pelukan istrinya.
"Sekarang kamu ingin makan apa sayang?
" Nasi goreng.
"Baiklah sebentar lagi makanan tuan putri akan siap, ucap Aditya membungkukkan badannya seperti pelayan kepada ratunya.
Aditya mulai mengambil bahan untuk membuat nasi goreng dalam kulkas, sementara Hana hanya duduk diam memperhatikan suaminya yang lagi memasak, Aditya mulai mengiris bawang dan bahan lainnya. Hana sangat antusias melihat suaminya memasak karena ini pertama kalinya ia melihatnya, dan Aditya yang tampan semakin terlihat seksi ketika sedang memasak, karena gerakan Aditya yang cukup lincah menurut Hana.
"Sayang gaya kamu memasak seperti chef profesional, seru Hana tertawa.
Aditya tertawa mendengar perkataan istrinya,
" Tapi Mas takut rasanya gak profesional sayang, karena Mas sudah lama tidak melakukannya.
"Kapan Mas belajar memasak?
" Waktu kuliah di luar negeri sayang.
Tak lama kemudian Hana sudah mencium aroma masakan Aditya yang membuat perutnya semakin keroncongan.
" Kalau begitu silahkan di buktikan sayang, ucap Aditya sambil menata nasi goreng di diatas piring. "pesanan mu datang sayang, ucap Aditya sambil meletakkan piring di depan Hana dan duduk di sebelah istrinya.
Hana melihat penampilan nasi goreng itu sangat cantik, lengkap dengan telur ceplok di atasnya. Tanpa pikir panjang Hana langsung menyendok dan memasukan ke dalam mulutnya. Dan,
" Sayang! ini enak sekali, ucap Hana antusias dengan mata berbinar senang.
Aditya mengambil sendok di tangan istrinya dan mencobanya, reaksi Aditya berbanding terbalik dengan ekpresi Hana, karena menurut Aditya sungguh nasi goreng itu rasanya biasa saja, tapi lihat istrinya yang begitu senang karena menurutnya sangat enak.
"Enak kan sayang, ucap Hana sumringah.
" Iya, enak, ucap Aditya ingin menyenangkan istrinya.
Hana tersenyum senang sambil menyuapi makanannya, Aditya hanya memperhatikan istrinya melahap makananya hingga tidak tersisa dalam piringnya. Setelah menghabiskan makanannya, Hana pun meminum habis air putih dalam gelasnya.
"Terima kasih sayang, ucap Hana sambil mencium pipi suaminya.
" Apakah kamu masih menginginkan sesuatu sayang?
__ADS_1
"Sepertinya tidak, karena babynya sudah kenyang sayang, ucap Hana mengelus perutnya.
Aditya tersenyum mendengar ucapan istrinya ia ikut mengelus perut istrinya. " Terima kasih chef, berapakah harga yang harus aku bayar untuk makanan yang enak tadi, ucap Hana tersenyum menggoda.
Aditya mengangkat tubuh istrinya dan mendudukkan diatas meja, sambil tersenyum mesum menatap istrinya,
"Mungkin cukup dengan ini, ucap Aditya menempatkan tangannya di selah paha Hana.
Hana mencubit pinggang suaminya sambil terkekeh,
" Mas mesum! aku..
Aditya langsung melahap bibir istrinya, Hana melingkarkan tangannya di leher suaminya, suara erengan dan desahan mulai memenuhi dapur. bibir dan tangan mulai bermain di bagian - bagian sensitif tubuh Hana yang membuat tubuhnya menegangkan.
"Sayang, sebaiknya kita lanjutkan kekamar, bisik Hana di selah desahannya.
" Aku ingin melakukannya di sini sayang,
"Bagaimana kalau ada yang bangun, ucap Hana menarik kepala suaminya di dadanya.
" Ini sudah larut malam sayang, pasti semuanya sudah tertidur sayang, mama dan papa juga tidak di rumah, ucap Aditya kembali melumat bibir istrinya sambil melepaskan celana dalam Hana dan menurunkan sedikit celananya. dan tanpa melepas pakaian, mereka menyatukan tubuh mereka.
***
Aditya memandang istrinya yang terkulai lemas dalam gendongannya karena habis percintaan merdeka, Hana melingkarkan tangannya di leher Aditya sambil menatap mesra suaminya. Aditya membawa istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan bekas percintaan mereka, setelah itu ia membaringkan tubuh istrinya di ranjang, Aditya pun ikut berbaring di samping istrinya, Hana langsung meringkuk dalam pelukan suaminya dan membenarkan wajahnya di dada bidang suaminya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Maaf ya readers untuk beberapa hari ini low update, karena Author mau ujian nih.
__ADS_1
Do'akan ya Thor dapat nilai yang memuaskan ya🤗🤗