Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 75 Dukung Sahabat


__ADS_3

Aldo mendudukkan tubuhnya disebelah Dila, dan merebut sendok yang ada di tangan Dila, lalu mulai menyuapi dirinya, Dila memandangi Aldo dan tiga orang yang sedang duduk di depannya bergantian, sementara Aldo asik dengan makanannya, ia baru tersadar ketika akan mengambil minum, ia memandang Aditya, Hana, dan Frans yang menatapnya heran, Aldo yang berusaha cuek meneguk minumnya dengan mata yang masih melirik kepada mereka, lalu berpindah kepada Dila.


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu? tanya Aldo sambil meletakkan gelasnya. Dila yang merasa tidak enak hati menatap Aldo dengan membulatkan matanya, dengan mulut merenggut tidak jelas.


" Mungkin kamu bisa menjelaskannya Dila, tanya Hana. Dila hanya terdiam karena gugup dan juga sedikit malu, itu terlihat dari wajahnya yang mulai merona.


"Sejak kapan kalian makan berbagi piring seperti itu atau ada sesuatu yang belum kami ketahui, tambah Aditya.


" Ooo, kamu benar Dit, mungkin kalian juga harus tau, karena kita berdua sudah jadian, aku dan Dila sekarang adalah sepasang kekasih , jelas Aldo sambil meletakan tangannya di pundak Dila, sedangkan Dila hanya menyengir menampakan gigi putihnya yang rapi.


Mendengar pengakuan Aldo ketiganya kompak memberikan ekspresi keterkejutan yang sama, membuat Aldo dan Dila saling pandang, lalu kembali menatap tiga orang yang ada didepannya,


"Kenapa kalian kaget seperti itu, kalian tidak pernah melihat orang jadian, seru Aldo kesal.


" Bukan seperti itu Al, imbuh Hana cepat, kami bertiga kaget karena gembira, iyakan kan sayang, Frans, seru Hana tersenyum sambil memperlihatkan gigi putih rapinya kayak iklan odol di televisi.


"Iya, sambung Frans masih menatap tidak percaya, sedangkan Aditya hanya diam tidak lagi memberi komentar.


" Apakah kalian tidak menyukai hubungan kami, ucap Dila pelan sambil ragu-ragu.


"Siapa bilang aku sangat mendukung sekali, kamu juga kan sayang, Frans kamu juga mendukung hubungan Aldo dan Dila kan? seru Hana semangat, Aditya dan Frans menganggukan kepalanya.


Melihat itu hati Dila sangat lega, karena sebenarnya ia menakutkan hal ini ketika sudah jadian dengan Aldo, karena takut teman-temannya tidak menyetujuinya. Aldo juga bernapas lega karena sudah memberikan tahu hubungannya dengan Dila kepada orang-orang terdekatnya.


"Ternyata seorang Aldo yang mampu memecahkan batu karang yang selama ini menyelimuti hati Dila, selamat ya Aldo, seru Frans memukul pundak Aldo pelan. Baru saja Frans selesai dengan bicaranya, tangan Dila sudah mencubit lengan Frans, yang membuatnya mengadu kesakitan.


" Aduhh, tega banget kamu Dil kakak ipar lihatlah adik ipar mu ini dianiaya, tolong bilangi sama Lana ya, sungut Frans sambil mengusap-usap lengannya.


"Sini aku tambahin lagi seru Hana hendak beranjak dari duduknya, namun dengan cepat Frans menghindar, semua tertawa melihat tingkah Frans.


****


Hana sedang tiduran di sofa berbantalkan paha suaminya, ia menatap Aditya yang begitu terlihat asyik dengan pekerjaannya,


"Sayang?


" Eemmm!


"Kamu mendukung hubungan Dila dengan Aldo kan sayang, mereka itu terlihat sangat serasi, guman Hana pelan.

__ADS_1


" Tentu saja Mas mendukungnya sayang, Mas senang Aldo sudah bisa menemukan lagi wanita yang mengisi hatinya, ucap Aditya sambil menatap Hana dan mengusap pipinya lembut.


"Apa maksudnya sayang? apakah sebelumnya Aldo pernah memiliki seorang kekasih? tanya Hana penuh penekanan.


" Itu sudah lama, saat dia masih kuliah di Amerika, tapi mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka karena perbedaan keyakinan, lanjut Aditya.


"Apakah setelahnya mereka tidak pernah bertemu lagi? tanya Hana masih penasaran.


" Mas, kurang tahu sayang, karena itu masalah pribadi Aldo, Mas tidak mau terlalu ikut campur, imbuh Aditya.


"Sudahlah tidak usah di bahas lagi yang penting sekarang Aldo dan Dila sudah memutuskan untuk pacaran, sekarang kita berdoa saja, semoga mereka cepat menyusul kita, ucap Aditya menciumi istrinya gemas.


" Sayang?


"Ada apalagi? seru Aditya sambil mematikan laptopnya.


" Waktu kuliah di Amerika apakah Mas, pernah memiliki kekasih juga, ucap Hana hati-hati sambil menatap suaminya ragu.


"Kenapa bertanya seperti itu, tanya Aditya sambil mengendong Hana, spontan Hana melingkarkan tangannya ke leher Aditya.


Perlahan Aditya membaringkan tubuh Hana di ranjang, setelah itu ia mematikan lampu kamar, kemudian segera membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya, Hana langsung melingkarkan tangannya di perut Aditya.


"Kok diam, Mas marah aku bertanya seperti itu, tanya Hana menatap suaminya.


Sejenak mereka saling menatap, Tiba-tiba Aditya menggigit ujung hidung mancung istrinya, yang membuat Hana terpekik karena kaget, Aditya tergelak melihat ekspresi istrinya. Hana mencoba menggelitik Aditya namun dengan cepat Aditya menangkap kedua tangan Hana dan menguncinya dalam pelukannya, Hana dengan sengaja menggerakkan tubuhnya sehingga sehingga menimbulkan gesekan dengan bagian tubuh bawah suaminya, Hana terus menggoda dengan membuat gerakan sensual dan membuat Aditya mengerang dan melepaskan dekapannya, Hana cekikikan melihat ekspresi memelas suaminya karena gerakan Hana tadi baru saja membangunkan bagian tubuhnya.


*****


Dila sedang berjalan di Koridor rumah sakit, Tiba-tiba ada seseorang yang menabrak dirinya dari arah yang berlawanan, barang-barang yang di bawah Dila berjatuhan, dengan cepat Dila memungutnya,


"Maaf dokter saya tak sengaja, ucap pria itu sambil ikut membantu memungutnya lalu menyerah barang yang dipegangnya pada Dila.


" Tidak apa-apa, saya juga salah karena jalan tidak lihat-lihat, jawab Dila mengangkat wajahnya.


Keduanya langsung tersentak begitu pandangan mereka bertemu,


"Dila!


" Bimo!

__ADS_1


Keduanya langsung berdiri, Bimo dengan cepat mengulurkan tangannya pada Dila, keduanya bersalaman.


"Apa kabar, sudah lama tidak bertemu, ucap Bimo sedikit canggung.


" Kabar baik Bim, kamu apa kabar, tanya Dila tidak kalah canggung.


"Kabar baik juga Dila, kamu kerja di sini? tanya Bimo penasaran.


" Bukan, aku di sini koas, kamu ada perlu apa kesini, atau ada yang sakit? Dila bertanya balik.


"Mama aku lagi di rawat disini, makanya aku tadi buru-buru, sahut Bimo.


" Mama kamu sakit apa?


"Jantung Dila, beliau akan melakukan operasi pemasangan ring, karena ada penyumbatan di pembuluh arteri jantung beliau, ucap Bimo sedih.


" Beliau di rawat di ruang mana, tanya Dila,


"Kalau kamu ini mengunjungi mama ayo kita sekalian, ajak Bimo semangat.


Sejenak Dila ragu, namun akhirnya ia menyetujui ajakan Bimo, karena ia memang sudah lama tidak bertemu dengan mamanya Bimo. Mereka berjalan beriringan Bimo memandangi Dila yang berjalan disampingnya,


" Dila, ucap Bimo pelan. Dila sekilas menatap Bimo, lalu kembali melihat lurus kedepan.


"Sekali lagi aku minta maaf, lanjut Bimo pelan.


" Jangan di bahas lagi, itu sudah lama berlalu, dan aku sudah memaafkan kamu, sahut Dila pelan.


Sedikit senyum melukis bibir Bimo ketika mendengar jawaban Dila, keduanya terus melangkah tanpa ada lagi yang bersuara.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2