
Begitu turun dari mobil Aditya bergegas masuk ke kantornya, begitu sampai di meja repsisionis ia berhenti. Kedua repsisionis itu langsung memberi hormat dan menyapa Bosnya dengan sopan.
"Siang Pak!
" Apakah tadi ada seorang wanita mencari saya!
"Ada Pak!
" Apakah kamu menyuruhnya untuk menunggu di ruangan saya?
Repsisionis itu terkejut mendengar pertanyaan Bosnya,
"Maaf Pak karena tadi Bapak lagi meeting di luar kami menyuruh untuk menunggu d sana, ucap repsisionis sambil menunjukkan sofa yang tidak jauh dari mejanya.
Aditya langsung menatap ke arah sofa yang ditunjuk oleh repsisionis.
Aditya mencoba menahan amarahnya melihat istrinya tertidur di lobby kantornya sendiri. Ia kembali menatap kedua repsisionis di depannya. Kedua tak berani untuk menatap balik Aditya, mereka sedang mencoba mencari kesalahan apa yang telah mereka lakukan sehingga membuat Presdir pemilik perusahaan tempatnya bekerja terlihat marah.
"Apakah wanita itu tidak mengatakan siapa dirinya? tanya Aditya penuh penekanan.
" Tidak pak, jawab mereka serentak sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah...! jangan ulangi kesalahan yang sama kalau masih ingin bekerja di perusahaan ini!
Aditya berjalan menghampiri sofa tempat istrinya tertidur. Aditya berjongkok di depan istrinya, ia menatap wajah istrinya sejenak lalu mengendong tubuh istrinya ala bridal style.
Aldo yang sedari tadi hanya memperhatikan Aditya berjalan mengambil tas dan kantong yang dibawa Hana tadi dan mengikuti langkah Aditya di belakang.
Kedua repsisionis tadi hanya melongoh melihat Aditya mengendong wanita cantik itu, keduanya pun saling pandang karena heran. Selama bekerja di sini itu pertama kalinya mereka melihat Aditya bersama wanita.
Bukan hanya repsisionis tadi yang terkejut setiap karyawan di perusahaan Aditya yang berpapasan dengan mereka juga kaget melihat bos mereka menggendong seorang wanita. Terdengar beberapa bisikan dari beberapa karyawan, tapi semuanya kembali diam begitu melihat tatapan tajam Aldo. Semuanya kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Hana merasakan tubuhnya seperti melayang, perlahan ia membuka matanya ia tersenyum manis begitu melihat wajah suaminya ada didepan wajahnya.
Mas....!
Aditya tersenyum begitu mendengar suara istrinya, ia menatap istrinya mesra lalu berkata dengan lembut,
"Kamu sudah bangun sayang?
Hana lalu tersadar kalau dirinya sedang di gendong oleh suaminya.
"Mas.. turunkan aku! malu di lihat sama karyawan kamu, bisik Hana.
Aditya terus melangkah tanpa mempedulikan ucapan istrinya.
" Mass! ucap Hana mulai kesal.
Akhirnya Aditya menurunkan tubuh istrinya begitu sampai di depan lift.
"Terima kasih sayang, ucap Hana sambil memegang lengan suaminya.
__ADS_1
Aditya menjawabnya dengan melempar senyum manis pada istrinya, Kemudian Hana berjalan menghampiri Aldo untuk meminta kembali barang-barangnya yang dibawakan oleh Aldo, dan tidak lupa Hana mengucapkan terimakasih kasih, Aldo pun permisi kepada Aditya dan Hana.
Sebelum masuk lift Aditya mengambil kantong yang berisi makanan dari tangan istrinya lalu Aditya mengenggam jari tangan istrinya erat. Sampai di dalam lift aditya juga tidak melepaskan genggaman tangannya.
"Kenapa tidak menghubungi Mas dulu sebelum ke ke kantor? tanya Aditya menatap istrinya.
" Baterai hp ku habis Mas, jawab Hana sambil mengerucutkan bibirnya.
"Pantesan waktu Mas menghubungi mu tidak menyambung, balas Aditya.
Pembicaraan mereka terhenti karena pintu lift terbuka. Mereka keluar dari dari lift dan berjalan sambil bergandengan menuju ruangan Aditya , tak ada suara di antara mereka sesekali mereka saling melempar pandang lalu tersenyum. Sambil berjalan Hanaenyandarkan kepalanya ke lengan suaminya. Aditya langsung membukakan pintu untuk istrinya begitu sampai di ruanganya.
Hana langsung mendudukkan bokongnya di sofa begitu sampai di ruangan suaminya dan meletakkan tasnya di sampingnya. Aditya berjalan mendekati istrinya sebelum duduk di sebelah istrinya ia meletakkan kantong yang di tentengnya tadi.
"Sayang mengapa kamu tidak langsung aja masuk keruangan Mas,tanya Aditya merangkul bahu istrinya.
" Kasihan kamu harus menunggu Mas di lobi seperti orang asing saja sampai ketiduran lagi, padahali gedung ini suaminya kamu yang punya, ucap Aditya membelai kepala istrinya lembut.
"Karyawan mu sudah benar sayang, gak mungkin mereka menyuruh orang asing begitu saja masuk keruangan Presdirnya, ucap Hana menatap suaminya lembut.
" Kamu tidak memarahi mereka kan Mas? tanya Hana penasaran.
"Sedikit, kamu kan tinggal bilang kalau kamu itu istri Mas, pasti mereka akan mengijinkan kamu masuk kesini!
Hana langsung tertawa begitu suaminya selesai bicara, Aditya menatap istrinya heran,
" Kok malah tertawa sayang?
"Justru kalau aku bilang aku ini istrinya Mas, mereka akan langsung mengusir aku sayang, ucap Hana lembut.
Hana menarik napa panjang sebelum bicara,
"Mas lupa ya,...tidak ada satu pun yang tau tentang pernikahan kita selain keluarga kita Mas, jadi kalau tadi aku katakan kalau aku ini istrinya Mas, mereka akan mentertawakan dan bahkan mereka akan mengusir aku karena di pikir aku sedang membuat lelucon, jelas Hana menatap suaminya dalam.
Aditya sesaat terdiam mendengar perkataan istrinya, memang yang diucapkan istrinya benar tak ada yang tau tentang pernikahan ini kecuali keluarga mereka.
" Kalau begitu nanti Mas akan mengumpulkan semua karyawan perusahan ini, Mas akan mengumumkan kalau Mas sudah menikah dan Mas akan memperkenalkan dirimu sayang sebagai istri Aditya Wisnu Presdir perusahaan ini, ucap Aditya menatap istrinya dan mengusap punggung tangan istrinya lembut.
Hana tersenyum mendengar ucapan suaminya,
"Mas tidak perlu melakukan hal itu, ucap Hana Sami menggelengkan kepalanya.
" Sekarang mari kita makan pasti Mas sudah lapar, lanjut Hana.
Hana menarik kantong yang ada didepan nya lalu mengeluarkan isinya satu persatu. Hana membuka dan menyusun semua makanan di atas meja. Mereka pun memulai makan siangnya.
"Ini enak, beli di restoran mana sayang, ucap Aditya sambil mengunyah makanannya.
"Restorannya tidak jauh dari kampusku Mas, aku sering di traktir Frans makan di sana, makanan di sana enak-enak aku menyukainya, makanya tadi aku kepikiran untuk beli di sana aku berharap Mas juga menyukainya dan ternyata dugaan aku benar, jelas Hana sambil mengunyah makanan di mulutnya.
Aditya meletakkan sendoknya lalu meminum air putih dalam gelasnya, sambil minum ia menatap istrinya lalu kembali meletakkan gelasnya, ia duduk diam sambil menatap lurus kedepan.
__ADS_1
"Apakah kamu sering pergi berdua dengannya? tanya Aditya dingin.
Melihat sikap suaminya berubah Hana menghentikan makannya, ia menatap suaminya yang membuang muka darinya, Hana memegang dagu suaminya perlahan Hana memutar wajah suaminya agar menghadap padanya,
" Aku dan Frans sudah bersahabat sejak awal kuliah, makanya kami sering bersama. Apakah Mas tidak menyukai aku berteman dengan Frans?, tanya Hana hati-hati.
"Benar kamu hanya berteman saja dengan Frans, tanya Aditya mendekap kedua pipi istrinya dan menatap istrinya dalam.
Hana menganggukan kepalanya sambil tersenyum, melihat jawaban istrinya Aditya mencium bibir istrinya sekilas.
Melihat wajah suaminya yang kembali membaik Hana melanjutkan makannya,
" Mas mau spageti ini! enak lo Mas, tawar Hana sambil menyodorkan sendok ke depan mulut suaminya.
Aditya pun membuka mulutnya ia menganggukan kepalanya tanda menyetujui pendapat istrinya. Hana menyuapi suaminya bergantian dengan dirinya, Aditya tersenyum melihat ada noda saus di sudut bibir istrinya,
"Sudah besar tapi makannya seperti anak kecil, ucap Aditya sambil melapnya dengan ibu jarinya kemudian tanpa rasa jijik ia menjilatnya.
Hana sesat tertegun menatap suaminya kemudian melanjutkan makannya, Aditya menyodorkan minuman pada istrinya.
" Makasih sayang, ucap Hana lalu meminumnya sampai habis.
"Sayang, kamu tidak keberatan bukan menunggu sebentar? sebelum kita pergi ada beberapa file yang harus Mas cek dulu, tanya Aditya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan merentangkan kedua tangannya.
" Kalau ingin tidur kamu bisa tidur di sana,, ucap Aditya sambil menunjukkan pintu yang ada dalam ruangan itu.
"Aku tidak mengantuk lagi sayang, mungkin aku bisa membetulkan skripsi ku di sini sambil menunggu Mas bekerja, jawab Hana sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
" Kalau begitu nanti malam kita bisa begadang lagi, ucap Aditya tersenyum mesum.
Hana mencubit pinggang suaminya sambil tersenyum malu, Aditya sangat suka melihat wajah istrinya yang merona.
"Kalau begitu kita sholat dulu Mas akan menelpon sekretaris Mas dulu untuk mengantarkan mukena untukmu, ucap Ada sambil berjalan ke meja kerjanya.
" Gak usah sayang aku bawah mukenah kok, jawab Hana sambil mengeluarkan mukenah dalam tasnya.
"Ya udah.. kalau begitu kita sholat sekarang!
Hana mengikuti langkah suaminya masuk keruangan khusus yang ada dalam ruangan kerja suaminya. Begitu Hana masuk ia melihat ruangan itu lumayan luas, disana ada tempat tidur dan lemari pakaian dan beberapa benda lainnya. Aditya membuka pintu lagi yang ternyata itu adalah kamar mandi, Aditya masuk kedalamnya sementara Hana menunggu sambil duduk di ranjang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.