Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 92 Bertanya- tanya


__ADS_3

Meraka sampai  di lokasi proyek pukul tiga sore, satu jam mereka disana memeriksa proyek pembuatan jalan tol di sana, dan semua berjalan sesuai dengan rencana, setelah selesai mereka sholat ashar terlebih dahulu dan setelahnya mereka kembali ke Hotel. Aldo dan Mayang menunjukan sikap profesinalnya ketika dalam bekerja,


walaupun sedikit kaku ketika mereka harus sesekali berbicara dengan sikap yang begitu formal, seperti dua orang yang belum mengenal sebelumnya.


Menjelang Magrip mereka sampai di Hotel, Aldo , Mayang dan Ryan segera turun sedangkan Pak Bambang dan Pak Rudi pulang ke rumah mereka karena mereka memang tinggal di Surabaya, ketiganya  masuk ke Hotel Mayang mengikuti langkah Aldo dan Ryan yang berjalan didepannya, mereka bertiga pun masuk dalam lift,


“Mayang, setelah ini kamu ada acara? Tanya Ryan memalingkan pandangannya pada Mayang yang berdiri di belakangnya.


“Tidak ada, jawab Mayang sambil menggelengkan kepalanya.” Bagaimana kalau ikut denganku  , jalan-jalan sambil lihat-lihat kota Surabaya pada malam hari, kita tidak usah makan malam di Hotel, kita bisa cari makanan diluar, sambung Ryan bersemangat.


“Tidak Ryan, terima kasih, aku pagi-pagi sekali harus kembali ke Jakarta, tolak Mayang sopan.


“Ayolah, kita tidak sampai larut malam, Ayolah Aldo kamu juga ikut ya, ajak Ryan melirik Aldo yang berdiri disampingnya yang sedari tadi hanya diam.


“Aku terserah kalian saja, jawab Aldo singkat.


“Bagaiamana Mayang, kapan lagi kita bisa melakukan hal ini, please! rayu Ryan  dengan wajah penuh permohonan dan mengatupkan kedua tangannya, Mayang akhirnya menyerah dan menganggukan kepalanya pelan, Ryan langsung berteriak kegirangan.


Mereka bertiga segera keluar setelah pintu lift terbuka,”kalau begitu satu jam lagi kita bertemu di loby, lanjut , Ryan sebelum mereka berpisah masuk ke kamar masing-masing.


*****


Mayang keluar dari kamar bertepatan dengan Aldo yang juga baru keluar dari kamarnya, sejenak keduanya saling bertatapan, Mayang dengan cepat memutuskan pandangannya dan berjalan mendahului Aldo,


“Kau marah kepadaku, sehingga menganggap aku seperti orang asing! seru Aldo sedikit kesal melihat sikap Mayang. Seketika Mayang menghentikan langkahnya,


“Lalu aku harus bagaimana, jawab Mayang pelan dengan mata mulai berkaca-kaca, ia sungguh tidak tahu kenapa selalu lemah seperti ini saat bertemu dengan Aldo. Perlahan Aldo berjalan mendekat sehingga posisi mereka hanya di pisahkan dua langlah saja,


“Kita pernah memiliki hubungan yang sangat baik di masa lalu, dan jangan seperti orang yang tidak saling kenal, ucap Aldo pelan.


“Bahkan kalau pun kita orang asing kita bisa berkenalan lagi dan berteman, jangan buat aku seperti kau saja orang yang paling menderita karena masa lalu kita, maafkan aku jika dulu membuat kau terluka begitu dalam, lanjut Aldo mencoba menatap wanita yang dulu pernah dicintainya ,

__ADS_1


“Kau tidak tahu bagaimana aku ketika kau tinggalkan Al, sahut Mayang dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. Mayang dengan cepat menghapus air matanya melihat Ryan yang juga baru keluar dari kamarnya, Mayang


pun melangkah lebih dahulu kemudian disusul oleh Aldo dan Ryan.


*****


Mobil yang disewa Ryan sudah parkir didepan Hotel, seseorang menghampirinya untuk memberikan sedangkan Mayang lebih banyak diam ia kana berbicara jika ada yang bertanya, sesekali Ryan melirik Mayang dari spion tenga


mobil, ia memperhatikan wajah murung wanita itu yang menatap kosong keluar jendela mobil, tatapan matanya tak dapat berbohong “apa yang ia pikirkan mengapa ia sedih seperti itu, guman Ryan pelan,


“Mayang kau ingin makan apa? Tanya Ryan mencoba memecah lamunan wanita itu. Tak ada sahutan dari Mayang sehingga Ryan mencoba mengulang pertanyaannya, dan itu pun berhasil,


“Terserah kau saja Ryan, sahut Mayang pelan..


“Bagaimana kalau kita makan sea food aja, ajak Ryan.


“Jangan, Mayang alergi sea food, jawab Aldo spontan, jawaban Aldo membuat Ryan mengernyitkan keningnya heran,”Darimana kau tahu Mayang alergi Sea food, tanya Ryan penasaran.


Dan Aldo merasa terjebak dengan jawabannya sendiri tak menyahut pertanyaan Ryan sehingga membuat pria itu semakin penasaran,


“Apakah ada yang kalian sembunyikan dariku? Tanya Ryan pelan.” Sikap kalian berdua semakin membuat kepalaku penuh dengan beribu pertanyaan, imbuh Ryan sambil mengusap keningnya dengan telapak tangannya. Tapi tak ada jawaban dari keduanya, yang membuat Ryan sedikit kesal.


Hanya ada kesunyian diantara mereka, akhirnya Ryan memarkir mobilnya disebuah restoran yang menjual makanan khas Surabaya, ketiganya pun segera turun dan masuk ke dalam restoran, setelah mendapakan meja mereka segera memasan makanan mereka, tak lama menunggu pesanan mereka pun datang, mereka makan tanpa ada yang berbicara sungguh suasana begitu terasa kikuk, Ryan sesekali melirik bergantian pada Aldo dan Mayang ,


“Kau kenapa , apakah kau tidak menyukai makananya, tanya Aldo pada Mayang yang terlihat lebih sering menatap dari pada menyuapi makannya, " aku menyukainya, sahut Mayang pelan,  sehingga membuat Ryan semakin gemas,


“Kalian berdua ini kenapa sih, apakah kalian musuh berbunyutan di masa lalu sehingga bertingkah kekanak-kanakan seperti ini, seru Ryan kesal. Mayang menatap Ryan kesal begitu pun dengan Aldo,


“Okelah tersera kalian, sahut Ryan sambil kembali melanjutkan makannya. Aldo yang sudah selesai makannya Aldo pun mohon izin  segera menjauh dari sana, ia meraih ponsel dari saku celananya dan mencoba untuk menghubungi Dila.


“Hallo sayang selamat malam, sahut Dila di sebrang sana dengan suara manjanya.

__ADS_1


“Malam juga sayang, kamu lagi apa? Tanya  Aldo lembut.


“Aku lagi buat tugas laporan, kamu sudah makan? Ucap Dila.


“Aku baru saja selesai makan, sahut Aldo cepat.


“Kapan kamu kembali ke Jakarta, aku sudah kangen, ucap Dila


merengek manja, yang membuat Aldo gemas mendengarnya, bibirnya melengkung senyum bahagia.


“Besok naik pesawat paling pagi, aku juga sangat merindukanmu, ucap Aldo lembut.” Jangan tidur terlalu malam, aku tidak ingin kamu sakit, imbuh Aldo.


“Iya sayang, sahut Dila tersenyum senang.


“Ya sudah sampai jumpa besok , aku tutup dulu ya, ujar Aldo, Dila pun mengiyakan lalu keduanya pun segera mengakhiri panggilannya.


Aldo pun kembali ke meja tempat Ryan dan Mayang, sampai di sana ternyata keduanya pun sudah selesai makannya, ketiganya pun segera kembali ke Hotel.


.


..


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2