
Hana perlahan membuka matanya yang terasa sangat berat, ia juga merasakan kepalanya sangat
pusing, ia tidak dapat melihat karena ruangan yang sangat gelap, Hana pun
mencoba mengerakan tangannya tapi tidak bisa ,hana sangat terkejut saat menyadari
kalau kedua tangannya terikat , Hana mencoba merontah untuk melepaskan ikatan
tanganya tapi tidak berhasil, tiba -tiba ia mendengar suara pintu terbuka dan
ruangan menjadi terang begitu lampu di nyalakan, Hana memejamkan matanya karena
pupilnya butuh penyesuai untuk menerima cahaya yang datang tiba-tiba, perlahan
ia kembali membuka matanya, mata Hana membulat dengan sempurna melihat siapa
yang berdiri di depannya.
“Karin..kamu…! ucap Hana terkejut.
“Kenapa kaget melihatku, ejek Karin.
“Sudah lama aku mengunggu kesempatan ini, dan ternyata
keberuntungan sedang berpihak kepadaku,lanjut Karin dengan senyum sinis yang
menghias bibirnya.
“Apa yang kamu inginkan Karin, tanya Hana diselimuti
ketakutan.
Karin tertawa keras mendengar pertanyaan Hana.
“Lepaskan aku Karin, teriak Hana mencoba merontah.
“Kamu tidak akan bisa melepaskan diri Hana, karena aku sudak mengikat kamu sangat
kuat ke bangku itu, teriak Karin.
“Kamu benar-benar gila, lepaskan aku, Mas Adit pasti akan
menemukan aku, seru Hana marah.
“Dia akan menemukan kamu setelah jadi mayat, ucap Karin
dengan tatapan tajam, membuat Hana bergidik ngeri.
“Karin sadarlah apa yang kamu lakukan, jangan bodoh seperti
ini, ucap Hana dengan bibir bergetar.
“Aku tidak akan seperti ini kalau kamu meninggalkan kan
Adit, teriak Karin Marah.
“Kamu tidak tahu Hana bagaimana aku sangat mencintai kak
Adit dia cinta pertamaku , dan tiba-tiba kau datang dan mengambil dia dariku,
aku tidak akan pernah rela melihatmu Bersama kak Adit, karena kak Adit adalah
miliku!, teriak Karin.
“ Kau benar-benar sudah tidak waras Karin, aku tidak pernah
merebut Mas Adit dari kamu!
Karin melangkah mendekati Hana sehingga posisi meraka
berhadapan dengan jarak hanya satu langkah saja,
“Sihir apa yang kau pakai sehingga Kak Adit begitu
menyukaimu haa!, teriak Karin.
Hana manatap Karin dengan senyum mengejek,”aku mendapatkan
hati Mas Adit, sedangkan kamu hanya wanita gila yang mengejar- ngejar suamiku.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Hana sehingga
meninggalkan tanda merah di pipi putih Hana, darah mengujur di sudut bibir Hana
yang pecah,
“Aku akan memotong lidahmu jika berkata seperti itu lagi,
teriak Karin penuh amarah.
“Kenapa kamu takut, sekalipun aku mati,Mas Adit tak akan
pernah tertarik melihat mu, mungkin dia semakin jijik melihatmu, seru Hana
tersenyum dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya.
Satu tamparan Lagi mendarat di pipi Hana, Karin menarik
rambut hana keras sehingga wajah Hana terangkat,
“Sebentar lagi kematianmu akan datang, ucap Karin lalu
melangkah meninggalkan Hana.
*****
__ADS_1
Aldo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi begitu mendapat
kabar tentang keberadaan Hana dari ponselnya, sedangkan orang suruhan Aldo
sudah berangkat ke lokasi karena memang Aditya sudah membayar beberapa agen
swasta yang handal dan professional, beberapa kali terdengar umptan kasar dari
mulut Aditya karena perjalanan mereka terhalang oleh jalanan yang sedikit
macet, Aldo berupaya mencari jalan pintas agar cepat sampai ketujuan,
“Aku tidak pernah punya musuh, apa keinginan penculik itu, kalau
ia ingin tminta uang kenapa ia tidak
menghubungiku, seru Aditya marah.
“Yang penting sekarang kita sudah menemukah lokasi Hana , siapa yang menjadi dalangnya akan
segera kita ketahuai, imbuh Aldo yang begitu focus mengemudi.
Tiba-tiba ponsel Aditya
berdering, ternyata mamanya yang menelpon, “ Sebaiknya Mama jangan aku beri
tahu dulu aku tidak ingin membuat mama kwatir, guman Aditya pelan.
“Hallo Sayang kamu dimana?
“Aku masih dikantor.
“Apakah Hana bersamamu?
Aditya menarik napas sejenak,
“Iya mama dia bersamaku
“ Sayang sudah malam kenapa kalian belum pulang?
“ Aku masih ada sedikit kerjaan ma, sebentar lagi kami
pulang!
“Ya sudah , selamat malam sayang!
“malam Ma !.
Aldo melirik sekilas pada Aditya, walaupun tidak bertanya
tapi Aditya paham maksud tatapan Aldo,
“Aku tidak ingin membuat mama kwatir, biar nanti saja kita
beri tahu, papar Aditya.
*****
mereka tidak ingin kedatangan mereka di ketahui, ada sepuluh orang bayaran professional
yang mereka bawah, lengkap dengan senjata mereka, setelah berbicang-bincang
sebentar mereka mulai berpencar untuk masuk ke lokasi.
Bangunan itu seperti Gudang yang sudah tidak terpakai lagi,
tidak ada penerang di sekitar itu , beberapa orang bayaran Aditya sudah menyelinap ke sana, tak lama terdengar suara orang-orang yang sedang
berkelahi, Aditya dan Aldo dengan cepat berlari kesana, Karin yang baru saja ingin
kembali ke ruangan tempat Hana di sekap terkejut mendengar suara gaduh, ia pun
mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi, ia sangat terkejut melihat orang
bayarannya sedang bertarung diluar.
Dengan terburuh-buruh Karin menujuh ruangan tempat penyekapan
Hana, tapi langkahnya sedikit terlambat karena ia keburu di lihat oleh Aditya,
Darah Aditya seperti mendidih melihat siapa dalang di balik penculikan
istrinya,
“Karin....!, Teriak Aditya penuh amarah, Karin segera kabur dari
sana, dengan cepat Aditya mengejarnya.
Karin masuk keruangan tempat Hana disekap lalu mengunci
ruangan itu, dengan cepat ia berlari menghampiri Hana dengan pistol di
tanganya,
“Karin , wajah Hana langsung memucat melihat senjata yang
ada di tangan Karin, belum hilang keterkejutannya terdengar pintu di dobrak dan
suara yang tidak asing ditelinganya sedang berteriak,
“Mas Adit, Guman Hana pelan ia seperti seakan sedang bermimpi,
namun dengan cepat timbul kesadarannya,
“Mas Adit, tolong aku, teriak Hana kuat, dengan cepat Karin
membekap mulut Hana.
__ADS_1
Gubrak!
Pintu itu terbuka dengan Aditya yang sedang berdiri diambang
pintu, Aditya sangat terkejut melihat pemandangan di depannya melihat istrinya
terikat pada sebuah bangku dengan kondisi sangat kacau, Darahnya langsung mendidih
melihat Karin berdiring di belakang Hana dengan pistol yang di todonglan di
kepala istrinya,
“Selamat datang kak Adit, kau kesini ingin menyaksikan
kematian istrimu, ucap Karin dengan senyum sumbang.
“Karin lepaskan istriku, teriak Aditya dengan tangan mengepal
menahan amarah.
“Kak Adit tak ada wanita lain yang boleh memilikimu selain
aku, ucap Karin dingin menatap Aditya dengan senduh.
“Kau wanita gila, teriak Aditya mencoba berjalan mendekat.
“Selangkah lagi kau maju aku akan meledakkan kepala wanita
ini!, teriak Karin.
Aditya sangat ketakutan mendengar ucapan Karin ,
“Jangan Karin, apa yang kamu inginkan , Aditya mencoba
berbicara dengan menurunkan nadanya.
Aldo dan beberapa orang suruhannya ikut masuk keruangan
tempat penyekapan Hana
“Suruh mereka keluar atau aku akan melepaskan peluru ini,
teriak Karin sambil menempelkan pistol ke pelips Hana, , tubuh Hana menggigil
karena ketakutan air matanya tak henti mengalir dipipinya.
Aldo pun segera memberi kode kepada orang bayarannya untuk
segera keluar, Karin tertawa keras melihat kepergian mereka,
“Sekarang ucapkan selamat tinggal pada istrimu kak Adit,
ucap Karin tersenyum sinis.
“Tidak! Karin, tolong lepaskan istriku, ucap Aditya dengan
suara rendahnya.
Brakk!
Tiba-tiba dinding ruangan itu runtuh karena di tabrak oleh mobil,
Karin yang terkejut dengan kejadian diluar dugaannya itu mengalihkan pandangannya,
dengan cepat kesempatan itu digunakan oleh Aditya untuk menyelamatkan istrinya,
tapi tindakan Aditya dengan cepat diketahui oleh Karin , Karin melepaskan
sebuah tembakan bertepatan dengan Aditya memeluk tubuh istrinya sehingga peluruh
itu menembus punggung Aditya, jeritan Hana lebih kuat dari teriakan kesakitan
Aditya karena di tembus peluruh, tubuh Aditya terkulai lemas dan terjatuh di
kaki Hana,
“Mas Adit……!, teriak Hana histeris dan akhirnya pingsan.
Pistol terlepas begitu saja di tangan Karin, tubuhnya
tersimbuh di lantai dengan tangan bergetar air matanya jatuh tanpa ada suara
yang terdengar, melihat Aditya yang tergelatak tanpa bergerak membuat
jantungnya seakan meledak tentu saja bukan hal ini yang diinginkan Karin, ia
tidak akan pernah sanggup melihat Aditya terluka karena ia sangat mencintai
Aditya dan sekarang kedua tanganyalah yang membuat Aditya tidak bergerak
sedikitpun, mulutnya bergetar ingin memanggill nama Adiyta tapi tak ada suara
yang keluar, karena tiba-tiba ia merasa tenggorokannya tercekik, melihat orang
yang dicintainya bersimbah darah karena ulahnya sendiri, hanya air matanya yang
mengalir deras menandai penyesalannya,
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung