
Aldo merasa sedikit gugup ketika hendak turun dari mobil,
Aldo meraih ponselnya dalam saku celananya,
“Hallo Dila, aku sudah di depan rumah kamu nih.
“Ya udah masuk aja Al.
Baiklah,! Tapi kamu tunggu aku di depan ya
Oke!
Aldo pun melangkah masuk ke halaman rumah Dila, pintu rumah
Dila terbuka, dan Dila sudah berdiri di depan pintu dengan senyuman yang
menghias bibirnya, Aldo pun melepas senyumnya begitu melihat Dila, ia terus
melangkah kemudian Dila menyusul menghampiri Aldo,
“Apakah orang tuamu ada di rumah, ucap Aldo begitu mereka berhadapan, Dila pun
mengganggukan kepalanya.
“Ayo masuk, aku kenalkan sama papa dan mama, ajak Dila, Aldo
pun mengiyakan lalu menyusul langkah Dila di belakang, Dila pun mempersilakah
Aldo duduk lalu ia memanggil orang tuanya , Aldo mengedarkan pandangannya di
ruang tamu Dila, ia melihat pigura foto Dila dengan kedua orang tuannya ketika
Dila masih kecil, tak lama menunggu Dila
datang dengan kedua orang tuannya, Aldo pun segera berdiri dan bersalaman
dengan orang tua Dila, sedangkan Dila kembali kebelakang untuk membuat
minum meninggalkan Aldo dengan kedua
orang tuanya,
“Ayo kembali duduk nak Aldo jangan sungkan ,ucap papa Dila
ramah.
“Iya Om, terima kasih ,sahut Aldo kembali mendudukan
tubuhnya.
“Jangan panggil om, panggil papa saja sama seperti Dila,
imbuh papa Dila tersenyum ramah, Aldo pun mengiyakan,
“Dila sudah sering cerita tentang nak Aldo, sahut Mama Dila.
“Tenang aja aku bercerita tentang mu yang baik-baik aja kok
Al, sahut Dila yang baru saja datang dengan minuman di tangannya, mereka pun
tertawa mendengar ucapan Dila, ia pun segera meletakkan minuman itu di meja. Kemudia
segera mendudukan tubuhnya.
Mereka kembali melanjutkan obrolannya, sikap kedua orang tua
Dila yang begitu hangat membuat Aldo merasa sangat nyaman, walaupun baru
bertama kali bertemu tapi mereka langsung akrab seperti sudah lama saling
kenal.
*****
Suasana pantai begitu damai semilir angin sangat menyejukakn
tubuh , matahari yang hampir tenggelam membuat suasana semakin memberi
__ADS_1
kehangatan, cuaca yang begitu cerah memberikan sunset yang begitu cantik, warna
jingga memenuhi langit senja menambah romantic suasana, Aldo mengenggam erat
tangan Dila yang berdiri di sampingnya, perlahan Dila merebahkan kepalanya di
bahu Aldo,
“Aku sangat menyukai sunset, ia terlihat begitu cantik sama
sepertimu, ucap Aldo tersenyum memandang Dila, Mendengar perkataan Aldo Dila
mencubit pinggang Aldo sehingga membuat Aldo meringis menahan sakit, ia
mengusap-usap bekas cubitan Dila,
“Sudah pintar menggombal sekarang ya, belajar dari mana,
ucap Dila mengerucutkan bibirnya.
“Kamu makin cantik bila ngambek seperti ini, ucap Aldo
mengacak rambut Dila gemas.
“Aldo, rambutku jadi kusut nih, sungut Dila dengan manjanya. Aldo merangkul Pundak Dila sambil
berkata,
“Masa merayu pacar sendiri gak boleh, kalua merayu istri
orang itu baru bahaya, imbuh Aldo sambil terkekeh, Dila ikut tertawa mendengar
perkataan Aldo.
“Al kalau melihat sunset aku sudah sering, tapi kalau
melihat sunrise aku belum pernah, ucap Dila.
“kalau begitu nanti kita akan pergi melihat sunrise, ucap
"Nanti kita cari waktu yang tepat untuk kita berpergian ,tambah Aldo
“ Benarkah, aku sudah tidak sabar, sahut Dila.
“Sekarang ayo kita sholat dulu ntar magripnya keburu habis
,ajak Aldo sambil menarik tangan Dila.
*****
Hana sedang asyik menonton drama korea favoritnya sambil
berbaring di tempat tidur, ia memandangi suaminya yang sedang berselunjur di
sofa sambil sibuk mengutak -atik laptop di pangkuannya, hama kembali
melanjutkan tontonannya, ketika drama itu habis Hana mulai merasa bosan, ia
kembali menatap suaminya yang masih sibuk dengan laptopnya, perlahan Hana dari
tempat tidur dan berjalan menghampiri suaminya,
“Sayang, rengek Hana manja.
“Iya, kenapa? Sahut Aditya tanpa mengalihkan pandangannya
dari laptopnya, Hana yang kesel karena merasa di cueki segera mengambil laptop
Aditya, yang membuat Adtya kaget, lalu ia meletakkan di atas meja, kemudian ia duduk di
pangkuan Aditya,
“Lebik baik peluk aku aja sayang dari pada memeluk laptop,
ucap Hana sembil mengalungkan tangannya Ke leher suaminya, Aditya hanya
terkekeh melihat tingkah manja istrinya itu,
__ADS_1
“Kalau Mas selalu memeluk kamu pekerjaan Mas tidak akan
pernah selesai sayang, ucap Aditya sambil memeluk istrinya itu gemas,
“Mas, aku pengen makan pecel ayam lamongan tapi harus ayam kampung, ucap Hana manja, Aditya melirik jam
dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam,
“Sayang tapi ini sudah terlalu malam,kita cari besok aja ya,
bujuk Aditya
“Tidak sayang aku maunya sekarang, belum terlalu malam kok,
sungut Hana.
“Ya udah kita delivery aja, ucap Aditya meraih ponselnya di
atas meja. Dengan epat Hana menahannya,
“Tidak sayang aku pengen makan langsung di warungnya, ucap Hana.
*****
Aditya menepikah mobilnya begitu melihat kedai pecel ayam
yang ada di pinggir jalan sesuai dengan keinginan istrinya, Hana langsung turun
dari mobil begitu mobil yang di kendarai Aditya berhenti, ia berjalan dengan
langkah tergesa menuju warung itu,
“Sayang hati-hati nanti terjatuh, seru Aditya .
Keadaan warung masih cukup ramai walaupun sudah hampir
tengah malam, Mereka mengambil tempat duduk di sudut warung itu dengan posisi
saling berhadapan,tapi terlebih dahulu mereka telah memesan makanan , mereka cukup lama menunggu
karena harus antri dengan pembeli yang lain, dan akhirnya pesanan yang mereka
tunggu datang juga, ketika mereka sedang makan tiba-tiba datang seorang wanita
dengan pakaian yang mengumbar dada dan paha,
“Permisi apakah sayang boleh duduk di sini,karena semua meja
hampir penuh sapa seorang wanita yamg langsung duduk di sebelah Aditya.
Dasar ganjeng belum di izinin langsung main duduk aja!
Hana melanjutkan makannya sesekali melirik wanita itu yang
ternyata sibuk memperhatikan suaminya,
“Sayang sepertinya makananmu lebih enak,aku mau, rengek Hana manja
pada suaminya.
“Sini Mas suapi, buka mulutmu sayang, sahut Aditya , lalu Aditya
pun menyuapi Hana, membuat wanita yang duduk di sampingnya menatap tak percaya,
“Apakah kalian..
“Dia suamiku dan sekarang aku lagi hamil anaknya, seru Hana
sambil memperlihatkan perut buncitnya.
Wanita itu hanya terdiam menahan malu, tak lama ia pun
pindah duduk di meja samping Hana, karena pelanggan di sana sudah pergi, Hana
tersenyum penuh kemenangan, Aditya hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang
berhasil mempermalukan wanita itu..
__ADS_1