
Satu bulan kemudian,
Ryan duduk sambil mengetuk ngetuk penanya ke meja restoran tempat ia berjanji untuk bertemu dengan Aldo, berkali-kali ia menarik napas panjang merasa begitu putus asa dengan apa yang sedang di perjuangakannya, Ryan
tak pernah gentar untuk meyakinkan Mayang betapa ia begitu tertarik dan sungguh ia menyukai Mayang, banyak cara yang sudah dilakukannya tapi tak mampu membuat hati Mayang mencair sedikit pun bahkan mamynya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantuhnya.
Aldo yang memperhatikan Ryan yang sedang melamun segera mendudukan tubuhnya di depan Ryan, melihat Ryan yang masih asyik dengan lamunannya, Aldo menghubungi nomor Ryan sehingga ponselnya yang terletak di atas meja berdering, seketika Ryan tersadar dan meraih ponselnya, tapi niatnya terhenti begitu melihat Aldo yang sudah duduk di depannya sambil memegang ponsel, ia pun melirik layar ponselnya, seketika Ryan tersenyum malu sambil menyibak rambutnya ke belakang,
“Serius sekali, sedang memikirkan kerjaan ya, seru Aldo sambil tersenyum mengejek, Ryan langsung terkekeh mendengar sindiran Aldo, memang sejak pertemuan mereka di Surabaya mereka sekarang terlihat akrab,
walaupun Ryan tahu kalau Mayang adalah mantan Aldo tapi tak sedikit menyurutkan niatnya untuk mendapatkan cinta Mayang, apalagi ia mendapat dukungan penuh dari Aldo.
Aldo menatap Ryan dengan seksama, Ryan pria yang baik walaupun sedikit tatt ahu malu karena ia orang yang tidak dapat menyembunyikan sesuatu apabila ia tertarik dengan seorang wanita, Aldo tau kalau Ryan sudah
tertarik dngan Mayang sejak awal pertemuan mereka di Surabaya, apalagi Ryan terang terangan mengatakan kepada Aldo kalau ia menyukai Mayang, sehingga Aldo pun tidak menutupi lagi pada Ryan kalau Mayang adalah mantan kekasihnya, justru pria itu lebih bersemangat membujuk Aldo agar bisa membuat Mayang jatuh cinta
kepadanya, Aldo dengan senang hati membantu karena ia juga ingin melihat Mayang menemukan pengganti dirinya karena terlalu lama ia menikmati kesendiriannya , kalau ia tidak membuka hati untuk orang lain, ia akan semakin terlarut dengan kesedihanya.
Mayang wanita yang baik , ia layak mendapat kebahagian walaupun ia tidak dapat melakukannya karena ia sudah memiliki seseorang yang ia cintai dan harus ia jaga, Mayang hanya masa lalunya, ia akan tetap menjaga hubungan baik yang sudah kembali terjalin diantara mereka sebagai seorang teman,
“Kau tahu aku sudah mengikuti petunjuk yang telah kau titahkan tapi, aaaaaa, Ryan berteriak kesal sehingga menarik perhatian beberapa pengunjung disana.
“Cobalah dengan perlahan, jangan terlalu mendesaknya, imbuh Aldo sambil memanggil seorang pelayan.
“Masa sudah dua bulan iani aku mengejar-ngejarnya tidak ada sedikit pun ada kemajuan, hasilnya nol besar, seru Ryan sambil membuat bulatan dengan jari jempol dan telunjuknya. Aldo terkekeh namun juga iba melihat pria didepannya yang terlihat begitu frustasi,
“Jangaan menyerah kalau kau benar-benra menyukainya , sahut Aldo santai,
“Pusing aku Al, sahut Ryan sambil menagacak rambutnya frustasi.
*****
Mayang menyahuti panggilan yang terdengan dari luar dan menyuruh masuk, seorang office gilr datang dengan seikat Bungan ditangannya jalan menghampiri meja Mayang,
“Maaf bu Mayang ini ada kiriman bunga untuk ibu, ucap Office gils itu sambil menyerahkan sebuket bunga pada Mayang, Mayang pun segera meraihnya, tak lupa mengucapkan terima kasih, gadis itu pun mengiyakan lalu permisi pada Mayang, sejenak Mayang mengamati bungan yang ada di tangannya ia melihat kartu kecil yang terselip disana,
Selamat pagi cantik,
Bunga ini sangat cantik, tapi kau lebih cantik dari bunga ini.!
__ADS_1
R
Mayang menggelengkan kepalanya setelah membaca tulisan itu dari inisial disana ia sudah tau itu kerjaan siapa,” dasar Ryan muka badak tidak tau malu, meskipun aku sudah menolaknya puluhan kali, guman Mayang pelan,
tapi baru saja ia melanjutka kerjaannya sebuah pesan masuk dari wa nya,
Bunga ku sudah diterima, itu bunga dari seorang teman,
jadi kau tidak boleh menolaknya, karena kalau Bunga itu dari orang yang ngebet
mengejar cintamu, aku tau bunga itu akan berakhir dimana.( emoji senyum). ~ Ryan
Mayang tak menghiraukan pesan itu , ia kembali melanjutkan pekerjaannya, tak berselang lama nada pesan masuk berdering lagi, Mayang kembali meraih ponselnya dan itu masih dari orang yang sama,
"Kita makan siang bareng yuk~ Ryan
Karena mulai kesal diganngu ryan akhirnya Mayang pun membalasnya
"Tidak, jangan menggangguku aku lagi kerja~ Mayang
"Bodoh amat~ Mayang
"Kau jahat~ Ryan
Mayang tersenyum membaca pesan terakhir Ryan, ia terlihat seperti seorang kekasih yang sedang merajuk,ia kembali melanjutkan pekerjaannya kembali, Sedangkan Ryan yang sedang berada di kantornya uring-uringan karena kembali tak mendapat respon oleh Mayang, dan akhirnya ia melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena ia tunda-tunda sedari tadi.
*****
Ryan baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan beranjak keluar dari ruangannya untuk makan siang, satu pesan masuk ke ponselnya, ia pun segera meraih ponselnya dari dalam saku jasnya, Ryan berteriak girang saat membaca pesan yang barusan masuk dari smartphonnya,
"Aku tunggu di depan kantor setengah jam lagi, kalau kau
telat makan siangnya gagal~Mayang.
Ryan segera berlari menuju lift tidak mengiraukan tatapan keheranan dari karyawan yang berpapasan dengannya, begitu sampai di parkiran ia segera masuk ke mobilnya dan melajukan kendaraannya dengan kecepaatn cukup tinggi karena takut terlambat, akhirnya untuk pertama kali ia berhasil mengajak Mayang keluar untuk pergi makan, tentu saja Ryan tidak akan-menyia-nyiakan begitu saja kesempatan ini.
****
Ryan segera turun begitu sampaii di depan loby kantor , dan terlihat Mayang berdiri disana, Mayang pun segera menghampiri Ryan yang juga sedang menujunya dengan berlari kecil dengan senyum senang menghias bibirnya, setelah keduanya saling tegur sapa, mereka melangkah beriringan berjalan ke mobil, Ryan membukakan pintu mobil untuk Mayang setelahnya ia pun masuk dan segera berlalu dari sana,
__ADS_1
“Kita makan di restoran X saja, ucap Mayang sambil menatap lurus ke depan saat mobil Ryan meningalkan kantornya.
“Terserah kau saja, sahut Ryan sambil melirik Mayang sekilas.
“Terima kasih sudah menerima ajakanku, karena selama ini kau selalu menolakku, lanjut Ryan.
“Sekali ini saja, karena hari ini kau ulang tahun, sahut Mayang cepat.
Terlihat kekecawaan di wajah Ryan saat mendengar ucapan Mayang tapi ia tidak bisa memaksa , tapi ia tidak akan pernah menyerah untuk Mayang, ia akan memikirkan cara lain lagi agar dapat mengajak Mayang untuk jalan lagi.
Ryan segera memarkirkan mobilnya begitu sampai di restoran yang dimaksud, mereka berjalan beriringan masuk ke restoran setelah menemukan tempat yang nyamana untuk mereka mereka pun segera mendudukan tubuhnya disana, pelayan resotan pun segera menghampiri mereka dan meemsan makanan dan minuman untuk mereka, mereka menunggu pesanan sambil mengobrol walaupun Ryan jauh mendominasi tak lama pesanan mereka pun
datang semua makanan dan minuman disusun dengan begitu apik,
Ryan memperhatikan kening Mayang yang mengernyit seperti menahan sakit, ia pun menghentikan makannya,
“kau kenapa May? Tanya Ryan kwatir.
“Aku baik-baik saja, sahut Mayang singkat.
“Tapi wajahnya berkata lain, ada apa? apakah kau sakit? tanya Ryan lagi.
“Perutku tidak nyaman saja, sahut Mayang pelan.
“Kau sakit Mag?
“Tidak juga, Ucap Mayang sambil kembali melanjutkan makannya, Ryan pun kembali melanjutkan makannya tapi tak henti memperhatikan Mayang yang duduk di depannya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1