Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 78 Bertamu


__ADS_3

Aldo merasa sedikit gugup ketika hendak turun dari mobil,


Aldo meraih ponselnya dalam saku celananya,


“Hallo Dila, aku sudah di depan rumah kamu nih.


“Ya udah masuk aja Al.


Baiklah,! Tapi kamu tunggu aku di depan ya


Oke!


Aldo pun melangkah masuk ke halaman rumah Dila, pintu rumah


Dila terbuka, dan Dila sudah berdiri di depan pintu dengan senyuman yang


menghias bibirnya, Aldo pun melepas senyumnya begitu melihat Dila, ia terus


melangkah kemudian Dila menyusul menghampiri Aldo,


“Apakah orang tuamu ada di rumah, ucap Aldo begitu mereka berhadapan, Dila pun


mengganggukan kepalanya.


“Ayo masuk, aku kenalkan sama papa dan mama, ajak Dila, Aldo


pun mengiyakan lalu menyusul langkah Dila di belakang, Dila pun mempersilakah


Aldo duduk lalu ia memanggil orang tuanya , Aldo mengedarkan pandangannya di


ruang tamu Dila, ia melihat pigura foto Dila dengan kedua orang tuannya ketika


Dila masih kecil,  tak lama menunggu Dila


datang dengan kedua orang tuannya, Aldo pun segera berdiri dan bersalaman


dengan orang tua Dila, sedangkan Dila kembali kebelakang untuk membuat


minum  meninggalkan Aldo dengan kedua


orang tuanya,


“Ayo kembali duduk nak Aldo jangan sungkan ,ucap papa Dila


ramah.


“Iya Om, terima kasih ,sahut Aldo kembali mendudukan


tubuhnya.


“Jangan panggil om, panggil papa saja sama seperti Dila,


imbuh papa Dila tersenyum ramah, Aldo pun mengiyakan,


“Dila sudah sering cerita tentang nak Aldo, sahut Mama Dila.


“Tenang aja aku bercerita tentang mu yang baik-baik aja kok


Al, sahut Dila yang baru saja datang dengan minuman di tangannya, mereka pun


tertawa mendengar ucapan Dila, ia pun segera meletakkan minuman itu di meja. Kemudia


segera mendudukan tubuhnya.


Mereka kembali melanjutkan obrolannya, sikap kedua orang tua


Dila yang begitu hangat membuat Aldo merasa sangat nyaman, walaupun baru


bertama kali bertemu tapi mereka langsung akrab seperti sudah lama saling


kenal.


*****


Suasana pantai begitu damai semilir angin sangat menyejukakn


tubuh , matahari yang hampir tenggelam membuat suasana semakin memberi

__ADS_1


kehangatan, cuaca yang begitu cerah memberikan sunset yang begitu cantik, warna


jingga memenuhi langit senja menambah romantic suasana, Aldo mengenggam erat


tangan Dila yang berdiri di sampingnya, perlahan Dila merebahkan kepalanya di


bahu Aldo,


“Aku sangat menyukai sunset, ia terlihat begitu cantik sama


sepertimu, ucap Aldo tersenyum memandang Dila, Mendengar perkataan Aldo Dila


mencubit pinggang Aldo sehingga membuat Aldo meringis menahan sakit, ia


mengusap-usap bekas cubitan Dila,


“Sudah pintar menggombal sekarang ya, belajar dari mana,


ucap Dila mengerucutkan bibirnya.


“Kamu makin cantik bila ngambek seperti ini, ucap Aldo


mengacak rambut Dila gemas.


“Aldo, rambutku jadi kusut nih, sungut Dila dengan  manjanya. Aldo merangkul Pundak Dila sambil


berkata,


“Masa merayu pacar sendiri gak boleh, kalua merayu istri


orang itu baru bahaya, imbuh Aldo sambil terkekeh, Dila ikut tertawa mendengar


perkataan Aldo.


“Al kalau melihat sunset aku sudah sering, tapi kalau


melihat sunrise aku belum pernah, ucap Dila.


“kalau begitu nanti kita akan pergi melihat sunrise, ucap


"Nanti kita cari waktu yang tepat untuk kita berpergian ,tambah Aldo


“ Benarkah, aku sudah tidak sabar, sahut Dila.


“Sekarang ayo kita sholat dulu ntar magripnya keburu habis


,ajak Aldo sambil menarik tangan Dila.


*****


Hana sedang asyik menonton drama korea favoritnya sambil


berbaring di tempat tidur, ia memandangi suaminya yang sedang berselunjur di


sofa sambil sibuk mengutak -atik laptop di pangkuannya, hama kembali


melanjutkan tontonannya, ketika drama itu habis Hana mulai merasa bosan, ia


kembali menatap suaminya yang masih sibuk dengan laptopnya, perlahan Hana dari


tempat tidur dan berjalan menghampiri suaminya,


“Sayang, rengek Hana manja.


“Iya, kenapa? Sahut Aditya tanpa mengalihkan pandangannya


dari laptopnya, Hana yang kesel karena merasa di cueki segera mengambil laptop


Aditya, yang membuat Adtya kaget, lalu ia  meletakkan di atas meja, kemudian ia duduk di


pangkuan Aditya,


“Lebik baik peluk aku aja sayang dari pada memeluk laptop,


ucap Hana sembil mengalungkan tangannya Ke leher suaminya, Aditya hanya


terkekeh melihat tingkah manja istrinya itu,

__ADS_1


“Kalau Mas selalu memeluk kamu pekerjaan Mas tidak akan


pernah selesai sayang, ucap Aditya sambil memeluk istrinya itu gemas,


“Mas, aku pengen makan pecel ayam lamongan tapi harus ayam  kampung, ucap Hana manja, Aditya melirik jam


dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam,


“Sayang tapi ini sudah terlalu malam,kita cari besok aja ya,


bujuk Aditya


“Tidak sayang aku maunya sekarang, belum terlalu malam kok,


sungut Hana.


“Ya udah kita delivery aja, ucap Aditya meraih ponselnya di


atas meja. Dengan epat Hana menahannya,


“Tidak sayang aku pengen makan langsung di warungnya, ucap Hana.


*****


Aditya menepikah mobilnya begitu melihat kedai pecel ayam


yang ada di pinggir jalan sesuai dengan keinginan istrinya, Hana langsung turun


dari mobil begitu mobil yang di kendarai Aditya berhenti, ia berjalan dengan


langkah tergesa menuju warung itu,


“Sayang hati-hati nanti terjatuh, seru Aditya .


Keadaan warung masih cukup ramai walaupun sudah hampir


tengah malam, Mereka mengambil tempat duduk di sudut warung itu dengan posisi


saling berhadapan,tapi terlebih dahulu mereka telah  memesan makanan , mereka cukup lama menunggu


karena harus antri dengan pembeli yang lain, dan akhirnya pesanan yang mereka


tunggu datang juga, ketika mereka sedang makan tiba-tiba datang seorang wanita


dengan pakaian yang mengumbar dada dan paha,


“Permisi apakah sayang boleh duduk di sini,karena semua meja


hampir penuh sapa seorang wanita yamg langsung duduk di sebelah Aditya.


Dasar ganjeng belum di izinin langsung  main duduk aja!


Hana melanjutkan makannya sesekali melirik wanita itu yang


ternyata sibuk memperhatikan suaminya,


“Sayang sepertinya makananmu lebih  enak,aku mau, rengek Hana manja


pada suaminya.


“Sini Mas suapi,  buka mulutmu sayang, sahut Aditya , lalu Aditya


pun menyuapi Hana, membuat wanita yang duduk di sampingnya menatap tak percaya,


“Apakah kalian..


“Dia suamiku dan sekarang aku lagi hamil anaknya, seru Hana


sambil memperlihatkan perut buncitnya.


Wanita itu hanya terdiam menahan malu, tak lama ia pun


pindah duduk di meja samping Hana, karena pelanggan di sana sudah pergi, Hana


tersenyum penuh kemenangan, Aditya hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang


berhasil mempermalukan wanita itu..

__ADS_1


__ADS_2