Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama
Eksra part 10 Kau milikku...


__ADS_3

Keduanya hanya diam membisu selama  perjalanan , hanya suara radio yang menyanyikan lagu sendu seakan mewakilkan perasaan mereka, perlahan Dila melirik pada Aldo yang terlihat fokus menyetir,


“Al…kita akhiri saja hubungan kita ini, ucap Dila pelan, perkataan Dila membuat Aldo tersentak dan memberhentikan mobilnya mendadak, untungnya  kendaraan tidak terlalu ramai sehingga tidak menimbulkan tabrakan ,


“Apa yang kau bicarakan!" seru Aldo sangat kesal mendengar ucapan Dila ia pun kembali melajukan mobilnya untuk mencari tempat yang lebih luas untuk memarkir mobilnya,


“Temanilah dia melewati ini, aku tau Mayang masih sangat mencintaimu Al, bagaimana kalau ia tidak memiliki waktu yang banyak lagi, biarkan dia menikmati kebahagian sebelum dia benar-benar pergi selamanya dia ,


selama ini dia terlalu banyak menderita, ucap Dila pelan, ia tidak mampu untuk menahan air matanya karena sebenarnya ia juga sangat sakit berbicara seperti ini.


Aldo menangkup kedua pipi Dila dengan tanganya menatap lekat wajah itu,” lalu bagaiaman denganmu apakah kau tidak sakit setelah berkata seperti ini, ucap Aldo pelan yang membuat air mata Dila semakin deras, Aldo meraih Dila dalam pelukannya,


“Tidak aku tidak akan pernah meninggalaknmu, aku masih bisa menemani Mayang sebagai seorang teman tidak harus seperti yang kau pikirkan,  aku sangat mencintaimu, apa pun itu tak akan bisa merubahnya," ucap Aldo sambil mencium puncak kepala Dila, Dila semakin mengeratkan pelukannya setelah  mendengar ucapan Aldo,


“Kau bicara seperti ini karena kasihan pada Mayang, tapi kau tidak memikirkan dirimu yang juga akan terluka."


“Mayang wanita yang sangat baik, aku sedih saja melihat takdir hidup yang sedang ia jalani seakan tidak pernah berpihak  kepadanya," ucap Dila diselah isaknya.


“Kau juga wanita yang baik, tidak mungkin aku akan menyakitimu,jangan pernah ucapkan kata konyol seperti itu lagi,  ucap Aldo sambil melepaskan pelukannya kemudian menatap wajah Dila dengan senyum mengulas bibirnya.


“Jangan pernah menyalahkan takdir, setiap manusia mempunyai takdir hidup yang berbeda ,  dan kenapa


Tuhan meberikan ini pada Mayang karena Tuhan yakin Mayang mampu melewati ini, Tuhan tidak akan menguji umatNya di luar batas kemampuannya, semua yang dijalani Mayang sekarang mungkin kebaikannya di masa depan.”


“Kita akan bersama- sama membantu Mayang untuk melewati ini, kita akan mendukungnya sebagai seorang sahabat, kamu maukan, ..?bujuk Aldo sambil melepaskan pelukannya, Dila pun mengiyakan. Dila merasa sesuatu yang mendesak didadanya baru saja terlepas setelah mendengar perkataan Aldo, jujur Dila sedikit meragukan


kesungguhan Aldo, ia takut masih ada cinta di hati Aldo yang tertinggal untuk Mayang, sekarang tak ada lagi keraguan baginya.


*****


Hana  baru saja pulang dari rumah sakit, langsung menuju kamarnya ia sediki kaget melihat suaminya sedang bermain di tempat tidur dengan Arjuna, ia sejenak berdiri di depan pintu sambil menyandarkan tubuhnya disana, tak ada kata yang dapat menggambarkan perasaannnya saat ini, sungguh nikmat luar bisa yang dilimpahkan Tuhan padanya, Arjuna yang tengkurap didada Daddynya berupaya untuk menggangkat kepalanya,

__ADS_1


bibir mungilnya  bergerak gerak seakan ingin berbicara dengan Daddynya, matanya yang bersih bersinar terlihat semakin berbinar ,


“Sayang, Mommy lama ya pulangnya, pasti anak Daddy sudah kangen ya," ucap Aditya sabil mencium perut Arjuna gemas,” nanti Daddy akan ngasih Juna adek ya, biar ada teman bermainnya.


“Sayang…! Mulai deh,” seru Hana berjalan mendekat sambil mengerucutkan bibirnya, Aditya sedikit kaget saat mendengar suara istrinya,”sayang kau sudah pulang ya, imbuh Aditya bangkit dan mendudukan tubuhnya di sisi ranjang sambil memeluk Arjuna.


“Sudah berapa kali aku bilang gak boleh bicara seperti itu sama Juna, sahut Hana sambil mencium suami dan putranya.


“Iya , Mas cuma bercanda sayang," ucap Aditya sambil terkekeh


“Mas lanjut dulu sama Arjunanya ya, aku mau mandi dulu, “ ujar Hana  menjauh  dan masuk ke kamar mandi, tak lama kemudian Hana pun selesai dan keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya lalu segera berganti pakaian , setelah selesai ia pun segera menghampiri suaminya, ia segera membawa Arjuna ke dalam pelukannya dan segera menyususinya, Aditya pun bergantian mandi dengan istrinya.


****


Hana meletakkan Arjuna yang sudah tertidur dalam boxnya, dan Aditya yang baru saja selesai berpakaian segera menghampiri istrinya yang sedang berdiri disamping box tidur  Arjuna, ia pun memeluk istrinya dari belakang dan


menciumi kepala istrinya dengan penuh kasih sayang, Hana pun membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya dileher suaminya, Aditya pun segera menghadiahi bibir istrinya dengan ciuman hangat dan lembut, Hana pun mmebalas ciuman pria yang sangat dicintainya itu.


Aditya menautkan keningnya dengan kening istrinya saat keduanya melepaskan ciumannya, keduayna tersenyum , Aditya mengusap lembut bibir Istrian dengan ibu jarinya,


“I love you to hubby.”


Keduanya pun berjalan menuju sofa , Hana duduk sambil menyandarkan tubuhnya dalam pelukan Aditya yang mengecek ponselnya, Hana pun segera menyalakan televisi, baru beberapa menit ia menononton, ia teringat pada


Mayang, ia pun segera mengalihkan pandangannya pada suaminya yang masih terlihat sibuk dengan ponselnya,


“Sayang..!


“Eemmh..!


“Aku sangat kasihan dan sedih dengan Mayang, setelah Dila memberi tahu aku, kalau Mayang terkena  kanker hati, ucap Hana menatap suaminya dengan sendu, Aditya pun segera mengalihkan pandangan menatap istrinya itu tidak

__ADS_1


percaya,


“Sayang, kamu serius, Aditya bertanya sambil menatap  mata istrinya bergantian, Hana pun menganggukan kepalanya,


“Apakah Aldo sudah tahu?"


“Sudah," sahut Hana cepat.


“Dila juga bersedia mundur agar Mayang dan Aldo dapat kembali bersama lagi, aku sangat terkejut mendengar keputusan Dila, dan  Aldo menolak permintaan Dila yang menurutnya sangat konyol dan tidak masuk akal, dan aku juga setuju dengan keputusan Aldo, dan menurutku Mayang juga tidak akan mau kembali lagi  pada Aldo karena ia juga tidak akan tega menyakiti perasaan Dila," jelas Hana dengan suara sendu.


Lama Aditya terdiam mendenagr perkataan istrinya , ia merasa kasihan dengan Mayang, tapi tak mungkin juga harus mengorbankan perasaan Dila, Aditya yakin kalau sampai sekarang Mayang masih belum bisa melupakan Aldo,”kita doakan saja supaya Mayang bisa melalui ini semua dan segera menemukan lelaki yang dapat kembali mengisih hatinya," ucap Aditya pelan.


“Sayang, kasihan juga mereka harus menghadapi ujian cinta yang sangat berat, semoga mereka bisa melewati ini," ucap Hana sambil memeluk dan menyandarkan wajahnya didada suaminya.


“Tapi aku juga dulu susah untuk mendapatkan cintamu karena kau dulu sangat menyebalkan," sungut Hana manja.


“Benarkah, kau dulu sangat mengarapkan cintaku," goda Aditya yang berhasil membuat wajah Hana merona.


“Tidak! Siapa yang mengharpkan cintamu, bantah Hana sambil menjauhkan tubuhnya.


“Bukankah kau sendiri yang bilang, kau sudah terpesona padaku pada pandangan pertama," ucap Aitya sambil menahan tubuh Hana dalam pelukannya,


“Tidak! kapan kau bicara seperti itu! dan aku bukan seperti itu!


Aditya terkekeh mendengar sangkalan istrinya itu, kemudian merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya,” Kau boleh menyangkalnya sayang, aku tidak peduli karena sekarang aku sudah memilikimu, dan akan selalu menjadi milikku!," ucap Adiya sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya, Hana hanya tersenyum malu lalu mengusap rambut Aditya dengan lembut.


.


.


.

__ADS_1


,


 Bersambungs


__ADS_2