Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Bab 66 Sakit


__ADS_3

Dengan langkah sedikit tergesa-gesa Hana berjalan di lorong rumah sakit, Karena Aditya sudah menunggu Hana di parkiran rumah sakit, sesuai dengan janji Aditya yang akan mengajak Hana pulang ke rumah ibunya.


"Hati-hati sayang, jangan berjalan terlalu cepat, nanti terjatuh, seru suara yang tidak asing di telinga Hana.


Dengan cepat Hana memalingkan wajahnya ke sumber suara,


" Mas kok disini, katanya menunggu di mobil?, ucap Hana menghentikan langkahnya.


"Ada file yang harus Mas kasih ke Aldo, tadi sebenarnya Mas ingin mengajak kamu singgah di apartemen Aldo dulu, tapi Mas takut nanti kita nyampe di tempat kamu kemalaman, jadi Mas letakan di kamar kita di lantai atas, biar nanti di jemput Aldo, jelas Aditya sambil mengandeng tangan Hana.


"Sorry sayang, tadi aku membantu pasien yang ingin melahirkan, kami tadi ada sedikit masalah, alhamdulillah akhirnya ibu dan bayinya selamat.


" Tidak masalah, ayo Mang Ujang, sudah lama menunggu.


Mereka keluar beriringan menuju mobil mereka.


****


Karena perjalanan yang macet membuat perjalanan jadi terhambat, Hana yang mulai pegal duduk, tiduran berbantalkan paha Aditya, Aditya yang dari tadi menghubungi Aldo tetapi tidak menyambung membuat Aditya cemas, ia mencoba membangunkan istrinya,


"Sayang, panggil Aditya menggoyang pelan bahu Hana.


" Kenapa Mas, jawab Hana membuka matanya.


"Mas dari tadi mencoba menelpon Aldo tapi tidak nyambung, mungkin ponselnya habis baterai, apakah Dila sekarang ada di rumah sakit?


" Coba aku hubungi dulu ya Mas, ucap Hana sambil mengambil ponselnya dari dalam tas. Ia pun segera menghubungi Dila,


"*Halo Hana, ada apa?


*" Apakah kamu masih di rumah sakit?


"*Masih, tapi aku mau segera pulang! kenapa?


*" Ini Mas Adit mau bicara sama kamu..


Hana pun memberikan ponselnya pada Aditya.Sambil mengatakan kalau Dila masih ada di rumah sakit.


"Halo Dil!


"* Iya Mas Adit, ada apa*?


"Boleh aku minta tolong?


"* Minta tolong untuk apa Mas*?


" Di kamar Hana yang di rumah sakit, ada file dalam map merah, bisakah kamu hantarkan ke apartemen Aldo, soalnya file itu penting akan di bawah Aldo besok ke Surabaya, aku sudah mencoba menghubungi Aldo tapi ponselnya tidak aktif.


Dila terdiam sejenak, akhirnya ia pun bicara,


"Baiklah Mas, tapi aku tidak tau alamat apartemen Aldo!

__ADS_1


" Nanti akan saya kirim alamatnya Dil,


"*Baiklah Mas.


*" Terima kasih Ya Dil.


"Sama-sama Mas Adit!


Mereka pun mengakhiri percakapannya.


" Bagaimana sayang? tanya Hana.


"Dila nanti yang akan mengantarkan ke apartemen Aldo, ucap Aditya sambil mengirimkan pesan ke Dila menggunakan ponsel Hana.


***


Setelah bertanya kepada penjaga apartemen, Dila sampai di Depan pintu apartemen Aldo, ia melihat jamnya sudah pukul setengah empat sore, Dila pun menekan bel apartemen Aldo, sudah beberapa kali ia mencoba tapi tidak ada tanda - tanda pintu terbuka, Dila mulai cemas, dan akhirnya ia mencoba menelpon Aditya kembali.


"Halo Hana, Mas Adit ada?


" Tunggu sebentar ya Dil,


Hana pun memberikan ponselnya pada Aditya., Mas Dila menelpon,


"Ya Dila!


" Aku sudah sampai di apartemen Aldo, tapi sepertinya Aldo tidak di rumah, sudah beberapa kali saya tekan bel, tapi Aldo tidak keluar.


***


Dengan tangan agak gemetar Dila memasukkan kode untuk membuka pintu apartemen Aldo, dan pintu pun terbuka, Dila mengucapkan salam sebelum masuk kedalam apartemen. Hana memasukan kepalanya dan mengedarkan seluruh pandangannya ke ruangan apartemen Aldo, namun ia tidak melihat tanda-tanda kehadiran Aldo.


Akhirnya Dila memberanikan diri untuk masuk ke dalam, dengan menebarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan,


"Apartemennya rapi juga, guman Dila pelan.


Kemudian mata Dila melihat ke sebuah ruangan, sepertinya kamar dan pintunya setengah terbuka, Dila memberanikan diri untuk melangkah kesana, begitu sampai di depan pintu kamar, ia memberanikan diri untuk menjulurkan kepalanya ke dalam, dan ia melihat Aldo sedang tertidur,


" Dia tidur seperti kerbau saja! masa suara bel yang lumayan keras tidak terdengar!, dengus Dila kesal.


Kemudian Dila mengetuk pintu kamar Aldo, tapi tidak ada pergerakan sama sekali,


"Dia ini tidur atau sudah mati sih, seru Dila kesal.


Tiba-tiba ia menutup mulutnya, lalu memukul mulutnya pelan,


" Aku ini ngomong apa, mana boleh dia mati, masa begitu tragis kisah cinta saya,


"Aduh Dila kamu ini semakin ngelantur, ucap Dila menjitak keningnya sendiri. Dila pun memberanikan diri berjalan ke ranjang Aldo.


Dila memperhatikan wajah Aldo,

__ADS_1


" Kenapa dia pucat begini, seru Dila cemas.


"Dia juga berkeringat ", Dila pun memberanikan diri menyentuh kening Aldo.


" Aduhh! badannya panas sekali! seru Dila kaget.


Dila meletakan begitu saja tasnya, ia berlari keluar untuk mencari dapur, begitu sampai di dapur Dila segera mengambil tempat untuk meletakkan air, kemudian ia bergegas kembali ke kamar Aldo, ia masuk ke kamar mandi untuk mencari handuk, dan beruntung disana ada sebuah handuk kecil.


Dila segera mengompres kening Aldo, sambil terus memamdangi wajah Aldo yang masih terlelap. Dengan sabar Dila mengompres Aldo.


"Kenapa sih kamu selalu jutek sama aku, guman Dila pelan. Dila masih terus menatap wajah tampan Aldo. Kenapa jantung aku selalu berdetak cepat bila dekat kamu Al, apakah aku sudah..


Belum sempat Dila menyelesaikan ucapan nya, Ia melihat Aldo menggerakkan tubuhnya, dengan cepat Dila mengusap pipi Aldo pelan,


"Bangunlah Al! pelan Aldo mulai membuka matanya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali, untuk mengembalikan pandangannya karena sudah lama tertidur, begitu pandangannya pulih Aldo sangat terkejut melihat Dila didepannya,


"Kenapa kamu bisa di sini, teriak Aldo sambil mencoba untuk bangun, tapi gerakannya terhenti, Aldo memegang kepalanya yang terasa pusing.


" Jangan bangun dulu, Nanti aku jelaskan, kenapa aku bisa sampai disini, sekarang sebaiknya kamu makan obat dulu, Ucap Dila.


Aldo hanya diam sambil menatap Dila dengan menajamkan pandangannya, Tapi Dila tidak memperdulikannya, ia melangkah keluar dari kamar Aldo, Aldo terus menatap punggung Dila sampai menghilang di balik pintu, tak lama kemudian Dila datang dengan segelas air di tangannya.


Dila meletakkan air di meja dekat ranjang Aldo, lalu ia mengambil tasnya kemudian ia kembali dekat Aldo,


"Sebaiknya kamu minum obat dulu, ucap Dila membantu Aldo bangun, dan tidak ada penolakan dari Aldo. Ia pun menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.


Aldo segera mengambil obat yang diberikan Dila , Dila pun menyodorkan gelas yang dibawahnya tadi kepada Aldo, dan Aldo pun segera menelan obatnya, sambil terus menatap Dila.


"Apakah kamu sudah makan Al? tanya Dila.


Aldo hanya menggelengkan kepalanya pelan.


" Tunggu lah sebentar, ucap Dila keluar dari kamar Aldo.


"Apa yang ingin kamu lakukan di tempat ku!, teriak Aldo.


Dila tetap melangkah keluar dari kamar, tanpa memperdulikan teriakan Aldo.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2