Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 80 Dalang penculikan Hana


__ADS_3

Hana perlahan membuka matanya yang terasa sangat  berat, ia juga merasakan kepalanya sangat


pusing, ia tidak dapat melihat karena ruangan yang sangat gelap, Hana pun


mencoba mengerakan tangannya tapi tidak bisa ,hana sangat terkejut saat menyadari


kalau kedua tangannya terikat , Hana mencoba merontah untuk melepaskan ikatan


tanganya tapi tidak berhasil, tiba -tiba ia mendengar suara pintu terbuka dan


ruangan menjadi terang begitu lampu di nyalakan, Hana memejamkan matanya karena


pupilnya butuh penyesuai untuk menerima cahaya yang datang tiba-tiba, perlahan


ia kembali membuka matanya, mata Hana membulat dengan sempurna melihat siapa


yang berdiri di depannya.


“Karin..kamu…! ucap Hana terkejut.


“Kenapa kaget melihatku, ejek Karin.


“Sudah lama aku mengunggu kesempatan ini, dan ternyata


keberuntungan sedang berpihak kepadaku,lanjut Karin dengan senyum sinis yang


menghias bibirnya.


“Apa yang kamu inginkan Karin, tanya Hana diselimuti


ketakutan.


Karin tertawa keras mendengar pertanyaan Hana.


“Lepaskan aku Karin, teriak Hana mencoba merontah.


“Kamu tidak akan bisa melepaskan diri  Hana, karena aku sudak mengikat kamu sangat


kuat ke bangku itu, teriak Karin.


“Kamu benar-benar gila, lepaskan aku, Mas Adit pasti akan


menemukan aku, seru Hana marah.


“Dia akan menemukan kamu setelah jadi mayat, ucap Karin


dengan tatapan tajam, membuat Hana bergidik ngeri.


“Karin sadarlah apa yang kamu lakukan, jangan bodoh seperti


ini, ucap Hana dengan bibir bergetar.


“Aku tidak akan seperti ini kalau kamu meninggalkan kan


Adit, teriak Karin Marah.


“Kamu tidak tahu Hana bagaimana aku sangat mencintai kak


Adit dia cinta pertamaku , dan tiba-tiba kau datang dan mengambil dia dariku,


aku tidak akan pernah rela melihatmu Bersama kak Adit, karena kak Adit adalah


miliku!, teriak Karin.


“ Kau benar-benar sudah tidak waras Karin, aku tidak pernah


merebut Mas Adit dari kamu!


Karin melangkah mendekati Hana sehingga posisi meraka


berhadapan dengan jarak hanya satu langkah saja,


“Sihir apa yang kau pakai sehingga Kak Adit begitu


menyukaimu haa!, teriak Karin.


Hana manatap Karin dengan senyum mengejek,”aku mendapatkan


hati Mas Adit, sedangkan kamu hanya wanita gila yang mengejar- ngejar suamiku.


Plak!


Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Hana sehingga


meninggalkan tanda merah di pipi putih Hana, darah mengujur di sudut bibir Hana


yang pecah,


“Aku akan memotong lidahmu jika berkata seperti itu lagi,


teriak Karin penuh amarah.


“Kenapa kamu takut, sekalipun aku mati,Mas Adit tak akan


pernah tertarik melihat mu, mungkin dia semakin jijik melihatmu, seru Hana


tersenyum dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya.


Satu tamparan Lagi mendarat di pipi Hana, Karin menarik


rambut hana keras sehingga wajah Hana terangkat,


“Sebentar lagi kematianmu akan datang, ucap Karin lalu


melangkah meninggalkan Hana.


*****

__ADS_1


Aldo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi begitu mendapat


kabar tentang keberadaan Hana dari ponselnya, sedangkan orang suruhan Aldo


sudah berangkat ke lokasi karena memang Aditya sudah membayar beberapa agen


swasta yang handal dan professional, beberapa kali terdengar umptan kasar dari


mulut Aditya karena perjalanan mereka terhalang oleh jalanan yang sedikit


macet, Aldo berupaya mencari jalan pintas agar cepat sampai ketujuan,


“Aku tidak pernah punya musuh, apa keinginan penculik itu, kalau


ia ingin tminta uang  kenapa ia tidak


menghubungiku, seru Aditya marah.


“Yang penting sekarang  kita sudah menemukah lokasi  Hana , siapa yang menjadi dalangnya akan


segera kita ketahuai, imbuh Aldo yang begitu focus mengemudi.


Tiba-tiba ponsel  Aditya


berdering, ternyata mamanya yang menelpon, “ Sebaiknya Mama jangan aku beri


tahu dulu aku tidak ingin membuat mama kwatir, guman Aditya pelan.


“Hallo Sayang kamu dimana?


“Aku masih dikantor.


“Apakah Hana bersamamu?


Aditya menarik napas sejenak,


“Iya mama dia bersamaku


“ Sayang sudah malam kenapa kalian belum pulang?


“ Aku masih ada sedikit kerjaan ma, sebentar lagi kami


pulang!


“Ya sudah , selamat malam sayang!


“malam Ma !.


Aldo melirik sekilas pada Aditya, walaupun tidak bertanya


tapi Aditya paham maksud tatapan Aldo,


“Aku tidak ingin membuat mama kwatir, biar nanti saja kita


beri tahu, papar Aditya.


*****


mereka tidak ingin kedatangan mereka di ketahui, ada sepuluh orang bayaran professional


yang mereka bawah, lengkap dengan senjata mereka, setelah berbicang-bincang


sebentar mereka mulai berpencar untuk masuk ke lokasi.


Bangunan itu seperti Gudang yang sudah tidak terpakai lagi,


tidak ada penerang di sekitar itu , beberapa orang bayaran Aditya  sudah menyelinap ke sana, tak lama  terdengar suara orang-orang yang sedang


berkelahi, Aditya dan Aldo dengan cepat berlari kesana, Karin yang baru saja ingin


kembali ke ruangan tempat Hana di sekap terkejut mendengar suara gaduh, ia pun


mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi, ia sangat terkejut melihat orang


bayarannya sedang bertarung diluar.


Dengan terburuh-buruh Karin menujuh ruangan tempat penyekapan


Hana, tapi langkahnya sedikit terlambat karena ia keburu di lihat oleh Aditya,


Darah Aditya seperti mendidih melihat siapa dalang di balik penculikan


istrinya,


“Karin....!, Teriak Aditya penuh amarah, Karin segera kabur dari


sana, dengan cepat Aditya mengejarnya.


Karin masuk keruangan tempat Hana disekap lalu mengunci


ruangan itu, dengan cepat ia berlari menghampiri Hana dengan pistol di


tanganya,


“Karin , wajah Hana langsung memucat melihat senjata yang


ada di tangan Karin, belum hilang keterkejutannya terdengar pintu di dobrak dan


suara yang tidak asing ditelinganya sedang berteriak,


“Mas Adit, Guman Hana pelan ia seperti seakan sedang bermimpi,


namun dengan cepat timbul kesadarannya,


“Mas Adit, tolong aku, teriak Hana kuat, dengan cepat Karin


membekap mulut Hana.

__ADS_1


Gubrak!


Pintu itu terbuka dengan Aditya yang sedang berdiri diambang


pintu, Aditya sangat terkejut melihat pemandangan di depannya melihat istrinya


terikat pada sebuah bangku dengan kondisi sangat kacau, Darahnya langsung mendidih


melihat Karin berdiring di belakang Hana dengan pistol yang di todonglan di


kepala istrinya,


“Selamat datang kak Adit, kau kesini ingin menyaksikan


kematian istrimu, ucap Karin dengan senyum sumbang.


“Karin lepaskan istriku, teriak Aditya dengan tangan mengepal


menahan amarah.


“Kak Adit tak ada wanita lain yang boleh memilikimu selain


aku, ucap Karin dingin menatap Aditya dengan senduh.


“Kau wanita gila, teriak Aditya mencoba berjalan mendekat.


“Selangkah lagi kau maju aku akan meledakkan kepala wanita


ini!, teriak Karin.


Aditya sangat ketakutan mendengar ucapan Karin ,


“Jangan Karin, apa yang kamu inginkan , Aditya mencoba


berbicara dengan menurunkan nadanya.


Aldo dan beberapa orang suruhannya ikut masuk keruangan


tempat penyekapan Hana


“Suruh mereka keluar atau aku akan melepaskan peluru ini,


teriak Karin sambil menempelkan pistol ke pelips Hana, , tubuh Hana menggigil


karena ketakutan air matanya tak henti mengalir dipipinya.


Aldo pun segera memberi kode kepada orang bayarannya untuk


segera keluar, Karin tertawa keras melihat kepergian mereka,


“Sekarang ucapkan selamat tinggal pada istrimu kak Adit,


ucap Karin tersenyum sinis.


“Tidak! Karin, tolong lepaskan istriku, ucap Aditya dengan


suara rendahnya.


Brakk!


Tiba-tiba dinding ruangan itu runtuh karena di tabrak oleh mobil,


Karin yang terkejut dengan kejadian diluar dugaannya itu mengalihkan pandangannya,


dengan cepat kesempatan itu digunakan oleh Aditya untuk menyelamatkan istrinya,


tapi tindakan Aditya dengan cepat diketahui oleh Karin , Karin melepaskan


sebuah tembakan bertepatan dengan Aditya memeluk tubuh istrinya sehingga peluruh


itu menembus punggung Aditya, jeritan Hana lebih kuat dari teriakan kesakitan


Aditya karena di tembus peluruh, tubuh Aditya terkulai lemas dan terjatuh di


kaki Hana,


“Mas Adit……!, teriak Hana histeris dan akhirnya pingsan.


Pistol terlepas begitu saja di tangan Karin, tubuhnya


tersimbuh di lantai dengan tangan bergetar air matanya jatuh tanpa ada suara


yang terdengar, melihat Aditya yang tergelatak tanpa bergerak membuat


jantungnya seakan meledak tentu saja bukan hal ini yang diinginkan Karin, ia


tidak akan pernah sanggup melihat Aditya terluka karena ia sangat mencintai


Aditya dan sekarang kedua tanganyalah yang membuat Aditya tidak bergerak


sedikitpun, mulutnya bergetar ingin memanggill nama Adiyta tapi tak ada suara


yang keluar, karena tiba-tiba ia merasa tenggorokannya tercekik, melihat orang


yang dicintainya bersimbah darah karena ulahnya sendiri, hanya air matanya yang


mengalir  deras menandai penyesalannya,


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2